Twins Goals

Twins Goals
Chapter 28


__ADS_3

"Pagi! " jawab Aya.


Arish hanya mengangguk semata.


Arish membawa gadis itu masuk kamar di ujung kabin.


"Alhamdulilah! "Gumam Arish saat masuk kamar dan duduk di ujung ranjang kecil itu.


Aya mendekati nya dan duduk di pangkuan Arish.


"Apa yang membuatmu lega suamiku? " tanya Aja menggoda Arish dengan memainkan jari lentiknya di dada Arish.


"Jangan macam- macam istriku, sekarang belum take off, akan ada yang masuk mengantar makanan cemilan dan lainnya! " kata Arish sambil menahan tangan Aya.


"Aku hanya bertanya suami ku! " kata Aya.


"Kau menggodaku istriku! "


"Hahaha, baiklah aku akan turun! " kata Aya sambil turun dari paha Arish dan meletakkan apa yang dia bawa ke nakas ujung kamar itu.


"Apa yang membuatmu lega? " ulang Aya sambil menatap Arish dari ujung kamar mini itu.


"Karena bisa sampai sini tanpa tertangkap denganmu!"


"kalau tertangkap? "


"Aku sudah menyiapkan rencana tentunya! " jawab Arish sambil tersenyum menyeringai.


"Ishh! " keluh Aya sambil menghampiri Arish dan berbaring di ranjang itu dan kepala di pangkuan Arish.


Arish kemudian mengelus rambut Aya sambil memandang wajah cantiknya.


"Kamu cantik sekali Ay! " kata ArishArish sambil meraba wajah Aya.


"Dunia mengakui itu Ar, dan kamu orang ke 100 juta yang mengatakan itu berulang kali! " jawab Aya menggoda Arish.


"Dasar, narsis! " kesal Arish sambil tersenyum dan mencubit hidung Aya.


"Itu kenyataan Ar! " kesal Aya juga yang mendapat serangan cubitan dari Arish sambil cemberut.


"Hahaha. Iya iya memang istri ku ini yang paling cantik!" kata Arish sambil menangkup wajah Aya.


Aya tersenyum manis sambil mengusap rahang Arish.


"Terima ya Ar, sudah menolong ku hingga kau pasti merubah banyak rencana mu! " lirih Aya.


"Hmm. Mi amor (bahasa Spanyol: cintaku) tidak gratis ya! " kata Arish menggoda Aya.

__ADS_1


"Ish. Masak di sini! " kata Aya.


"Harus mau mi amor! " kata Arish langsung mencium bibir indah Aya, melum*at dalam dan penuh perasaan, bukan ciuman penuh nafsu dan gairah.


Arish merasakan rasa lain ketika dekat dengan Aya, gadis pertama yang ditiduri nya.


mereka tanpa sadar saling nyaman dan saling menginginkan satu sama lain. Saling bergantung pada diri satu sama lain. Aya menikmati setiap perlakuan Arish.


Tok tok tok.


Hingga bunyi pintu diketuk menandakan jika ada awak pesawat yang sedang melakukan tugas nya. Arish melepas ciuman itu dan mengelap bibir basar Aya bekas bertukar saliva dengan nya.


"Ya. Masuk! " jawab Arish sambil mengelus rambut Aya.


Aya memalingkan wajah dan menenggelamkan wajah nya di perut Arish.


"Maaf tuan mengganggu waktu Anda. Saya membawakan camilan dan makanan tuan serta nyonya. Dan lagi kita akan take off sepuluh menit dari sekarang tuan! " beritahu petugas itu pada Arish.


"Ya. Apa kami diwajibkan menuju kabin saat take off? "


"Iya tuan, sambil saya akan menyiapkan makanan tuan dan nyonya disini! " jawab petugas itu.


"Hmm. Baiklah! " jawab Arish kemudian membisikkan sesuatu di telinga Aya dan Aya pun bergegas ikut mengekori Arish dan duduk di kursi.


Arish memasangkan sabuk pengaman Aya dan milik dia sendiri. Kemudian ada pemberitahuan jika pesawat akan segera take off.


"Harusnya? " pertanyaan Aya di jawab pertanyaan juga oleh Arish.


"Campervan! " jawab Aya sambil menaikkan alis nya.


"Hahaha, Trip ala campervan lumayan juga! " kekeh Arish.


"Apa kau juga suka? " tanya Aya lagi.


"Tentu saja, nanti sampai di zurich aku akan membeli campervan dan kita akan jalan-jalan di gunung, di danau, bangunan bersejarah dan tempat- tempat indah di Swiss dan akan ke barcelona setelah kondisi aman dengan campervan kita! " kata Arish sambil tersenyum.


"Wah mhh, sepertinya seru sekali! " kata Aya sambil memegang tanya Arish dan bersorak bahagia.


Akhirnya Arish dan Aya menghabiskan perjalanan nya di kursi nya dan tidak kembali ke dalam kamar, karena perjalanan yanga hanya ditempuh kurang lebih sAya jam 30 menit.


Sedangkan jika naik campervan atau mobil akan menghabiskan waktu kurang lebih sembilan sampai empat belas jam dari Roma menuju Zurich, Swiss.


Satu setengah jam di habiskan Arish dan Aya saling bertukan cerita sambil memakan makanan nya.


"Neraka seperti apa yang membelenggu mu? " tanya Arish tiba- tiba.


Aya menoleh dan memandang wajah Arish.

__ADS_1


"Seperti apa yang kau bayangkan? " tanya Aya.


"Sangat buruk, hingga keperawanan mu begitu menyiksamu dan memberikan jacpot itu pada ku! " jawab Arish menebak.


"Ya. Kamu benar tuan asing ku. Aku begitu tidak mempercayai cinta dan setia. Aku membenci sebuah hubungan dan aku membenci keperawanan ku karena membawa ku pada situasi yang menyebalkan! " jawab Aja kembali menatap steak nya dan memakan nya.


Aris melihat Aya menyingkirkan bagian daging yang ada lemaknya ke sebelah sisi, langsung Arish tusuk dan Arish makan.


Aya tersenyum melihat nya.


"Baru sehari saja kau sudah tau jika aku tidak menyukai daging yang ada lemak nya ini. Kenapa daddy tidak pernah tau! " batin Aya miris.


"Seperti? " tanya Arish lagi sambil mengunyak daging berlemak milik Aya tadi.


"Cinta daddy untuk mommy ku yang ternyata palsu dan bulshit, kesetiaan macam apa yang diberikan daddy pada mommy ku saat mommy terbaring sakit, setelah apa yang mommy lakukan untuk daddy ku, mommy mengorbankan hidup nya, mimpi nya, dan mengabdikan seluruh hidup nya untuk daddy! " jawab Aya sedikit dengan emosi.


"Apa kamu pernah bertanya pada daddy mu kenapa?" tanya Arish lagi.


"tidak. Karena jawaban nya cinta daddy pada mommy palsu dan dibutakan cinta dengan wanita iblis itu! " kata Aya.


"Apa wanita iblis itu kasar terhadap mu? "


"Iya. Dia ingin menjual ku pada laki- laki bangkotan itu untuk membayar hutang akibat gaya hidup mewah nya itu. Dan bersilat lidah pada daddy ku agar memberikan dan memaksa aku menerima pria tua bangka itu! " kata Aya sambil tetap memakan steak nya.


"Apa kau sangat membenci daddy mu? "


"Sanggat. Daddy membuat mommy ku pergi, daddy mau menjual ku, daddy tak pernah mengerti putri nya. Bahkan tidak pernah bertanya apakah aku baik- baik saja! " jawab Aya sambil tersenyum.


Aya menertawakan hidup nya yang sangat menyebalkan dan menyedihkan.


"Jika keperawanan ini hilang dari ku, tentu aku akan terbebas dan jika aku berhasil di tangkap, pria tua bangka itu hanya mendapatkan bekas mu! " sinis Aya tersenyum membayangkan kehidupan nya selanjutnya.


Berbeda dengan Arish yang mendengar celoteh Aya. Dia terbakar emosi dan cemburu membayangkan Aya dijamah oleh pria tua bangka yang Aya ceritakan.


Hati nya tiba-tiba mendidih dan dada nya sesak.


"Tidak akan aku biarkan kamu tertangkap! "


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading semuanya


__ADS_2