
"Delapan tahun yang lalu! " lirih Arish.
"Haaa. Kamu pergi dari rumah sejak delapan tahun yang lalu Ar? " tanya Aya kaget dengan jawaban Arish.
"Iya. Aku meninggalkan keluarga ku sejak delapan tahun lalu! " jawab Arish santai.
"Dan tidak sekalipun pulang? " tanya Aya.
"Iya. Tidak sekalipun pulang, tapi aku bertemu dengan abi hampir dua minggu yang lalu! " kata Arish.
"Lalu? "
"Aku sedang ke makam uma ku, uma itu mommy. Dan saat aku selesai dan akan pulang bertemu dengan abi di dekat makan uma! " jawab Arish.
"Kalian berpelukan? "
"Tentu saja tidak. Aku berlalu begitu saja dan abi ku menangis! " jawab Arish dengan ekspresi sedih.
"Kau tidak sedih melihat abi mu menangis Ar? " tanya Aya.
"No. Aku yakin dia hanya menangis terkejut melihat ku! "
"Kau sedih Ar, raut muka mu tak bisa berbohong jika kau juga terluka! " batin Aya.
"Ya sudah sini aku peluk! " kata Ala kemudian memeluk Arish.
Arish pun tersenyum dan membalas pelukan Aya dengan satu tangan nya, sedangkan yang satunya memegang pembatasan besi menahan pelukan Aya yang begitu erat.
"Ay, kau tidak ingin membunuh ku bukan? " kaya Arish menggoda Aya.
Arish pun tahu jika Aya menenangkan dia karena pasti terlihat menyedihkan.
"Tentu saja tidak, siapa yang akan mensponsori perjalanan ini jika aku membunuh mu? " kata Aya sambil melepaskan pelukan erat itu.
"Jadi aku hanya sebatas tiket jalan- jalan dan kembali ke barcelona? " tanya Arish tak percaya.
"Tentu! " jawab Aya sambil menjulurkan lidah nya.
Arish langsung meraih lidah yang menjulur itu dan men sedap nya. Dalam sekejap mata Arish sudah meluma*t bibir manis Aya dan menganggap tubuh Aya dengan tangan nya agar tidak jatuh dari atas mercusuar.
Aya yang awalnya terkejut pun mulai membalas perlakuan Arish. Saling sedap dan saling mendes*ah tipis membuat gairah mereka meninggi drastis.
Hembusan nafas yang saling beradu dan serta ******* kecil yang menghiasi gerakan bibir dan lidah dua insan manusia beda gender itu membuat keduanya mulai kelimpungan mengendalikan gairah masing masing.
"Hah. Yuk pulang! " kata Arish setelah melepas tautan bibir nya.
"Hah hah hah. Yuk! " jawab Aya.
Dua insan yang sedang diliputi gairah itu pun berlari kecil turun dari mercusuar.
__ADS_1
"Manis sekali kamu Ar, Ah pengen miliki boleh gak Tuhan! " batin Aya sambil melihat tangan nya yang di gandeng Arish sambil berlari kecil.
Setelah sampai di parkiran Aya tak lagi melihat mobil yang di kendarai Arish tadi.
Dari kejauhan Aya hanya melihat satu minibus kecil warna putih.
"Ar, mana mobil mu tadi? " tanya Aya.
"Itu! " jawab Arish.
Aya hanya terbengong kaget.
Laki- laki di sebelah nya ini begitu luar biasa. Penuh kehangatan dan penuh cinta. Bagaimana tidak, belum ada satu hari Aya meminta sudah terkabul semua.
Tanpa bicara tapi tindakan nya begitu nyata di setiap detail hal kecil bahkan dalaman Aya lun disiapkan dan sesuai dengan nya.
Iya, mobil itu telah berubah menjadi campervan yang indah. Baru tadi pagi Aya ingin melakukan trip nya dengan campervan dan sekarang sudah Arish realisasikan.
"Boleh Arish saja Tuhan yang jadi pengganti daddy ku, suamiku, ayah anak anakku? apa boleh Tuhan? " batin Aya sambil terus mengikuti Arish menuju campervan.
Campervan klasik sesuai kesukaan Aya.
Setelah sampai di campervan Arish langsung membuka pintu belakang untuk Aya dan Aya pun masuk tanpa kata dengan suasana hati yang membuncah.
Aya mengamati isi campervan itu.
Campervan yang kasih dan segar sekali. Nyaman untuk melakukan perjalanan. Kasur yang empuk di ujung juga lemari pakaian sebagai dipan nya.
Aya membuka satu persatu lemari dan semakin terbengong melihat baju dan semua perlengkapan perempuan di dalam nya juga perlengkapan nya sendiri.
"Bagaimana perempuan tidak langsung jatuh cinta padamu Ar, jika kau membuat nya seperti layak nya ratu. Apa kau memperlakukan semua perempuan yang dekat dengan mu seperti ini? " batin Aya.
Aya yang hati nya membuncah berdiri dan menuju pantai dan kulkas mini. di bukanya satu campage dan satu baru e di taruh di gelas bulat nya.
Aya mulai memutar baru es itu di gelas bulat itu.
Arish melihat apa yang dilakukan Aya sambil tersenyum.
"Kau sangat ahli menyiapkan campage! " kata Arish.
"Anggur hangat ini akan sangat nikmat di disajikan dengan gelas dingin mengepul dengan putaran konstan!" kata Aya masih memutar batu es di gelas.
Kemudian Aya mengeluarkan batu es itu ke dalam gelas lain. Dan menuangkan campage ke dalam gelas dingin itu, dan menyesal nya.
"Ahh. Nikmat dan hangat sekali! " gumam Aya setelah meneguk satu tegukan campage.
__ADS_1
"Ada brandy jika ingin lebih enak dan hangat! "
"Brandy akan aku sajikan di situasi dan keadaan terbaik honey, untuk saat ini campage ini cukup! " kata Aya kemudian berjalan menuju Arish dan menaruh gelas campage nya di pantry.
"Hmm! " deheman menjadi jawaban Arish yang tidak sadar Aya berjalan menuju nya.
Kemudian Aya beralih tempat ke depan duduk di sebelah Arish.
"Ay, ngapain di depan. Istirahat kah di kasur! " kata Arish melihat Aya sudah duduk manis di sebelah nya.
Aya diam tanpa menjawab dan tanpa bergerak, Arish pun tidak berkata lagi.
Sedangkan Aya yang diliputi gairah karena gairah memuncak ketika di mercusuar di pacu oleh hangat nya campage membuat nya semakin panas terbakar gairah yang membahana.
Aya melirik bagian celana Arish sedangkan Arish masih fokus melajukan campervan di jalanan turun dan berkelok.
Aya yang terbakar gairah dan gejolak hati membuncah karena perlakuan Arish semakin menginginkan Arish.
Aya mulai menggerakkan tangan nya menuju resleting celana Arish.
Arish sangat terkejut.
"Ay! " pekik Arish menoleh sebentar pada Aya saat Aya sudah berhasil menurunkan resleting celana nya.
Aya tetap diam hanya tatapan damba yang di berikan untuk Arish sambil membuka pengait celana Arish. Aya mulai meraba milik Arish yang perlahan mengeras itu.
"Ay, No. Jangan disini. Ini turunan baby, aku haru fokus, aku gak bisa menghentikan campervan nya.! " pekik Arish sambil menahan tangan Aya dengan satu tangan nya, sedang yang lain nya fokus pada setir nya.
"Nikmati saja honey, Ahh! " bisik manja Aya di telinga Arish di hiasi sedikit desa*han manja dan jilatan lidah kecil.
"Ohh shiit. Ay sebentar lagi sampai! " pekik Arish frustasi menahan diri dengan kelakuan nakal Aya.
Aya menikmati ekspresi frustasi Arish dan semakin gencar menggoda nya.
Aya menarik paksa celana Arish agar turun dengan sekuat tenaga nya. Dan benda tumpul itupun menjulang tinggi terlihat jelas sedang menantang Aya.
Aya pun mulai menurunkan kepala nya dan mulai menciumi benda yang menantang nya.
"Ahh. Ay.. Jangan sekarang please.! "
.
.
.
.
Happy Reading semuanya 🙃
__ADS_1