
Aya pun mulai menurunkan kepala nya dan mulai menciumi benda yang menantang nya.
"Ahh. Ay.. Jangan sekarang please.! " pekik Arish sambil mengurangi kecepatan nya karena dirasa fokus nya menurun dan takut tidak mampu mengendalikan kemudi nya.
Sambil satu tangan memegang pipi sambil mengelus kepala yang tengah tidur di pangkuan nya menghadap milik nya sambil mencium ringan milik nya yang entah sudah berapa volt tegangan nya. Yang jelas sudah bertegangan tinggi dan mematikan.
Melihat ekspresi Arish frustasi sambil membuka mulut nya lebar dari bawah membuat Aya semakin menjadi- jadi. Aya mulai menjulurkan lidah nya menyapu milik Arish dari bawah ke atas ke samping kanan ke samping kiri tanpa terlewat.
"Ahh. Oh Shiit baby please. Ahh sebentar lagi sayang ahh kita sam aaaah pai! " pekik Arish tersendat-sendat diselingi desa*han.
Aya mencuri lihat ekspresi Arish yang ikut sedikit menjulurkan lidah sambil membuka mulut lebar dan mata ya berusaha melek.
Aya semakin panas melihat ekspresi keenak an Arish. Semakin membuat nya terbakar gairah dan mulai mengul*um benda menjulang tinggi penuh tonjolan otot.
"Ahhhh. Ahhhh. Oh no. Aya no baby, honey Ahh shiiiiit. Kenapa lama banget sih sampai bawah Ahhh Ay! " pekik an dan desa*han memenuhi campervan yang sedang berjalan lambat itu.
Aya yang mendengar pekik an dan racau an Arish pun semakin menghis*ap kuat sambil menggerakkan kepala nya maju mundur dengan cepat.
"Ahhh Ahhhh Ohh Shhhhh Ay, sayang Ahhh! " Arish tak lagi mampu menahan pekikan keras dan desa*han nya sambil membagi fokus dengan kemudian nya.
Arish mengigit kuat kuat bibir nya sambil satu tangan nya memegang kepala Aya yang tengah maju mundur dengan cepat.
"Ahhh honey, aku aahhh mau keluar ahhh nooo! " teriak Arish sambil menahan kuat kepala Aya karena miliknya sendiri sudah berada di ujung.
Aya yang mengetahui Arish akan mengeluarkan bibit unggul nya pun tak mau mengalah dan menahan tangan Arish yang memegang kepalanya dan menenggelamkan bisik Arish pada mulut nya sepenuhnya.
"Arrghhhhhh! " Lengguhan panjang dan keras Arish menandakan puncak nirwana yang telah di rengkuh nya.
Diluar pikiran Arish, Aya malah menyedot habis dari sumber nya dan menelan nya.
"Arghhhhhh! Stop honey! " pekik Arish melepaskan kedua tangan nya dari setir dan mencabut paksa kepala Aya karena sangat ngilu, lalu mendekap nya dengan satu tangan.
Aya tersenyum puas mendengar debar jantung tak beraturan Arish walaupun belum terlalu kuat menyedot pusat kehidupan Arish.
"Ngilu sekali baby. Kau benar benar hot. Kenapa kau menelannya honey. Aku sudah bilang akan keluar! " kata Arish terputus putus karena tersengal.
Ara hanya mengelap bibir nya dengan jari sambil membalas ucapan Arish dengan seringai kecil dan senyum nakal nya.
__ADS_1
"Dasar gadis nakal. " kata Arish sambil mengelus ujung kepala Aya dan juga satu tangan masih fokus menyetir.
"Hahahah. Tapi kamu suka bukan? " goda Aya.
"Bahaya honey, aku sedang menyetir di turunan! " kata Arish sambil mencubit hidup Aya pelan karena gemas sekali.
"Jangan ulangi lagi, okey? " lanjut Arish.
"Baiklah, aku akan mengulangi nya lain waktu! " kata Aya membantah Arish dengan nada canda.
"Kau benar benar ingin di beri hukuman ya! " kata Arish sambil melemparkan tatapan nakal nya pada Aya.
"Aku menunggu hukuman mu sayang! " jawab Aya sambil meraba diri nya sendiri dari atas pinggang bawah sendiri membentuk gitar Spanyol.
"Kau belajar dari mana honey? Hmmm? " gemas Arish sambil menoel pipi Aya.
"Dari mu sayang! " kata Aya sambil mereka*s payudara nya sendiri dengan ekspresi yang menggoda Arish.
"Oh ****! jangan memancing ku Aya! " pekik Arish sedikit mempercepat laju mobil tanpa peduli celana nya yang belum di naik kan.
"Ahh sayang! " desa*h nya Aya sambil meremas. payudara nya sendiri.
hingga Arish melihat tak jauh ada rest area yang sepi. Arish langsung memarkirkan mobil nya di sana dan berhenti.
Aya hanya tersenyum melihat tingkah Arish yang keburu buru dan muncul lah ide gila di otak mini Aya.
Aya langsung menarik ikat pinggang Arish dan tali dari sebuah dari di sebelah nya.
Arish menarik Aya menuju belakang campervan. Aya menurut dan dalam. satu senggol Arish terduduk di kursi pantry, Aya langsung mengikat kedua tangan Arish dengan sabuk itu.
Karena sabuk nya dari kulit, kuat dan sangat lembut Aya bisa menarik tarikan ikat pinggang nya dengan kencang, jadilah Arish benar benar tidak bisa meloloskan tangan nya.
"Honey!! Apa yang kamu lakukan? " kata Arish terkejut.
Aya pun mencondongkan tubuh nya dan mendekat pada telinga Arish.
"Diam lah dan nikmati lah acara kita senja ini sayang!" bisik Aya sambil memberikan bumbu bumbu desah*an dan sedikit lidah menyentuh.
__ADS_1
Arish hanya membuka mulut nya dan menutup mata sambil mendongak kan wajah karena bisikan, desah*an juga jika*an yang diberikan Aya.
Aya tersenyum puas melihat ekspresi Arish yang tengah menahan gairah yang membelenggu nya juga menahan suara dan diri agar tidak menerkam nya.
"Hot, lucu, seksi dan menggiurkan sekali! " batin Aya melihat Arish yang sudah tak lagi memakai celana dan hem terbuka semua kancing nya.
kemudian Aya berjalan pelan menuju ranjang dan merangkak sebentar menutup gorden campervan dengan gerakan erotis.
"Huh! " hembusan nafas kasar Arish membuat Aya menahan senyum nya.
setelah gorden tertutup, Aya berdiri di depan Arish sambil tatapan nya menghujam jantung Arish dan perlahan melepas celana nya tanpa mengalihkan atensi pandangan Aya.
Kemudian Aya melepaskan baju atasan nya setelah melemparkan celananya. Aya membuka kaca mata kuda yang menempel di bagian atas tubuh nya dan melemparkan nya ke segala arah.
Arish membuka mulut nya dengan tatapan sayu dan sedikit mendingan melihat kegiatan erotis Aya. Setelah nya Aya melepas segitiga permuda di bagian bawah tuh nya dan melemparkan ke wajah Arish.
"Ahh! " desa*h Arish saat mendapatkan perlakuan erotis itu.
Aya pun mundur dan duduk di kasir sambil berhadapan dengan Arish.
"Sayang lepas dong, jangan siksa aku gini. Ayuk aku beri hukuman yang kau rindu kan! " kata Arish dengan ekspresi penuh bara hasrat nya.
Aya semakin kesenengan dan semakin ingin menghidangkan makanan pembuka super nikmat untuk laki laki di depan nya itu.
kemudian Aya membuka kedua pada lebar dan mengangkat nya agar kaki naik ke pinggiran kasur, hingga Arish benar benar jelas melihat lembah itu.
Aya mulai mulai meletakkan jari tangan kanan nya pada lembah itu, memutar kri*toris pelan dan tangan kiri nya meremas payudara nya.
"Ahhhh! "
.
.
.
.
__ADS_1
Happy Reading semuanya 😊