Twins Goals

Twins Goals
Chapter 47


__ADS_3

Arish yang di dalam kamar itu masih mengatur nafas menghadap langit-langit kamar sambil menghela nafas panjang.


"Kenapa kamu memilik laki-laki lain Ay! " gumam Arish pelan sambil menatap langit-langit kamar dengan nuansa gelap itu.


Air mata Arish menetes tanpa permisi. Arish yang sudah tidak memiliki tenaga membiarkan saja air mata nya lancang keluar.


Arish butuh malam ini saja dirinya lemah, hanya malam ini meratapi kekasih hati nya yang pergi. Dan besok Arish akan kembali melanjutkan hidup seperti amanah sang abi dan membantu adik tersayang nya.


"Bahagialah dimana pun kamu berada Ay! " gumam nya lagi kemudian beranjak dari tempat tidur itu setelah beberapa saat mengeluarkan sesak dada nya.


Kemudian Arish beberes dan Arish memutuskan untuk langsung kembali ke Turki malam itu juga. Arish pulang ke tempat kelahiran nya dengan hati yang potek.


Enam jam Arish habiskan waktu nya untuk pulang ke Turki dengan suasana yang sangat jauh berbeda dari saat dia berangkat tadi pagi. Membawa Asa yang sudah retak.


...*******...


detik menit jam hari minggu berganti menjadi bulan, bulan bulan yang Arish lalui seakan hampa. Arish tak bisa membuka hati untuk orang lain bahkan kaelly sahabat yang dulu di sayang nya tak bisa menggaet hati Arish kembali.


Al-Fatih sudah meminta mereka mencari pasangan dan Arish masih belum siap. Pikiran nya dipenuhi dengan Aya dan Aya yang saat ini tengah bahagia dengan keluarga kecil nya.


"Kak! " pekik Arvi masuk ke dalam ruangan kerja Arish.


"Assalamualaikum kek, kenapa? ngagetin aja! " jawab Arish yang dipaksa kembali ke dunia nyata dari lamunan indah nya.


"Iya iya kak, Assalamualaikum kakakku yang paling ganteng! " jawab Arvi kemudian duduk di depan Arish.


"Waalaikumsalam, ada apa dek? " tanya Arish melihat raut wajah Arvi yang agak tegang.


"Abang menelpon ku dan meminta datang ke Kediri kak, mungkin abang sudah memilih istri untuk ku! " jawab Arvi.


"Kamu siap menikah? " tanya Arish pada adik nya, karena Arish tidak akan memaksakan kehendak sang adik jika dia belum siap bertanggung jawab penuh pada istri nya nantinya.

__ADS_1


"Aku siap kak, karena aku sudah berjanji pada Abi akan menikah jika sudah menemukan kakak. Tapi aku tidak ingin melangkahi kakak. Apa kakak benar-benar belum siap menikah? " tanya Arvi.


"Jangan pikirkan kakak, menikahlah dan bangun rumah tangga dengan istri mu! " jawab Arish.


"Oke kak, ayo kalau begitu antarkan adik mu mengkhitbah calon bidadari surga nya! " kata Arvi sambil bergurau karena tidak ingin kakak nya teringat dengan kekasih beda agama nya lagi.


Arish hanya tersenyum mendengar celoteh adik nya itu dan siap siap untuk pergi ke Indonesia mengantar adik nya mencari jodoh.


Semua pekerjaan sudah ada dalam kendali asisten mereka berdua. Sehingga Arvi dan Arish bisa pergi lebih lama sambil berlibur di kampung halaman uma nya.


Mereka pun pulang bersama dan langsung bersiap, karena perjalanan ke Indonesia membutuhkan waktu yang lumayan panjang yaitu 12-13 jam.


Diperjalanan mereka berdua sesekali mengurus pekerjaan sesekali berbincang dan lebih banyak diam atau bermain ponsel mereka.


Arish seperti biasa selalu mengecek akun black card bank Swiss nya yang bisa digunakan di seluruh dunia yang diberikan pada Aya.


Semenjak malam itu, Arish hanya memantau akun bank Swiss nya berharap bisa mengetahui di mana keberadaan Aya sekedar ingin melihat apakah keadaan nya berkecukupan dan baik-baik saja.


Bayangan itu yang membuat dia belum bisa atau lebih tepat nya tidak mau berusaha melanjutkan kehidupan cinta nya dengan wanita lain. Karena Arish masih ingin melihat keadaan Aya.


Setelah 13 jam lamanya, Arish dan Arvi sudah mendarat di Surabaya dengan selamat setelah harus transit 2 kali.


Setelah turun dari pesawat Arish dan Arvi kemudian keluar dan menunggu abang nya menjemput mereka, namun belum sempat menunggu mereka sudah melihat abang nya melambaikan tangan dengan senyum lebar.


Mereka pun berlari dan langsung memeluk abang mereka.


"Arvi rindu abang! " kata Arvi


"Kakak juga rindu abang! " lanjut Arish.


"Abang juga rindu kalian! ayo ke mobil! " kata Fatih kemudian membawa adik adik nya ke dalam mobil yang sudah terparkir di pintu kedatangan.

__ADS_1


"Kalian lapar? " tanya Fatih saat baru saja memasuki mobil nya.


"Tidak bang, di pantry banyak makanan. Langsung ke pondok saja! " kata Arvi.


"Wah, apa adik ku ini sudah tidak sabar! " kata Fatih sambil menggoda Arvi.


"Iya bang, si gatot sudah di penjara selama 29 tahun ini. " canda Arvi.


"Gatot! " gumam Arish.


"Apaan gatot dek, gagal total begitu? haha ada ada aja adek ini! " jawab Fatih.


"Gagah dan berotot kak, bang! "


.


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya


hahah si gatot si gatot


semoga gak gagal total aja ya pas baru pertama kali digunakan 🤣

__ADS_1


__ADS_2