Twins Goals

Twins Goals
Chapter 56


__ADS_3

"Baiklah bro, mari kita sejahtera kan kamu dengan kekuatan sepuluh jari. Tenang ya nanti kita cari sarang yang tepat untuk mu!" batin Arish sambil berjalan ke arah asrama laki-laki.


Semua sudah melaksanakan sholat, dan Arish menuju kamar mandi di asrama putra untuk ritual sepuluh jari nya dan mandi untuk melaksanakan sholat.


Selepas 30 menit, Arish keluar dan bersiap untuk ke masjid besar untuk menunaikan ibadah sholat subuh karena waktu sudah menunjukkan subuh.


Arish ingin menikmati waktu nya di pondok untuk lebih mendekatkan diri dan bermunajat untuk semua yang dia hadapi, untuk perempuan yang kini masih mengganjal di hati.


Arish berharap perempuan yang masih selalu ada di pikiran dan hati nya iymtu bahagia, serta Arish juga ingin segera di temukan dengan jodoh nya.


Selepas sholat subuh, dzikir dan sholat dhuha, Arish keluar masjid pukul 06.00 pagi dan menuju rumah abang nya tempat semalam terjadi gempa hebat.


Dan dari kejauhan Arish mendapati abang nya dan juga seorang wanita bercadar duduk di depan teras sambil menikmati kopi dan gorengan khas orang Indonesia.


"Assalamualaikum bang. "


"Waalaikumsalam Arish, sini duduk dengan abang. Sayang, minta tolong buatkan kopi untuk Arish. " kata Fatih berbicara dua arah dengan adik dan istrinya.


Istri nya pun mengangguk dan masuk ke dalam rumah dan Arish duduk di depan abang nya.


"Arvi sudah menikah, syukuran nya di gelar nanti pukul 13.00 kak. Jangan lupa dandan yang ganteng. " kata abang Fatih.


"Baik bang, " jawab Arish.

__ADS_1


"Apa kamu mau abang carikan istri juga? " tanya Fatih.


"Tidak bang, Arish ingin fokus ke kerja dulu sambil menata hati Arish. Arish tidak ingin perempuan lain menjadi pelampiasan dari hati Arish yang masih terombang-ambing ini. " kata Arish serius.


"Mendekat sama Allah, istikharah kak. Allah akan siapkan sepenggal surga yang di janjikan nya untuk mu di dunia. " jawab Fatih.


"Aamiin, hingga surga nya mem buat gempa maha dasyat di ruang tamu tadi pagi ya bang. " canda Arish karena ingin mengganti topik pembahasan yang membuat dia sedari tadi tidak nyaman.


Fatih yang mendengar celetuk yang di ucapkan Arish menjadi merona dan wajah nya merah.


"Kamu mengintip ya. " kata Fatih sambil menyipitkan mata nya.


"Mana berani aku bang, Arish malah menyelamatkan abang dari kepala pelaksana yang menuju rumah tadi pagi, jadi tidak mendengar suara aneh abang. " jawab Arish.


"His, abang mau ke dalam dulu. " kata Fatih malu di depan adik nya sendiri kemudian bangkit masuk ke dalam rumah.


Fatih berlalu ke dalam sambil melihat orang-orang menyiapkan barang-barang untuk dibawa nanti ketika acara Arvi sebagai bawaan ke rumah mempelai perempuan.


Sedangkan Arish di luar duduk dan mendapati Arvi datang dan mengucap salam kemudian duduk bersama Arish.


"Kakak tumben pagi ngopi. " kata Arvi sambil duduk di sofa meletakkan punggung nya ke sandaran sofa.


"Abang tadi, tapi udah masuk. gimana gatot beneran kan? " kata Arish bercanda pada adik nya yang polos.

__ADS_1


"Hampir aja gatot gara-gara candaan kakak sama abang." jawab Arvi kesal.


"Berarti gak jadi gatot dong. " jawab Fatih dari dalam rumah keluar membawa susu dan beberapa sandwich yang tadi istrinya siapkan untuk Arish dan Fatih antarkan karena di kuar hanya ada Arish, namun ternyata ada Arvi juga.


Fatih menaruh susu dan beberapa sandwich di meja.


"Sharing ya, kasihan istriku harus buatkan susu lagi! " kata Fatih sambil bercanda.


"Siap bang! " jawab Arish.


"Gak dong, berhasil walau gak mulus seperti jalan tol!" jawab Arvi menimpali abang nya.


"Oh ya? gatot kamu aja yang payah. " ledek Arish pada Arvi.


"Enak aja ya, diantara kita gatot ku yang jumbo dari sana nya. Jadi membobol portal nya juga penuh perjuangan. "


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading semua


maaf lama gak update, karena mak othor lagi sibuk RL banget🙈


__ADS_2