Twins Goals

Twins Goals
Chapter 42


__ADS_3

Orang yang mati-matian dia jaga dengan harapan akan sadar saat membawa kakak nya, nyata nya malah dalam kondisi buruk. Alasan nya mampu berdiri di gempur keras nya masalah dan dunia itu karena abi nya.


TIT


Sirine panjang dari monitor itu menandakan telah sedikit harapan yang tersisa untuk sang abi. Dokter berusaha sekuat tenaga dengan pacu jantung di tangan nya dan Arish segera mengikuti Arvi meletakkan dahi di kaki sang abi.


"Abi, maafkan Arish abiii, abi bangun bi, please. Arish mau minta maaf. Arish berdosa pada Abi. Abi ampuni kakak abi. Kakak bersalah pada Abi! " ratap Arish di sebelah tubuh adiknya yang sesenggukan menangis karena merasa tak sanggup kehilangan Abi sekarang.


Dokter masih terus berusaha dan tidak ada tanda-tanda Abi nya membaik atau detak jantungnya kembali. Suara tit panjang itu terasa nyaring di kepala Arvi dan Arish mengambil seluruh atensi hidup nya.


"Abi, Arish tidak akan meninggalkan abi lagi. Arish janji tapi abi harus bangun! " kata Arish dengan nada tegas nya sambil memgang kaki abi nya.


tit tit tit tit


Bersamaan dengan ucapan Arish, detak jantung Abi nya kembali. Jantung Abi nya kembali berfingsi dengan baik.


"Alhamdulillah! " seru dokter bersamaan.


"Maaf tuan muda, tuan besar telah kembali stabil, tapi kami masih tidak bisa memastikan tuan besar sudah bagun apa belum dari koma nya. Hanya kami harap ucapan tuan muda barusan bisa di realisasi kan. Karena rupanya tuan besar tidak ingin di tinggalkan anak anak nya! " kata dokter itu panjang kali lebar setelah menyelesaikan rangkaian penanganan pada pasien yang anfal, yang baru saja berjuang menyerahkan nyawa nya atau meminjam sebentar nyawa itu.


"Baik dok! " jawab Arvi singkat dan keluarga bergegas duduk di sebelah Abi nya sambil tiga dokter itu kembali ke dalam ruangan nya. Hati Arvi sedikit tenang dan bersyukur karena Allah SWT memberi abi nya sedikit kesempatan lagi untu menemani nya.


Entah doa mana yang terkabul, Arvi sangat bersyukur dengan kembali nya detak jantung abi.

__ADS_1


Abang Fatih mendekati kedua adik nya dan merangkul kedua adik nya, "Abang tak bisa selalu menemani kalian, abang ada tanggung jawab di Indonesia dan ada anak istri di sana. Kalau boleh abang berpesan, tolong terus saling bergandeng tangan melewati dunia ini. Abang sayang kakak dan adek. Abang tidak ingin kesalahan pahaman menghancurkan hubungan ini! " kata Fatih memperingati kedua adik nya.


"Baik bang, maafkan Arish sudah merepotkan abang. Dan salah paham dengan abang dan abi! " kata Arish menjawab petuah abang nya.


"Iya kak, jangan pernah gadaikan Tuhan mu, keyakinan mu untuk manusia kak! " kata Fatih lagi sambil tersenyum.


"Iya kak, Arish tau dan Arish akan meminta Allah memberikan dia hidayah dan Arish bertawakal. Arish serahkan seluruh nya pada Allah bang! " jawab Arish sambil menatap Fatih.


"Segera lah kalian menikah, dan kalau kau ingin istri yang halal, abang ada santri banyak kak! " goda Fatih pada Arish sambil mengerlingkan mata nya.


"Abang ih! " pekik Arish yang malu karena di goda Fatih.


"Abang maan mungkin kakak gampang melupakan anak Tuhan itu bang, orang sedotannya sudah menusuk jeruk! " kata Arvi santai sambil memegang tangan abi nya.


"Iya bang, aku berlumur dosa! maafkan aku bang! " kata Arish.


"Allah Maha pemaaf kak, maksiat mu sangat besar tapi ampunan Allah jauh lebih besar dan luas untuk hamba-Nya! " kata Fatih.


Dan pembahasan mereka pun selesai dengan Fatih dan pamit untuk kembali ke Indonesia karena seluruh tanggung jawab dan keluarga nya menunggu, kedua putra dan putri nya juga sudah pasti sangat merindukan nya.


Dan Arvi pun pulang ke mansion untuk istirahat dan mengambil pakaian sang kakak, karena Arish hari ini memutuskan untuk di rumah sakit menunggui abi nya yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit dengan pucat pasi.


"Abi sayang gak sama Arish? abi marah ya sampai gak mau bangun! " kata Arish duduk di sebelah abi nya sambil memegang tangan abi nya. Sesekali mencium tangan abi nya dengan penuh sayang.

__ADS_1


"Arish sedih sekali bi, Arish patah hati sekarang, Arish tidak ingin menikah saja ya bi! " lanjut nya sambil meneteskan air mata teringat Aya yang jauh di sana dan khawatir apa yang akan di lakukan gadis itu.


"Abi, Arish mencintai wanita yang tidak satu tujuan dengan Arish, Arish mencintai wanita yang berbeda keyakinan dengan kita ni. Apa yang harus Arish lakukan bi! " racau Arish sambil meletakkan dahi nya di pundak abi nya.


"Rish! "


.


.


.


.


.


Happy reading ya semua


maafkan othor yang boling update ada sedikit kesibukan.


InsyaAllah othor akan lebih rajin lagi up buat kalian.


stay tune yang sayang sayang nya othor ๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•

__ADS_1


__ADS_2