
Keesokan hari nya, subuh datang ketiga pria dewasa itu pun sholah subuh berjamaah dan langsung bersiap karena banyak dari kolega yang di luar negri hadir hari ini, juga menyambut para keluarga dari panti asuhan untuk berdoa selama tujuh hari tujuh malam.
Kegiatan kantor sepenuh nya di serahkan pada orang kepercayaan Arvi. Arvi dan Arish fokus pada hari berduka nya dan beberapa tamu yang hadir ke kediaman mereka.
Fatih pun menemani adik adiknya sampai 7 hari. Selepas itu langsung akan pulang kembali ke Indonesia, karena tanggung jawab nya juga menanti di sana.
Sebelum pulang, Fatih meyakinkan dulu keadaan adik-adiknya agar tidak terjadi kejadian seperti kemarin.
Tujuh hari berlalu pun mereka bertiga tidak memikirkan hal lain selain berdoa untuk abi nya di sana.
Saat ini ketika pria itu tengah ada di bandara untuk mengantarkan abang mereka ke Indonesia. Setelah semua wejangan dari abang nya tadi pagi, Arish dan Arvi sedikit lebih lega dan sudah benar-benar mengikhlaskan terlebih Arish, karena rasa bersalah nya begitu besar membuat pria itu lega dan bertekad akan melakukan apa yang di amanah kan abi nya malam itu.
"Hati-hati bang! " kata Arvi sambil mencium tangan abang nya.
"Iya adek abang, semangat dan carilah pendamping hidup. Kalian sudah sangat matang untuk menikah! " kata Fatih sambil menepuk kedua pundak adek kembarnya itu.
"InsyaAllah bang! " kata Arvi.
"Kak, carilah pendamping hidup yang satu iman seperti pesan abi! " kata Fatih pada Arish yang hanya diam sedari tadi.
"Iya bang, Arish paham kok. Tapi Arish ingin sekali lagi kesana dan mencoba nya sekali lagi! " kata Arish pada abang nya.
"Iya, segeralah pulang kembali. Kasihan Arvi menanggung tanggung jawab perusahaan sendirian! " kata Fatih sambil menepuk pundak Arish dan Arvi.
"Iya bang! " kata Arish.
__ADS_1
Kemudian Fatih pun masuk dan memulai perjalanan menuju Indonesia, sedangkan dia kembar itu kembali ke mansion.
Mereka masuk ke rumah masih dengan membisu tanpa satu kata pun, mereka duduk di ruang keluarga tempat nya dulu selalu duduk bersama abi dan oma nya.
Hingga keadaan memaksa mereka saling tatap intens, dengan kecanggungan yang luar biasa. Kedekatan yang dulu terjalin memang sekarang canggung karena jarak yang memisahkan mereka selama delapan tahun lamanya.
"Maafin kakak! " lirih Arish dengan suara serah nya berhasil keluar.
Tes
Air mata Arvi tak mampu dia tahan lagi, suara parau kakak nya membuat hati nya ikut terkoyak. Arvi berdiri dan menerjang masuk ke dalam pelukan Arish.
"Huaaa, hiks hiks kakak. Huaa! " tangis Arvi pecah di dalam pelukan kakak nya. Arish kemudian mengusap kepala adik nya dengan penuh kasih dan tertylar air mata Arvi.
Arish mengerti semua kata yang ingin di ucapkan adiknya tentang semua yang terlewat oleh nya selama 8 tahun ini, dan Arish merasa bersalah karena nya adik dan abi nya sangat menderita.
Adik nya mengarungi hidup berat 8 tahun ini, dan kehilangan kekuatan nya yang selama delapan tahun ini membuat nya bertahan.
Arish hanya memeluk dan mengusap punggung adik nya agar Arvi selesai menuntaskan semua beban nya dan berbagi dengan nya.
Mereka berdua luruh dalam tangis nya hati itu dan bercerita satu sama lain tentang perusahaan setelah selesai menuntaskan sesak dada mereka. Arish pun juga memberitahu adik nya jika memiliki perusahaan yaitu Arkan Nusantara.
"Kak, Arkan Nusantara milik mu? pantas saja produknya campuran dari Turki, Indonesia, dan Yaman. Abi sangat menyukai produk dari Arkan Nusantara hingga aku ingin bekerja sama dengan Arkan Nusantara yang ternyata milik kakak ku sendiri.! " pekik Arvi kaget ketika Arish selesai menceritakan kisah hidup nya dan juga perjuangan nya membangun perusahaan..
"Abi suka? " tanya Arish.
__ADS_1
"Iya, di pantry di kamar di rumah di kantor selalu ada produk itu, jika abi rindu ambi akan memakan satu. Karena kata Abi, itu seperti Khadijah nya. Perpaduan dari Khadijah nya! " jelas Arvi pada Arish.
Arish pun meneteskan air mata kembali saat mengetahui abi nya sangat menyukai produknya yang sebenarnya itu dia dedi kasihkan untuk uma dan abi nya.
Dan hari itu semua kembali ke tempat nya masing-masing. Ke keadaan semula hanya saja tidak lagi ada Abi di antara mereka.
Dan keesokan harinya, Arvi sudah mulai kembali ke perusahaan setelah semua diskusi dengan Arish selesai dan Arish hari ini juga kembali ke Spanyol untuk mencari wanita nya di Barcelona sebelum memutuskan kembali ke perusahaan dan memimpin perusahaan bersama dengan adik nya.
.
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya
stay tune ya!
Arish sedang terbang ke Barcelona Nia buat jemput Aya. 🤣
__ADS_1