
"Enak aja ya, diantara kita gatot ku yang jumbo dari sana nya. Jadi membobol portal nya juga penuh perjuangan. " jawab Arvi gak mau kalah.
"Wah, gimana rasanya bobol gawang. " tanya Arish.
"Luar biasa. " jawab Arvi sambil tersenyum penuh arti membayangkan pergumulan panas tadi malam.
"Kalian ini, dosa membahas urusan ranjang. Allah melaknat suami yang setelah melakukan malam dengan istri nya namun pagi nya dia ceritakan apa yang sudah ditutupi Allah tadi malam. " kata Fatih memberi tahu adik nya.
"Iya bang, kakak cuma minta spill dikit. " jawab Arish.
"Tau nih kakak, kayak gak pernah bobol gawang aja. " jawab Arvi yang langsung mengingatkan Arish pada Aya. Perempuan yang masih sampai saat ini ingin Arish pastikan kebahagiaan nya sebelum dia melanjutkan hidup nya.
Arish langsung terdiam dan berdiri pamit untuk masuk ke dalam kamar nya.
"Jangan berlebihan bercanda, kakak mu sedang sensitif karena galau hati dan juga di tinggal kembaran nya menikah. " kata Fatih pada Arvi.
"Maaf bang. " jawab Arvi menyesal.
"Tidak apa, beri kakak waktu sebentar. Tidurlah, kamu terlihat kurang tidur. " jawab Fatih pada Arvi.
Arvi kemudian tidur karena memang dia sangat ngantuk dan capek akibat perang r a n j a n g semalam.
__ADS_1
Setelah itu rumah Fatih ramai dengan para santri untuk membantu acara syukuran pernikahan Arvi dan Zahra.
Hingga acara hari itu berjalan lancar hingga sore hari dan Arvi tinggal di rumah mertua nya malam itu juga dengan hati yahh sedikit gelisah memikirkan kakak nya.
Walau tadi sempat berbincang dan meminta maaf tapi Arvi memikirkan kelangsungan kehidupan cinta kakak nya.
"Mas kenapa? " tanya Zahra yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Tidak sayang, mas hanya sedikit kepikiran kakak mas. " jawab Arvi.
"Pak kyai? " tanya Arvi.
"Oh, kenapa kak Arish mas? " tanya Zahra.
"Sudahlah, semoga segera bertemu jodoh nya. " jawab Arvi tidak ingin membahas Arish di malam-malam bersama istri nya.
"Kapan kita akan berangkat ke Turki mas? " tanya Zahra sambil duduk di samping suami nya.
"Mas sudah harus kembali dalam tiga hari lagi, tapi jika kamu belum siap tak apa di sini. Nanti mas jemput saat adek siap. Mas tau ini mendadak seperti hal nya pernikahan ini dek. " jawab Arvi sambil tersenyum memegang tangan istri nya.
"Aku siap kapan pun mas, besok pun aku siap. Aku sudah milik suami ku, tidak ada alasan tidak siap dan tinggal di sini lebih lama lagi. " jawab Zahra sambil tersenyum.
__ADS_1
"Makasih dek, tidak udah berkemas. Mas sudah siapkan kebutuhan adek di sana semuanya. Biarkan yang disini digunakan saat pulang ke sini. " jawab Arvi.
"Iya mas, Terima kasih banyak. " jawab Zahra sambil masuk ke dalam pelukan suami nya itu.
Mereka kemudian melakukan ritual suami istri yang baru kemarin mereka nikmati dan ingin mengulang kembali, karena esok pagi harus bangun dan Arvi harus ke kantor Urusan agama untuk mencetak kartu nikah nya serta ke imigrasi untuk membuatkan Zahra pasport dan visa.
Arvi menyiapkan semua dalam waktu tiga hari sebelum kembali ke Turki bersama istri tercinta nya.
Sedangkan Arish setelah acara pernikahan selesai, Arish langsung kembali ke Turki sendirian untuk mengurus perusahaan karena ingin memberi waktu untuk adik nya menikmati hari-hari sebagai pengantin baru.
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya
__ADS_1