Twins Goals

Twins Goals
Chapter 36


__ADS_3

"Bukan kah kamu tinggal di lantai 6? "


"Untuk mengecoh kawan! " Bisik Aya pada Arish kamera entah sejak kapan laki laki nya menjadi sedikit lemot kali ini.


"Astaga baik bener deh Apa sudah ada tanda tanda ? " tanya.


"Tidak! sejak tadi perasaan ku sedikit tidak nyaman Ar. Mungkin ada yang mengawasi kita. Tidak ada salahnya bukan berjaga jaga! " jawab Aya santai saat lift sudah mulai naik ke lantai 9.


Arish hanya diam melihat Aya yang sedang berbicara. Entah apa yang ada di kepala Arish saat ini, sehingga menatap Aya dengan intens.


"Apa yang membuat mu menatap ku seperti itu Ar? " tanya Aya melihat tatapan Arish.


"Aku baru tau sisi ini dari kamu Ay, ternyata gadisku ini seperti kancil. Sangat cerdik! " gumam Arish sambil bibir nya menerbitkan senyum tipis dengan tatapan yang tetap intens.


"Hehehe! " Kekeh Aya menjawab perkataan Arish.


Ting


Lift itu berbunyi tanya menunjukkan mereka sampai di lantai 9. Kemudian Arish dan Aya keluar dan Aya langsung menarik Arish menuju pintu tangga emergency. Sambil melirik tanda lift naik menuju lantai 9.


Setelah masuk pintu tangga emergency, Aya dan Arish menuruni tangga emergency tiga lantai.


Ceklek.


Setelah sampai di lantai 6. Aya dan Arish membuka pintu tangga darurat dan menuju apartment hunian paling ujung dan membuka pintu itu.


Entah apa yang di pikirkan Arish saat ini dia hanya mengekor i Aya.


Setelah mereka berdua menutup pintu apartemen nya Aya seolah habis lomba lari maraton, tangan menumpu pada lutut dengan nafas yang ngos ngos an. Sekaligus lega memenuhi hati mereka.


"Ay, kan gak bisa kalau bukan pemilik salah satu unit bisa naik ke sini Ay, kenapa kamu sangat ketakutan? " tanya Arish yang sedikit bingung dengan tingkah Aya.


"Ha! "


Aya hanya melongo mendengar ucapan Arish yang baru saja dia sadari Aya.


"Benar juga ya, kenapa aku bodoh sekali! Aduh malu sekali" batin Aya dengan pipi memerah.

__ADS_1


"Ay, kamu gapapa? Kamu baik baik aja kan?" tanya Arish lagi.


"Ah gak papa! Lupakan apa yang terjadi!" jawab Aya cuek sambil berjalan menuju ruang tamu sekaligus ruang nonton tv. "Aku hanya berjaga-jaga saja!" lanjut Aya.


Arish pun melangkah menuju sofa itu menunggu Aya yang mengambil dia gelas dan juga white wine di mini bar sebelah TV juga penyekat ruang sebelah nya.


"Oh. Jadi ada yang mau menutupi kelakuan absurd nya ni! " goda Arish.


"Lebih absurd an kamu Ar, kenapa mau mengikuti aku kalau kamu tau gitu!" jawab Aya sambil mencebikkan bibir nya.


"Lah, gimana gak ikutin, orang di gandeng kenceng bener! " goda Arish.


"Ishh. Aku mau mandi aja deh! " sewot Aya karena Arish yang terus menggoda nya.


"Hahahah, gak gak! Sini duduk dulu sayang! " kata Arish sambil menahan tangan Aya yang baru saja meletakkan withe wine dan gelas nya.


Aya pun duduk di sebelah Arish dengan masih cemberut.


Arish gemas melihat Aya yang cemberut dengan ekspesi yang sangat lucu.


Kemudian Arish menarik Aya tanpa aba- aba sampai menabrak dada bidang nya dan Arish ******* bibir Aya.


******an itu semakin dalam meng absen setiap inci yang ada di dalam nya. Aya yang mendapat perlakuan manis dan lembut penuh kasih sayang pun membalas ******an Arish.


Semakin dalam, semakin agresif ******an dan ses*ap men sesap itu. Aya tak kalah agresif nya hingga telah naik sepenuhnya berjongkok menghadap Arish duduk di paha kek*ar nya di atas sofa warna coklat itu.


Tangan Aya mengalung di leher Arish dan tangan Arish menekan tengkuk Aya agar memperdalam cium*an mereka, sedang satu tangan nya lagi sudah menelusuri titik area sensitif milik Aya.


Hingga tangan Aya tak mau kalah membuka kemeja Arish dan melepaskan baju itu tanpa melepas sedikit pun ciuman mereka dengan bumbu desah*an karena titik sensitif Aya terus di kejar oleh Arish tanpa ampun.


Entah sejak kapan Arish melepaskan baju Aya, dengan begitu lihai nya tanpa melepas ciuman sudah luruh semua baru yang dipakai Aya. Tentunya baju yang luruh itu tidak bisa di pakai kembali karena Arish merobek nya.


Untungnya semua baju yang dipakai Aya adalah pembelian Arish sehingga Aya tidak berani marah.


Posisi yang mana Arish bisa melihat setiap lekuk tubuh Aya ini, sangat membuat Arish terbakar hasrat nya saat ini.


"Let's play ( ayo mulai) ! " pekik Aya sambil menahan tangan Arish yang ada di puncak bukit menjulang itu.

__ADS_1


"Wait honey, i like it( tunggu sayang, aku suka ini) " jawab Arish yang sangat suka melihat ekspresi frustasi Aya ketika dia mempermainkan gunung kembar nya juga putik bungan di bawah sana.


"Ahhh.. Ayolah sayang... Know! " jawab Aya frustasi dengan kelihai an Arish mempermainkan tubuh nya dan membuat nya klima*ks berkali- kali.


Arish terus memperdalam hisapan pada galon kehidupan di depan nya itu, dan memilin sebelah nya, sedang satu tangan nya yang mengganggur mengobrak-abrik putik bunga di bawah sana.


"Argggghhhhh! " pekik Aya sambil menjambak Arish agar menjauh dari dua gunung kembar nya.


Arish memberikan waktu karena merasa tangan nya dibawah sama berkedut dan Aya menjambak nya dengan mendongak dan mulut terbuka lebar.


Arish memberi waktu Aya mengatur nafas nya.


"Bagaiman honey balasan untuk yang kemarin? " bisik Arish.


"Indah, nikmat, your so crazy honey( kamu gila, sayang) ! " jawab Aya sambil menundukkan kepala melihat Arish dan melum*at bibir Arish sebentar.


"Hahaha. let's play honey(ayo mulai, honey)! " jawab Arish kembali ******* bibir Aya dan memasukkan milik nya sudah bertegangan tinggi sejak tadi ke dalam milik Aya yang sudah sangat lembab dan panas.


Arish masih pelan- pelan memasukkan nya karena walaupun sudah berkali- kali tetap saja susah dan sangat sempit.


"Ahhhh.. Uhhhh! " desah Arish saat miliknya mulai memasuki lembah panas itu.


Aya menggigit bibir bawah nya menahan ringisan saat benda besar penuh tonjolan itu memasuki milik nya. Entah karena ukuran Arish yang terlampau melebihi batas atau karena Aya tak pernah melakukan nya sebelum nya yang jelas Aya masih kesakitan saat memulai permainan.


Yang Aya lihat di video video yang sering di tonton nya dengan teman nya saat mommy nya masih ada dulu memang berotot dan besar tapi tidak sebesar milik Arish. Aya bisa memastikan jika milik Arish masih menjadi peringkat pertama ter besar dan terseksi yang pernah Aya lihat. Dan yang paling nyata membuat nya kelimpungan.


.


.


.


.


.


Happy reading semua nya😊

__ADS_1


Twins goal come back


__ADS_2