Twins Goals

Twins Goals
Chapter 26


__ADS_3

"Cantik sekali, milik siapa nih? " goda sambil bertanya Arish pada Aya.


"Milik negara nih! "


"Lah kok negara? " tanya Arish bingung.


"Iya dong, negara peraduan Aya dan Arish. wahahahh! " kekeh Aya sambil masuk ke dalam pelukan hangat Arish lagi.


"Ish. Jadi pengen mengulang yang tadi malam! " celetuk Arish langsung membuat Aya langsung mendorong dada Arish dan menjauh.


"Ishh. Dasar tua mesum! " pekik Aya sambil beranjak duduk dan berdiri.


Sedang Arish tersenyum senang melihat ekspresi lucu Aya.


"Akhhhh! " pekik Aya sambil meringis saat beranjak berdiri, akhirnya terduduk lagi di tepi ranjang.


"Sakit! makanya jangan sok sok an. Ayo aku gendong!" kata Arish.


"Gak! cuma kaget aja tadi. Kamu pikir aku gadis yang ada di negara Asia Tenggara? yang mengeluh dan menangisi keperawanan yang hilang! " ketus Aya berjalan sambil meringis menuju kamar mandi.


Arish hanya geleng-geleng dan tersenyum melihat langkah aneh Aya.


"Gadis bar- bar, aneh, lucu, penuh misteri dan bikin nyaman! " batin Arish sambil menatap pintu kamar mandi.


Kemudian Arish meminta tolong untuk pegawai hotel mengantar pakaian yang kemarin dia pesan malam- malam di gucci.


Setelah selesai menelpon Arish memakai celananya sambil memunguti pakaian Aya yang tidak berbentuk lagi.


Tet


"Permisi tuan! " sapa Office boy di depan pintu.


Arish membuka pintu tanpa menjawab.


"Ini tuan pesanan anda dan juga sudah ada mobil juga supir yang menunggu di bawah! " lapor office boy tersebut.


"Oke! " jawab Arish sambil menyodorkan uang tips pada office boy tersebut.


"Makasih tuan, saya permisi! "


"Hmm! " hanya deheman yang menjadi jawaban dari Arish.


Setelah menutup pintu Arish menaruh paper bag lumayan besar di meja dan kembali ke kasur untuk berbaring dan mengecek pergerakan orang yang mencarinya juga yang kemarin mencari Aya di ponsel nya.


ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dan Aya keluar hanya dengan menggunakan backdrobe saja.

__ADS_1


Arish memandang dengan tatapan penuh gairah, tapi mengingat harus segera pergi sehingga Arish menahan dirinya dari godaan wanita ini.


"Bajuku hancur Ar. Ish bagaimana cara membeli nya?" cemberut Aya.


Arish tersebut meli wajah menggemaskan itu. Kemudian menaruh ponsel nya di nakas dan berdiri berjalan menuju Aya.


"Kau sangat wangi honey, aku akan mandi. Itu pakaian untukmu sudah aku siapkan! " bisik Arish ditelinga Aya kemudian melangkah kan kaki nya masuk ke kamar mandi.


"Shiit. Aku harus bisa menahan diri. Aroma nya, bibir nya, wajah nya, tingkah laku nya memenuhi otakku!" batin Arish sambil masuk ke kamar mandi.


Sedangkan Aya yang melihat paper bag warna forest green di atas meja melongo.


"Ha. kenapa bisa manusia satu itu sepagi ini mendapat kan baju yang bahkan toko nya saja belum buka" gumam Aya sambil berjalan menuju paper bag itu.


"Selera yang sangat sesuai dengan ku, dia pandai juga! " batin nya sambil tersenyum dan mengambil sebuah celana boyfriend ketat dan yang top warna putih dengan ikat pinggang gucci warna hitam.


Kemudian, Aya berganti pakaian dan berkaca.


"Perfect! " katanya sambil tersenyum.


Setelah itu Aya melihat kotak hita gucci kecil, ternyata sebuah kacamata yang sangat luar biasa keren, sangat cocok dengan pakaian yang dia kenalan. Juga ada blazer tapi Aya memasukkan lagi ke dalam paper bag nya lagi.


"Ini sangat sempurna" gumam nya.


Kemudian Aya men cempol rambut nya menjadi satu di bawah, menambah kesan jenjang pada leher nya.


Aya tersenyum puas dengan tampilan nya.


i be



Tiba-Tiba Arish keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang melingkar pinggang nya. Hingga pahatan alamai cinta akan Tuhan itu terlihat.


Mendekati Aya dan memeluk Aya dari belakang.


"Sangat pas dan cocok untuk petualangan kita hari ini!" bisik Arish.


"Kemana tujuan kita! " jawab Aya dengan pandangan penuh tanya nya.


"Kamu tidak akan pernah menyesal cantik ku! " bisik Arish.


"Baiklah tuan asing, aku milikmu selama perjalanan ini! " jawab Aya penuh semangat juga.


"Terserah kau saja! " kesal Arish dalam hati karena Aya tetap menolak selamanya dengan nya.


Kemudian Arish berjalan menuju paparr ban mengambil baju kaos polos dan celana pendek nya.

__ADS_1


"Kau sangat tampan mr asing! " kata Aya.


"Kau juga sangat cantik mrs barbar! " sewot Arish.


Arish semakin merasa aneh dan sesak saat Aya menyebut nya dengan tuan asing. Bahkan entah mengapa Arish sudah meng klaim Aya sebagai milik nya, kenapa Aya tetap menyebut nya dengan sebutan tuan asing.


"Hahahha kau benar tuan asing ku! " jawab Aya sambil bergelendot.


"Tau lah! " jawab Arish kesal sambil beranjak dan keluar dari kamar hotel nya menyimpang tak kecil nya juga ponsel.


Sedangkan Ara mengambil abu mommy nya, tas nya ponsel nya dan apa yg di cari berserakan dimana-mana.


"Dasar jahat, gampang sekali sedang dan marah. Semenit laku baik dan so sweet sekarang marah. Dasar tuan asing yang sangat aneh! " keluh Aya sambil memunguti barang yang menurut nya penting.


Setelah itu berlari mengejar Arish yang sudah masuk ke dalam lift.


Arish langsung menyambar tubuh Aya dan mengangkat nya kemudian memutar tubuh ara hingga menabrak ujung lift dan langsung ******* bibir nya, lidah nya lincah bergerak, sesapan pelan berubah menuntut dan semakin intens.


"Arrh! " kata Aya memanggil nama Arish sambil mendesa*h karena bibir nya tak mampu lagi menahan desa*han.


"CCTV, kita harus keluar seperti itu. Jangan memberontak atau pun melepaskan Aya ku! " bisik Arish sambil terus melanjutkan aktifitas.


Aya pun menurut saja karena sungguh dia tidak ingin tertangkap oleh daddy nya, dan kembali tingga di neraka dunia itu bersama ibu tiri yang super keja.


Aya ingin merasakan hangat nya kasih sangat dan keramahan barcelona. Kasih sayang yang hangat dari keluarga dolores. Aya ingin mewujudkan mimpi sang mommy dan akan menggantikan kebahagiaan nya.


Aya yakin mommy nya aka senang jika Aya berhasil hidup seperti yang Aya mau dan keluarga dari penjara dan neraka dunia itu.


Setelah lift terbuka, mereka masih dalam posisi saling ******* berjalang dengan Aya yang ada di gendongan nya.


"Hey bung, segera tidur kan rudal mu itu! " pekik salah seorang yang duduk di lobby sambil tertawa.


Arish membalas candaan pria itu dengan tertawa juga dengan bibir menempel.


"Pengantin baru mr, Istri ku sangat menyukai ku bahkan tidak bisa menahan di tempat umum. Kau juga segera tidur kan anaconda mu! " pekik Arish di bibir Aya.


"Arishhhh! " pekik Aya.


"Kenapa sayang ku? istriku! " goda Arish sambil terus menjutkan sesuat yang terjeda oleh pekik an.


"Hijau kakak, itu mobil nya Ay! "


.


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading semuanya ❤


__ADS_2