
"Apa sebegitu ingin nya kamu pergi dari ku! " kata Arish lagi penuh intimidasi walaupun tanpa melihat.
"JAWAB! " teriak Arish.
Arish sudah benar- benar kehilangan kesabaran akan ke terdiam an Aya.
"Apa kau begitu ingin pergi dan jauh dari ku. Apa aku tidak sedikit pun memberi kesan pada mu? " tanya Arish lagi dengan suara melunak.
"Kamu sangat berkesan Ar, Kamu adalah laki- laki pertama untuk ku, Ciuman pertama ku, Malam pertamaku, pelukan pertama ku. Hanya dalam satu malam satu hari aku sudah sangat hafal dengan bau mu, suaramu, kebiasaan mu, sifat mu! " jawab Aya dalam hati.
"Kau masih ingin terus berdiri di sana dan diam seribu bahasa? " tanya Arish.
Aya tetap diam di tempat tanpa berbalik.
"Baiklah. Diam mu adalah Iya untuk ku, maka! " belum sempat Arish melanjutkan kata- kata nya Aya telah berbalik dan berlari kemudian duduk di pangkuan menghadap Arish dengan membuka paha lebar dan masuk ke dalam pelukan Arish.
Arish tersenyum tipis dan membalas pelukan gadis yang sudah tidak gadis lagi itu, membelai rambut nya.
"Jangan pernah berkata akan berpisah lagi. Kita tidak tahu takdir akan membawa kita kemana? Kita jalani hidup bahagia kita! " kata Arish lirih.
Aya hanya mengangguk dalam pelukan Arish.
Arish pun kembali mendekap Aya erat- erat. Mencium puncak kepalanya.
"Mandi sana, yuk kita jalan- jalan! " kata Arish sambil mengangkat wajah Aya dari dekapan nya.
"Jalan kemana? " tanya Aya.
"Manis sekali! " gumam Arish.
"Ini masih pagi Ar! " jawab Arish.
"Apa dilarang jika melakukan nya pagi hari? " tanya Arish.
"Aihh. Ini aja masih sakit untuk berjalan! " gumam Aya.
"Bukan nya tadi pagi buta ada yang menolak di bantu dan berkata jika dia bukan gadis asia yang menangis karena kehilangan keperawanannya! " sindir Arish.
"Ih. Bukan berarti gak sakit kan Ar! " manja Aya.
"Semakin ingin memakan kamu kalau begini! " jawab Arish sambil menggendong Aya yang ada di pangkuan nya dan menidurkan di pinggiran tempat tidur.
Aya hanya tersenyum menatap mata Arish. Mata yang begitu meneduhkan juga apalagi ketika mendamba kan diri nya seperti ini.
Aya sangat menyukai mata jernih tajam milik Arish. Mata yang seolah menjelaskan semua nya. Mata yang mendamaikan dan menentram kan.
"Pelan- pelan! " lirih Aya sambil mengusap dagu dan pipi Arish.
"Ash you wish honey! " bisik Arish pada telinga Aya sambil lidah nya berjalan.
Membuat Aya terbakar gairah nya sendiri.
Dan kejadian malam tadi terulang kembali. Bertukar peluh dan saling memacu kenikmatan masing- masing.
__ADS_1
Saling memberi rasa nikmat, saling memuaskan dan saling mendamba.
Dunia terasa milik mereka berdua. Dengan memandang pemandangan yang sangat indah di luar sana. Juga rasa yang juga sangat indah. Perfect combo.
"Arghhh. Faster baby! " pekik Aya.
"Ahh. Huh. Shhhh Ashhh You wish honey, my sweetie ahh! "
"Arghhhh! "
"Arghhh! "
Lengguhan panjang Arish dan Aya menghentikan aktifitas olahraga pagi mereka.
Arish memandang wajah Aya yang mendongak ke atas dengan mata melihat ke atas, mulut terbuka lebar dan kedutan di bawah sana yang Aya berikan membuat Arish menegang dan mengejan sempurna.
"Huh. Huh. Huh. Thanks my baby. Your so delicious (makasih sayangku. kamu sangat enak)! " kata Arish sambil mengusap peluh pada dahi Aya yang tengah mengatur nafas nya.
"Your so hot(kamu sangat panas), baby! " jawab Aya.
"Hahahaha! " Kekeh Arish menanggapi ucapan Aya.
"Apakah kau merasa lucu, pasangan saling memuaskan seperti kita juga saling mendamba ketika Afterse*x?" tanya Aya.
"No. Ternyata kamu bisa mendamba aku juga. Rasanya seperti perasaan ku terbalas! " jawab Arish.
"Ngaco! "
Arish pun melepas miliknya yang masih tenggelam di bawah sana.
"Sakit? " tanya Arish sambil melihat wajah Aya.
"Kaca Ar! mana Kaca cepat! " pekik Aya sambil bergeser menuju pinggir kasur dan duduk.
Arish yang tidak tahu apa maksud Aya kemudian berlari menuju kamar mandi mencari kaca dan membaca kaca persegi panjang ukuran sedang ke Aya.
"Ini! " kata Aya.
"Pegangin Ar! " kata Aya.
"Hah? "
"Cepetan, aku mau melihat keadaan milik ku. Ishh pasti bengkak dan lecet. Cepetann! perih sekali! " gerutu Aya.
Arish yang melihat tingkah absurd Aya pun menggelengkan kepala nya.
Kemudian Arish berjongkok dan mengarah kan kaca pada Aya yang telah duduk di pinggir kasur dengan paha terbuka lebar.
"Kurang atas Ar, bagaimana aku bisa melihat nya! " pekik Aya.
"Gak punya malu! " kata Arish memalingkan wajah nya.
"Lebay. Orang kamu sudah menjelajah dengan lidah mu , tentu kau sudah melihat nya! " jawab Aya sambil membuka dia kelopak bunga di bawah sana agar bisa melihat putik nya yang tengah merah padam karena ulah Arish.
__ADS_1
"Wah, irisan buah tin! " gumam Arish saat mencuri pandang Aya yang tengah membuka kelopak buah itu dengan jari jari lentik nya.
"Dasar mesum!" pekik Aya sambil menutup paha nya dan menghentikan aktivitas nya.
"Siapa yang mesum, aku hanya melihat irisan buat tin yang di suguhkan oleh kesayangan ku! " jawab Arish santai.
"Ish! " kesal Aya karena milik nya lecet sekaligus karena ejekan dari Arish.
"Pokok nya aku tidak mau melakukan nya lagi! " lanjut Aya.
"Oke aku tidak akan melakukan nya lagi! " kata Arish yang duduk kembali di sofa ujung kamar.
"Deal! " jawab Aya sambil berdiri dan berjalan menuju Arish.
"Sialan. Kalau aku kembali ingin kenikmatan Aya bagaimana? Ah dia kemari! Kan ini saja si otong udah mulai bereaksi. Bisa gawat kalau Aya tidak mau lagi. Bagaimana kesejahteraan si otong perkasa ini! " batin Arish sambil melihat Aya berjalan tanpa mengenakan apapun menuju nya.
"Tapi kalau kamu yang menginginkan aku terlebih dahulu, aku tidak bisa menolak! " jawab Arish lagi.
"Deal! " jawab Aya lagi.
"Sialan. Dia mempermainkan ku. Dasar rubah putih betina. Semua di Deal. Ah sial sial sial! " batin Arish.
"His. Semua deal. Kau mempermainkan ku! " kata Arish.
Aya duduk di pangkuan Arish yang tengah duduk selonjoran.
"Lapar! "
"Sebentar tuan putri! " jawab Arish mengambil ponsel nya di nakas dan menelpon layanan restauran yang ada di Zurich Marriott Hotel.
"Bawa ke kamar!"
"Baiklah! "
Aya hanya mendengar jawaban Arish sepihak dari panggilan ponsel nya.
"Kita akan makan disini? " tanya Aya setelah Arish meletakkan kembali ponsel nya.
"Hmm! " jawab Arish mengangguk.
"Kenapa gak keluar aja! " jawab Aya sambil memainkan bulu di dada Arish.
"Kalau kamu rindu dan pengen kan susah kalau di luar! " jawab Arish santai.
"Enak aja! " pekik Aya.
"Bukan nya kamu yang deal semuanya? "
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading semuanya 😊