Twins Goals

Twins Goals
Chapter 23


__ADS_3

"Apa pelanggan mu tak ada yang tau cara membentuk ceri disini! kenapa rata sekali! " kata Arish.


Aya hanya diam seribu bahasa.


"Bodoh sekali kau tuan asing. Itu namanya payu dara yang masih virgin! atau kau jangan- jangan belum pernah merasakan yang masih virgin?" batin Aya.


"Kenapa kau diam saja Ay! " kata Arish menatap Aya sesaat dan melepas bibir nya dari membentuk ceri mungil di atas balon udara itu.


Aya hanya menggeleng sebagai jawaban nya dan Arish kembali melanjutkan aktifitas nya.


Setelah puas bermain di atas Arish beranjak turun dan mulai memain kan lidah nya di perpotongan paha jenjang nan mulus milik Aya.


"Apa seperti ini rasa milik wanita. Kenapa segar dan memabuk kan sekali. Pink merekah seperti irisan buah plum pink. Ahh segar sekali! " batin Arish.


Arish tidak pernah melakukan hal yang sedang dia kerjakan ini sebelum nya. Karena Arish merasa jijik, apalagi sudah jelas jika sudah banyak yang merasakan terlebih dahulu. Sehingga Arish semakin jijik.


Sejujur nya Arish hanya beberapa kali melakukan hubungan suami istri begini. Karena tidak bisa di pungkiri jika Arish paham konsep berdosa dan mengingat sang uma. Arish takut uma akan kecewa pada nya.


Tapi rasa kesepian, kegelisahan dan emosi tidak bisa Arish cegah sendiri. Arish butuh seseorang walau hanya untuk sekedar menemani nya.


Berpelukan, remas- remas maupun tidur aja. banyak sekali wanita malam yang di bayar hanya untuk tidur bersama tanpa melakukan kegiatan apa pun.


Jadi wajar jika Arish sangat kaget dengan pengalaman pertama nya ini. Apalagi yang membuat diri Arish sendiri heran karena dia jelas tau wanita seperti apa yang tengah menemani nya malam ini, tapi Arish memperlakukan nya seperti pasangan saja.


"Ambilah hadiah mu hari ini tuan asing, dan kamu tidak akan pernah melupakan aku maupun malam ini. Aku pun ingin membuang keperawanan sialan ini agar tidak di jual oleh istri dady ku! " batin Aya sambil menahan suara nya agar tidak terbuai dengan kelembutan Arish di bawah sana.


Arish tak kunjung berhenti dan desa*han Aya mulai terdengar dan mulai terbuai dengan rasa nikmat yang baru di rasakan nya.


"Ahh segar sekali! " kata Arish.


Ayah hanya diam dan hanya mendesah.


"Ahh! "


Arish terus memainkan lidah nya dengan lihat hingga dia merasakan kedutan di biji irisan buah plum pink itu.


Arish menamai milik Aya dengan plum pink karena bentuk nya dan rona link yang sangat mirip.


"Kau yang menikmati permainan ku baby, mana tadi yang katanya memikirkan gaya apa untuk memuaskan ku? " ejek Arish.


"Bukan kah kau juga menikmati buah plum pink mu tuan asing? "

__ADS_1


"Kau sungguh berani dan sangat liar baby! " kata Arish mendekat dan mengarahkan milik nya pada buah plum pink yang sangat menyegarkan itu dengan aroma yang khas.


Aya menahan nafas saat merasakan ada benda yang menempel pada permukaan buah plum pink yang. Dia sekuat tenaga akan menahan agar Arish berhasil mebobol nya. Eh memakan buah plum pink maksud Aya.


Sekali percobaan gagal, percobaan kedua juga gagal, hingga Arish membuka paha Aya lebar dan membuka buah plum pink nya agar mudah memakan nya, namun tetap gagal.


Aya terus menahan suara dan ekspresi agar tidak teriak dan meringis karena sangat sakit sekali. Aya merasakan perih yang sangat tidak bisa di jabarkan.


"Apa kau tidak bisa tuan asing? " provokasi Aya agar Arish segera menuntaskan hajat di bawah sana.


Arish diam dan fokus pada bawah sana. Arish sudah berhasil memasukkan kepala penuh agar memakan dengan nikmat buah plum pink nya.


Arish dorong sekuat tenaga nya kepala yang sudah masuk itu.


Bles


"Arkkghhh! " pekik Aya sambil meremas bantal yang di pakai nya.


"Shiittt. Kau kau kau masih virgin! " pekik Arish tak kalah kaget nya sambil merasakan ngilu pada ujung kepala nya yang tengah memakan buah plum pink sempurna.


Arish dan Aya sama sama terdiam karena merasakan rasa satu sama lain. Arish dengan ngilu parah akibat menubruk buah plum pink dengan keras dan Aya dengan rasa perih yang amat sangat luar biasa.


"Hmm. It's okey Ar. Bergeraklah! " kata Aya setelah rasa perih dan panas berangsur-angsur menghilang.


"Kau membohongi ku! " jawab Arish masih tidak terima.


"Mana ucapan ku yang membohongi mu? " tanya Aya.


Arish diam dan memikirkan memang Aya tidak pernah berkata apapun. Hanya minta tolong dan Arish yang menuduh sembarangan.


"Kenapa kau tidak menyangkal nya! " pekik Arish.


"Karena kau tidak bertanya dan aku juga menginginkan nya, aku mau membuang keperawanan sialan ini! " kata Aya.


"Kita selesaikan yang sudah terlanjur ini. Cepatlah agar tidak sakit Ar! " lanjut Aya.


Arish yang tidak tega Aya kesakitan pun mulai bergerak pelan di atas tubuh Aya. Pelan-pelan hingga ringisan Aya berganti dengan suara sensual dan desa*han syahdu yang akan menjadi candu.


Arish yang mulai melihat Aya menikmati gerakan nya, Arish mempercepat tempo gerakan sambil merem dan melek juga tak mampu lagi mengontrol ekspresi enak.


Benar- benar baru kali ini Arish merasakan hubungan suami istri yang sangat nikmat, ada gejolak rasa di dada dan juga rasa di bawah yang menjerat dan mencokot kuat.

__ADS_1


Bukan kah seharusnya Arish yang mencokot buah plum pink itu. Kenapa jadi Arish yang tercokot habis kepla dan badan bawah nya.


Desa*han, pekikan, memenuhi ruangan itu. Semakin cepat tempo semakin kerasa rintihan juga permohonan Aya agar segera di tuntaskan.


Arish memacu dengan tempo yang sangat cepat dengan mulut terbuka lebar dan mata mengincar mata Aya yang terus menghindari Arish.


Rasa sakit karena Aya menghindar membuat nya memacu lebih kencang lagi dan mulut terbuka lebar cu dan " Argkhhhhh! " teriak Arish kencang tak mampu menahan semburan mematikan milik nya di dalam buah plum pink itu.


Bahkan Arish menancapkan seluruh milik nya saat semburan mematikan itu terjadi.


Aya dan Arish terdiam sambil pandang dengan wajah sayu, mulut terbuka menikmati kedutan satu dengan yang lain.


Setelah cukup lama, Arish berbaring memeluk Aya tanpa melepas milik nya yang sekarang sedang sangat ngilu karena buah plum pink nya.


Arish memasukkan Aya dalam pelukan nya.


"Kenapa kau melakukan ini Ay? " tanya Arish masih dengan tersengal.


"Karena aku mau membuang keperawanan sialan ini! "


"Apa yang menimpa mu? Sesakit apa hidup yang kau jalani hingga keperawanan menjadi kesialan untuk mu!? " kata Arish sambil mengelus rambut Aya.


"Hahaha. Apa aku perlu cerita tuan asing! "


"Tentu saja! "


"Kenapa? " tanya Aya bingung.


"Karena kau sekarang milik ku, milik ku seorang! "


.


.


.


.


.


Happy Reading semuanya.

__ADS_1


__ADS_2