
"Jujur, mas bingung dek! " gumam Arvi pelan.
"Mari duduk dulu mas! " kata Zahra. Dan Arvi membawa Zahra duduk di kasur itu. Mereka duduk saling berhadapan.
"Apa boleh mas pegang tangan dek Zahra? " tanya Arvi.
"Silahkan mas, seluruh yang ada pada diri adek sudah halal untuk mas! " ucap Zahra.
"Adek sudah sholat isya? " tanya Arvi mulai mengurai kegugupan nya.
"Sudah mas, tadi berjamaah dengan ibu dan saudara! " jawab Zahra
"Apa mas mau membuka niqab adek? " tanya Zahra.
"Sejujurnya mas tidak ingin memaksa adek, mas tau ini mendadak dan pasti adek belum siap! " jawab Arvi sambil memegang tangan Zahra. Jantung Arvi berdebar hebat dengan memegang tangan istri nya saja.
"Sungguh ini mendadak di mata kita mas, tapi ini waktu terbaik yang Allah takdirkan. Adek tidak sedikitpun merasa terpaksa menikah dengan mas Arvi. Adek percaya sepenuh nya jika Allah mengirim jodoh terbaik untuk adek! " jawab Zahra sambil melepas genggaman tangan Arvi dan kemudian membuka niqab nya.
Deg
Zahra melepas cadar nya dan menaruh cadar itu di tangan Arvi sambil tersenyum melihat suami nya.
"Seperti ini muka jodoh yang Allah kirim untuk mu, mas. Apa kah mas kecewa? " tanya Zahra sambil tersenyum teduh sekali.
"MasyaAllah, bidadari yang Allah titipkan pada mas sangat indah, cantik, dan sholehah luar biasa! " jawab Arvi kemudian mencium kening istri nya, istri yang sangat cantik jelita dan masih terlihat seperti anak SMA. Keteduhan mata Zahra membuat kegugupan Arvi mulai berkurang.
"Apa adek sepenuh hati, tanpa paksaan menyerahkan diri adek? " tanya Arvi sekali lagi karena jujur Arvi tidak ingin memaksa siapapun.
__ADS_1
Zahra hanya mengangguk.
"MasyaAllah bidadari ku, cinta ku, cantikku, bahagia ku, setengah hidup ku, tulang rusuk ku! " kata Arvi sambil mengecup kening, mata, pipi, hidup dan bibir ketika mengucapkan tulang rusuk ku.
bibir mereka bersatu, dan menempel sambil merasakan deru nafas yang luar biasa tidak terkontrol. Kemudian Arvi melepas tautan bibir nya kemudian mengatur dada nya dan menatap mata istri nya sekali lagi.
"Apa boleh? " tanya Arvi.
"Tunaikan hak mu atas tubuhku mas, adek ridho dan adek harap mas juga ridho dengan semua yang ada pada diri adek! " jawab Zahra sambil mengusap pelan pipi Arvi.
Arvi yang diusap begitu lembut hanya mampu meemjamkan mata nya. Sentuhan yang Arvi rasakan pertama kali dari kawan jenis.
"Mas ridho dengan semua yang ada pada diri adek dan yang semua adek lakukan! " jawab Arvi kemudian kembali menempelkan bibir nya. Arvi mulai menuruti naluri nya, m e l u m a t bibir tipis Zahra dengan deru nafas yang luar biasa.
Zahra yang bingung harus melakukan apa pun, hanya diam saja dengan perlakuan Arvi padanya. Semakin lama semakin Zahra merasakan g a i r a h nya, dan meniru apa yang di lakukan Arvi karena Zahra tidak ingin mengecewakan suami nya.
Arvi yang mendapatkan balasan kamu dari istrinya pun mulai tersenyum dan membuka kerudung syar'i istri nya sambil menuntun istri nya berdiri.
Arvi melihat istri surai istri nya yang hitam, panjang, lurus dan halus. Dicium nya rambut istri nya kemudian tersenyum pada Zahra.
Jantung Zahra berdetak kencang saat Arvi berjalan ke belakang tubuh nya pun diam di tempat. Arvi mulai menurunkan resleting gamis Zahra dan menurunkan gamis itu.
Zahra menutup mata nya karena dia malu, ini pertama kali nya Zahra berdiri hanya dengan menggunakan kain saringat santan warna hitam tanpa pakaian dalam.
Zahra tadi bertekad ibadah dan mendapat pahala Allah dengan memberi kan hidangan yang menyenangkan untuk suami nya. Tapi setelah gamis nya luruh dia malu karena seperti wanita j a l a n g saja.
"Harusnya aku tidak memakai baju laknat ini! " batin Zahra sambil menurut rapat mata nya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Zahra tidak merasakan pergerakan apapun dari suami nya itu memberankkan diri membuka mata.
Deg
Zahra terkejut karena melihat Arvi di depan nya tersenyum dengan merentangkan kali dengan berlian ruby limited edition di depan istri nya.
Zahra hanya menganga mendapatkan kejutan dari suami nya bahkan saat hal nya beli dia ambil. Kemudian Arvi memakaikan kali itu.
"Ruby yang cantik untuk istri yang ribuan kali lipat lebih cantik. Terima kasih kejutan mu dek! " bisik Arvi di telinga Zahra sambil meniup pelan telinga istri nya.
Zahra meremang karena perlakuan Arvi. Kemudian Arvi kembali mencium bibir istri nya yang memabukkan itu dengan lembut.
"Ternyata berciuman seenak ini! "
.
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya
__ADS_1
Hehe bocil skip aja
jangan di mari. jauh jauh🤣🏃♀️