Twins Goals

Twins Goals
Chapter 38


__ADS_3

Arvi pun bergegas dan menyusul Arish. Arvi melihat sang kakak masuk ke dalam lift di ujung sana. Arvi pun melihat panah jalan ke atas menuju lantai 6.


"Informasi yang aku terima ternyata benar benar akurat! " gumam Arvi.


Kemudian menekan lift agar turun. Setelah masuk ke dalam lift ponsel nya berdering.


"Hmmm! " jawab Arvi saat mengangkat panggilan di ponsel nya.


"Misi berhasil tuan! " sahut orang di seberang.


"Bagus! " jawab Arvi singkat.


"Saya tunggu di unit tuan! "


"Hmm. Saya kesana sekarang! " jawab Arvi dan langsung mematikan panggilan nya.


Arvi bergegas masuk ke unit nya yang lebih dekat dari lift di bandingkan dengan unit wanita Arish.


Arvi masuk ke kamar dan sudah melihat 4 pria dengan pakaian kebersihan apartemen ini sedang mengotak atik laptop di depan nya.


Mereka hampir berdiri saat melihat Arvi masuk ke dalam unit apartemen itu.


"Lanjutkan saja, tak usah berdiri! " sahut Arvi saat melihat anak buah nya hampir berdiri.


"Baik tuan! " jawab mereka serempak.


Arvi pun mendekat dan duduk di antara mereka berempat sambil ikut melihat layar laptop dan ikut melihat.


"Pergilah lanjutkan tugas kalian. Aku akan mengurus sisa nya! " perintah Arvi karena Arvi juga tak ingin mereka melihat apa yang akan dilakukan kakak nya ataupun tubuh wanita kakak nya.


Mereka berempat pun berdiri dan berpamitan terlebih dahulu sebelum bergegas.


Setelah pintu benar benar tertutup, Arvi memakai headphone yang sudah terhubung dengan laptop yang menampilkan ruang tengah menyoroti pada ujung sofa dan pintu kamar juga mini bar lengkap dengan kursi di depan nya.


Kemudian laptop satunya menyorot sebuah kasur yang Arvi yakini adalah kasir mereka.


Sebetulnya ketika Arish keluar 30 menit itu tim Arvi yang menyamar sebagai tim kebersihan apartemen memasuki unit mereka, ada yang sudah menyamar menjadi pembawa makanan juga, dan benar benar seolah dunia berpihak pada Arvi untuk membawa kakaknya pulang secepatnya, Aya yang terbangun kemudian menelpon pihak kebersihan apartemen untuk membersihkan kekacauan apartemen nya.


Kemudian dengan leluasa para anak buah Arvi masuk dan membersihkan apartemen sambil memasang cip kecil berupa kamera tersembunyi dan juga penangkap suara.


Arvi melakukan ini agar tau pergerakan kakaknya jika akan kabur lagi.

__ADS_1


Arvi melihat sang kakak tengah makan berdua di meja itu, sehingga hanya suara sendok dan garpu yang dia lihat tanpa ada obrolan apapun.


Arvi terus sabar mendengar kan. Sungguh Arvi sangat merindukan sang kakak, rindu suara lembut nya, rindu kehadiran nya, rindu kehangatan nya, rindu semua tentang kakaknya.


"Kamu tadi memanggil kebersihan, Ay? " kata Arish lembut di ujung headphone yang di pakai Arvi.


Tes.


Arvi meneteskan air mata nya mendengar suara lembut kakak nya. Arvi begitu rindu suara lembut dan hangat itu.


"Iya, karena apartemen kacau karena ulah kita! " jawab wanita itu di ujung headphone Arvi.


"Kau sangat buas baby! " goda Arish pada Aya.


"Kau yang maniak Ar, ishhh aku sampai melupakan sarapan, makan siang, makan sore. Kalau aku jadi istrimu, aku akan kurus kering karena tidak kau beri makan! " gerutu Aya yang masih terdengar di telinga Arvi.


"Hahhahahaha, tapi kau sangat menikmati nya baby! " goda Arish dengan suara tawa yang lepas.


Tes.


Tawa Arish mengundang air mata Arvi menetes kembali. Jika boleh, Arvi akan berlari menuju unit sebelah, membuka pintu nya dan akan memeluk erat sang kakak. Arvi telah kehilangan suara tawa ini delapan tahun lamanya, dan Arvi merindukan suara tawa kakak nya ini.


Kerinduan, kebahagiaan, kesedihan, dan juga haru membuncah penuh membuat dada Arvi bergejolak. Dia tak mengerti perubahan situasi hati nya yang sangat cepat.


Arvi melepas headphone yang dia pakai dan keluar unit nya sambil menelpon anak buah nya untuk menggantikan nya mengawasi Arish.


Arvi tak sanggup lagi untuk mendengar suara dan tawa sang kakak. Dia takut tak bisa menahan diri dan berlari menuju unit apartemen sang kakak, dan semua rencana nya akan sia sia. Sungguh hati nya menyuruh Arvi berlari pada sang kakak dan memeluk erat, menangis di pundak kokoh kakak nya, menumpahkan semua beban yang terlalu berat ini, membagi tanggung jawab dengan sang kakak, menumpahkan kesedihan nya yg dia pendam dalam diam nya.


Arvi terus melangkah sambil menghalau air mata yang menetes deras tanpa permisi hanya karena mendengar suara dan tawa orang yang amat sangat dia rindukan.


Entah kemana tujuan Arvi dia hanya ingin menjauh dari apartemen ini, agar tidak berlari dan memeluk sang kakak.


Arvi ingin menenangkan diri nya terlebih dahulu, agar semua rencana yang tersusun berjalan sesuai harapan atau Arish akan sangat membenci nya dan lebih sulit lagi terdeteksi.


Arvi menjalan kan mobil nya tak tau arah ingin kemana, Arvi hanya menjauh saja dari apartemen.


...*******...


Arish terbangun dan melihat wanita di dalam pelukan nya itu masih damai dalam buaian mimpi indah nya. Arish tak tega untuk membangunkan sedangkan jam di dinding sudah menunjukkan matahari telah hilang.


Arish beranjak dan memakai kembali mantel nya.

__ADS_1


Arish berencana untuk membeli makan untuk mereka makan malam.


Arish bergegas menuju restoran bawah untuk membeli makan.


setelah tiga puluh menit lamanya, makanan yang dipesan oleh Arish telah masak dan Arish dengan perasaan penuh bahagia kembali ke unit apartemen sang wanita kesayangan nya.


Entah karena sedang di mabuk cinta, atau karena kebahagiaan membuncah di hati nya dia menurunkan waspada yang selama ini dia jaga.


Arish memasuki apartemen nya yang langsung disuguhkan seorang wanita yang tengah duduk di sofa tengah sambil menggoyang goyangkan gelas nya kemudian menyesal wine nya.


"Sudah bangun Ay? " tanya Arish sambil berjalan mendekat.


"Hmm sudah, aku bangun dan kamu tidak ada. Aku sangat lelah karena ulah mu, tulang ku seperti rontok semua! " gerutu Aya.


"Hahah, yuk makan dulu! " jawab Arish santai menanggapi gerutu Aya.


Kemudian mereka menikmati makanan nya tanpa berbicara karena kedua nya memang sudah sangat lapar.


setelah makanan habis, Arish mengambil gelas nya dan meminum air.


"Kamu tadi memanggil kebersihan Ay? " tanya Arish.


"Iya, karena apartemen kacau karena ulah kita! " jawab Aya.


"Kau sangat buas baby! " goda Arish.


"Kau yang maniak Ar, ishhh aku sampai melupakan sarapan, makan siang, makan sore. Kalau aku jadi istrimu, aku akan kurus kering karena tidak kau beri makan! " gerutu Aya sambil bersungut-sungut.


"Hahhahahaha, tapi kau sangat menikmati nya baby! "


.


.


.


.


.


Happy Reading ya semua nya😊

__ADS_1


__ADS_2