
"Kalau kamu rindu dan pengen kan susah kalau di luar! " jawab Arish santai.
"Enak aja! " pekik Aya.
"Bukan nya kamu yang deal semuanya? "
"Aih. Awas ah aku mau mandi Ar! " rengek Aya yang tengah dikunci pergerakan nya oleh kaki Arish.
"Mau kemana sih cantik? "
"Mau jalan jalan, Ayo lah Ar katanya kita akan jalan jalan dan mengukir cerita kita di negara yang exotic ini! " kata Aya.
Kemudian Arish melepaskan kuncian kaki nya agar Aya bisa berangkat mandi dan bisa keluar bersama habis ini.
Aya segera lari sambil tertawa dan menjulurkan lidah nya ke arah Arish. Arish hanya tertawa melihat tingkah gadis nya itu.
Setelah mereka bersiap kurang lebih satu jam mereka pun keluar dari kamar hotel mereka.
"Kita akan kemana Ar? " tanya Aya sambil berjalan di sebelah Arish bergandengan tangan.
"Rahasia! "
"Ish. Kenapa main rahasia rahasia an sih! " cemberut Aya.
Arish hanya tersenyum tipis melihat wanita nya cemberut.
Kemudian mereka masuk ke dalam mobil setelah keluar dari lobby, tentu saja Arish sudah meminta seseorang menyiapkan sebuah mobil.
Arish duduk di belakang kemudi dan Aya duduk di sebelah Arish.
"Apa kau tau jalan Ar? " tanya Aya.
"Hmm! " jawab Arish santai sambil melajukan mobil nya.
"Serius! kamu sering ke sini Ar? "
"Lumayan! "
"Lumayan sering apa lumayan jarang? " tanya Aya lagi.
"Banyak tanya! " kata Arish sambil mengacak acak rambut Aya.
"Hisss! " Kesal Aya.
Kemudian Aya diam dan melihat ke arah luar, menikmati indahnya jalan, pemandangan sungai besar, dan bersihnya negara exotic itu.
Setelah perjalanan sekitar 20 menit mobil memasuki jalan yang mulai menanjak dan sangat indah. Pohon pohon tinggi dengan warna beraneka ragam.
Pohon hijau dengan ujung daun warna merah dan kuning, ditambah cuaca yang segar dan sinar semburat jingga matahari yang akan terbenam menambah keindahan pucuk pohon bergoyang tersebut.
Begitu indah dan sangat menyegarkan mata saat memandang.
Arish membawa Aya ke The Uetliberg.
The Uetliberg adalah sebuah gunung di dataran tinggi Swiss, bagian dari rantai Albis. ketinggian nya 870 meter di atas permukaan laut. Gunung ini menawarkan pemandangan panorama seluruh kota Zürich dan Danau Zurich, dan terletak di perbatasan antara kota Zürich dan kotamadya Stallikon dan Utikon.
"Uwaaaaaa. Indah sekaliiii Arr! " pekik Aya sambil melihat pemandangan.
__ADS_1
"Apa kau baru pertama kali melihat seperti ini? " tanya Arish sambil tetap menjaga fokus menyetir nya.
"Tidak. Huaaaaaaaaa indah nyaaa. Tidak Ar! aku bahkan tidak pernah keluar dari Roma! " kata Aya.
"Benarkah? "
"Yaa. Bahkan kehidupan ku hanya seputar rumah dan sekolah. Kan aku sudah bercerita jika daddy mengurung ku dan mommy ku di sangkar emas nya! " kata Aya.
"Sebegitu sakit nya hidup yang harus kamu jalani Ay, Aku bahkan sudah kecewa hanya karena daddy lebih perhatian dengan abang sebulan sekali saat abang pulang dari pondok. Apa aku sudah sangat keterlaluan bi? " batin Arish.
"Kenapa melamun Ar? bahaya. Kamu sedang menyetir!" pekik Aya.
"Oh iya! " jawab Arish kembali fokus dengan kemudi nya.
Setelah sampai pada ujung jalan di depan penginapan dia atas gunung itu, Aya dan Arish keluar dari mobil nya.
Aya sangat bersemangat dengan perjalanan nya ini. Dia sangat senang di ajak ke gunung oleh Arish. Sedang Arish menghubungi orang nya.
Aya melihat Arish yang tengah ber telpon pun mendekat kembali ke arah Arish.
Setelah Aya sampai Arish telah selesai menelpon.
"Kenapa? " tanya Arish.
"Aku ingin naik mercusuar itu. Apa boleh? " tanya Aya hati- hati.
"Tentu saja boleh. Ayoo! " ajak Arish menggandeng tangan Aya.
"Si kulkas ini sangat pengertian dan perhatian. Andaikan kita bisa bersatu Ar. Aku sangat nyaman dan bersama mu! " batin Aya sambil melihat tangan nya DM yang di genggam oleh Arish.
"Ar! " kata Aya.
"Makasih! " kata Aya.
"Untuk? "
"Semua pengalaman dan hari indah nya! " jawab Aya sambil kembali melangkah dan membalas menggenggam tangan Arish juga.
"Apa indah menurut mu? "
"Ya. Sangat indah! " jawab Aya.
"Kau tau Ay, dulu aku kesini bersama saudara kembar ku! " kata Arish lirih sambil menggandeng tangan Aya menaiki mercusuar itu.
"Waw. Kau kembali Ar? "
"Ya. Kami kembar tidak identik. Arvi namanya! " kata Arish menjeda ucapan nya.
Aya tau Arish sedang menahan gejolak hati nya, sehingga dia hanya melihat dan menggenggam tangan Arish tanpa bertanya.
"Muhammad Arvi Kahraman. Dia adik ku beda lima menit. Dia sangat baik dan penurut, tidak seperti diriku! " lanjut Arish dengan suara parau nya.
"Kau rindu? " tanya Aya sambil merangkul Arish.
Arish menatap Aya sambil tersenyum dan menggeleng.
"Aku hanya merasa bersalah pada nya! " jawab Arish jujur.
Tidak terasa mereka sampai tingkat mercusuar yang pertama. Yaitu ada id tengah bawah mercusuar.
__ADS_1
(foto by alamy).
Setelah sampai ada sebuah teropong yang bisa melihat
Danau Zurich, dan terletak di perbatasan antara kota Zürich dan kotamadya Stallikon dan Utikon.
Aya berjalan menuju teropong sambil melingkar kan tangan di pinggang Arish.
"Apa kesalahan mu? " tanya Aya sambil bersandar di pembatas besi berhadapan dengan Arish di sebelah kanan teropong.
"Aku meninggal kan nya dengan beban yang sangat besar seorang diri! " kata Arish sambil mengusap pipi Aya.
"Kenapa meninggal kan nya? "
"Karena kekecewaan memenuhi hati ku, amarah ku yang meledak ledak ini membuat ku melakukan hal yang extreme! "
"Aku tidak melihat emosi mu yang meledak? " tanya Aya.
"Jangan memancing, dan jangan ingin tau Aya! " kata Arish.
"Kenapa kecewa dengan Arvi? " tanya Aya kembali ke topik awal.
"Kecewa dengan abi ku bukan Arvi! " jawab Arish.
Setelah delapan tahun lamanya Arish pergi dari keluarga nya, inilah saat pertama kali dia menceritakan pada orang lain seperti ini.
Arish merasa ingin berbagi beban dengan Aya. Entahlah apa yang di rasakan Arish. ayang jelas Aya adalah orang yang sudah Arish percaya mendengar semua rahasia nya.
"Abi? siapa Abi? " tanya Aya.
Arish tersenyum tipis melihat kepolosan Aya mendengar cerita nya.
"Abi adalah panggilan seperti ayah, daddy, papa! " jawab Arish.
"Oh, kamu kecewa dengan daddy mu? " tanya Aya.
"Abi Ay! " ralat Arish.
"Iya iya, Kamu kecewa dengan abi mu? " ulang Aya setelah merevisi kata kata nya.
"Hmm. Sangat kecewa pada waktu itu! " kata Arish.
"Pada waktu itu? kapan? " tanya Aya semakin penasaran dengan laki- laki di depan nya.
"Delapan tahun yang lalu! " lirih Arish.
"Haaa. Kamu pergi dari rumah sejak delapan tahun yang lalu Ar? " tanya Aya kaget dengan jawaban Arish.
"Iya. Aku meninggalkan keluarga ku! "
.
.
.
.
maaf ya mak belum bisa bagi waktu nulis😭🙏
Happy Reading semua nya.
__ADS_1