
Berbeda dengan Arish yang mendengar celoteh Aya. Dia terbakar emosi dan cemburu membayangkan Aya di jamah oleh pria tua bangka yang Aya ceritakan.
Hati nya tiba-tiba mendidih dan dada nya sesak.
"Tidak akan aku biarkan kamu tertangkap! Kamu akan tetap menjadi satu satunya milik Arish selamanya! " pekik Arish yang terbakar cemburu sambil memajukan wajah nya dan ******* bibir indah nan manis milik Aya.
Aya pun yang sangat menyukai perlakuan Arish padanya dan bisa melihat sinyal cemburu itu membalas lumayan kasar Arish dengan kelembutan nya.
Kemudian lama kelamaan Arish melunak dan menyesal dengan penuh perasaan dan kelembutan, Arish meraih tengkuk dan mengusap belakang kepala Aya.
"I love you! " bisik Arish di tengah luma*tan dan kegiatan sesap men sesap itu.
"Terlalu dini untuk kata itu Rish. Kau tau kita berbeda!" jawab Aya.
Arish yang menerima penolakan dari Aya kembali meluma*t bibir Aya dengan kasar dan menyesap nya kuat- kuat.
"Arkhh! " pekik Aya saat Arish mengigit bibir Aya yang sudah membengkak itu.
Mendengar pekik an Aya Arish pun melepaskan jerat bibir nya pada Aya bersamaan dengan informasi jika pesawat sudah landing dengan sempurna di bandara.
"Maaf!" lirih Arish mengusap bibir Aya yang sedikit berdarah.
"It's okey. Kamu pasti marah sama Aku! " jawab Aya santai sambil melepaskan sabuk pengaman nya.
Aya mengerti semua perlakuan Arish karena laki laki dominan ini tidak suka di tolak dan di bantah. Aya tau itu dan sedikit rasa senang di hati Aya juga ada sedih nya.
Arish memperlakukan nya dengan hati- hati dan baik penuh perhatian karena cinta yang di utarakan nya, Aya merasa dimiliki sepenuh nya, posesif yang dimiliki Arish sangat jauh di atas rata- rata. Bahkan hanya berkata jika tertangkap saja Arish sudah marah dan cemburu memikirkan nya.
"Mari kita nikmati liburan kita sebelum kita berpisah di barcelona! " kata Aya sambil tersenyum senang dan berdiri.
"Kenapa kamu selalu memancing emosi ku! " pekik Arish sambil berdiri dan berjalan meninggalkan Arish.
Aya pun mengikuti Arish dari belakang yang tengah menahan amarah nya. Aya bisa merasakan aura hitam dan dingin dari belakang.
"Harusnya aku tidak memancing nya terlebih dahulu. Ish singa itu bisa menerkam ku! " batin Aya sambil mengekori Arish.
mereka turun dari pesawat dan berjalan menuju keluar dari bendara, setelah berjalan jauh sampai di pintu kedatangan sudah ada yang menjemput dan Aya melihat Arish memasuki mobil yang itu dan menahan pintu agar tetap terbuka menunggu Aya.
Aya berjalan sambil menahan senyum melihat tingkah Arish dengan muka dingin nya.
"Haha, dasar beruang kutub, seadanya kita tidak berbeda sudah pasti aku mau hidup selamanya dengan mu Ar! " batin Aya.
Kemudian Aya memasuki jok belakang mobil yang pintu nya ditahan oleh tangan Arish dari dalam. Aya duduk di sebelah Arish yang tetap diam, dan Aya pun juga diam.
__ADS_1
Mobil yang mereka naiki pun berjalan dan melaju dengan kecepatan sedang. Arish membuka ponsel nya dan entah apa yang dimainkan nya, Aya tidak melihat ataupun hanya mencuri lihat dari ujung mata nya.
"Beruang kutub ini sangat menyeramkan jika marah. Aish kenapa aku memancing nya setelah kemarahan nya karena obrolan tadi. Aihh double kill kan kalau gini! " batin Aya menggerutu.
Setelah beberapa saat mobil masuk di sebuah gedung yang sangat tinggi di dekat sungai biru hijau yang sangat indah. Aya yang sedang menggerutu dalam hati pun ikut terbuai dengan keindahan swiss.
Zurich Merriott Hotel. Arish telah mem booking kamar tanpa sepengetahuan Aya.
Begitu indah pemandangan yang bisa dilihat dari Zurich Marriott Hotel ini. Aya hanya terus mengikuti Arish dari belakang tanpa berkata.
Kemudian ada seseorang yang menghampiri dan mengantarkan kami ke arah lift. Kami bertiga masuk lift dan menuju lantai paling atas.
"Dasar tuan arrogant. Bahkan dia tidak ingin cek in ke resepsionis dan malam meminta seseorang untuk cek in. Hiss sangat tampan jika sedang marah begini! " batin Aya sambil menatap punggung Arish.
Sampailah mereka pada kamar di ujung pada lantai itu, Orang itu membuka pintu untuk Arish dan Aya.
"Silahkan tuan dan nyonya! " kata orang berjas itu.
"Hmmm. Pergilah dan bawakan pesanan ku! " kata Arish sambil berlalu dan masuk ke dalam kamar.
"Baik tuan! "
Kemudian Arish langsung duduk di kursi sebelah meja itu. Aya yang baru saja masuk oun jadi kikuk apa yang harus di lakukan nya.
Sedangkan Arish terus mendiamkan dia. Aya pun duduk di tepi ranjang menghadap Arish.
"Ar! " kata Aya.
"Hmmm! " jawab Arish.
"Ar! " kata Aya lagi karena Arish tak kunjung melihat nya.
"Hmm! " hanya deheman kembali yang di keluar kan oleh Arish sambil memainkan ponsel nya.
"Arrrr! " kata Aya dengan suara manja nya sedikit meninggi.
Kemudian Arish menatap Aya dengan tatapan dingin nya.
Aya yang ditatap dingin padahal sudah mengeluarkan nada manja nya menjadi sangat kesal.
__ADS_1
"Kamu ini kenapa sih?" tanya Aya kesal.
Arish hanya terus menatap nya intens dengan tajam tanpa menjawab.
"Kamu marah sama aku? "
Arish masih belum pindah dari posisi awal nya.
"Sekarang gak ada suaranya sama sekali. Katanya mau liburan. Mau honeymoon." kesal Aya melihat Arish dengan tajam pula.
Arish pun terus pada posisi nya.
"Kenapa kamu selalu ingin kita tidak bersama Ay, Aku gak tau perasaan apa ini, aku hanya mau dekat kamu, aku hanya sesak membayangkan laki laki lain menjamah tubuh mu, aku emosi membayangkan orang lain menyakiti mu. Aku sangat sakit saat mendengar kata berpisah dari kamu! " batin Arish menjawab pertanyaan Aya.
"Baiklah jika kamu mau diam selamanya, i'm done! " pekik Aya berdiri dan berjalan menuju pintu.
Arish menatap apa yang dilakukan Aya di pintu.
"Kenapa pintunya tidak bisa di buka sih! " batin Aya berusaha membuka pintu nya.
"Hm! " deheman Arish menghentikan usaha Aya.
Arish yang berusaha sangat keras menahan gejolak hati nya pun tak mampu lagi meredam nya. Melihat Aya begitu berusaha untuk pergi membuat sakit nya ucapan Aya tadi semakin sakit.
"Kau mau benar benar ingin pergi dari ku? " kata Arish dingin penuh dengan penekanan.
Aya yang diam di tempat tidak berani berbalik karena ketakutan. Aya sudah merasakan hawa dingin memenuhi kamar yang hangat ini.
"Arghhh aku membangunkan macan tidur lagi. Siall. Siall. His salah dia lah kenapa mendiamkan aku! " perang batin Aya mulai beroperasi.
"Apa sebegitu ingin nya kamu pergi dari ku! " kata Arish lagi penuh intimidasi walaupun tanpa melihat.
"JAWAB! "
.
.
.
.
Maaf mak jarang Update akhir akhir ini karena kesibukan mak. Kedepan nya mak akan lebih rajin update lagi.
__ADS_1
Happy Reading semua nya.