Twins Goals

Twins Goals
Chapter 25


__ADS_3

Lelahnya fisik, lelah hati, lelah pikiran membuat Arvi sedikit goyah. Tak memiliki tempat mengadu dan menguatkan jiwa nya yang mulai goyah.


Abi satu- satunya tangan yang menggenggam nya kini tak lagi menggenggam erat tangan nya.


"Hiks. Abiii Hiks! "


"Arvi harus gimana bi. Hiks! "


"Arvi pasti kuat kan bi? Arvi pasti bisa kan bi? Hiks! " tangis Arvi luruh karena beban yang dia pikul begitu besar nya.


Arvi menangis tersedu- sedu di tangan sang abi. Arvi rasanya ingin menyerah saja. Arvi merasa sedang berada di titik paling bawah.


Hingga setelah beberapa saat, Arvi berhenti menangis dan terlelap dalam mimpi indah nya. Dan tanpa di ketahui Ridwan pun ikut meneteskan air mata tapi mata nya tak kunjung terbuka.


Dokter yang ada di ruang pantau hanya bisa bersedih mendengar keluh sang tuan muda itu, tangisan sang tuan muda yang menyayat hati.


Ditengah ketiduran nya Arvi, Arvi terbangun tengah malam. Dia ke kamar mandi dan berwudhu untuk sholat malam.


setelah sholat malam, Arvi kembali ke mode sebelum nya menghampiri abi nya.


"Semoga abi sembuh dan kembali mendampingin Arvi, dalam masa apapun bi, selamat tidur abi ku! " gumam Arvi sambil mencium dahi abi nya.


Kemudian menuju luar dan menghubungi orang-orang nya sudah tersebar kemana-ma sesuai negara tujuan tiket- tiket yang terdaftar di bandara soekarno-hatta.


"Hallo tuan muda! "


"Hmm. Bagaimana? " tanya Arvi.


"Nihil bos, belum ada kabar dari anak buah kita di berbagai negara. mereka sudah mengecek daftar kedatangan pula tuan muda! " lapor sang anak buah.


"Lanjutkan pencarian sampai dapat! " jawab Arvi dengan nada dingin nya.


"Baik tuan muda! "


Kemudian Arvi mematikan secara sepihak, tak lama kemudian muncul sesorang yang sangat dikenali nya.


Wanita cantik yang mencintai kakak nya, ya Kaelly datang tengah malam begini.


"Belum tidur? " tanya Kaelly tanpa mengucap salam.


"Udah, terus bangun! "


"Nih makan, gue bawain makanan buat kamu! " kaya Kaelly.


"Kenapa repot? "


"Karna kamu pasti belum makan! " jawab Kaelly santai.


"Anak buah gue sekarang menginjakkan kaki di Sydney, entah harus bagaimana lagi gue nyari kakak kamu Vi! " lanjut nya.


"Gue juga gak tau lagi, gue bingung harus dengan cara apa mencari kakak! " keluh Arvi sambil membuka kotak makan yang di bawa oleh Kaelly.

__ADS_1


"Gue akan nikah kalau dalam dua minggu gak bisa ketemu Arish! "


"Sama? "


"Daddy yang milihin, gue pun gak tau! " kata Kaelly santai.


"Kenapa? "


"Gue udah terlalu tua buat nunggu Arish kata Daddy!" jawab Kaelly lirih.


"Kamu? " tanya Arvi sambil mengunyah steak nya.


"Gue bisa apa! Hiks! " kata Kaelly sudah penuh dengan air mata.


Arvi meletakkan makanan nya yang tinggal sedikit dan merangkul pundak Kaelly. Kaelly kemudian masuk ke dalam pelukan Arvi.


"Yakin semua yang terjadi sudah menjadi ketetapan, apa yang bukan milikmu tidak akan pernah menjadi milikmu Lly! " kata Arvi menenangkan.


"Huaaa. Hiks. Hiks! Aaaaaaaa Hiks! " tangis Kaelly pecah karena otak nya yang sumpek akan paksaan menikah dan orang tua nya karena membutuhkan keturunan.


"Gue harus apa Vi! Hiks. Gue gak mau nikah sama orang yang gak gue cinta dan bahkan gue kenal! Hiks!" tangis Kaelly.


Arvi hanya memeluk nya agar gadis sahabat kecil nya itu bisa sedikit lebih tenang.


"Gue harus gimana Vi? "


"Terima dan belajar mencintai suami mu kelak, itulah yang paling bener! " saran Arvi.


"Tidak ada lagi, karena jika tidak kamu akan berdoa jilat tidak mencintai dan melayani suami mu! "


"Aaaaaa gak gak mau. Arvi tolong bantu aku. Tolong aku tidak ingin menikah dengan laki- laki yang aku sendiri tidak kenal. Hiks! " ratap Kaelly dengan memeluk erat tubuh Arvi.


"Caranya! " kata Arvi dengan memeluk Kaelly.


"Menikah lah dengan ku sampai kakak mu pulang, Hiks. Lindungi aku. Hiks. Menikahlah kontrak dengan ku! " kata Kaelly.


"KAELLY! " kata Arvi dengan suara agar tinggi nya dan langsung melepas pelukan Kaelly.


"Pleasee. Tolong! " kata Kaelly dengan sangat menyedihkan.


"Aku tidak akan pernah mempermainkan pernikahan. Camkan baik baik Lly. Apapun kontrak atau tidak, ketika kata SAH bergema, itu tandanya aku yang menanggung surga atau neraka mu, aku yang bertanggung jawab atas kamu! " kata Arvi penuh penekanan.


"Tapi aku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak aku cinta dan aku kenal! " keluh Kaelly.


"Lalu aku? apa kau mencintai ku?" kata Arvi dengan tatapan super dingin nya.


"Setidaknya aku mengenal mu, dan aku akan aman di tangan mu! "


"Kata siapa? kau tidak mengenal ku dengan baik Kaelly, jika kakakku bisa seperti itu? apa aku kembaran nya tidak bisa? " tanya Arvi.


"Tolonglah, dengarkan dulu isi perjanjian nya! " kata Kaelly.

__ADS_1


"No. pulanglah aku mau tidur! " kata Arvi langsung masuk ke dalam ruang rawat abi nya dan meninggalkan Kaelly seorang diri di lorong sepi itu.


Arvi masuk ke kamar abi nya langsung ke kamar mandi.


"Apa lagi ini? apa lagi yang harus aku alami! " kata Arvi sambil menyegarkan rambut nya dengan air, agar tidak panas.


"Jangan di pikirkan Arvi, fokus pada kakak dan abi mi saja. Fokus. Fokus! " gumam nya pada diri sendiri.


Arvi pun ingin melupakan apa yang dibicarakan Kaelly tadi, dia ingin fokus dengan kesehatan abi nya.


Arvi pun kembali ke single bad yang disiapkan rumah sakit untuk nya menunggu pasien.


Arvi benar-benar tak mengingat atau gak memikirkan aag dikatakan Kaelly. Arvi melanjutkan hari nya dengan bekerja, rumah sakit dan kantor.


Berbeda dengan yang di lakukan Arish pagi ini saat membuka mata dan mendapati gadis cantik tengah terlelap memeluk nya.


"Cantik sekali! " kata Arish sambil mengusap pipi gadis di depan nya itu.


"Eggghhh! "


"Jam berapa Ar? " kata Aya setengah sadar.


Arish yang sangat gemas dengan Aya yang baru bangun tidur langsung menggigit pelan pipi Aya.


"Aauuuuu, sakit Ar! " ketua Aya saat merasakan pipinya sakit.


"Gemas banget sih, kenapa bisa cantik gini sih! " goda Arish sambil terus mendusel ke ceruk leher Aya yang tengah kegelian. Arish menghirup aroma tubuh Aya ditambah dengan aroma maskulin milik nya dan sisa sisa percintaan malam kemarin.


"Gemess banget sana ini, namanya siapa sih! " goda Arist terus melakukan kegiatan nya. Dan Aya terus menepis dan menghindari karena kegelian.


"Ar. Xixixi geli Ar. Udah dong! " kata Aya sambil menjauh.


"Cantik sekali, milik siapa nih? " goda sambil bertanya Arish pada Aya.


"Milik negara nih! "


"Lah kok negara? " tanya Arish bingung.


"Iya dong, negara peraduan Aya dan Arish"


.


.


.


.


Jujur itu garing bercanda mu Ay.


Happy reading semuanya ☺

__ADS_1


__ADS_2