Twins Goals

Twins Goals
Chapter 35


__ADS_3

Kemudian Arvi mematikan panggilan nya sepihak tanpa pamit terlebih dahulu sambil melempar ponsel nya di kursi sebelah nya.


Dada Arvi naik turun mendengar laporan dari orang nya itu.


"Aku akan menyeret mu kak! Kamu sudah terlalu jauh dan tenggelam terlalu dalam" geram Arvi pada sang kakak.


Arvi tau jika kakaknya main perempuan tapi Arvi tidak menyangka jika sang kakak mungkin sudah masuk ke dalam hyperse*x. Bisa bisa nya sang kakak melakukan aktivasi terlarang di dalam campervan di pinggir jalan. Sungguh memlukan sekali.


Arvi yang notabene selama ini tidak pernah menjalin hubungan dengan perempuan pun sangat tidak habis pikir dengan kelakuan sang kakak yang mirip dengan binatang.


Hidup Arvi hanya untuk sekolah kukasih setelah itu kakak nya pergi dan harus bertanggung jawab dengan perusahaan raksasa itu sendirian. Tidak pernah ada waktu memikirkan perempuan atau memang Arvi sendiri yang membatasi diri karena tidak ingin melangkahi sang kakak.


"Abi akan sangat hancur mendengar kelakuan kakak seperti ini. Kasian sekali abi dan uma! " Gumam Arvi lagi sambil menyandarkan diri di kursi yang empuk dan mengistirahatkan otak nya beberapa saat. Paling tidak 3 jam perjalanan ini. Arvi pun mulai memejamkan mata nya.


Setelah perjalanan tiga jam lamanya pesawat pribadi keluarga Kahraman telah mendarat di Zurich, Swiss.


Arvi menginjakkan kaki di Zurich kembali setelah 9 tahun lalu lulus dari pendidikan nya di sini bersama sang kakak.


Tak sempat berkunjung kemari bertemu dengan teman teman nya dulu, Arish telah pergi terlebih dahulu meninggalkan nya dan sang abi.


"Welcome back Swiss. Aku akan membawa kakakku pulang bersama ku, seperti sembilan tahun lalu! " tekad kuar Arvi yang akan membawa sang kakak.


Kemudian menghubungi sang bayangan untuk mengetahui keberadaan sang kakak.


"Hallo tuan! "


"Hmm! "


"Posisi saat ini tengah perjalan dari tadi kurang lebih satu setengah jama menuju arah selatan menuju Spanyol tuan. Posisi saat ini sampai di Bern! " lapor sang bayangan.


"Baiklah kabari lokasi tepat nya, saya akan menyusul! "


"Baik tuan! "


Kemudian Arvi memasukkan ponsel ke saku nya dan berjalan menuju gate kedatangan mencari orang nya yang telah menjemput nya.

__ADS_1


Sambil berfikir keras. Arvi sangat bingung apa sebenernya yang tengah di lakukan sang kakak. Hingga membuang waktu menaiki campervan. Seperti bulan madu saja pikir Arvi.


Arvi sunggu ingin bertemu dengan sang kakak, dan memberi tahu semua kebenaran yang telah Arvi ketahui sejak delapan tahun silam. Arvi hanya takut jika Arish menyesal karena tak bis ameminta maaf di ujung usia sang abi.


Arvi memutuskan untuk berhenti di restauran dan makan sesuatu untuk mengisi perut sebelum berangkat menuju Bern seperti yang CIA bayangan katakan.


Saat makan Arvi sambil melihat lokasi yang tengah di kirim oleh sang bawahan nya.


"Baiklah kak, akan aku beri waktu untuk bersenang-senang sebentar. Setelah itu aku akan menyeret mu pulang dan memohon ampun pada abi! " gumam Arvi sambil menyantap makanan nya.


Setelah menyelesaikan makan nya, Arvi mulai melanjutkan perjalanan nya menangkap kelinci yang berkeliaran tak tentu arah itu.


Selisih waktu satu setengah jam tidak menyurutkan tekad Arvi mengejar sang kakak.


Sepanjang perjalanan Arvi terus menghubungi orang nya mengikuti Arish tanpa jejak.


Saat tiba di Bern Arish berkeinginan untuk singgah dan berlibur besok pagi menikmati sejuknya berenang di sungai yang sangat jernih dan biru indah menyegarkan hati dan pikiran nya.


Akan tetapi Aya menolak untuk bermalam di Bern dan memilih untuk melanjutkan perjalanan nya.


Arish pun mengikuti keinginan Aya dan melanjutkan perjalanan nya menuju Barcelona.


Saat di perjalanan Aya memaksa untuk lanjut dan tidak berhenti sampai di Barcelona, padahal Aya tau jika Arish dan dirinya sangat kelelahan karena aktifitas nya barusan di ranjang campervan.


Akan tetapi Aya merasakan sesuatu yang tidak baik, sehingga meminta Arish tidak menghentikan perjalanan nya menuju Barcelona dan Aya berjanji akan melanjutkan perjalanan mereka ke tempat yang Arish inginkan.


Dan Arish menerima keinginan Aya serta memiliki rencana baik akan mengajak Aya berbulan madu di tempat yang jauh dan sangat romantis tentu nya.


Di perjalan yang ditempuh Arvi pun, Arvi memiliki sedikit kendalan yaitu ban mobil sebelahan kanan belakang meletus.


Arvi dilanda ke khawatir an akan menghilang nya jejak sang kakak, juga Arvi sangat ingin tau apa yang dilakukan kakak nya bodi sana bersama seorang gadis yang bukan mukhrim, dan sampai berhubungan badan dengan sembarangan gadis.


Setelah beberapa saat mobil yang baru saja diminta kepada sang anak buah agar cepat segera menyusul sang kaka yang sudah selisih perjalanan sekita satu setenag jam atau satu jam yang lalu.


Acara kejar kejar an pun kembali berlanjut ketika mobil yang dipesan oleh Arvi sudah tanjap gass menuju Bern.

__ADS_1


Sebuah kenangan yang tidak akan pernah di lupakan oleh Arvi karena kenangan itu melibatkan sang kaka yang aman sangat di sayangi nya.


Universitar Bern, tempat nya dulu bersama sang kakak menuntun ilmu setinggi yang kaka Arish dan Arvi bisa.


Arvi dan Arish memang tak pernah berpisah semenjak dia lahir ke dunia kecuali tragedi delapan tahun yang lalu yang membuat nya kehilangan kaka yang aman sangat dia sayangi.


Kembali ke kota ini membuat Arvi begitu merindu kan sang kakak yang juga ada disini dan berjalan lebih dahulu menuju ke arah Spanyol.


Arvi sempat berfikir jika apakah sang kakak selama ini pergi dengan campervan nya sehingga tidak terdeteksi di manapun di cari baik di bandara, stasiun bahkan terminal bus untuk dapat mencari keberadaan sang kakak.


Waktu berjalan begitu cepat hingga rasanya pagi telah tiba dan Arish memarkirkan campervan nya di sebuah distrik apartemen yang sederhana di Barcelona.


Apartment Be mate paseo de gracia. Karena Barcelona adalah negara berkembang yang pendapat an perkapita nya relatif rendah tidak sebesar Italia maupun negara maju lainnya, sehingga apartemen ini tergolong apartemen yang bagus.


Apartemen be mate paseo de gracia bersebelahan distrik golden. di antara dua bangunan itu memiliki sebuah jalan dan taman yang ada air kolam nya di telah nya.


Arish dan Aya masuk terlebih dahulu masuk, dan teman itu terasa aman oleh Aya.


Arish kemudian masuk mengikuti Aya menuju lantai sembilan di apartemen itu.


"Apa kamu tinggal di lantai 6? "


"Untuk mengecoh kawan! " Bisik Aya pada Arish kamera entah sejak kapan laki laki nya menjadi sedikit lemot kali ini.


"Astaga baik bener deh Apa sudah ada tanda tanda ? " tanya.


"Tidak! "


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading semuanya


__ADS_2