Twins Goals

Twins Goals
Chapter 50


__ADS_3

Sedangkan Arvi yang ikut dengan ayah mertua nya menuju rumah sang istri merasa sangat gugup dan berdebar.


"Ya Allah dadaku, kenapa mau meledak begini dada ku!" batin Arvi sambil mengelus dada nya.


"Kamu gugup nak? " tanya pak Usman sambil mengusap lengan Arvi sambil tersenyum.


"Iya Pak! " jawab Arvi malu-malu sambil tersenyum.


"Kamu belum pernah pacaran nak? anak muda mapan dan berkuasa biasanya suka bermain wanita! " kata pak Usman pada Arvi.


"Belum pak, hidup saya hanya abang, kakak dan abi. Tidak pernah ada perempuan yang masuk. Hehe, saya fokus membantu abi! " jawab Arvi jujur.


"Putri ku juga tidak pernah berpacaran nak, kamu tidak perlu khawatir! " jawab pak Usman.


Arvi hanya mengangguk dan tersenyum mendengar penuturan ayah mertua nya itu. Entah kenapa mengetahui itu membuat dada Arvi semakin meletup-letup.


"Dari tadi kamu tidak bertanya ciri ciri atau bahkan usia istri mu nak? " tanya pak Usman mencairkan suasana karena Arvi sangat terlihat tegang.


"Iya yah, saya tidak mencari fisik atau kecantikan yh. Saya hanya ingin mencari ridho Allah. Menyempurnakan setengah ibadah saya, dan sama-sama mengejar Allah! " jawab Arvi sejujur-jujur nya.


"Kami benar-benar tidak penasaran dengan usia istri mu? " tanya pak Usman.


"Tidak yah, biarkan itu menjadi proses pengenalan kami nanti, proses pacaran halal kami. Arvi ingin perlahan-lahan mengenal dek Zahra, dan dek Zahra mengenal Arvi! " jawab Arvi sambil tersenyum.


Pak Usman terlihat sangat puas dan benar-benar yakin menyerahkan putri nya melihat gerak gerik dan ucapan Arvi.


Arvi terlihat sekali jika sangat gugup dan canggung di perjalanan menuju rumah nya.


"Itu nak rumah ayah! " kata pak Usman menunjukkan rumah lantai dua yang mewah di lingkungan itu di ujung jalan sana.


"Iya Pak! " jawab Arvi.

__ADS_1


Tok tok tok


"Assalamualaikum bu! " kata pak Usman.


"Waalaikumsalam yah! " jawab bu maryam istri pak Usman.


"Walah, ini menantu ibu to yah? ganteng banget! " kata bu Maryam setelah mencium tangan suami nya.


"Iya bu, ayo masuk! " kata pak Usman menjawab pertanyaan istri nya. Arvi masuk dan rumah itu yang ada beberapa orang duduk di rumah keluarga.


"Maaf ya nak, pak kyai mengabari akad nya begitu mendadak, ayah kita masih satu minggu ternyata hari ini. kyai Fatih mengkhitbah Zahra kemarin nak! " kata pak Usman.


"Maafkan kakak saya yah! "


"Tidak, kakak mu benar. Sesuatu yang bagus harus di segerakan. Ini keluarga nya dan Zahra ada di kamar nya. Besok rencananya akan ada syukuran nya ya nak!" kata pak Usman.


"Baik Pak! "


"Gak ada habisnya kamu le nanggepi pak lik mu. Naik sana temui istri mu! " kata bu Maryam.


"Baik bu! " jawab Arvi gugup.


"Hahaha, ayo ayah antar! dasar pengantin baru! " jawab Pak Usman kemudian merangkul menantunya dan berjalan menuju kamar Zahra.


Semua orang itu tertawa melihat kegugupan Arvi dan interaksi menantu dan mertua itu.


tok tok tok


"Ndok, ada suamimu! " kata pak Usman.


"Nggeh yah(iya yah) ! " jawab Zahra dari kamar itu dan pak Usman memberi isyarat untuk membuka pintu kamar Zahra.

__ADS_1


Arvi membuka pintu kamar Zahra dan masuk kemudian menutup pintu nya. Jantung Arvi berdebar sangat kencang saat melihat seorang wanita lengkap dengan pakaian syar'i nya dengan balutan niqab telah berdiri di tengah ruangan.


Kemudian berjalan mendekat dan menjulurkan tangan nya meraih tangan Arvi dan mencium tangan suami nya.


"Assalamualaikum! " lirih Arvi sambil memegang kepala istri nya itu.


"Waalaikumsalam mas! " jawab Zahra lembut.


Dan Arvi mencium kening sambil meletakkan tangan nya di puncak kepala istri nya dan melafalkan sunnah doa untuk pengantin baru.


"Maaf, apa boleh? " tanya Arvi bingung. Kemudian Zahra hanya mengangguk tau jika suami nya ingi memegang dada nya dan membacakan surah al-Insyirah.


Arvi pun melakukan nya dan setelah selesai semua itu memandang mata istri nya.


"Jujur, mas bingung dek! "


.


.


.


.


.


.


Hahaha


Arvi dan Zahra yang baru ketemua

__ADS_1


mak othor yang bingung dan salting 😀


__ADS_2