
"Kau yang maniak Ar, ishhh aku sampai melupakan sarapan, makan siang, makan sore. Kalau aku jadi istrimu, aku akan kurus kering karena tidak kau beri makan! " gerutu Aya sambil bersungut-sungut.
"Hahhahahaha, tapi kau sangat menikmati nya baby! " gumam Arish me dekat dan memeluk tubuh wanita yang memegang wine di tangan nya dengan gaya anggun nya itu.
Mereka pun makan dengan bersenda gurau tanpa tahu jika sedang ada banyak mata yang mencintai mereka. Karena.
Arish pun sudah mencari tahu dari orang nya dan orang nya memberi kabar jika tidak ada pergerakan dari lawan maupun keluarga nya, Sehingga Arish sangat tenang.
Dan malam itu Arish tidur dengan nyenyak tanpa gangguan apapun, tapi dia yang mengganggu perempuan di sebelah nya.
Arvi pun memutuskan untuk menyewa sebuah hotel untuk nya mengistirahatkan diri untuk besok. Arvi berendam di bat up sambil menjernihkan pikiran nya kalut karena me dengar ucapan suara dan tawa sang kakak barusan. Dan setelah itu tidur dengan tenang sebelum hari besok datang dengan segala macam planing.
Keesokan hari nya Arvi pagi- pagi sekali bergegas keluar dari hotel dan kembali ke apartemen menemui Kaelly yang sudah sampai di barcelona.
ceklek.
"Arvi, sudah sampai? " tanya Kaelly yang tengah melihat interaksi Arish dan Aya di sebelah tembok.
"Hmm, mulai lah sekarang! aku di sini dan tahan Arish sedemikian rupa dengan video itu. Jika Arish tidak ingin kembali biarkan perempuan itu yang pergi! " kata Arvi pada Kaelly.
"Baiklah! " jawab Kaelly dan bergegas menuju unit sebelah. Arvi langsung mengambil tempat menuju depan monitor itu.
...******...
ting- tong
"Siapa sayang? " tanya Arish yang sedang duduk berdua di sofa dengan baju santai nya.
"Tidak tau, aku buka dulu! " kata Aya berdiri dan membuka pintu apartemen nya.
"Siapa ya? " tanya Aya pada seorang wanita cantik, muda di depan nya terlihat sangat berkelas.
"Arish ada? " tanya Kaelly pada Aya.
"Oh, tunggu! " kata Aya tapi tidak di indahkan oleh Kaelly, dan langsung masuk menyelonong dan berlari menuju Arish. Memeluk Arish erat sambil menangis menumpahkan kerinduan.
__ADS_1
"Rish, hiks bagaimana bisa kamu pergi tanpa aku. Aku menyusul mu dan kamu pergi. Hiks.! " kata Kaelly memeluk erat Arish.
"Lepaskan aku Lly, jangan seperti ini! " kata Arish berusaha melepaskan pelukan Kaelly karena Aya menatap nya dengan tatapan tajam.
"Rish, kamu kejam. Aku yang bersamamu selama delapan tahun pelarian mu. Kenapa kamu meninggalkan ku! " kata Kaelly terus memeluk dan menangis.
"Stop Lly, kamu yang mengkhianati aku. Kamu bersekongkol dengan Arvi untuk menangkap aku! " pekik Arish memegang erat pundak Kaelly agar lepas pelukan itu.
"ITU KARENA ABI KOMA RISH!! AKU TAHU KEBENARANNYA DAN AKU AKAN MENDATANGI MU. BUKAN MENANGKAP MU! " teriak Kaelly pada Arish dengan mata merah.
Arish terdiam terpaku mendengar perkataan Kaelly.
"Aku dapat video kenyataan delapan tahun lalu, aku ingin kamu melihat nya, dan aku tidak ingin kamu menyesal. Belum meminta maaf pada Abi sedang Abi ada di ujung nyawa nya! " kata Kaelly pelan namun penuh penekanan.
"Kamu bohong! " desis Arish pelan.
"Lihat ini! " kata Kaelly memberikan ponsel yang sedang memutar video CCTV delapan tahun lalu.
"Jika kau tidak percaya pada Abi mu, maka Abang jauh di atas Abi untuk mu. Maka dengarkan perkataan Abang Rish! " kata Kaelly dengan berurai air mata.
"Tidak mungkin! " gumam Arish sambil terus melanjutkan menonton video nya.
"Ini semua bohong kan? " tanya nya pada Kaelly.
"Kau bisa mengecek ke aslian CCTV ini, Arvi sudah mengirim kan email pada mu delapan tahun lalu. Arvi tidak ingin kakak yang di sayang nya menyesal. Pulang lah Rish, Abi koma dan dokter menyerah menangani Abi dari waktu bertemu dengan mu, Abi hanya memanggil namamu sebelum koma! " kata Kaelly.
Tes
Air mata Arish luruh. Tiba-tiba kenangan tentang abi nga berputar di kepala nya. Kesalahpahaman itu membuat Arish menjadi anak durhaka pada Abi nya.
Arish memejamkan mata nya dan memegang erat ponsel Kaelly sambil mencerna keadaan kali ini. Tiba-tiba mendapat pelukan hangat yang lama tidak dia rasakan. Arish membuka mata dan melihat punggung laki laki yang tengah memeluk nya.
"Arvi! " gumam Arish sambil memegang punggung itu.
"Iya kak, Arvi rindu kakak. Arvi sayang kakak. Hiks. Arvi tidak mampu memikul beban ini sendirian kak. Arvi lelah. Arvi gak sanggup lagi. Amanah yang kakak titipkan pada Arvi begitu berat! Hiks! " tangis Arvi tak mampu di cegah, ratap nya ingin berbagi dengan sang kakak. Kerinduan dari semalam tak dapat lagi dia bendung.
__ADS_1
Arish yang mendapati adik nya dengan suara patau dan penuh air mata pun mendekap sang adik erat, rasa bersalah pada sang adik membuncah dan juga pada Abi tapi tak mampu berucap apa apa dan hanya tetes air mata yang menjawab kesedihan nya saat ini.
"Tengoklah Abi, selagi Abi ada usia kak. Minta maaf lah pada Abi yang begitu menyayangi kita, tapi kita durhaka pada nya. " kata Arvi.
"Tapi! " kata Arish
"Bawalah wanita mu adik ku, menikahlah di sana. Abi sangat mengharapkan hadir di pernikahan mu! " kata Fatih yang muncul dari pintu.
"Abang! " kata Arish semakin tak bisa membendung hati nya dan tangis nya.
Fatih mendekat dan memeluk kedua adik nya di pelukan nya.
"Mari kita pulang, Abi akan sangat bahagia melihat kita pulang, siapa tau akan memperbaik kondisi nya! " kata Fatih pada kedua adik nya.
Arish pun mengangguk.
Arish juga sangat ingin pulang, meminta maaf pada Abi nya. Kemudian beranjak menghapus air mata dan menatap ke arah Aya.
"Aku tidak bisa ikut bersamamu, Ar! "
.
.
.
.
.
Happy reading semua
maaf ya setelah sekian purnama baru Update 🤣
InsyaAllah akan aktif update dari sekarang
__ADS_1