
"Arishhhh! " pekik Aya.
"Kenapa sayang ku? istriku! " goda Arish sambil terus melanjutkan sesuatu yang terjeda oleh pekik an Aya.
"Hijau kanan, itu mobil nya Ay! " kata Arish sambil menunjukkan mobil yang di sewa nya menuju roma.
"Sebentar lagi! " senang Aya di tengah ciuman berjalan nya dengan Arish.
Setelah beberapa langkah mereka sudah sampai di mobil hijau itu tapi Arish tidak langsung membuka. Arish berjalan ke depan cup mobil dan mendudukkan Aya di cup mobil dan memanggut Aya dengan penuh perasaan dan juga gelora.
Aya yang mendapatkan perlakuan manis di tengah kegelisahan dan juga kepanikan akan adanya orang- orang daddy nya yang akan menangkap nya hanya bisa membalas Arish dengan penuh gelora juga debaran di hati yang luar biasa tak karuan.
Setelah cukup lama bertukar savila Arish menggendong dan mengedipkan satu mata nya pada sang supir hingga membuka kunci pintu belakang mobil.
Arish membuka pintu dengan satu tangan dan memasukkan Aya terlebih dahulu dan dia menyusul duduk di sebelah Aya.
"Maaf tuan, apa ini bisa jalan sekarang? " tanya pak supir.
"Iya! " jawab Arish singkat karena sambil mengatur nafas nya.
Kemudian pak supir itu mulai melajukan mobil nya meninggalkan Resindenza Paollo, Vatikan menuju Roma kembali dan Arish akan melanjutkan perjalanan nya ke swiss.
Rencana matang yang sudah dipikirkan Arish harus berubah haluan hanya demi menikmati waktu pelarian nya dengan Aya. Gadis yang ditemui nya tadi malam.
Hanya dalam semalam Aya bisa merubah semua rencana Arish yang tidak akan bisa ditemukan karena akan berada atau tinggal di rumah paus.
Ternyata rencana itu harus kandas dan harus meninggalkan Italia. Awalnya Arish akan pergi ke Sisilia, mengingat bahwa banyak orang suruhan daddy Aya, sudah bisa dipastikan daddy nya mempunyai banyak link di dunia per mafia nan, apalagi Sisilia yang notabene kota mafia di Italia.
"Kita akan kemana? " tanya Aya.
"Swiss! " jawab Arish santai sambil memainkan ponsel nya.
"Kenapa Swiss? " tanya Aya.
"Untuk menghilangkan jejak kita sayang! " kata Arish.
"Oh! " kata Aya baru paham.
"Dia sangat pintar, dan aku yakin dia sudah mengurus semua nya seperti baju yang aku pakai ini. hehehe. Dasar pria dominan!! kau pasti meninggalkan pekerjaan mu dan rencana mu tuan asing ku. Baiklah kau suamiku selama masa pelarian kita! " batin Aya.
"Kenapa melihat ku seperti itu? " tanya Arish pada Aya dengan mata masih menatap ponsel nya.
"Aku? melihat mu? " tanya Arish.
"Hmmm! " hanya deheman yang menjadi jawaban Arish.
"Pedes sekali! " ketus Aya.
__ADS_1
"Maaf istri ku, suamimu ini sedang sangat sibuk mengurusi semua hal. Jadi lihat lah saja pemandangan! oke? " kata Arish pada Aya.
"Dasar ge er banget sih suamiku ini! " jawab Aya menggoda Arish.
Arish langsung menoleh ke Aya saat mendengar Aya menyebut nya suami.
"Apa yang kamu katakan? " tanya Arish sambil menatap wajah Aya.
"Suamiku! " jawab Aya dengan senyum yang merekah sangat cantik sekali.
Arish terus menatap Aya tanpa kedip. Kemudian tersenyum.
"Iya istriku ter cantik sedunia! " bisik Arish mendekat dan kemudian kembali ke ponsel nya lagi.
"Dasar suami kejam, bagaimana bisa kau mengabaikan istri sehari mu ini, kau tetap sibuk bahkan di saat bulan madu kita! " rajut Aya bercanda.
Pak supir yang sedang menyetir tengah tertawa melihat pasangan sejoli yang sangat romantis ini.
Arish kemudian menoleh dan memeluk Aya dalam pelukan nya saat mendengar godaan dari sang istri bohongan itu.
"Atau kau mau aku mengulang yang malam pertama kita disini istriku? " bisik Arish dengan sedikit bumbu penyedap di hembusan nafas dan sedikit gerakan lidah di sana.
"Ahh! " pekik Aya.
Arish melepas rengkuh an nya dan tersenyum kepada Aya.
Aya hanya tersenyum dan menatap Aris yang kembali fokus pada ponsel nya..
"Kau sangat tampan tuan asing, apalagi saat kau sedang serius seperti ini! " batin Aya kemudian berpaling dan melihat ke arah jendela.
"Nanti dikira mengangumi dirinya, walaupun padahal sih bener! " batin Aya tertawa.
Arish tetap fokus pada ponsel nya karena sedang memantau pergerakan orang yang memantau nya.
"Jadi mereka ke sydney sekarang! " batin dan seringai Arish melihat laporan dari sang orang suruhan nya.
"Apa kita langsung ke bandara tuan? " tanya pam supir kepada Arish.
"Iya langsung aja ke bandara! " kata Arish.
"Siap tuan! " kata supir itu.
Kemudian Arish kembali ke ponsel nya dan aekita kurang dari satu mereka sudah sampai di Roma, Italia untuk segera terbang ke Swiss.
Setelah turun Arish memberi uang sekalian dengan tips nya dan membawa Aya pada rangkulan nya dan masuk untuk segera boarding.
"Emang kapan kamu beli tiket! " kata Aya.
__ADS_1
"Enggak. Pakai pesawat ku pribadi ku sayang, jadi bisa berangkat sekarang! "
"Wah selain tuan asing, tuan tajir dan tuan keren. Sejak kapan susah ada baju ini di kamar. semua cocok dengan ikuran ku semua! " jawab Aya.
"Hiss. kau senang bukan? " tanya Arish.
"Hmmm. Mari berpetualang dan meninggalkan kota penuh sanksi canda tawa jni! " pekik Aya.
"Let's Go honey, kita honeymoon sepuas nya! " pekik Aya sambil merentangkan tangan nya seolah sedang menerima hembusan angin.
Arish hanya tersenyum melihat keunika n gadis satu ini.
"Banyak yang melihat mu honey, ini di tempat umum! " kata Arish.
"Oh iya lupa! "
Kemudian mereka mulai boarding ke gate dimana pesawat pribadi nya terparkir dan sudah mengantingi ini terbang juga ijin landing dan parkir di Swiss.
Sebenarnya Arish merogoh kocek yang lumayan dalam untuk membeli pesawat ini semalam pada teman nya yang ada di Sisilia.
Lebih tepatnya paksaan. Karena Arish akan mudah dilacak jika menggunakan pesawat komersial, sehingga merogoh kocek dalam, dan beruntung nya agenda membeli pesawat pribadi P. T Arkan Nusantara sudah di agendakan dan disisihkan sejak 4 tahun silam.
Sehingga saat seperti tadi malam Arish bisa langsung mentransfer uang untuk pesawat pribaadi.
Setelah sampai gate dan melihat pesawat yang sudah di kasih tau oleh sahabat nya tadi.
Setelah itu Arish dan Aya masuk dan disambut oleh para orang yang bertugas dalam lepas landas kali ini.
"selamat pagi tuan muda dan nyonya, kami sudah mempersiapkan semua perlengkapan untuk perjalanan kami. mohon maaf saya karine petugas pantry pesawat pada hari ini."
"Pagi! " jawab Aya.
Arish hanya mengangguk semata.
Arish membawa gadis itu masuk kamar dan Arit berkata.
"Akhirnya sampai" pekik Aya.
"Alhamdulillah! " jawab Arish
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading semuanya