Twins Goals

Twins Goals
Chapter 53


__ADS_3

Kemudian Zahra terkulai lemas di kasur itu, tangan nya tak mampu menopang tubuh nya lagi. Kemudian Arvi berdiri dan melepaskan kain terakhir di tubuh nya.


"Ternyata aroma nya sangat segar dan khas! " batin Arvi.


"Kita mulainya dek! "


"Hah! " kaget Zahra di tengah dia mengatur nafas nya.


Arvi hanya tersenyum dan kemudian memposisikan dirinya untuk bisa memasuki milik Zahra yang ranum dan segar.


Arvi kemudian berusaha mencetak goal, tapi sangat susah sekali. Arvi mulai gugup karena Zahra sudah terlihat meringis dan dia tidak bisa membobol gawang nya.


"Apa benar, gatot ku akan gagal total malam ini? benar-benar doa abang dan kakak yang kurang aja! " batin Arvi sambil terus berusaha.


"Sakit dek?" tanya Arvi pada Zahra yang meringis.


"Iya mash," jawab Zahra.


"Apa kita berhenti dulu malam ini? " tanya Arvi tidak tega melihat Zahra nya kesakitan.


"Mas, Zahra akan tahan. Jangan perdulikan Zahra, ambil gak mas malam ini! " kata Zahra menguatkan Arvi karena menurut Zahra tidak adil rasanya jika Arvi tidak mendapat kan kepuasan nya sedangkan dirinya sudah bergetar di buat Arvi. Zahra tidak ingin mengecewakan suami nya.


Kemudian Arvi mengangguk dan sekuat tenaga Arvi hentakkan gatot nya untuk meringsek masuk.

__ADS_1


"Arghhh! " pekik Zahra sambil meringis mencengkeram seprai saat gatot masuk setengah ke dalam nya.


"Ahh, mahra ku! " pekik Arvi saat gatot nya masuk setengah.


Zahra mengerutkan dari karena mendengar nama lain yang di sebutkan suami nya, dada nya terasa sesak saat suami nya menyebut nama selain dirinya saat dirinya yang menjadi landasan pacu pertempuran.


"Mahra? " gumam Zahra pelan.


"Hosh, kenikmatan surga Zahra ku sayang! " kata Arvi yang membuat Zahra langsung tersipu. Zahra sudah hampir menangis salah paham.


"Nyebelin! " pekik Zahra sambil memukul pelan lengan Arvi. Arvi pun kembali m e l u m a t bibir Zahra untuk kembali mematik api g a i r a h nya. Sambil menghentakkan kuat agar gatot masuk sepenuhnya.


"Arghh, mashhh...! " d e s a h Zahra saat gatot yang memang g a g a h dan b e r o t o t itu memenuhi mahra.


Kemudian Arvi melanjutkan permainan mereka sampai menggapai puncak bersama. Mendaki dan terus berlari mengejar puncak tujuan pertempuran itu.


hingga puncak itu mereka gapai bersama.


"Arghhhh! " e r a n g a n panjang Arvi dan Zahra saat gatot menyemburkan jutaan benih berkualitas tinggi ke dalam ladang yang subur dan berkualitas juga. Bagaimana tidak berkualitas jika Arvi tidak pernah melakukan hubungan suami istri sebelumnya dan tidak banyak mengeluarkan benih nya sia sia.


Arvi pun jatuh di pelukan Zahra dan berguling bersama tanpa melepas yang di bawah sana.


"Sakit dek? Maafkan mas ya! " kata Arvi sambil membelai wajah cantik jelita dan imut istri nya.

__ADS_1


"Panas dan perih, kenapa minta maaf mas. Sudah menjadi hak mu! " jawab Zahra sambil tersenyum memandang wajah tampan suami nya.


"Terimakasih, kamu menjaga kehormatan mu untuk suami mu. Mas rasanya seperti pedofil sekarang! " kata Arvi sambil tersenyum tipis.


"Kenapa begitu mas? " tanya Zahra.


"Karena Mas berasa sedang m e n g g a u l i gadis SMP, kamu imut sekali. Berapa usia mu dek? " tanya Arvi sambil terus membelai wajah cantik istri nya.


"18 tahun mas! "


"Hah! "


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya

__ADS_1


hahah 29 tahun vs 18 tahun ni bos


Perjaka tua vs daun muda🤣


__ADS_2