Twins Goals

Twins Goals
Chapter 40


__ADS_3

Arish juga sangat ingin pulang, meminta maaf pada Abi nya. Kemudian beranjak menghapus air mata dan menatap ke arah Aya.


"Aku tidak bisa ikut bersamamu, Ar! " jawab Aja membalas tatapan Arish.


"Kenapa? Bukan nya kamu ingin pergi jauh dari Italia!" kata Arish.


"Iya, tapi bukan kamu dan Turki menjadi yang menjadi tujuan ku! " kata Aya dengan nada datar manut hati nya saat ini sedang tidak karuan, apa yang diinginkan Aya dengan hati nya berbanding terbalik.


"Ay! " kata Arish dengan ekspresi yang sulit di gambarkan, Aris sangat ingin memaksa Aya ikut tapi Aya bukan siapa-siapa nya, tapi Arish tidak ingin berpisah dengan Aya.


"Pulanglah Ar, abi mu membutuhkan mu. Rumah ku di sini! " kata Aya sambil tersenyum menenangkan.


Arish pun meminta ijin berbicara berdua dulu dengan Aya di dalam kamar nya dan Fatih tentu menolak nya karena bukan mahram.


Dengan segala bujur rayu akhirnya bisa berbicara berdua di ujung ruang dengan jarak yang jauh, selama masih satu ruangan dengan banyak orang Fatih memberi ijin.


Arish menggandeng Aya menuju ujung pintu masuk apartemen. Dan menatap intens Aya.


"I love you Ay, ikutlah dengan ku dan kita hidup berdua bertiga berempat dengan anak anak kita dengan bahagia di sana! " kata Arish pelan.


"Kita berbeda Ar, Aku tidak mungkin meninggalkan Tuhan ku demi manusia! " kata Aya kekeh dengan pendirian nya.

__ADS_1


Arish terdiam dan menatap Aya.


Jurang pemisah antara mereka nyatanya sangat dalam dan gelap. Antara idul fitri dan natal, antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. Kenyataan yang dari awal Arish coba tutupi nyata nya memang jurang itu terlampau dalam untuk di seberang i. Arish pun tak akan mampu mengambil anak Tuhan dan memaksanya menjadi hamba Allah.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan Tuhan ku, dan aku tidak se bejat itu untuk mengambil mu dari Allah mu. Maka berjalan masing-masing dan lupakan hari kemarin Ar! " kata Aya pelan sambil mengusap pipi Arish dan tersenyum dengan tatapan sendu.


Tidak bisa Aya pungkiri jika kebersamaan 1 minggu bersama Arish begitu berkesan, bagaimana Arish memperlakukan nya, kelembutan nya, kebaikan nya,tutur kata nya, semua yang ada pada diri Aris sangat mengambil atensi Aya.


"Berbahagialah Ay, aku akan mengunjungi mu suatu saat. Dan aku harap kamu sudah bahagia dengan pria lain. Agar aku bisa benar-benar pergi dari hidup kamu Ay! " kata Arish sambil memegang pipi Aya dan mengusap puncak kepala Aya.


Arish kemudian berjalan menuju abang dan adik nya, dan memberitahu jika Arish ingin membawa beberapa pakaian dan barangnya. Dan mereka pu mengijinkan. Aya hanya diam sambil melihat kemana arah Arish.


Arish berhenti di depan Aya dan mengambil tangan nya memberikan kartu berwarna hitam pada tangan Aya.


"Pegang lah untuk kehidupan mu! buang lah pakaian ku jika kamu menemukan laki-laki lain yang sama dan bisa membuat mu bahagia Ay. Aku akan sangat merindukan mu! " kata Arish kemudian mengusap puncak kepala Aya dan berjalan menjauh.


Arish, Arvi, Fatih, Kaelly kembali ke Turki dengan pesawat pribadi milik keluarga Kahraman. Namun semua diam karena tahu bahagia perasaan Arish. Mereka memberi waktu agar Arish bisa berdamai dengan hati nya terlebih dahulu.


Terbang di ketinggian dengan pikiran yang penuh untuk Aya, seorang gadis yang di temui nya seminggu lalu dan menguasai pikiran dan atensi nya. Gadis virgin yang dia ambil mahkota nya. Gadis yang bar-bar dan luar yang memeluk nya dan berkata sarkas itu, nyatanya seorang gadis yang terluka oleh kehidupan.


Ingin rasanya Arish melindungi gadis kecil itu, tapi gadis itu menolak perlindungan dan bersama dengan nya.

__ADS_1


Arish sedih dan sedikit kecewa dengan penolakan Aya, karena Arish sangat mencintai nya dan gadis itu selalu bilang jika dia akan berpisah dan tidak mungkin. Maka Arish memberi nya waktu.


Setelah semua urusan di Turki nanti selesai, Arish akan berkunjung dan melihat gadis yang telah dia renggut kegadisan nya itu.


"Rish, apa dia berbeda dengan kita? " tanya Fatih melihat kegelisahan Arish.


"Iya bang, dia anak Tuhan yang menolak menjadi hamba Allah! "


.


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya

__ADS_1


__ADS_2