
"Gatot! " gumam Arish.
"Apaan gatot dek, gagal total begitu? haha ada ada aja adek ini! " jawab Fatih.
"Gagah dan berotot kak, bang! " kekeh Arvi menjawab pertanyaan polos kedua kakak nya.
plak
"Semoga aja gak gagal total pas malam pertama ya gatot! " canda Arish sambil memukul pelan si gatot milik adik nya itu.
"Aw kak, jangan sampai istriku kecewa nanti. Enak aja asal mukul! " pekik Arvi sambil melindungi si gatot dengan kedua tangan nya.
"Hahahhaha! " tawa renyah Arish dan Fatih menggema di mobil itu. Fatih sangat bahagia bertemu adik-adiknya dalam keadaan yang jauh lebih baik dari terakhir ketemu yaitu saat abi meninggal.
Mereka bertiga bercanda dalam perjalanan menuju kediri yang cukup lama yaitu 4-5 jam perjalanan tergantung macet atau tidak nya.
Setelah beberapa jam mereka sampai di pondok dan pergi ke makan nenek kakek juga paman mereka yang di makam kan di makam pondok itu.
Setelah itu istirahat dan makan sore di rumah abang nya bersama abang dan mbak juga dua keponakan mereka yang cantik dan tampan juga sangat sopan dan sholeh sholehah.
Arvi dan Arish sangat bahagia jika bermain di pondok, karena mereka keluar dari kehidupan perusahaan yang hanya mengejar dunia saja. Rencananya malam mereka ingin tidur dan tinggal di asrama pondok laki-laki dan menikmati aktifitas pondok pesantren.
Fatih sangat menyukai ide kedua adik nya, selain agar istri nya tetap nyaman di rumah tidak canggung karena ada ipar nha di rumah, juga agar adek adek nya memperdalam ilmu agama dan bukan hanya dunia saja yang mereka kejar.
"Nanti ba'da magrib, kamu akan melakukan ijab qobul di masjid pondok. Apa kamu setuju? " tanya Fatih saat sudah selesai makan sore.
"Arvi ikut semua titah abang! " jawab Arvi.
"Kamu tidak ingin melihat calon istri mu terlebih dahulu? " tanya Fatih.
"Tidak bang, Arvi sepenuh nya menyerahkan keputusan siapa jodoh Arvi pada abang sebagai wakil abi. Dan juga Arvi ridho apapun jodoh yang Allah siapkan untuk Arvi bang." jawab Arvi mantap.
__ADS_1
"Baiklah, berpakaian yang rapi dan di mushola, disaksikan seluruh jamaah sholat magrib, ijab qobul akan di lakukan. Siapkan mas kawin semampu dan sekilas mu dek. Karena calon mu tidak memberatkan mu perihal mas kawin, dia telah ridho berapapun dan apapun mas kawin yang kau berikan! " kata Fatih pada Arvi.
"Kalau menurut abang gimana? " tanya Arvi.
"Yang tidak merendahkan harga diri istri mu! " jawab Fatih singkat dan jelas.
"Baiklah bang! " jawab Arvi.
Kemudian setelah makan sore Arvi dan Arish mandi kemudian menuju ke masjid untuk mengaji dan menunggu adzan magrib untuk sholat magrib berjamaah.
Jantung Arvi rasanya seperti ingin meledak, berdebar sangat kuat saat matahari mulai turun dan mulai gelap hingga Adzan magrib mulai di kumandangkan.
"Ya Allah jika dia jodoh ku, maka lancarkan lah lisan hamba untuk mengucapkan ijab qobul ini. Dan jika dia bukan jodohku maka gagal kan lah tanpa mempermalukan abang hamba karena kekuasan-Mu ya rabb! " doa Arvi dengan penuh keyakinan di tengah jantung yang sedang tak bisa di ajak santai.
Hingga doa dan zikir sudah selesai dan Fatih selalu imam sholat mulai menyampaikan hajat nya.
"Para jamaah yang dimuliakan Allah, jika berkenan tolong luangkan waktu nya sebentar untuk menjadi saksi adik saya mengucapkan Ijab qobul di sini! " kata Fatih membuka acara ini.
"Bapak silahkan maju ke depan! " kata Fatih meminta seseorang yang duduk di saf depan itu maju. Kemudian bapak itu maju dan duduk di samping kanan Fatih. Fatih kemudian memberi isyarat pada Arvi untuk maju ke depan di depan bapak itu.
"Apa yang kamu siapkan sebagai mahar pernikahan mu, dek? " tanya Fatih.
"Alat sholat, Berlian 24 karat 6 gram dan uang 10.000 dolar kak! " jawab Arvi dan sontak orang orang mulai berbisik.
"100.000 dolar ki piro to pak nek dadi duek Indonesia(100.000 dolar ini berapa ya pak kalau jadi uanh Indonesia)?" tanya bapak-bapak agak tua di saf ke tiga. Dan terdengar di telinga Fatih.
"Apa kamu ridho dengan mas kawin yang kamu berikan? Apakah bisa dalam rupiah saja? " tanya Fatih.
"Aku gak punya rupiah kak! " jawab Arvi polos.
"Berapa to kuwi pak kyai kalau jadi rupiah? " tanya ayah sang mempelai wanita.
__ADS_1
"1, 5 miliar pak usman! " jawab Fatih.
"Astaghfirullah. Apa gak kebanyakan itu le! " jawab pak Usman berbicara dengan Arvi.
"Tidak pak, itu tidak ada apa apa nya untuk bidadari surga saya yang telah bapak rawat sampai saat ini!" kata Arvi lembut.
"Apa kami tau siapa nama mempelai mu le? " tanya pak Usman berkaca-kaca. Dalam hatinya dia sangat bahagia melepaskan anak perempuan nya untuk adik kyai Fatih. Bermodal kan yakin dan patuh pada pak kyai ternyata Allah beri jodoh yang akan memuliakan putri nya.
"Tidak tau pak! " jawab Arvi.
"Lantas, kenapa kamu mau menikahi putri saya? " tanya Usman pada Arvi.
"Karena saya patuh dan percaya dengan jodoh yang kakak saya pilihkan dan InsyaAllah yang telah Allah siapkan pak! " jawab Arvi.
"Nama putri ku, Zahra khairun nisa. " jawab pak Usman.
.
.
.
.
.
.
Happy reading semua nya
Cie Arvi mau nikah ni ye,
__ADS_1
semangat gatot, eh Arvi maksud nya.