Twins Goals

Twins Goals
Chapter 24


__ADS_3

"Hahaha. Apa aku perlu cerita tuan asing! "


"Tentu saja! "


"Kenapa? " tanya Aya bingung.


"Karena kau sekarang milik ku, milik ku seorang!"


"Hahahaha! " tawa Aya sangat nyaring dan renyah di dalam pelukan Arish.


mereka masih saling berpelukan di dalam selimut tebal nya itu. Merasakan hangat pelukan dan nyaman nya satu sama lain. Arish menghirup dalam- dalam aroma rambut Aya, wangi bunga tulip bercampur sedikit mint yang menyegarkan sangat menenangkan.


"Kenapa tertawa? Hmm? " tanya Arish sambil tersenyum dan menghirup wangi Aya.


"Kau lucu tuan asing, kita hanya dua orang yang tidak saling kenal dan saling membantu! " kata Aya sambil mengendus-endus aroma maskulin dari dada Arish.


"Saling membantu? "


"Iya benar, aku membantu mu menyalurkan hasrat mu dan kamu membantu kan dalam pelarian ku! "


"Tujuan mu kemana? "


Aya mendongak kan kepala dan menatap mata Arish.


"Ternyata dia serius dari tadi! " batin Aya.


"Hmm?" tanya Arish sambil mengangkat kedua alis nya.


"Spanyol! " jawab Aya kembali masuk ke dalam dada Arish.


"Why? bukan nya kau mau pergi?"


"Betul. Aku ingin pergi dari Italia dan akan menetap di Spanyol! "


"Kenapa? bukan nya Italia, vatikan ada negara yang maju dan menjadi kiblat fasion, di kota metropolitan ini kamu akan menemukan yang semua wanita inginkan! " kata Arish.


"Apa yang di inginkan wanita? "


"Barang branded, uang, kekayaan, dan kemegahan!"


Aya hanya tersenyum.


"Kenapa? "


"Aku muak dengan semua itu, aku muak dengan barang branded, aku muak dengan uang, aku muak dengan kekayaan yang berasa sangat men cekik ku! "


"kenapa? bukan kah orang asing saling bercerita!" kata Arish penasaran dengan hidup yang di jalani Aya.


"Daddy dan mommy menikah karena sebuah pertemuan yang tidak sengaja, mereka memadu kasih, saling mencintai dan menikah. Daddy yang sangat berambisi akan kekayaan memboyong mommy ku dari Spanyol ke Italia. Daddy ku asli Roma dan mommy ku barcelona! " kata Aya menjeda ucapan nya.


Aris masih setia mengelus kepala gadis nya itu yang sudah tidak gadis lagi.

__ADS_1


"Kau tau alasan nya? " lanjut Aya.


"Karena Italia negara maju, pendapatan per kapita nya tinggi dan itu mendukung ambil daddy mu dan barcelona adalah negara berkembang dengan taraf hidup yang menengah dan kebawah dan pendapatan rendah!" jawab Arish polos sesuai kaca mata bisnis.


"Tepat sekali. Tapi daddy ku tidak memperdulikan keinginan mommy ku yang hanya ingin hidup tenang dan sederhana, dekat, dicintai dan dikelilingi keluarga yang hangat. Daddy ku dengan semua ambisi nya mematahkan harapan mommy ku yang hanya ingin hidup bahagia! "


"Lalu? " tanya Arish.


"Mommy ku hidup tertekan dalam sangkar emas dan diciptakan oleh daddy ku, mommy hidup dengan banyak uang, kemewahan, barang branded tapi dia tidak bahagia. Mommy selalu berpesan padaku untuk menjalankan hidup yang aku inginkan! " kata Aya.


"Jadi mommy mu di Barcelona sekarang? "


"Mommy ku disini bersama kita! " jawab Aya lirih.


"Haaa! " kaget Arish.


"Iya, mommy ada di meja. Bubuk abu mommy ku ada di kantong itu! " jawab Aya sambil menunjuk kantong yang ternyata dia ikat di pinggangnya dan dia bawa kemana pun.


"Kamu! "


"Hanya sebagian dan sudah safety! " potong Aya.


"Bagaimana bisa? "


"Aku membawa kemanapun, agar setiap ada kesempatan kabur aku sudah membawa abu mommy ku, aku akan menabur pada tempat yang dia inginkan, sesuai janjiku! "


Arish tak bisa berkata- kata lagi, dia hanya mengeratkan pelukan nya pada Aya.


"Yang mengejarku tadi ada orang daddy ku, daddy ku menikah kembali setelah mommy ku meninggal karena sakit, semenjak sakit menggerogoti mommy ku sih lebih tepat nya daddy sudah menikah lagi, penyakit yang sudah parah itu semakin parah dengan adanya penyakit hati! "


"haha. Aku selalu mengingatkan setiap hari Ar. Mommy selalu menceritakan indah nya Barcelona, hangat nya keluarga nya, Dolores! "


"Dolores? "


"Hmm. Dayanara Dolores! " kata Aya.


"Nama yang indah! "


"Di Spanyol Dayanara artinya kuat dan Dolores sendiri diambil dari Maria De Los Dolores atau mary of sorrow, jadi Dolores yang mencerminkan nama bunda maria. Kau tak akan tau Ar, karena kau Islam! " kata Aya.


"Bagaimana kau tau! "


"Aku melihat sekian nama di ponsel mu saat di restoran tadi, Muhammad Arish Kahraman! "


"Kau. Wakakaka ternyata kau sangat jeli menemukan target yang tepat! " canda Arish.


"Enak saja! aku hanya memastikan kau lajang Ar! " kata Aya.


"Kita adalah ketidak mungkinan yang dipertemukan! " gumam Aya.


"Kata siapa tidak mungkin, mungkin jika Allah berkehendak!" kata Arish.

__ADS_1


"Tidur yuk, Jangan memaksakan sesuatu yang tidak mungkin! " kata Aya.


"Mungkin Ay! " kekeh Arish sambil menangkup kedua pipi Aya dan di bawa menatap mata nya.


Aya hanya tersenyum.


"Siapa yang akan pindah? aku? atau kamu? " tanya Aya.


"Pasti ada jalan! "


"Aku tidak mau. Terlalu dini memikirkan itu! bukankan kita saling membantu dalam pelarian ini! " kata Aya tegas.


"Baiklah! "


Kemudian Aya kembali ke dalam pelukan yang nyaman milik Arish dan mereka masuk dalam buaian mimpi.


"Entah kenapa aku sudah klik dengan kamu Ay! "gumam Arish.


Dan Arish pun menyusul Aya dalam peraduan mimpi masing- masing.


Sedangkan di belahan bumi yang lain, laki laki paruh baya yang sedang koma tersebut berbaring dengan damai di tempat tidur nya. Entar berapa lama lagi mata tua itu menutup dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.


Ditemani sang putra bungsu nya.


Arvi dengan setia selalu menjaga abi nya dan membersihkan tubuh abi nya serta mencari keberadaan kakak nya juga mengurusi perusahaan yang begitu besar nya seorang diri.


Arvi yang setelah pulang dari kantor sore langsung akan ke rumah sakit untuk menggelap dan mengoles gel pada tubuh abi nya agar tidak terluka karena tidak bergerak. Setelah nya dia mandi dan menemani sambil bercerita dengan abi nya.


Mau tidak mau dia harus kembali ke perusahaan karena sudah hampir 6 hari abi nya koma.


"Abi. Abi tau gak Arvi sepi sekali kalau abi tidur terus gini. Arvi sendirian bi! " kata Arvi sambil memegang tangan abi nya.


"Arvi rindu abi, arvi rindu keluarga kita yang dulu. Arvi harus bagaimana bi! " Arvi sudah meletakkan dahi nya di tangan abi yang terinfus itu.


Lelahnya fisik, lelah hati, lelah pikiran membuat Arvi sedikit goyah. Tak memiliki temoang mengadu dan menguatkan jiwa nya yang mulai goyah.


Abi satu- satunya tangan yang menggenggam nya kini tak lagi menggenggam erat tangan nya.


"Hiks. Abiii Hiks! "


"Arvi harus gimana bi. Hiks! "


"Arvi pasti kuat kan bi? "


.


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading semua.


Boleh emosi di kolom komentar aja ya, sebel bgt adiknya mati- matian bertahan, kakak nya malah tidur aam cewek😣


__ADS_2