Twins Goals

Twins Goals
Chapter 54


__ADS_3

"18 tahun mas! "


"Hah! pantas saja mas adek masih terlihat sangat muda sedangkan mas sudah tua! " jawab Arvi pada Zahra.


Kemudian Zahra mendekat dan mempererat pelukan nya pada suami nya itu, karena Zahra merasa suami nya sedang tidak percaya diri.


"Kata siapa mas? mas terlihat sangat muda dan tampan. Adek rasa mas usianya baru 23 tahun. Kita hanya beda 5 tahun mas! " jawab Zahra sambil tersenyum.


"Mas sudah 29 tahun sekarang! " jawab Arvi cemberut.


"Mas, tau tidak berasa jarak usia Rasulullah dengan istri nya ibunda Aisyah r. a? " kata Zahra.


"Iya, saat itu Rasulullah usia 50 tahun dan ibunda Aisyah r. a berusia 13 tahun. Jarak nya 37 tahun! " kata Arvi menjawab pertanyaan Zahra.


"Kita hanya 11 tahun mas, lalu apa masalah nya? lagi pula aku memakai niqab ku. Tidak ada yang tau aku usia berapa? Hanya suami ku yang bisa memandang wajah ku dengan puas! " kata Zahra sambil tersenyum begitu damai.


Arvi yang mendapat kan perlakuan sedemikian rupa langsung meleleh seketika, dia memeluk erat istri nya itu dan mencium i puncak kepala istri nya.


"Adek sejak kapan bercadar? " tanya Arvi pada istri nya.


"Sejak adek mulai menstruasi mas! " jawab Zahra.


"Adek, maafkan mas ya kalau tidak pandai dalam agama! Kita sama-sama saling mengingatkan dan menggapai ridho Allah ya dek! " kata Arvi pada Zahra.

__ADS_1


"Iya mas, adek menikah dengan mas atas izin Allah, dan adek percaya Allah akan membimbing kita! " jawab Zahra.


Arvi tersenyum dan meng aamiin i doa istrinya sambil memeluk erat istri sah nya itu. Kemudian mereka berdua terbuai dengan dunia mimpi karena kelelahan melakukan pergumulan panas mereka beberapa jam lama nya.


Sedangkan di pondok, Arish yang tadi tertidur kini terbangun karena melihat seluruh pengurus pondok mulai bangun dan bersiap. Arish melihat jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari.


"Mas, mau ada apa ya? " tanya Arish.


"Mau mendisiplinkan santri-santri gus, untuk sholah tahajud! " jawab salah seorang pengurus.


"Oh, baiklah! " jawab Arish. Yah kalau di pondok ini bagaimana pun bentuk nya di panggil gus, karena keturunan dari kyai. Walaupun tidak gus 100%, kalau bahasa gaul nya setengah gus karena umma nya kyai pondok ini dan abi nya bukan anak kyai sehingga Arish setengah gus.


Kemudian Arish yang sudah bangun ini kembali ke rumah utama masih di lingkungan pondok bagian depan, karena akan mandi.


Arish tak ada sedikit pun rasa takut walaupun gelap sekali jalan menuju rumah utama kawasan pondok depan yang isinya rumah kiyayi pondok ini.


"Abang ini ih, mbok ya dipasang lampu gitu to! " gerutu Arish sambil berjalan mengambil ponsel nya untuk di gunakan sebagai penerangan.


Sampai terlihat rumah Abang nya, Arish semakin cepat berjalan agar segera sampai dan saat di depan pintu Arish mendengar suara yang tidak lazim.


"Suara apa ini? " batin Arish mendekat dan semakin mendekat ke arah pintu rumah abang nya.


"Ahhhh dekh, Ahhh....! " d e s a h abang nya terdengat di pintu depan.

__ADS_1


"Ahhh abanghh... ! " d e s a h istri abang nya menyahuti abang nya.


"Dasar pasangan lama gak punya etika! " batin Arish kesal saat sudah tau dari mana suara itu berasal.


"Ahhh.. pelan dek nanti anak anak bangun! " kata abang nya sambil di sertai d e s a h a n.


"Ahhhh abangghh ihhh, kenapa minta Ahh di ruang tamu! " d e s a h istri abang nya sambil mengomel.


"Sensasi baru dek! "


.


.


.


.


.


Happy reading semuanya


Gatau lagi kenapa sih tiga bersaudara ini Arish yang paling ngenes, kudu mendengar suara panas tu🤣

__ADS_1


__ADS_2