Twins Goals

Twins Goals
Chapter 55


__ADS_3

"Ahhhh abangghh ihhh, kenapa minta Ahh di ruang tamu! " d e s a h istri abang nya sambil mengomel.


"Sensasi baru dek! " kata Abang nya dengan disertai suara aneh itu.


Arish yang ada di depan pintu pun jadi bingung harus berbuat apa. Mau masuk tidak mungkin mengganggu pengantin basi sedang bercocok tanam.


Jika Arish kembali nanti apa yang harus dia jawab, ditambah lagi jika ada yang datang dan mendengar suara aneh ini bahaya. Harga diri abang nya sebagai pemimpin pondok akan dipertanyakan.


"Benar-benar ya bang, astaghfirullah. His kenapa hanya aku yang mengenaskan. Arvi sedang mengasah gatot nya dan abang sedang menikmati sensasi baru. Aku hanya mendengarkan suara yang membuat doi berdiri! " batin Arish yang akhirnya memutuskan untuk pasang telinga pura pura gak dengan dan menjadi satpam di antara d e s a h a n yang berasal dari dalam.


"Ahhh abanghhhh..! "


"Ahh adekhh, ahh... ahhh..! "


"Abanghhh, gak kuat hh banghh...! "


"Sebentar lagi dekhh..! "


"Abanghh..!


"Adekkhh..!


"Ahhh adek kenapa masihhh sangathh sem.. pithhhh..! "


"Ahhhh abanghhh..jangan kerashh kerashhh anak anak bangunhh..! "

__ADS_1


d e s a h a n demi d e s a h a n dan racauan kedua orang itu membuat orak Arish benar-benar terbakar. Belum lagi adek nya yang sejak tadi berdiri sudah dengan g a g a h nya menantang Arish.


Dari kejauhan terlihat wakil nya Fatih sebagai ketua pelaksana pondok terlihat datang. Arish langsung berlari menghampiri orang itu agar tidak mendekat dan mendengar suara yang luar binasa itu.


"Mas, mau ke rumah ya? " tanya Arish.


"Iya gus, saya pikir pak kyai belum bangun! " kata bapk itu.


"Abang saya absen dulu hari ini, beliau sedang agak kurang enak badan pak. Sejak tadi mengeluh terus! " kata Arish.


"Mengeluh keenakan menikmati malam panas dengan istri nya maksud nya pak! " lanjut Arish dalam hati nya.


"Oh begitu, syafakallah. Saya ke masjid sekarang juga kalau begitu! " jawab bapak itu kemudian salam dan berbagi kembali ke masjid.


"Arghhhh..!


"Arghhhh... Heeeeeegggggg... ahhh nikmat sekali sayang..! "


Hingga erangan itu terdengar dan hening.


"Alhamdulilah, sudah selesai. Kamu aman bro sekarang, ayo tidur lagi..! " kata Arish sambil mengusap yang di bawah sana.


"Abang jangan nakal gini lagi, kalau ada pak usman atau pak ketupel datang gimana? " kata istri nya abang.


"Sekali ini aja dek, biar ada cerita main di ruang tamu! " jawab Fatih santai dan terdengar langkah kaki menjauh.

__ADS_1


Arish bisa tau jika kakak nya menggendong istrinya itu menuju ke kamar nya.


"Abang memang sangat memuliakan istrinya. Kamu abang yang luar biasa dan suami yang buat biasa juga bang. Aku jadi tidak marah padamu! " batin Arish kemudian menyenderkan punggung nya di penyangga sofa.


Kemudian Arish kembali ke asrama putra untuk mandi dan bebersih, karena Arish tidak jadi membahas malam ini dan menganggap hanya mimpi saja. Karena abang nya pasti akan malu.


"Setidaknya, aku menyelamatkan dirimu dari ketua pelaksanaan malam ini, sehingga tidak mendengar suara aneh mu bang.! " kata Arish sambil berjalan dan bergumam sendirian.


"Baiklah bro, mari kita sejahtera kan kamu dengan kekuatan sepuluh jari. Tenang ya nanti kita cari sarang yang tepat untuk mu!


.


.


.


.


.


Hapu reading semuanya


Jangan pada bayangin kekuatan sepuluh jari ya.


Biar Arish yang tau🤣🏃‍♀️🏃‍♀️

__ADS_1


__ADS_2