Viendra Dan Viona

Viendra Dan Viona
eps 6


__ADS_3

Di rumah Andra.


Ibu Sumi terkejut dan heran mendengar suara berisik para warga di depan rumahnya.


Tok tok tok! ”Assalamu 'alaikum! Bu Sumi...” seru para warga, termasuk Pak RW.


Ibu Sumi berdiri dari duduknya mempercepat langkah membuka pintu rumah. Dia sangat penasaran ada keributan apa di luar?


Ia terkejut melihat Andra di pegang kuat-kuat sama warga. Ia juga terkejut melihat Nia yang ada di samping Andra, juga ada Pak RW.


Ibu Sumi melihat pak rw dengan bingung. Ia pun bertanya, ”Pak RW, ada apa ini, Pak?”


”Anak ibu Sumi, si Andra telah melakukan dosa!”


”Ya, Andra ingin menodai Nia!”


”Iya, Andra harus bertanggung jawab pada Nia.”


Para warga berucap sahut-sahutan, menjawab pertanyaan ibu Sumi. Mereka berbicara menyudutkan Andra dengan penuh emosi.


Ibu Sumi terkejut, wajahnya terlihat sedih. Ia menggeleng dengan cepat. ”Tidak! Ini...ini tidak mungkin! Anakku...anakku Andra tidak mungkin melakukan hal tercela,” ucapnya membela Andra.


”Tidak mungkin apanya, ibu Sumi?! Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri... apa yang telah terjadi antara Andra dan Nia!” seru para warga lagi.


Ibu Sumi melihat Andra. Andra menggeleng dengan sedih. Warga berbicara semakin menyudutkan Andra.


Pak RW menaikkan tangannya ke atas. Warga terdiam.


”Ibu Sumi, kami telah menemukan Andra dan Nia di dekat kali. Mereka berdua...Andra sedang menindih tubuh Nia.” ungkap Pak RW.


”Tapi Pak RW...ini... ini tidak mungkin! Saya... saya sangat mengenal anak saya itu seperti apa. Dia tidak mudah bersentuhan atau menyentuh seorang wanita.” ucap ibu Sumi kembali membela Andra.


”Tapi ini kenyataannya, Ibu Sumi! Kami tidak mengada-ada. Tanyalah pada Nia kalau ibu Sumi tidak percaya!” tegas Pak RW.


Ibu Sumi kembali melihat Andra dan Nia yang menunduk.


”Hei...anak tidak tahu diri!! Apa yang sudah kamu lakukan pada anakku?!” terdengar suara seorang wanita dari arah belakang Andra dan Nia. Suaranya sangat ketus dan wajahnya marah melihat Andra.


Andra, Nia, ibu Sumi, dan pak RW melihat ke arah wanita itu. Ibu Salsa dan pak RT berjalan mendekati Pak RW.


”Tenang... Ibu Salsa! Kita bicarakan ini dengan baik-baik!” ucap Pak RT, menenangkan ibu Salsa, ibunya Nia.


”Mau tenang bagaimana, Pak RT?! Anak gadis saya digituin sama pria tidak tahu diri ini! Ibu siapa yang mau terima anak gadisnya di lecehkan begitu?!” ucap ibu Salsa berapi-api.


”Iya, betul itu! Betul!” seru para warga.


”Tenang! Tenang!” ucap Pak RT dan Pak RW. Semua warga kembali terdiam.


”Andra, bisa kamu jelaskan apa yang sudah terjadi di antara kalian berdua?” tanya Pak RT pada Andra.


”Saya baru selesai mandi dan ingin pulang ke rumah. Nia datang menghampiri saya. Dia menanyakan kabar saya dan keberadaan saya selama dua tahun ini. Dia terpeleset dan saya membantu menahan badannya supaya tidak terjatuh, dengan memegang pinggangnya. Gak tahunya... malah kami berdua sama-sama terjatuh, dengan posisi saya berada di atasnya Nia.” ungkap Andra.


”Halla...masih menyangkal lagi!”


”Dasar! Anak muda sekarang makin tidak tahu aturan!”

__ADS_1


”Apa di kota mereka sering melakukan hal begini?”


Cibir para warga yang di tujukan pada Andra.


”Tenang!” kembali Pak RT mengingatkan warga. Warga terdiam dengan geram.


”Apakah ucapan mu ini benar, Andra?” tanya Pak RT lagi pada Andra.


”Iya, pak RT. Saya tidak berbohong.” jawab Andra dengan tegas.


Viona berdiri di tengah kerumunan warga, tangan kirinya menggenggam erat pakaian kotor Andra dan perlengkapan mandi Andra. Tangan kanannya memegang hapenya. Ia melihat lagi layar hapenya.


Video yang terekam masih terus terputar, hanya suaranya saja yang di kecilkan. Ia masih menyaksikan hal di depannya. Ia ingin melihat bagaimana Andra akan membela dirinya.


”Nia, saya ingin mendengar kesaksian darimu. Berkata lah dengan jujur, apa yang terjadi sebenarnya di antara kalian berdua. Apakah yang di katakan oleh Andra itu benar? Semua ini hanyalah salah paham saja?” tanya Pak RT pada Nia.


”Andra dan aku...kami berdua...kami... melakukannya pun karena sama-sama mau.” jawab Nia.


”Nah, tuh kan! Yang wanita saja di akui... yang pria kok malah berdusta!”


”Laki-laki apaan? Gak bertanggung jawab!”


Cibir para warga lagi untuk Andra.


Andra tidak menghiraukan cibiran warga. Perkataan Nia, membuat Andra melihat kasihan pada Nia. Wanita itu sangat berani bermain dengan harga dirinya. Seperti inikah aslinya sifat wanita yang dia cintai dua tahun yang lalu?


Viona tersenyum kecut melihat Nia. Wanita itu terlihat cantik, apalagi dengan rambut panjang hitam lurusnya yang terurai rapi hingga di punggungnya, tambah membuat kecantikan Nia semakin mempesona di kulit putihnya.


Raut wajah Viona berubah sedih saat melihat Andra. Pria itu terlihat bingung dan serba salah. Ucapan yang di katakan pria itu benar, tetapi semua bukti yang ada menempatkan dirinya bersalah.


Plak! Ibu Sumi menampar wajah Andra.


Viona juga terkejut melihat itu.


Plak! Satu tamparan lagi yang Andra terima dari ibu Salsa, ibunya Nia. Nia sendiri terkejut melihat mamanya menampar Andra.


”Dua tahun yang lalu...dua tahun yang lalu kamu tidak bisa mendapatkan putriku, dan membuat putriku batal menikah dengan pria lain! Sekarang...sekarang kamu bersiasat licik begini untuk mendapatkan putriku kembali? Apa kamu tidak sadar diri juga siapa kamu? Meskipun kamu sudah bekerja dengan gaji tinggi di kota, saya tidak akan membiarkan anak saya menjadi istrimu!” ucap ibu Salsa. Dia sangat marah dan geram pada Andra.


Viona terkejut. Ia melihat Nia dan Ibu Salsa bergantian.


Dua tahun yang lalu? Oh, jadi ini wanita dan ibu dari wanita yang di ceritakan oleh ibunya Andra padaku itu? benak Viona.


”Mama, mengapa Mama masih egois seperti ini? Apa Mama tidak memikirkan perasaan Nia? Andra dan Nia sudah seperti ini, Mama masih tidak merestui kami?” ucap Nia membela Andra.


”Sudah sampai di mana kalian melakukan dosa? Hah? Apa kalian sudah saling menikmati?” tanya ibu Salsa pada Nia.


Nia menggeleng.


”Besok kita pindah ke kota! Di sana akan ada banyak pria yang sepadan yang akan menikahi mu! Mama sudah mengatur pernikahan mu di sana!” ucap ibu Salsa.


”Ibu Salsa tidak bisa begitu! Aturan di desa ini... jika kita melihat atau menemukan anak lelaki dan wanita sedang berduaan tanpa ada orang lain, mereka harus di nikahkan!” ucap Pak RT menjelaskan.


”Tidak perlu! Aku tidak akan tinggal di desa ini lagi! Aku akan kembali ke kota, anakku sudah mempunyai calon suami sendiri!” kekeh ibu Salsa. Dia memegang tangan Nia. ”Nia, ayo pergi,”titahnya sambil menarik tangan Nia.


”Mama...Mama tidak bisa begitu! Aku dan Andra saling mencintai!” teriak Nia, ia berontak, menarik tangannya dengan keras hingga tangannya terlepas dari genggaman mamanya.

__ADS_1


”Tante, meskipun saya miskin, saya tidak berniat ataupun memiliki pikiran picik untuk mendapatkan anaknya Tante. Setelah saya putus dengan Nia dua tahun yang lalu, saya sudah tidak mencintai Nia lagi. Dan saya tidak melakukan hal tercela pada anaknya Tante. Sedikit pun saya tidak melakukannya.” ucap Andra membela diri.


Nia berdiri di hadapan Andra, ”Kakak? Aku tahu kalau kakak masih mencintai ku. Makanya kakak memelukku, mencium ku, dan__”


Plak! Sekali lagi Andra mendapatkan tamparan dari ibunya, ibu Sumi. Membuat Nia terdiam, tidak melanjutkan lagi ucapannya, karena terkejut.


”Kamu masih mengelak? Kamu sudah menyentuh nya...apa kamu sudah lupa dengan kata tanggung jawab?” tanya ibu Sumi pada Andra.


Andra menggeleng. ”Andra berkata jujur, Ibu. Andra tidak menyentuhnya,” ucapnya membela diri.


”Tidak perlu ada tanggung jawab! Anakmu dan anakku belum melakukan hal di luar batas! Anakku akan menikah dengan pria lain!” sahut ibu Salsa. Ia kembali menarik tangan Nia dan melangkah.


Andra sudah tidak bisa membela dirinya lagi. Aku harus membantunya... sebelum Nia dan ibunya pergi dari sini, nama ibu Sumi dan Andra harus bersih. benak Viona.


Viona maju, ia menahan langkah kaki ibu Salsa dan Nia dari arah depan kedua wanita itu. ”Tunggu, kalian berdua belum bisa pulang, masalah ini belum selesai.” ucap Viona.


”Heh! Siapa kamu? Berhentilah bicara omong kosong di sini! Dan jangan menghalangi jalan ku!” bentak ibu salsa pada Viona.


Viona menarik sudut bibir kanannya ke atas melihat ibu Salsa dan anaknya. Kemudian, Viona melihat Andra yang ternyata sedang melihatnya. Keningnya mengerut seketika melihat wajah Andra yang sedih.


Andra sangat sedih, matanya berkaca-kaca. Apakah Viona juga menganggapnya bersalah? Apakah Viona merasa jijik pada dirinya? Andra menunduk sesaat, air matanya menetes di pipinya.


Kok, dia menangis? benak Viona. Ia bingung sendiri. Apa yang membuat Andra menangis.


”Maaf, para warga, Pak RT, Pak RW, Ibu, Tante. Dari tadi saya hanya terdiam menyaksikan hal ini. Saya hanya mau melihat apakah gadis-gadis di desa semuanya dapat di percaya atau tidak? Rupanya...gadis di desa tidak jauh berbeda dengan gadis-gadis di kota__”


”Apa maksud mu bicara seperti itu? Siapa kamu?” pangkas ibu Salsa membentak Viona.


”Saya Viona, saya tinggal di rumah Andra sudah cukup lama. Saya tahu dengan sifat Andra, Andra bukan tipe pria yang gampang menyentuh wanita. Dia sangat menghargai wanita.” ucap Viona membela Andra.


Andra tersenyum senang, rupanya Viona percaya padanya.


”Kamu tidak melihat apa yang terjadi... jelaslah kamu membela Andra.” sahut Pak RW.


”Saya punya bukti atas apa yang saya ucapkan. Andra tidak bersalah! Pelukan, ciuman, itu tidak benar. Hal itu tidak ada sama sekali.” ucap Viona. Ia melihat layar hapenya memutar kembali video yang terekam, dari awal. Dia membesarkan suara dan loud speaker hapenya di aktifkan agar semua orang dapat mendengar sendiri percakapan antara Nia dan Andra. Dia memberikan hapenya tersebut pada Pak RT dan Pak RW. ”Lihatlah Video ini, Pak RT, Pak RW.”


Andra nampak bingung. Bukti apakah yang di miliki Viona? Video apa yang di tunjukkan Viona pada Pak RT dan Pak RW?


Pak RT dan Pak RW mengambil hape Viona. Mereka berdua sama-sama melihat video yang sedang terputar itu.


Dalam video itu nampak pemandangan indah di belakang rumah Andra. Pohon kelapa, pohon pisang, bunga-bunga, pohon jambu tidak luput dari kamera.


Suara ayam yang berkokok, suara burung-burung kecil, dan kupu-kupu yang terbang dari bunga satu ke bunga yang lain juga terekam.


”Apa-apaan ini! Kamu ingin menipu kami?” tanya Pak RT dan Pak RW dengan marah pada Viona.


”Tidak Pak RT, Pak RW... teruslah lihat dalam rekaman video itu.” jawab Viona.


”Kak Andra...” terdengar suara Nia yang memanggil Andra dalam video tersebut.


Pak RT dan Pak RW segera melihat ke layar hape saat mendengar suara Nia tersebut.


Nia terkejut, matanya membulat melihat Viona. Bahkan tatapan Nia marah dan benci pada Viona.


Viona memiringkan kepalanya dan menarik sudut bibir kanannya ke atas melihat Nia. Ia tidak peduli pada tataran tajam Nia padanya.

__ADS_1


Suara percakapan di antara Nia dan Andra di dengar juga para warga. Pak RT dan Pak RW menggeleng kepala. Kebenaran telah mereka ketahui.


Video berakhir saat para warga menghampiri Andra dan Nia. Pak RT mengembalikan kembali hape Viona pada Viona.


__ADS_2