
Author POV
Gladys kembali ke rumah sakit mengurus Linzy , sejauh ini kondisi Linzy sudah membaik. Gladys merawat Linzy dengan baik dengan bantuan Glory dan tak lupa dengan dokter Vernon yang rajin mengecek kondisi Linzy dari hari ke hari.
“ Siang nanti kamu sudah bisa pulang sayang , dokter Lucianno dan dokter Vernon sudah mengatakan pada mommy jika kondisimu sudah membaik dan diperbolehkan pulang" jelas Gladys pada putrinya.
“ Terimakasih mom , dengan begitu aku bisa sekolah lagi" ucap Linzy seraya tersenyum.
“ Heum. Sepertinya princess mommy sudah tak sabar untuk bersekolah lagi ya?"
Linzy hanya tersenyum jujur saja ia sangat merindukan buku - buku dan tugas - tugas sekolah apalagi sudah seminggu ia tak masuk sekolah , sudah dipastikan pasti tugasnya akan menggunung.
“ Tugasku akan banyak setelah ini mom"
“ Mommy tahu tapi Glory bersedia membantumu kok , ia sudah mengerjakan catatanmu tadi"
“ Mengerjakan catatan ku? Haish dasar Glory , anak itu benar - benar"
Gladys hanya tersenyum melihat anaknya yang merasa kesal dan cemberut seperti itu. Wajahnya benar - benar sangat lucu.
Tak lama kemudian masuklah Glory kedalam kamar inap Linzy , kali ini dia tak sendiri dengan Martin tentunya.
Senyum Linzy langsung pudar seketika saat matanya bersitatap dengan Martin.
“ Hai sayangku , apa hari ini kau sudah siap untuk meninggalkan rumah sakit?"
“ Tentu aku siap" jawab Linzy sekenanya.
“ Hey , nampaknya kau tak senang meninggalkan rumah sakit ini. Ada apa? Apa kau tidak rela untuk pulang ke rumah? " goda Glory pada Linzy.
“ A - apa maksudmu ?" balas Linzy dengan rona merah dipipinya.
“ Ahh... Sepertinya aku benar kau tak rela meninggalkan rumah sakit karena dokternya sangat tampan bukan?" goda Glory lagi.
Linzy hanya bungkam seribu bahasa tak mampu membalas perkataan Glory mungkin dirasa tepat sasaran.
“ Ahh jadi benar anak mommy sedang jatuh cinta saat ini , pada siapa ? Apa pada dokter yang waktu itu berkunjung ke rumah?" mommy nya ikut menggodanya.
Linzy hanya mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela ia merasa malu wajahnya memanas mungkin sudah seperti kepiting rebus saat ini.
“ Lihat aunty wajahnya seperti kepiting rebus saat ini hahahaha... " Glory tertawa puas , ia merasa berhasil mengerjai Linzy.
“ Sudahlah hentikan kasihan sekali anak mommy ini , tapi jika kau menyukai dokter Vernon mommy rasa mommy setuju" jelas Gladys.
“Aku juga Linzy " Glory menyetujuinya.
Linzy menghela nafas lelah , sejujurnya ia sendiri tidak percaya tentang apa itu cinta. Entahlah ia belum pernah merasakannya dan ia tidak yakin.
Skip....... ( setelah keluar dari Rumah Sakit )
Hari ini Linzy sudah kembali bersekolah , setelah beberapa malam ia begadang demi mengejar ketertinggalan tugas dan mengumpulkannya hari ini setelah jam belajar - mengajar berakhir.
“ Glory bisakah kau menemaniku ke kantor guru nanti ? Aku ingin mengumpulkan tugas setelah seminggu absen" ujar Linzy pada Glory.
“ Tentu " jawab Glory seraya tersenyum.
Linzy merasa aneh dengan suasana kelasnya hari ini. Kemana perginya Aletta sedari tadi ia tak melihatnya tidak biasanya dia absen seperti ini apalagi tanpa keterangan , hendak bertanya pada Glory namun ia urungkan.
Melihat gelagat aneh sahabatnya Glory pun bertanya - tanya dalam hati , namun karena saking gemasnya ia bertanya pula pada Linzy.
“ Kamu ini kenapa?" tanya Glory pada akhirnya.
“ Aku... Sebenarnya selama aku absen ada kejadian apa? Kenapa mereka semua melihatku? Lalu kemana perginya Aletta?" tanya Linzy penasaran.
Glory hanya memandang santai dia memperhatikan sekeliling ternyata benar Linzy diperhatikan oleh semua orang pasti sahabatnya merasa tidak nyaman.
“ Letta tidak masuk selama 3 hari karena mengalami pembullyan sepertinya"
“ Pembullyan yang bagaimana?"
__ADS_1
“ Kudengar perusahaan orangtuanya gulung tikar Linzy dan itu jadi pemberitaan besar bagi sekolah. Dia jadi bahan cibiran bagi beberapa siswa/i disekolah. Bahkan kedua temannya pun menjauhinya"
Linzy membelalakan matanya tak percaya apa benar terjadi seperti itu selama ini ia bahkan mengaku terkejut.
“ Kenapa bisa begitu? Malang sekali nasibnya" ucap Linzy sendu.
“ Hah... Aku juga tak tahu sayangku mungkin ini sudah saatnya karma bicara" ucap Glory santai.
“ Kau ini" ucap Linzy kesal. Glory hanya nyengir tanpa dosa. Bel tanda masuk sudah berbunyi dan dimulai lah pelajaran.
Skip saat Istirahat.......
Istirahat sudah dimulai beberapa menit yang lalu dua sahabat ini bergegas menuju kantin untuk makan siang mereka. Lagi dan lagi Linzy masih menjadi pusat perhatian seluruh siswa dan itu sungguh membuat Linzy tak nyaman karena ia tak terbiasa menjadi pusat perhatian seluruh siswa.
Ia hanya bergerak tak nyaman di bangku kantin serta menundukkan kepalanya.
“ Mau pesan apa nona?" tanya Glory.
“ Berhentilah memanggilku nona " sungut Linzy. Glory memutar bola mata malas.
“ Baiklah , kau mau pesan apa?"
“ Ramyeon dan milkshake strawberry" ucap Linzy.
“ Oke tunggulah sebentar " Glory bergegas menuju stan makanan yang ada di kantin.
Sembari menunggu Glory memesan makanan mereka tiba - tiba datanglah Lionel ke meja Linzy.
“ Hai Linzy , baru kelihatan lagi memangnya kau kemana seminggu ini?" Lionel mengawali pembicaraan.
” Maaf aku sedang sakit saat itu Lio" ujar Linzy dengan sendu.
“ Oh benarkah. Maaf aku tak membesukmu kemarin" Lionel berkata penuh penyesalan.
“ Tak perlu repot - repot untuk membesuk Linzy Lionelku " Glory yang tiba - tiba datang dan bicara dengan penuh penekanan dan nada tak suka.
“ Hey sudahlah kalian ini " Linzy berusaha memisahkan dan setelah keadaan kembali tenang ia memakan ramyeonnya.
“ Oh Linzy aku lupa memberitahumu bahwa besok sabtu dan minggu camping" jelas Glory.
“ Wah benarkah?" Linzy merasa senang.
“ Kau akan ikut bukan sayangku?' tanya Glory pada sahabatnya itu.
“ Tentu saja pasti akan terasa sangat menyenangkan dan seru sekali" jawab Linzy dengan mata berbinar.
Skip Hari - H Camping.......
Hari ini camping dimulai , acara ini hanya diikuti oleh kelas XI saja. Linzy dan Glory duduk ditempat yang sama dalam bus ya mereka memang tak bisa dipisahkan.
Adapula petugas kesehatan yang ikut dalam kegiatan kali ini untuk berjaga- jaga bila ada yang sakit.
Perjalanan menuju bumi perkemahan sepertinya akan memakan waktu yang cukup lama tak heran jika ada beberapa murid yang tertidur adapula yang bersendau gurau dengan beberapa anak lainnya ada pula yang mengobrol biasa seperti Linzy dan Glory.
“ Zy kau mau ?" tawar Glory pada Linzy dan Linzy mengambil sejumput keripik kentang yang dibawa Glory.
“ Terimakasih " balasnya singkat. Seharusnya camping ini menjadi camping yang menyenangkan untuk Linzy tapi entah perasaan Linzy atau bagaimana ia merasa tidak senang.
“ Kau memikirkan sesuatu sayangku?" tanya Glory pada Linzy.
“ Tidak. Aku tidak memikirkan apapun" balasnya.
“ Lupakan masalahmu sejenak kita akan bersenang - senang hari ini Linzy" ucap Glory.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Setelah melewati beberapa jam dalam perjalanan akhirnya mereka sampai ke bumi perkemahan yang menjadi tujuan mereka.
Semua anak turun dan membentuk barisan untuk apel dan mendengar arahan dari kepsek dan pembibing mereka.
Selesai mendengarkan arahan mereka berkumpul dalam kelompok untuk segera mendirikan tenda dan mempersiapkan keperluan lainnya. Bersyukur Linzy dan Glory tidak satu kelompok dengan mereka yang selalu berkuasa di sekolah.
“ Hey kita membutuhkan kayu bakar , tolong carikan ya?" ucap siswi yang satu kelompok dengan Linzy.
“ Baiklah akan aku carikan sebentar ya?" jawab Linzy.
“ Kau yakin tak ingin ditemani Linzy? " Glory merasa khawatir.
“ Tak perlu kau bantu saja yang lainnya aku akan mencari ranting" ucap Linzy meyakinkan.
“ Tapi nanti kau kelelalahan. Kau tidak lupa jika tidak boleh terlalu lelah bukan?" Glory mengingatkan.
“ Tentu aku takkan kelelalahan Glory " ucap Linzy.
Linzy segera melangkahkan kakinya menyusuri hutan dekat bumi perkemahan untuk mencari ranting yang bisa digunakan untuk menjadi kayu bakar nanti ia mencari sendirian.
Udara ditempat tersebut lumayan dingin namun hal itu tidak masalah bagi seorang Linzy. Sebenarnya disamping ia sedang mencari ranting , ia juga ingin menenangkan pikirannya sejenak.
Ya dia sedang memikirkan permasalahan yang kemarin dimana ia masih mendiamkan Martin kakaknya.
Ia terus berjalan hingga tak sadar jika ada seseorang yang berada tak jauh darinya tepatnya berada dibelakang.
Seseorang tersebut mengeluarkan sebuah pisau kecil dari dalam sakunya dan berlari kearah Linzy sengaja menyenggol Linzy dan memberikan luka sayatan di lengannya.
Bruuk....
Linzy terjatuh dan sedikit memekik. “ Akh... Aww" katanya.
“ Ah... Nona kau baik - baik saja? Maafkan aku , aku tak sengaja" sesal orang itu.
“ Ahh tak apa " balas Linzy.
“ Mau kubantu membawakan ranting nya?" tawar orang itu lagi.
“ Tak perlu , aku bisa sendiri lagipula perkemahan kami dekat dari hutan ini kok. Terimakasih"
“ Ahh... Sungguh begitukah? Sayang sekali. Sekali lagi maafkan aku nona" ucap seseorang tersebut.
“ Tak apa. Tak masalah kok tenanglah " Linzy bangun dan membawa ranting hendak kembali ke perkemahan.
“ Aku duluan ya? Ngomong - ngomong kau sedang apa disini? Sedang berkemah juga?"
“ Ahh... Aku hanya sedang berwisata alam saja kok. Baiklah sampai nanti"
Linzy segera pergi dari tempat itu dan kembali ke perkemahan.
“ Hey , aku sudah melaksanakan tugasnya" katanya dengan seseorang ditelepon.
“ Benarkah. Kerja bagus kalau begitu terimakasih sudah membantuku"
“ Hmm" sambungan diputus.
Author POV End
__ADS_1