Who Am I ( Linzy Story )

Who Am I ( Linzy Story )
19


__ADS_3

Aku turun untuk sarapan pagi ini dan tentu saja keluargaku sudah menunggu di ruang makan.


“ Pagi semuanya "


“ Pagi Princess "


“ Ada yang sedang bahagia agaknya tuh tadi sudah ditemani boneka beruang dari dokter kesayangan " ledek mommy.


Uh aku jadi malu jika mommy bicara seperti itu kurasakan pipiku mulai memanas karena mendengar ledekan mommy.


“ Adik sudah punya pacar ?" tanya kak Martin.


“ Hm? Kakak sendiri bagaimana , apa sudah punya pacar ? " tanyaku balik.


“ Heung... Martin kamu sudah punya kekasih juga nak ?" tanya mommyku pada kak Martin , lihat saja wajahnya sudah memerah bagai tomat yang telah masak.


“ Hmm... Tentu saja mom bahkan aku sangat kenal siapa kekasihnya saat ini " tambahku.


Kak Martin melihat kearahku dan dia belum juga membuka suaranya apakah dia ingin bungkam atau bagaimana.


“ Benarkah itu Martin kau sudah memiliki kekasih ?" akhirnya daddy ku buka suara aku merasa merinding seketika saat mendengar suaranya.


“ Hmm.. Iya dad aku sudah memilki kekasih saat ini memangnya kenapa ? Apa kalian tidak suka?" tanya kakakku penuh selidik.


“ Mommy tak masalah asalkan kekasihmu itu baik attitude nya " jelas mommy.


“ Baiklah kalau begitu akan kupastikan ia memiliki attitude yang baik dan mampu berbaur dan bersikap baik pada kalian " tegas kak Martin.


Aku belum pernah melihat kak Martin seserius ini tentang pasangan tapi aku sudah menduga jika apa yang dipilih oleh kak Martin pasti akan langsung disetujui , tidak sepertiku. Maka dari itu aku memilih untuk bungkam seribu bahasa dan hanya menyimak saja.


" Linzy " daddyku memanggilku ada apa ya kira - kira,  apa aku akan dimarahi perihal pulang dengan dokter Vernon.


“ Ada apa dad ?" jawabku mencoba tenang walau sebenarnya aku merasa takut.


“ Semalam kamu jalan kemana dengan Vernon? " tanya daddyku.


“ Taman hiburan ?" jawabku sambil mengangkat satu alisku.


“ Hmm... Bagaimana dengan luka di tanganmu ?" tanya daddyku. Kenapa daddyku bisa mengetahui jika aku terluka atau mungkin dokter Vernon memberitahunya?


“ Ah... A - aku baik dad. Dokter Vernon sudah mengobatiku kemarin " jelasku.


“ Benarkah , ah dia benar - benar menantu idaman mommy sayang " ucap mommy girang.


Kami sudah selesai dengan sarapan pagi kami dan aku memutuskan untuk kembali ke kamar. Ya aku mengecek ponselku ternyata tadi dokter Vernon sempat meneleponku. Aku memutuskan untuk menghubungi kembali.


“ Halo. Maaf aku tadi sedang sarapan "


“...................."


“ Ih... Gombal ya kamu. Eh tapi kamu sudah sarapan juga kan ?"


“............."


“ Ada apa tadi meneleponku ?"


“....…............................"


“ Benarkah. Sungguh dia mau membantu. Ahhh terimakasih adikmu sangat baik. Aku harus berterimakasih padanya , sayang "


“.................."


“ Oh , kau akan ke rumah dengan Verren untuk membahas ini ?"

__ADS_1


“........."


“ Tentu tidak , datang saja semuanya juga sedang berada di rumah "


“........."


“ Oke. Sayang hati - hati ya ? Miss you "


Aku segera berbenah sebentar lagi dokter Vernon akan kemari bersama kak Verren. Kukira kak Verren itu hanya menyebalkan saja tapi rupanya dia masih memiliki sisi baiknya.


“ Ahhhhh..... Senangnya akhirnya...." teriakku , segera saja aku bersiap - siap untuk turun lagi mungkin sebentar lagi mereka akan sampai


“ Astaga dek. Kamu kenapa teriak sih huh ?" keluh kak Martin.


“ Eh maaf kak gak lagi deh " cengirku.


“ Hmm... Gak biasanya kamu gini baru senangkah ?" tanya kak Martin selidik.


“ Hmm.... Bukankah kita memang harus selalu senang kak ?" tanyaku balik.


“ Hmm... Iya juga ya. Turun yuk kayanya ada tamu di luar " ajak kak Martin.


Aku hanya mengiyakan ajakannya dan benar saja mereka sudah sampai ternyata.


“ Selamat pagi  " sapanya pada kami , ya bisa kulihat dokter Vernon dan Verren tampak sangat berbeda.


“ Selamat pagi juga. Apakah kalian sudah lama menunggu ? Maaf jika lama" ucapku.


“ Oh tak masalah anak manja. Untung saja bibi menyediakan makanan enak untuk kami" balas Verren. Tuh kan apa aku bilang mereka sangat.... Sangat berbeda. Secara fisik dan sifat serta tingkah laku mereka berbeda.


Aku hanya memutar malas bola mataku menghadapi mulut pedasnya.


“ Bercanda yaampun tak perlu serius begitu. Kau sama saja seperti kakakku tak punya selera humor" celotehnya. Yaampun dihadapan daddyku dia masih bisa santai bicara seenaknya seperti itu.


“ Loh. Iya dong om saya Verren Silvanno. Saya dulu sering main kesini , saya gak nyangka kalau Linzy jadi seperti ini sekarang padahal dulu masih kecil"


“ Apa kak Martin mengenal mereka sebelumnya?" tanyaku.


“ Ahh.. Aku tak ingat. Mungkin saja aku lupa " jelas kak Martin.


“ Ada apa kalian kemari ? " tanya kak Martin.


“ Mau pacaran sama Linzy dong dan yang pasti bukan aku " sambar Verren.


Kak Martin dan daddyku membelalakan matanya tak percaya dengan jawaban Verren blak - blakan sekali.


“ Bukankah kau yang ada janji dengan Linzy sekalian bertemu dengan om Andrew?" dengus dokter Vernon.


Verren hanya cengengesan oh aku sungguh malu sekali jika punya saudara seperti dia sepertinya urat malunya sudah putus memang.


“ Bercanda om , saya yang ada janji dengan Linzy dan kakak saya hanya menemani karena saya tidak tahu alamat rumah om dimana , tapi serius kak Vernon sama Linzy sudah official jadi sepasang kekasih om , gegara cinlok" beber Verren pada daddyku.


Aku hanya menghela nafas panjang mendengarnya , boleh tidak ya jika aku menjalin hubungan dengan dokter Vernon?


Kak Martin menatapku dengan pandangan meminta penjelasan sedangkan daddy ? Ia tampak tak terpengaruh dan biasa saja.


“ Akan kujelaskan nanti " kataku pada akhirnya.


Aku mengajak kak Verren dan dokter Vernon ke taman belakang dengan membawa laptopku.


“ Nah Linzy aku sudah lihat puisimu dan semuanya bagus , sepertinya kamu punya peluang di bidang ini dan aku juga sudah coba mengirimkannya ke beberapa redaksi semoga diterima ya"


Aku mengangguk sembari tersenyum senang.

__ADS_1


“ Apa kau bisa membuat cerita? Saranku jika bisa daripada hanya puisi saja akan lebih baiknya jika kau mengirim cerita. Terserah mau genre apa yang penting menarik. Ini kuberi nomorku ya " jelas kak Verren.


“ Thank you kak sudah mau membantuku " ucapku padanya.


“ Sama - sama kutunggu ceritamu anak manja " ucapnya.


Aku tersenyum senang karena kak Verren mau membantuku dan memberi saran padaku jika aku harus membuat cerita.


“ Baiklah princess kau merasa senang ?"


“ Eungg...."


“ Ayo kita kembali ke dalam dan menjelaskan semuanya pada keluargamu princess"


“ Tunggu. Apa daddy mengetahui hubungan kita. Apakah beliau marah ?"


“ Ya daddymu tahu hubungan kita dan beliau mengizinkannya , jadi kau tak perlu takut honey"


“ Ahh... Benarkah kau sudah bilang padanya ? "


Vernon mengangguk sungguh ia tipe kekasih yang mengerti pasangannya.


Lalu aku dan dia berjalan masuk kedalam rumah ternyata disana sudah ada Verren , kak Martin , daddy dan juga mommy.


“ Duduklah sayangku " ujar mommy.


“ Jadi bisa kau jelaskan princess hubunganmu dengan Vernon? Kenapa kau tak memberitahu kakak sayang?"


“ Kupikir kakak sudah tahu "


“ Kau bilang apa ? Aku sudah tahu ? "


Aku hanya diam selama ini bukannya kakak tak pernah menanyakan hal apapun tentangku ya sama seperti daddy.


“ Kapan ? " tanyanya.


“ Saat acara perkemahan berlangsung , belum lama " dokter Vernon menyahut.


“ Bagaimana dengan dirimu , apa ada perkembangan dengan Glory ?" Vernon balik bertanya.


“ Glory ?" daddyku terkejut.


“ Kau menjalin hubungan dengan Glory?" kaget mommy.


“ Mom , apa mommy tidak tahu jika Glory sudah lama memendam rasa untuk kakak? Begitu juga sebaliknya , hanya saja kakak terlalu gengsi untuk mengakuinya lebih awal" jelasku.


“ Ahh... Aku sudah menjalin hubungan dengannya saat tahu rencana kalian sengaja pulang bersama " jelas kak Martin lugas.


“ Jika tak seperti itu aku tidak yakin kakak akan jujur dengan perasaan kakak sendiri" sungutku.


Kak Martin menghela nafas panjang.


“ Maafkan aku , aku terlalu sibuk dengan pekerjaan " sesalnya.


“ Terserahlah , aku sudah biasa. Tak perlu meminta maaf begitu" balasku.


“ Oh jadi kau pulang malam itu karena bersama Linzy kak , pasti kalian jalan - jalan bersama" tebak Verren dan dokter Vernon hanya memandang sengit.


“ Ada masalah ? " tanya dokter Vernon kemudian.


“ Astaga aku hanya bertanya sialan tidak perlu seseram itu huh kau ini. Linzy putuskan saja ia dan jadilah kekasihku " kata Verren.


Semua yang berada di ruangan itu sontak tertawa karena melihat interaksi kakak beradik ini.

__ADS_1


__ADS_2