Who Am I ( Linzy Story )

Who Am I ( Linzy Story )
21


__ADS_3

Vernon POV


Aku berjalan ke kantin untuk menemui Linzy namun sesampainya disana aku tak menemukan dia yang kulihat hanyalah Glory. Segera saja aku kesana dan menanyakannya pada Glory.


“ Glory , dimana Linzy? Kau melihatnya ?" tanyaku.


“ Nah itu dia , dia tadi bilang padaku pergi ke toilet. Mungkin ingin buang air kecil tapi sampai sekarang belum kembali. Aku akan mencarinya " ucapnya.


“ Sejak kapan ?"


“ Sejak beberapa menit yang lalu "


“ Tak perlu mencarinya , biar aku saja "kataku.


“ Baiklah aku akan menunggu dokter" balasnya.


Aku segera bergegas menuju toilet untuk mencari Linzy sesampainya disana aku masuk dan mencari disetiap bilik dari sana aku mendengar suara seseorang meminta tolong , sepertinya itu suara Linzy.


“ TOLONG !!!!!......."


“ SIAPAPUN YANG DILUAR TOLONG AKU. AKU TERKUNCI DISINI !!!!!...... "


Aku yang mendengarnya segera mendobrak pintu bilik yang digunakan Linzy.


Braaaaaak........


“ Linzy "


“ Dokter Vernon "


Dia langsung berlari menerjang dan memelukku dengan erat sepertinya ia ketakutan.


“ Hey , tenanglah kau tak apa?" tanyaku.


Linzy hanya mengangguk wajahnya dibenamkan dalam badanku.


“ Bagaimana bisa kau terkunci disini sayang? " tanyaku lembut.


“ Aku tak tahu sehabis buang air kecil aku sudah menemukan pintunya terkunci" jawabnya.


Aku mengangguk dan berusaha memberikan ketenangan padanya


“ Tenanglah. Aku ada disini aku akan menjagamu sayang " 


Setelah untuk beberapa waktu akhirnya ia mulai tenang. Aku mengajaknya keluar dan kembali ke kantin untuk menemui Glory. Kurasa gadis itu mengkhawatirkannya.


Sesampainya di kantin Glory langsung saja menerjang tubuh Linzy dan wajahnya terlihat sangat cemas.


“ Astaga kemana saja kau ini ? Kenapa lama sekali di toilet ? Huh ?" Glory membombardir pertanyaan pada Linzy.


“ A - aku terkunci di bilik toilet Glo " jawabnya dan Glory melirik kearahku dengan menaikkan satu alisnya seolah bertanya “apa yang terjadi ?"

__ADS_1


“ Iya aku menemukannya terkunci dalam bilik toilet tadi " ucapku membenarkan.


“ Bagaimana bisa ? Siapa yang melakukannya ? Apa ada seseorang yang berniat jahat padamu Zy?"


“ Tenanglah... Aku akan memberitahu kepala sekolah agar beliau memeriksa cctv nya " ucapku.


“ Menurutku itu akan tetap sulit dokter , cctv hanya ada di depan pintu masuk toilet. Bukan pintu masuk bilik" ujar Glory.


“Benar juga " ucapku dalam hati.


“ Aku harus memberitahu kak Martin soal ini , siapa tahu ia bisa membantu" saran Glory.


“ Aku setuju denganmu beritahu kak Martin soal ini"


“ Dan aku akan memberitahu om Andrew soal ini " ucapku dalam hati.


Kembali ke kantin untuk menghabiskan makanan yang dipesan , aku melihat Linzy makan makanannya dengan lahap. Senyumku mengembang indah karenanya.


Bel berakhirnya istirahat telah berbunyi aku berpisah dengan Glory dan Linzy dan kembali pada ruanganku.


Vernon POV End


Author POV


Sekarang hari sudah semakin sore Linzy dan teman - temannya yang lain berniat untuk pulang. Ia berjalan menuju lokernya mengambil barangnya yang disimpan dalam loker tersebut.


Namun tiba - tiba...........


“ AAAAAAAAA......"  teriak Linzy tiba - tiba , Glory dan dokter Vernon yang kebetulan hendak menemui Linzy mendengar teriakkan Linzy langsung berlari kearah Linzy dan menanyakan apa yang terjadi.


“ Linzy , kamu kenapa teriak , ada apa ?"  tanya Glory dengan panik.


Linzy menyerahkan sebuah kotak besar pada Glory dan Vernon , Vernon langsung menerima kotak yang disodorkan Linzy meski dalam hati bertanya - tanya apa isi kotak itu.


“ Coba dibuka " Glory menyarankan.


Vernon membuka kotak besar tersebut dan betapa terkejutnya ia ternyata isi kotak tersebut bangkai tikus dan surat ancaman.


“TUNGGU TANGGAL MAINNYA. KAMU SEBENTAR LAGI AKAN SEPERTI TIKUS - TIKUS ITU LINZY "


Vernon sudah melihat kearah Linzy yang sudah menangis ketakutan , Glory menutup mulutnya dengan tangan dan dengan mata yang membulat tak percaya.


“ Benar - benar keterlaluan siapa yang berani melakukan ini. Ini tak bisa dibiarkan. Ayo kita harus segera melaporkan ini pada kepala sekolah " ajak Glory sembari menarik tangan Vernon dan Linzy.


Sesampainya di ruang kepala sekolah tak lupa mereka mengetuk pintu.


Tok.... Tok.....


“ Masuk "


Mereka bertiga lantas masuk kedalam ruang kepala sekolah.

__ADS_1


“ Dokter Vernon , Linzy , Glory silahkan duduk dulu " ucap kepala sekolah itu.


Mereka bertiga duduk disalah satu sofa yang ada disana.


“ Ada keperluan apa kalian bertiga kemari ?" tanyanya.


“ Begini bu , kami ingin melaporkan kejadian yang terjadi pada Linzy hari ini , bahwa ia mendapatkan surat ancaman pembunuhan dan bangkai tikus dari seseorang tak dikenal karena disitu kami tidak menemukan identitasnya" Vernon menyerahkan barang bukti yang dibawanya kepada kepala sekolah.


“ Barang bukti itu ditemukan dalam loker Linzy saat hendak mengambil barang - barang yang disimpan dalam lokernya. Maka dari itu saya minta tolong pada ibu bisa periksa cctv sekolah ini untuk mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut sehingga membuat Linzy ketakutan" jelas Vernon.


“ Ahh... Dan satu lagi bu siang tadi Linzy terkunci dalam toilet , seseorang berusaha menguncinya dari luar. Tetapi untungnya dokter Vernon segera menemukannya bu " tambah Glory.


“ Apa ibu bisa memeriksa cctv toilet saya tahu ini sulit mengingat hanya ada satu cctv dan itupun hanya di depan pintu toilet " pinta Glory.


Kepala sekolah itu menganggukkan kepalanya setelah mendengar penjelasan mereka.


“ Baiklah mari kita periksa , kalian juga bisa melihat untuk memastikan " jelas kepala sekolah tersebut.


Mereka semua mengikuti kepala sekolah untuk memeriksa cctv , sebelum itu kepala sekolah sudah menghubungi bagian IT untuk ikut menyelidiki kasus ini.


CCTV terbuka dilihat lah rekaman di sepanjang koridor dalam gerakan di slow motion tampaklah seseorang berperawakan dengan tinggi rata - rata 180 cm dengan memakai hodie hitam yang agak kebesaran dan memakai topi hitam untuk menutupi wajahnya. Benar saja orang tersebut meletakkan kotak besar yang sekarang berada dalam genggaman Glory dan Vernon.


Dan orang itu juga yang mengunci Linzy dalam bilik toilet.


“ Sejauh ini hanya ini yang kita temukan , kita tidak dapat melihat wajahnya " jelas kepala sekolah.


“ Bisa saya minta rekaman cctv nya bu ?" pinta Vernon.


“ Oh tentu saja dokter , silahkan "


“ Aku juga dokter akan kuberikan pada kakak Linzy nanti" Glory memohon pada Vernon.


Vernon mengambil flashdisk Glory dan kemudian mulai bekerja menyalin rekaman cctv tersebut dan disimpan dalam flashdisk nya dan flashdisk Glory.


Setelah semuanya selesai mereka pamit undur diri. Untuk sementara barang bukti tersebut dibawa oleh Vernon karena ia akan menyerahkannya pada Andrew daddy Linzy.


“ Nah langkah awal sudah selesai mari kita pulang , aku akan mengantar kalian. Malamnya aku akan ke rumahmu sayang , begitu juga dengan Glory. Aku akan mengajak Verren nanti " jelas Vernon.


Linzy hanya mengangguk. Mereka dalam perjalanan pulang , Vernon mengantarkan Glory lebih dulu dan berlanjut ke rumah Linzy.


“ Makasih kak sudah mengantarku" ucap Linzy.


“ Sama - sama kamu masuk duluan ya. Istirahatlah atau kau akan mulai menulis novel ?" jawab Vernon.


“ Kemungkinan aku akan mulai hari ini kak " balas Linzy seraya tersenyum.


“ Baiklah kalau begitu semangat untukmu , nanti aku akan kemari " ucap Vernon seraya mengacak surai Linzy dengan pelan.


“ Hati - hati di jalan kak " ucap Linzy. Vernon pun mengangguk dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Linzy.


Author POV End

__ADS_1


__ADS_2