Who Am I ( Linzy Story )

Who Am I ( Linzy Story )
36


__ADS_3

Andrew POV


Saat aku sedang merenung di ruang kerjaku aku tiba - tiba dikejutkan dengan suara ponsel. Kulihat ada satu panggilan dari Travis orang kepercayaanku. Segera saja aku mengangkatnya.


“ Halo , informasi apa yang kau dapat ?" tanyaku tanpa basa - basi.


“ Tuan saya sudah mendapatkan sedikit informasi mengenai nyonya Aina , dibantu dengan anak buah Anda di seluruh penjuru negeri "


“ Apa yang kau dapatkan ?" tanyaku.


“ Memang benar bahwa dulu nyonya Aina melahirkan seorang putra bernama Lionel Angelo "


“ Ya , aku sudah tahu mengenai hal itu. Tidak adakah informasi lainnya?"


“ Ada tuan dan mungkin ini sedikit mengejutkan untuk Anda. Bahwa beberapa hari yang lalu saya mendapati bahwa nyonya Aina meninggal dunia , namun setelah saya selidiki sekali lagi ternyata beliau masih hidup tuan "


“ Masih hidup ? Bagaimana bisa bukankah ia sudah mati bersama suaminya ?" pekik ku.


“ Itu tidak benar tuan beliau telah diketahui memalsukan kematiannya dan kabur bersama kekasihnya ke Swedia beberapa tahun lalu. Namun diketahui saat ini ia sudah tak berada di Swedia lagi , yang saya takutkan saat ini adalah— " ucapan Travis kupotong apa benar seperti yang kupikirkan saat ini?


“ Apa dia sudah kembali ke tanah air ?" tanyaku memastikan.


“ Seperti dugaan Anda tuan "


Hhh... Aku menghela nafas kasar sudah kuduga ini semua akan terjadi. Wanita itu tidak akan mungkin mati jika belum membalaskan dendamnya padaku dan keluargaku.


“ Baiklah terimakasih informasinya. Kerja bagus Travis " ucapku.


“ Sama - sama tuan. Terimakasih atas pujiannya "


Aku menutup sambungan teleponku.


Aku harus segera menyusul ke lokasi penculikan Linzy saat ini kebetulan aku sudah melacaknya.


Namun sebelum itu....


“ Darren , bisakah kau ke rumah sakit sekarang ? Untuk mengawasi kondisi Martin saat ini ? Biarkan semua urusan Linzy diurus oleh Felix , dan aku yakin tak lama lagi anakmu akan datang untuk membebaskan kekasihnya " kataku melalui sambungan telepon.


“ Huh... Maksudmu Vernon akan kemari ? "


“ Hmm... Aku mohon kembalilah ke rumah sakit jika bisa hubungi Verren untuk membantumu. Thanks" kataku.


“ Oke baiklah kalau begitu "


“ Hmm... Akan ada mobil yang menjemputmu "


Aku segera mematikan sambungan telepon. Setelah itu aku segera bersiap sesudah berganti pakaian dan mempersiapkan senjata untuk berjaga - jaga nanti.


Aku berjalan menemui Helena yang sedang menemani Gladys yang terlihat amat terpuruk.


“ Helen , kutitipkan istriku padamu aku keluar sebentar "


“ Mau kemana kau ?" tanyanya padaku.


“ Ada hal yang harus kupastikan dan kuselesaikan " jawabku.


“ Berhati - hatilah " pesan Helena padaku.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku segera berangkat menggunakan dua mobil , mobil satunya untuk menjemput Darren dan Verren nanti. “Tunggu daddy princess , daddy akan menyelamatkanmu "


Andrew POV End


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Verren POV


Aku sudah tiba di lokasi , ya lokasinya sangat jauh. Tidak kira - kira memang dalam memilih lokasi , apa - apaan di tengah hutan seperti itu ? Dia ini tarzan atau apa?


Saat aku tiba di lokasi kulihat daddy dan uncle Felix beserta anak buahnya disana , tapi tidak ada Vernon kemana dia apa belum sampai ?

__ADS_1


“ Dad , dimana kakak ? "


“ Belum datang , mungkin sebentar lagi. Oh iya ayo kita bersiap , kita akan ke rumah sakit. Sebentar lagi Andrew akan kemari "


“ A - apa ? Uncle Andrew kemari ? Lalu kenapa kita ke rumah sakit dad ?"


“ Kau tidak melupakan Martin bukan ?"


“ Ahh... Baiklah. Jadi kita dapat tugas berjaga begitu ?"


“ That 's right "


“ Lalu bagaimana dengan Linzy dad ?"


“ Soal itu biar kakakmu yang urus Verren dan uncle Felix "


Aku hanya menganggukkan kepala saja mendengar perintah daddy dan benar saja mobil uncle Andrew datang menjemput kami. Kami pun segera masuk dan bergegas menuju rumah sakit.


Verren POV End


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku tidak dapat melakukan apapun karena tanganku masih terikat disini dan aku dapat menggambarkan keadaanku hanya dengan satu kata yaitu mengenaskan ya setelah tadi Lionel menyiksaku dengan memberikan sebuah pukulan , tendangan , dan jambakan. Aku merasa kesakitan disini namun aku tidak dapat berteriak meminta tolong kepada siapapun saat ini.


Pikiranku juga kacau karena masalah yang begitu pelik setelah Lionel menyatakan dirinya sendiri bahwa ia adalah kakak tiriku.


“Semoga saja apa yang dikatakannya tidak terbukti. Oh Tuhan kakak kau ada dimana aku merindukanmu. Tolong selamatkan aku "


“ Apa kau masih bernafas anak penyakitan ? " tanya Lionel padaku. Aku sebenarnya merasakan bahwa pasokan udara yang aku hirup semakin menipis namun aku harus tetap bertahan.


“ Ahh... Aku yakin pasti Vernon dan yang lainnya sedang mencarimu saat ini " katanya lagi.


Aku hanya diam saja bisa gawat jika dokter Vernon kemari , ia pasti sedang merencanakan sesuatu yang tak kuketahui.


“ Aletta , aku berpesan padamu segeralah bersiap mungkin tak lama lagi lelakimu akan datang " perintah Lionel pada Aletta.


“ Sungguh , baiklah aku akan bersiap - siap siapa tahu nanti kami akan menghabiskan malam panjang kami berdua hahaha"


“ Tidak... Ini tidak boleh terjadi. Dokter Vernon tidak boleh jatuh kedalam tangan ular berbisa itu " batinku pada diri sendiri.


Ia mendekat kearahku dan secara tiba - tiba ia menciumku secara paksa aku berusaha menolak dan meronta - ronta supaya dilepaskan namun cengkeraman tangannya pada tanganku begitu kuat. Tak sampai disitu saja ia kemudian mengambil gunting dan menggunting seragamku lalu merobeknya. “ Ya Tuhan apa dia berniat memperkosa dan melecehkanku ?" batinku dengan airmata yang meluncur deras. Aku hanya berharap ini akan segera berakhir jika memang hal ini terjadi padaku.


Namun tiba - tiba........


Braaaak........


“ Dasar bajingan " seseorang berteriak dan berlari kemudian memukul Lionel dengan membabi buta.


Bugh.....


Bugh.....


Bugh.....


Ternyata itu adalah dokter Vernon serta daddy. “ Oh Jesus terimakasih kau telah mendengar dan menjawab doaku " batinku sambil berdoa.


Aku melihat Lionel terkapar akihat bogeman mentah dari dokter Vernon dan daddy.


“ Cukup Vernon. Tolong kau urus Linzy , biar anak ini jadi urusanku " perintah daddy pada dokter. Dokter Vernon mengangguk dan segera menghampiriku yang sudah lemah tak berdaya.


Saat dokter Vernon akan memeluku tiba - tiba saja tangannya ditarik oleh Aletta , sontak saja dokter Vernon kehilangan menoleh dan kehilangan keseimbangan sehingga berakhir bibirnya dan bibir Aletta bertemu.


Chuup....


Dokter Vernon terkejut ? Tentu saja apalagi saat ini bibir Aletta tengah ******* bibirnya. Sebenarnya aku merasa cemburu dan tidak rela melihat mereka bercumbu.


Ketika kesadarannya kembali dokter Vernon mendorong Aletta dengan kasar dan agak sedikit keras.


“ Lepas *****..." ucap dokter.


“ Kenapa tidakkah dokter juga menikmati cumbuanku ?" katanya dengan percaya diri.


“ Cih.... Itu hanya sebuah ketidaksengajaan , jujur saja aku merasa jijik ketika bibirmu membungkam bibirku. Kau itu hanya terobsesi denganku dan iri pada Linzy karena ia berada jauh diatasmu. Seharusnya kau merasa malu dengan dirimu sendiri saat ini. Dasar wanita kotor " ucap dokter menohok.


Aletta bungkam seribu bahasa dalam hati ia merasa tidak terima karena direndahkan oleh dokter Vernon.


Dokter Vernon tak menghiraukan Aletta sama sekali yang hanya mampu terdiam kaku. Ia hendak menghampiri diriku namun terhenti saat Aletta kembali bersuara.


“ Tidakkah sedikit saja kau melihat keseriusanku dokter ?" tanyanya pada dokter Vernon dengan lirih.


“ TIDAK. AKU TIDAK PERNAH JATUH CINTA DENGAN PEREMPUAN HINA DAN KRIMINAL SEPERTIMU. JADI TOLONG JANGAN GANGGU AKU DAN LINZY" Jawabnya tegas , kemudian ia beralih kembali memeluku.


Aku hanya diam. Jujur aku merasa malu pada diriku sendiri karena aku merasa kotor , merasa hina dan merasa tidak pantas. Aku hanya mampu menangis.


Dokter Vernon menutupi tubuhku dengan memakaikan jas dokternya padaku , untunglah jas dokter ini kebesaran ditubuhku hingga dapat menutupi tubuhku sampai setengah paha.


“ Ssst... Sudah diamlah jangan menangis. Aku disini tidak apa - aoa" katanya mencoba menenangkanku.


“ Daddy kau kah itu kenapa kau memukulku ? Aku anakmu dad " katanya pada daddyku.


“ Kau bukan anakku , kau anak perempuan itu " kata daddy ku lagi


Aku hanya menyaksikan perdebatan Lionel dan daddyku perihal status mereka.


Lionel hanya terkekeh saat mendengar perkataan daddyku , membuat daddyku geram saat melihatnya.

__ADS_1


Daddyku maju selangkah hendak kembali menghajar Lionel kembali.


Namun tiba - tiba ada seseorang yang entah datang darimana membawa sebuah pisau hendak menusuk daddy dari belakang


Aku yang melihatnya refkek berlari melindungi daddyku.


“ DADDY AWAS !!! " teriakku.


“ LINZY JANGAAANNN " itu suara dokter Vernon.


Namun semuanya terlambat....


Jlebbb.........


Aku berhasil melindungi daddyku dengan menghalangi orang itu sehingga mengakibatkan pisau itu menusuk dadaku.


“ LINZY......!!!!! " teriak daddyku.


“ Jangan sayang tidak... Jangan sampai kau menutup matamu nak. Jangan tinggalkan daddy " mohon daddyku padaku dengan mata berkaca - kaca.


“ Daddy thank you so much for everything , you must know one things "


“ What is that my princess ?"


“ I Love you so much. You are my first love and my hero. Now and forever " kata - kata terakhirku pada daddy sebelum aku menutup mata.


“ LINZY BANGUN NAK.... !!!! I'M SO SORRY. DADDY SUNGGUH MENYAYANGIMU KAU MALAIKAT KECIL DADDY. You are the angel for me , you are my little princess and the one and only in my heart princess"


.


.


.


.


.


.


.


.


Vernon POV


Bangunkan aku jika ini sebuah mimpi buruk. Aku melihat Linzy berkorban nyawa untuk daddynya hingga ia terkena tusukan pisau.


“ Ini tidak mungkin kan ? " monologku.


Vernon POV End


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Author POV


“ Hi ,  Andrew long time no see " ucap seseorang tersebut sembari membuka topengnya.


“ A - aina ?" Andrew terkejut saat melihat orang yang akan membunuhnya tadi.


“ Bagaimana kau suka dengan kejutanku ?" tanya Aina lagi.


“ Kau yang mengatur semuanya drama ini ?" tanyanya lagi.


“ Ya , aku memanfaatkan orang - orang yang membencimu dan keluargamu , ya kebetulan mereka mau diajak kerjasama" ucap Aina santai.


“ Termasuk Lionel anakmu " lanjutnya lagi.


“ Dengar Lionel bukan anakku tapi anakmu "


“ Kau tetap tidak mau mengakui anakmu dan hubungan kita?"


“ Sekali lagi aku tegaskan Lionel bukan anakku dan kita tak pernah memiliki sebuah hubungan. Kau hanya terobsesi padaku. Aku hanya mencintai istri dan anakku " terang Andrew.


Aina yang mendengarnya merasa tak terima dan emosinya memuncak ia berniat menusuk Andrew. Andrew menghindar dan tak sengaja pisaunya malah mengenai Lionel.


Jlebb.....


Dan Lionel tumbang.... Namun Aina tak merasa bersalah sama sekali. Kemudian ia beralih ke Andrew hendak menusuk namun tiba - tiba.


Dooorrr.........


Terdengar suara tembakkan Felix dan beberapa anak buah masuk kedalam lokasi kejadian bersamaan dengan tubuh Aina yang tumbang.


Felix dan yang lainnya speechless saat melihat Andrew yang menangis sembari memeluk Linzy.


“ Maafkan aku Andrew , sepertinya kami terlambat masuk kedalam " sesal Felix.


“ Bawa Linzy dan Lionel ke rumah sakit. Sekarang juga cepat !" perintah Andrew.


“ Dan pastikan ****** yang kau tembak itu mati , setelah itu kirim Aletta agar dijebloskan ke penjara sekarang juga ! " lanjutnya.


“ Baik Andrew. Akan kulaksanakan segera " ucap Felix.


Andrew segera berlari dalam mobilnya dengan menggendong Linzy ala bridal style menuju rumah sakit. Diikuti beberapa anak buah yang membawa Lionel sekalian. Sisanya diurus oleh Felix dengan anak buah yang tersisa serta Vernon yang berada disana.


Author POV End

__ADS_1


__ADS_2