Who Am I ( Linzy Story )

Who Am I ( Linzy Story )
20


__ADS_3

Hari ini aku kembali bersekolah ya setelah diliburkan sehari rutinitasku kembali seperti semula dan pagi ini aku berangkat dengan Glory dan kak Martin pula pastinya sudah dipastikan aku hanya menjadi obat nyamuk bagi mereka berdua huh menyebalkan.


Tiba di sekolah kami berdua turun dari mobil dan segera masuk kedalam sekolah kami , Glory nampak sangat bahagia hari ini.


“ Senyum terus , tahu deh kalau ada yang lagi bahagia " ledekku padanya.


“ Sebenarnya aku belum bisa melupakan kejadian hari itu Zy , dimana kak Martin melamarku secara romantis " katanya Glory sambil menunjukkan sebuah kalung padaku. Wow.


“ Kakakku menembakmu secara romantis ? Dimana dan kalian jalan - jalan kemana? " tanyaku ingin tahu , maklum saja kan ingin tahu selama ini aku mengenal sosok kak Martin adalah sosok yang dingin dan anti romantis , meski kami sama - sama tidak mengenal cinta.


“ Hmm... Hanya ke kebun bunga matahari , makan - makanan kaki lima dan terakhir mengajakku ke sebuah rumah pohon. Di rumah pohon itulah kak Martin menembakku " jelasnya.


“ Luar biasa aku pikir kakakku hanya sebuah robot yang hanya tahu bekerja - bekerja dan bekerja" decakku kagum dan tak percaya.


“ Astaga Linzy tak boleh bicara seperti itu tentang kakakmu sendiri" kesalnya.


“ Baiklah - baiklah tapi memang nyatanya kan ?" ujarku.


“ Hmm.... Terserahlah kau sendiri bagaimana? " tanyanya balik.


“ Hmm... Kami ke taman hiburan kemarin memasuki rumah hantu , bermain lempar kaleng dan menaiki bianglala tak lupa makan bersama membeli martabak manis dan ngomong - ngomong dia memberiku teddy bear yang besar" jelasku pada Glory.


“ Ternyata masih romantis diriku walaupun kau mengatakan jika kakakmu itu anti romantis " kekehnya geli.


“ Mohon maaf perlu kau ketahui bahwa sebenarnya kekasihku juga anti romantis bahkan aku adalah kekasih pertamanya" ujarku lagi.


“ Wah sungguh ? Tidak dapat dipercaya dia itukan tampan kenapa tidak memiliki kekasih ?" katanya terkejut dengan omonganku.


“ Kau pernah dengar orang tampan bebas memilih bukan ?" jawabku.


Ia mengangguk mengiyakan kemudian terkekeh “ Beruntungnya kita dicintai manusia tampan Zy" katanya.


Kami mulai masuk kedalam kelas ya suasananya memang tak ada yang berubah , semuanya masih tetap sama hanya saja sekarang Lala dan Cilla hanya berdua saja semenjak Aletta tak bersekolah lagi disini.


“ Halo nona muda Richardson , apakah aku benar ? " sapa Lala padaku.


Apa - apaan ini bagaimana dia bisa tahu jika nama belakangku Richardson ? Selama ini aku tidak memberitahu siapapun. Kecuali Glory karena kami berteman sejak kecil. Apa dia yang mengatakannya? Batinku.


“ Apa maksudmu Richardson? Siapa Richardson? " tanyaku pura - pura tak tahu.


“ Oh , ayolah kau anak dari Andrew Richardson bukan ? , tak perlu mengelak kami sudah mengetahuinya jadi percuma kau menyembunyikannya?" ucap Lala.

__ADS_1


Aku memandang Glory , Glory yang seolah paham dengan tatapanku segera menarikku pergi dari tempat itu.


“ Bisa kau jelaskan padaku Glory? " tuntutku.


“ Baiklah. Aku akan menjelaskannya padamu tapi kamu jangan potong penjelasanku. Mengerti ?" jelas Glory dan aku mengangguk.


“ Awal semua orang mengetahui kau adalah anak daddy Andrew adalah karena kakakmu pernah datang ke sekolah ini yang saat itu menjemputku untuk menemuimu di rumah sakit. Kakakmu sebenarnya mengetahui berita tentang pembullyanmu di sekolah dengan mereka dan dia memperkenalkan dirinya serta keluarganya termasuk dirimu. Ia juga mengancam pada mereka jangan pernah mencoba untuk macam - macam denganmu jika tidak mereka akan mendapat balasan akibat perbuatan mereka terhadapmu , dan kemarin Aletta kurasa merasakan dampaknya" jelas Glory singkat.


“ Jadi itu semua kak Martin yang melakukannya?" tanyaku.


“ Mungkin. Kamu tahu kan jika kakakmu tidak pernah main - main dengan ucapannya ? Itu semua ia lakukan untukmu Linzy. Kakakmu sangat menyayangimu , walaupun hanya mengawasi dari jauh ” ucap Glory.


“ Apa perusahaan wijaya corp itu bangkrut karena kakakku ?" tanyaku lebih lanjut.


“ Untuk soal itu kamu tanyakan pada kak Martin ya , aku rasa ia yang lebih berhak menjelaskannya padamu " lanjutnya.


Astaga bagaimana mungkin aku telah membuat mereka menderita sejujurnya bukan ini yang kuharapkan aku merasa sangat bersalah.


“ Tak perlu membebani pikiranmu Linzy. Menurutku mereka pantas menerima semua itu sebelum mereka bertindak lebih jauh terhadapmu " Glory berusaha menenangkan.


“ Tapi apa itu tidak terlalu kejam ?"


“ Menurutku tidak. Jika tidak begitu mereka akan semena - mena terhadapmu sayangku"


Aku hanya menghela nafas aku harap langkah yang dilakukan kak Martin sudah benar.


“ Ayo masuk ke kelas dan jangan pedulikan mereka yang sinis padamu , mereka hanya iri sayangku " Glory menenangkanku.


Kami berdua masuk kelas dan mengikuti kegiatan belajar - mengajar berlangsung.


Saat ini jam istirahat sedang berlangsung kami menuju kantin untuk makan siang lagi - lagi Glory yang memesankan makanan. Disaat kami sedang menunggu pesanan kami aku sedikit bermain ponsel dan aku menerima pesan dari kak Verren.


Linzy selamat ya puisimu sudah dimuat diberbagai koran dan majalah. Kulihat respon mereka semua terhadap karya puisimu sangat positif. Oh iya jangan lupa membuat cerita ya. Congrats.


^^^Benarkah ? Terimakasih atas infonya dan terimakasih atas bantuanmu kak^^^


Sama - sama anak manja


Aku tersenyum setelah mendapat kabar dari kak Verren. Terimakasih Tuhan mungkin ini akan menjadi awal langkahku.


“ Kenapa kau tersenyum. Tumben sekali. Ada apa?" tanya Glory ingin tahu.

__ADS_1


“ Nothing. Belum saatnya kau tahu akan kuberitahu jika sudah waktunya" jawabku.


“ Dasar. Sekarang suka sekali main rahasia - rahasiaan ' gerutu Glory.


Aku hanya tersenyum kecil menanggapi. Ya mulai hari ini aku akan memutuskan menulis cerita dan puisi disela kesibukanku menjadi anak sekolah.


Makanan sudah datang hari ini aku memesan curry untuk menu hari ini tak tahu juga kenapa aku mengiginkan itu.


“ Ada yang berbeda darimu dan itu terjadi hari ini Linzy " Glory mulai pembicaraannya lagi hari ini.


“ Why ?" tanyaku tak mengerti.


“ Kenapa hari ini kau memesan curry? tidak biasanya" tanyanya heran.


Aku kira Glory tidak menyadari kebiasaanku yang tak seperti biasanya hari ini. Hehe...


“ Aku juga...... Tidak tahu " cengirku.


“ Kau seperti mengidam saja " katanya sembari terkekeh.


Aku merasa ingin buang air kecil segera saja aku menuju toilet setelah berpamitan dengan Glory.


Setelah selesai dengan urusan buang air kecilku aku hendak keluar dari toilet namun ada yang aneh bilik toiletnya terkunci , sepertinya ada yang menguncinya dari luar.


Author POV


Setelah berpamitan dengan Glory Linzy segera berlari menuju toilet ia tidak menyadari jika ada yang mengikutinya dari belakang. Sesaat Linzy masuk ke dalam bilik toilet orang tersebut segera mengunci pintunya dari luar dan menyeringai setelahnya ia pergi keluar dari toilet tersebut.


“ TOLONG !!!!!...... "


“ SIAPAPUN YANG BERADA DILUAR TOLONG AKU. AKU TERKUNCI DISINI !!!!!!.........."


Linzy sudah mulai putus asa dan hampir menangis bagaimana jika tidak ada seseorang yang menolongnya.


Tiba - tiba.................


Braaaaak.........


“ Linzy astaga sayang , kau baik - baik saja? " Vernon yang tiba - tiba muncul dan menyelamatkan Linzy.


“ Dokter Vernon ?" ucapnya sembari terisak dan mata yang sudah sembab.

__ADS_1


Author POV End


__ADS_2