Who Am I ( Linzy Story )

Who Am I ( Linzy Story )
16


__ADS_3

Seharian ini aku mengikuti full kegiatan perkemahan rasanya sangat melelahkan beruntung dengan kondisi fisikku ini aku masih bisa bertahan dan tidak merepotkan anggota lainnya. Saat ini kami sedang beristirahat dengan bercengkrama satu sama lain sembari menikmati makanan ringan yang kami bawa.


Ahh... Aku lupa untuk menghubungi kak Martin hanya sekedar memberi kabar , mengingat kemarin aku marah padanya rasanya aku kekanakkan sekali padahal ini bukan salah dia sepenuhnya.


Aku agak menjauh dari tenda untuk menelepon kak Martin.


“ Halo kak "


“......"


“ Hmm... Aku baik - baik saja maaf baru memberitahumu sekarang"


“......."


“ Tidak. Aku tidak kenapa - kenapa , jangan khawatir aku baik - baik saja sungguh"


“............"


“ Hmmm. Huh ? Jangan dokter Vernon. Glory saja sudah cukup untuk mengawasiku"


“............."


“ Jangan itu sangat merepotkan. Aku tidak mau merepotkan dokter Vernon nanti. Lagipula aku tidak mau menjadi bahan perbincangan seluruh peserta perkemahan"


“..................."


“ Tapi ? "


“.............."


“ Huh. Baiklah. Kututup dahulu. Good night "


Bip


“ Aku merasa tidak keberatan sayang "


Aku merasa terkejut ketika mendengar suara seseorang berada dekat denganku secara tiba- tiba , itu dokter Vernon. Sejak kapan dia ada dibelakangku bersama Glory pula.


“ Dokter sejak kapan kalian disini dan Glory ?"


“ Kau terkejut nona. Aku sudah berada dibelakangmu sejak kau bertukar kabar dengan kakakmu itu dan wait apa tadi katanya... Sayang ? Apa hubungan kalian saat ini seperti yang aku pikirkan?"


“ Memang apa yang ada dipikiranmu saat ini. Glory?" tanya dokter Vernon pada Glory.


“ Kalian sepasang kekasih " tebak Glory. Sial Glory sangat benar menebakknya.


Aku jadi tegang mendengarnya dia ini paranormal atau apa kenapa tebakannya sangat tepat.


“ Glo , apa kau memiliki indera keenam , atau kau membuntutiku?" tanyaku penuh selidik padanya.


“ Heol. Pertanyaan macam apa itu Linzy tentu saja aku bisa menebaknya dengan tepat kita sudah berteman sejak kecil dan kita memiliki ikatan batin jika kau tahu. Kau tak bisa berbohong padaku. Kita sudah saling mengenal sejak lama" sungutnya padaku.


Dokter Vernon yang sedang menonton pertengkaran kecil kami hanya tersenyum kecil.


“ Kak Martin sudah menghubungi aku tadi , dia berpesan agar aku menjagamu sayang dan aku tidak keberatan karena ini sudah menjadi kewajiban untukku. Menjaga kekasihku" jelas dokter Vernon.


“ Tunggu. Apa kak Martin tahu hubungan kita?" tanyaku pada dokter.

__ADS_1


“ Sepertinya dia sudah mengetahui dan ia tidak mempermasalahkan itu " kata dokter lagi.


“ Bagaimana jika daddy sampai mengetahui hubungan kita dan melarangku?" panikku pada mereka berdua.


“ Soal itu biarkan aku dan dokter Vernon yang bicara pada kak Martin kau tenang saja Zy" Glory berusaha menenangkanku.


Semoga Glory bisa mengatasinya kali ini. Jika masalah daddy dia pasti yang akan maju melalui kak Martin. Entah apa yang akan ia lakukan pada kakakku nanti sepertimya ia penurut sekali jika dengan Glory , mengingat Glory bukan gadis biasa.


“ Tenangkan pikiranmu oke ? Jika sudah waktunya aku akan menemui daddymu sweetheart "


Aku mengangguk kecil dan mencoba untuk tenang. Lalu kami mulai kembali ke perkemahan untuk bergabung.


Suasana hari ini amat sangat menyenangkan kami menikmati pentas seni yang ditampilkan serta api unggun bersama - sama walaupun ini hanya berlangsung selama beberapa hari tapi sangat berkesan.


Aku duduk bersama Glory dan kami sedang bercengkrama satu sama lain.


“ Hey Linzy aku jadi ingat kak Verren adik dokter Vernon " katanya.


“ Kenapa ? Kau menyukainya ?"


“ Aku akui aku hanya tertarik "


“ Dari tertarik menjadi suka nantinya "


“ Itu semua tergantung kak Martin "


“ Dia belum memberikan jawaban juga padamu ?"


Glory hanya menggelengkan kepalanya dan menatapku sendu , ahh..  Sungguh kasihan sekian lama digantung tanpa kepastian , memang dasar kak Martin tidak pernah peka.


Udara malam ini sungguh dingin aku hanya memakai sweater tipis malam ini , lupa menjawab jaket tebalku , lagipula bagian lengannya sudah robek karena luka sayatan saat mencari ranting kemarin.


“ Pakai ini dan ini minumlah supaya badanmu hangat " katanya sembari mengulurkan jaket dan susu jahenya padaku. Heol apa dia tidak kedinginan itukan jaketnya.


“ Jika kau menyerahkan jaketmu padaku lantas kau bagaimana?" tanyaku.


“ Aku ini laki - laki. Bisa menahan cuaca dingin lebih baik daripada dirimu " ucapnya seraya tersenyum padaku , benar - benar tampan.


“ Please hargai seseorang yang tanpa pasangan malam ini " celetuk Glory tiba - tiba.


“ Kau cemburu ? " godaku pada Glory sambil terkekeh.


“ Maaf bukan cemburu. Lebih tepatnya iri , aku tidak ada yang punya. Karena lelaki yang kuharapkan tak pernah peka" sungut Glory.


“ Oh iya dokter. Tadi ada yang menbicarakan Verren " aduku pada dokter Vernon.


“ Verren ? Ada apa dengan Verren ? Siapa yang membicarakannya?" tanyanya penasaran.


“ Ada seseorang yang tertarik pada adikmu dokter , tapi siapa tahu dia jadi menyukai adikmu " jelasku.


“ Hmm... Tapi dia itu bagaimana ya aku juga tidak yakin dia bisa serius atau tidak jika ia mempunyai pasangan Zy "


Glory yang mendengar perbincanganku dengan dokter Vernon hanya memelototkan matanya padaku. Sepertinya ia merasa kesal karena aku telah membocorkannya pada kerabat yang bersangkutan meski aku sudah menyamarkan namanya , hahaha......


Aku hanya terkekeh geli dengan tingkah Glory dan dokter Vernon mengikuti arah pandangku , sejenak kemudian ia tersenyum membentuk seringai kurasa ia sudah tahu siapa yang kumaksud.


“ Ya Glory , apa Verren tidak pernah menghubungimu semenjak ia meminta nomor ponselmu?" tanya dokter Vernon pada Glory.

__ADS_1


“ Tidak " jawabnya singkat.


“ Lalu kau mengharapkan apa ? Bukankah kau menyukai kak Martin? " tanya dokter Vernon memastikan.


“ Hmm... Aku tidak tahu. Aku memang menyukainya tapi aku tak tahu dia menyukaiku atau tidak " jawabnya lesu.


“ Jika kau memang mencintainya maka kejarlah ia , jangan menyerah dan menjadikan orang lain sebagai pelarianmu. Itu menyakitkan orang lain"


Glory hanya termenung mendengar nasehat dari dokter Vernon , mungkin ia butuh waktu untuk berpikir secara rasional.


Memang terkadang cinta itu sulit dipahami kadang kita harus berlari untuk meraihnya , kadang kita tidak bisa meraihnya meski sudah berusaha kadang juga kita bisa meraihnya tanpa harus dicari dengan berlari. Kenapa cinta sesakit dan serumit ini , kenapa juga bisa tidak adil ?


Aku jadi merasa bersalah pada Glory. Apa kata - kata dokter Vernon terlalu menusuk untuknya? Sehingga dia hanya mampu terdiam seperti itu bak patung tak bernyawa?


Aku sedikit menyenggol lengan dokter Vernon dan agaknya ia mengerti apa yang kumaksud.


“ Glo , aku tidak bermaksud menyakiti hatimu dengan perkataanku , tapi aku hanya ingin memberimu nasehat itu saja. Maaf telah membuatmu sakit hati"


Glory menolehkan kepalanya dan menatap dokter Vernon sembari  tersenyum tipis.


“ Tak apa dokter Vernon , justru nasehat dari dokter Vernon membuatku bisa berpikir dan tidak ceroboh dalam bertindak apalagi mengenai masalah perasaan dan percintaan"


“ Bagus. Mulai hari ini tentukan pilihanmu kau mau berjuang atau memulai awal yang baru " jelas dokter Vernon seraya menepuk pundak Glory.


Malam itu entah mengapa menjadi malam yang menenangkan bagiku dan aku bisa memetik pelajaran dari percakapan antara Glory dan dokter Vernon.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Pagi ini di perkemahan semua peserta berkumpul karena akan bermain game sebelum berakhir dan pulang.


“ Ahh... Pasti akan melelahkan hari ini " Lala mulai mengeluh. Memang anak itu tiada hari tanpa mengeluh.


“ Jika kau merasa lelah lebih baik kau tak usah ikut sana " ujar Glory dengan sinis.


Lionel yang melihat kelompok kami mulai berseteru mulai mendekat. Sebenarnya aku semakin lama semakin merasa risih dengan kehadiran Lionel , dia selalu berusaha mendekatiku padahal aku merasa tak nyaman dengannya sebenarnya.


“ Hai Zy , setelah game ini selesai kau mau ikut denganku sebentar?" tanyanya padaku.


“ Ehm... Kemana aku tak bisa. Aku sudah ada janji dengan Glory. Lagipula setelah game ini selesaikan acara pembubaran dan kita harus pulang " alibiku pada Lionel. Semakin kesini ia memang gencar mendekatiku tapi sekarang aku tak sebebas dulu karena ada hati yang harus aku jaga.


Glory menatap kami berdua dengan harap - harap cemas walau aku tak tahu siapa Lionel sebenarnya tapi melihat tatapan Glory sepertinya Lionel bukan orang baik - baik.

__ADS_1


Semoga firasatku ini salah ya Tuhan aku mohon lindungi aku.


__ADS_2