
Author POV
Darren , Felix beserta anak buahnya membantu Andrew dalam mencari putrinya.
“ Smith , bagaimana kau sudah menemukan dimana letak Linzy ?" tanya Darren.
“ Belum tuan , lokasi ini sangat sulit namun saya akan berusaha semaksimal dan semampu saya dalam menemukan lokasi nona Linzy " jawab Smith.
“ Terus cari lokasi Linzy , bagaimana denganmu Deo ? " tanya Darren pada anak buah Andrew.
“ Emm... Aku sudah ke sekolah nona muda tadi , dan ada seseorang yang memberitahuku jika ada mobil jenis SUV warna hitam membawa nona Linzy dalam keadaan tak sadarkan diri " jelas Deo.
Felix hanya mendengar penjelasannya dengan seksama. Lalu matanya membulat seolah mengingat sesuatu.
“ Darren , bukankah kita bisa melacak Linzy dari ponsel kita ? Martin dan putramu sudah membuat pelacak di kalung Linzy kemarin. Glory juga melihatnya" beritahu Felix.
“ Hmm... Kau benar juga kenapa aku tidak kepikiran daritadi , ya sudah segera lacak dimana posisi Linzy. Kita akan bergerak cepat " titah Darren.
“ Baiklah " jawab Felix lalu ia segera melacak kondisi Linzy.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu di sebuah rumah tua di dalam hutan.....
Lionel sudah kembali ke rumah tua itu dengan senyum sumringah , Aletta yang melihat Lionel tersenyum mendengus malas.
“ Ada apa denganmu ? Apa tugasmu sudah selesai ?" tanya Aletta.
“ Tentu sudah honey kau boleh melihat berita dan lihat apa yang terjadi saat ini " jawab Lionel dengan bangga.
“ Lalu bagaimana dengan si Martin itu ?" tanya Aletta lebih lanjut lagi.
“ Tentu saja semuanya beres saat ini dia pasti tengah sekarat terbaring di rumah sakit , mungkin sebentar lagi meninggal dunia" jawabnya.
Linzy yang mendengar percakapan mereka sontak saja tubuhnya menegang.
“ Apa yang sudah terjadi ? Ada apa dengan kak Martin ? Apa kak Martin baik - baik saja ? Tuhan aku mohon selamatkan aku dan keluargaku" batin Linzy.
“ Memang apa yang kau lakukan sehingga aku harus melihat berita?" tanya Aletta penasaran.
“ Lihat saja , jangan banyak tanya " titah Lionel.
Aletta yang penasaran pun langsung menyalakan tv nya.
“ VIRAL !!! SESEORANG MISTERIUS MENGAKU SEBAGAI ANAK ANDREW RICHARDSON "
“ ANDREW RICHARDSON TIDAK MENGAKUI DARAH DAGINGNYA SENDIRI ????"
“ APAKAH PEMUDA TERSEBUT ADALAH BUAH HATI ANDREW DENGAN WANITA LAIN ?"
Aletta terkejut dengan berita tersebut ia menutup mulutnya tak percaya.
“ Lionel , jadi selama ini kau adalah putra dari Andrew Richardson dan istrinya Gladys Agraciana? " tanya Aletta meminta penjelasan.
Lionel menggelengkan kepalanya.
“ Lebih tepatnya adalah anak Andrew Richardson dan Aina Dewantari. Mamaku pernah mempunyai hubungan spesial dengan orang itu. Hingga akhirnya mamaku hamil diriku , namun orang itu tak mau mengakuinya dan mencampakkan mamaku dengan tak bertanggung jawab" jelas Lionel.
“ Lalu ? " tanya Aletta lebih jauh lagi.
“ Bukankah namamu Sanders?" lanjutnya.
Lionel dengan tenang menjawab.
“ Papa Sanders , tak mau mengakuiku karena ia tahu aku bukan lah anaknya. Hal itu terjadi bertahun - tahun hingga mamaku setres dan meninggalkanku " Lionel menghela nafas panjang dan melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
“ Sampai pada akhirnya aku mendapat kabar bahwa mamaku telah tiada"
Aletta tak menyangka bahwa Lionel menyimpan kisah pilu tersebut.
“ Itu sebabnya kau mau membalaskan dendam mu pada tuan Richardson ?" tanyanya menarik kesimpulan.
“ Ya , salah satu caranya dengan ini menghabisi dan melenyapkan anak - anaknya. Sebentar ya aku akan sapa adikku terlebih dahulu " jawabnya dengan seringaian mengerikan bak seorang psikopat.
Lionel maju kearah Linzy dan melepaskan lakban dari mulutnya.
“ Halo adikku , kamu sudah mendengarnya bukan ? "
Linzy masih menangis
“ Lepaskan aku , apa yang kau lakukan pada kakakku ?" bentak Linzy pada Lionel.
“ Jangan membentakku sialan aku ini kakakmu juga walaupun dari ibu yang berbeda " ujar Lionel.
“ Aku tak percaya apa yang kau katakan brengsek. Kau hanya mengada - ada. Daddy ku tidak pernah seperti itu , dan kau juga bukan kakakku. Aku tidak sudi punya kakak sepertimu " bentak Linzy.
Plaaak........
Lionel yang tak terima dengan perkataan Linzy sontak menampar pipi Linzy dengan keras kemudian ia menarik pula rambut Linzy dengan keras ke belakang.
“ Sudah kubilang jangan membentakku. Kau sebentar lagi akan merasakan apa yang mamaku rasakan selama ini. Bagaimana ya rasanya meregang nyawa? HAHAHAHA..... kini tinggal dirimu saja saat ini , karena kakak kesayanganmu saat ini tengah sekarat dan terbaring di rumah sakit saat ini. Mungkin tak lama lagi kakakmu akan mati "
Linzy yang mendengarnya menangis hingga sesenggukan.
“ Kau , kenapa kau lakukan ini pada keluargaku Lionel , apa salah keluargaku padamu ?" tanya Linzy dengan suara lirih.
“ Itu simple karena semua ini berawal dari daddy mu yang tak pernah mengakuiku tak pernah mengakui kami Linzy dan ia bahagia dengan keluarganya yang lain dan yang terpenting adalah ia bahagia diatas penderitaan yang kualami" tegas Lionel.
Sementara itu di kediaman Richardson..........
Andrew sudah kembali ke kediamannya. Sesampainya di rumah ia sangat terkejut dengan pertanyaan sang istri.
“ Apakah selama ini kau berselingkuh dibelakangku secara diam - diam Andrew? " tanya Gladys dengan airmata yang menetes dan pandangan kosong kearah televisi.
“ Apa maksud pertanyaanmu itu sayang ? Aku tidak berselingkuh dibelakangmu " bantah Andrew.
Gladys hanya menunjuk kearah televisi yang sedang menayangkan konferensi pers Lionel.
“ Apa dia adalah anakmu dan Aina ? Jika dia memang berkata seperti itu , besar kemungkinan jika dugaanku kau menjalin hubungan gelap dengan Aina adalah benar , karena ia sebaya dengan Linzy anak kita " Gladys berkata.
“ Sayang dengarkan anak itu bukanlah anakku , yang kedua aku tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita ular itu , kau tahukan ? Ini hanya salah paham saja " Andrew berusaha menjelaskan.
“ Gladys , sayang jangan seperti itu , hey " teriak Andrew frustasi.
“ Aku harus mencari tahu tentang semua ini , aku harus mencari tahu tentang Lionel dan yang terpenting aku harus mencari tahu tentang Aina" tekad Andrew.
“ Halo Travis , tolong carikan data tentang keluarga Sanders serta Aina Dewantari "
“ ......... "
“ Ok. Terimakasih "
Andrew menutup sambungan telepon dengan anak buah yang lain.
“ Wanita itu kenapa ia selalu mengusik kehidupanku setelah dirinya tiada ? Menyebalkan " gerutunya.
Flashback On :
Pada tanggal 25 Agustus 2004. Gladys dan Andrew pergi menuju rumah sakit. Gladys akan melahirkan hari ini. Maka dari itu Andrew dan Martin sudah berada di rumah sakit.
Tak lama kemudian datanglah Darren dan Helena serta Felix dan Anastasia menyusul ke ruang tunggu operasi.
“ Andrew , bagaimana keadaannya?" tanya Darren.
“ Masih tahap pembukaan ke - 8 mungkin sebentar lagi " jawab Andrew.
Tak lama kemudian keluarlah dokter dari ruang bersalin.
“ Dengan suami Mrs. Richardson ?" tanya dokter tersebut.
“ Ya saya suaminya " jawab Andrew.
“ Mr. Richardson istri anda akan segera melahirkan , beliau butuh anda untuk menemani persalinan " ucap sang dokter tersebut.
“ Ah... Baiklah dokter saya segera kesana tunggu sebentar " jawab Andrew lagi. Si dokter membalas dengan senyuman.
Andrew menghampiri Darren dan Felix serta kedua istri dan anak mereka dengan Martin.
“ Dengar aku akan mendampingi istriku melahirkan , tolong jaga Martin disini dan perhatikanlah sekitar , jika ada yang mencurigakan segera beritahu padaku" perintah Andrew pada sahabatnya.
“ Iya , pasti akan kujaga dan aku serta Felix akan terus mengamati keadaan sekitar " ucap Darren.
__ADS_1
Andrew masuk kedalam ruangan bersalin. Darren dan Felix menjaga keadaan sekitar tak lama Felix berkeliling bersama anak buah lainnya. Tak sengaja ia melihat brankar yang di dorong menuju ruang rawat inap.
“ Aina ?" monolognya.
Ia segera mengukuti brankar Aina yang akan dibawa ke ruang rawat inap bersamaan dengan brankar sang bayi , tampak bayi laki - laki dalam brankar tersebut.
“ Lionel Angelo ? Jadi nama anaknya Lionel Angelo ? Tapi kemana suaminya ?" monolog Felix.
Felix segera kembali ke ruang tunggu untuk bergabung bersama Darren dan yang lainnya.
“ Apa yang kau dapatkan Felix ?" tanya Darren kemudian.
“ Aku bertemu Aina , ia melahirkan seorang putra tanpa suami " jelas Felix.
“ Aina melahirkan tanpa suami ? Lalu dimana Sanders ? Dan siapa nama anaknya?" sahut Anastasia.
“ Aku tidak melihat Sanders disana. Nama anaknya adalah Lionel Angelo" terang Felix.
Tak lama pintu ruang operasi terbuka dan keluarlah dokter yang menangani Gladys.
“ Dokter bagaimana keadaan Gladys dan bayinya ?" tanya Helena.
“ Puji Tuhan ibu dan bayinya selamat anaknya perempuan , cantik seperti ibunya. Berat badannya 3,8 kg dan panjangnya 55 cm. Saat ini bayinya sedang dibersihkan dan pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Saya permisi" pamit dokter tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di kamar rawat inap......
Gladys sudah dipindahkan ke kamar rawat inap VVIP semua kerabat berkumpul disana.
“ Selamat ya Gladys , astaga bayimu lucu sekali dan sangat cantik " puji Helena dan Anastasia.
“ Glory mempunyai teman sekarang" kata Anastasia dengan girang.
“ Siapa namanya Drew ?" tanya Felix.
“ Eleonora Linzy Eclesia Richardson" jawab Andrew.
“ Baby Linzy " pekik Helena.
“ Martin kemarilah , lihat adikmu nak cantik sekali " ujar Anastasia.
Andrew dan Gladys hanya tersenyum namun ada kesedihan yang tersirat dari mata Andrew disana.
“ Andrew bisa kita bicara sebentar ?" tanya Felix.
Andrew mengangguk kemudian ia pamit undur diri bersama Darren dan Felix.
“ Apa yang ingin kalian sampaikan , aku yakin ada sesuatu " tanya Andrew to the point.
“ Aku bertemu Aina , dia juga sedang melahirkan seorang putra tanpa didampingi Sanders. Aku melihatnya di rumah sakit ini. Putranya bernama Lionel Angelo " jelas Felix.
“ Aina melahirkan tanpa suami ? " Andrew terkejut. Felix menganggukkan kepalanya.
“ Dimana Sanders ? Tidakkah seharusnya ia mendampingi proses persalinan istrinya?" herannya.
“ Kami tidak tahu soal itu " jawab Felix dan Darren.
“ Lionel Angelo ya ? Terus awasi anak itu. Aku yakin anak itu suatu hari nanti akan menjadi senjata Aina untuk menjatuhkanku " ujar Andrew.
“ Baiklah " jawab Felix.
__ADS_1
Flashback Off