Who Am I ( Linzy Story )

Who Am I ( Linzy Story )
34


__ADS_3

Martin POV


Hari ini aku akan bersiap pulang ke rumah. Saat diperjalanan aku menerima telepon dari Verren dia mengatakan bahwa Vernon sudah pergi ke laboratorium untuk meneliti makanan Linzy dan aku juga mendapatkan kabar bahwa ternyata Raya juga ikut dalam persekongkolan dalam mencelakaiku dan ada seorang yang menyamar sebagai kurir pengantar makanan untuk mencelakai Linzy namun yang belum dapat dipastikan adalah siapa yang menyuruhnya. Tidak mungkin bukan tuannya karena yang kutahu dia sudah tiada. Aku juga mendengar dia memiliki anak tapi beliau tak pernah go public soal anak mereka.


Saat aku sedang larut dalam pikiranku aku hampir saja menabrak truk di depanku. Kucoba menginjakkan rem namun ternyata tak berfungsi. SIAL ! padahal aku sedang dalam kecepatan yang lumayan tinggi , belum lagi aku diapit sebuah mobil disisi kanan - kiri. Apakah mereka sengaja menjebakku ? Mereka semakin mendekat kearah mobilku dan aku tak bisa menghindar sama sekali meski aku berusaha dengan susah payah. Aku hanya mampu berdoa dalam hati supaya Tuhan masih melindungiku.


Aku mencoba membanting setirku dan tiba - tiba.......


Sreeeeettt.......... Braaaaaakkk....


Truk serta mobil tadi menabrakku dari sisi kanan - kiri dan depan. Aku merasakan sakit dan pusing. Pengelihatanku semakin memburam hingga akhirnya kegelapan menyapa.


Martin POV End


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Author POV


Keadaan mansion Richardson sangat sepi. Andrew sedang tidak di rumah saat ini , ia mengunjungi rumah sakit. Untungnya rumah sakit tersebut adalah rumah sakit tempat dokter Lucianno bekerja.


" Andrew , apa yang kau lakukan disini ?" tanya Lucianno pasalnya ia melihat raut cemas diwajah Andrew.


" Martin mengalami kecelakaan rem mobilnya kehilangan fungsi sehingga dia menabrak sebuah truk dan saat ini kondisinya kritis" terang Andrew pada dokter tersebut.


" Martin kecelakaan ? Bagaimana bisa ? Belum lagi ini karena dikarenakan rem blong. Aku juga mengenal Martin lama Drew , dia adalah anak yang sangat teliti dan perfeksionis , jadi tidak mungkin jika dia tidak mengecek kendaraannya" ucap Lucianno panjang lebar.


" Aku juga tak tahu kenapa ini bisa terjadi , dan saat ini Linzy juga menghilang , sopir kami mengatakan tidak melihat Linzy di sekolahnya , padahal Glory bilang ia akan pulang menunggu jemputan sopir karena tak mau menunggu Glory yang sedang ekstra basket" ucap Andrew dengan sendu.


" Ya Tuhan Andrew , kau harus sabar ya anggap saja ini ujian untukmu " Lucianno berusaha menguatkan Andrew.

__ADS_1


Lucianno bisa melihat betapa kacaunya kondisi Andrew saat ini , ia sangat tahu jika sebenarnya Andrew sangat menyayangi anak- anaknya meski tak menunjukkan rasa sayangnya secara langsung.


Tak lama dokter yang memeriksa Martin keluar , Andrew segera berdiri dan menanyakan kondisi putranya.


" Bagaimana keadaan Martin dokter? " tanya Andrew penuh harap.


" Kondisinya kritis saat ini. Ia mengalami beberapa patah tulang pada bagian tangan dan kakinya , juga luka dikepalanya akibat terkena benturan yang amat keras. Selain itu luka dibagian dadanya sepertinya karena terkena hantaman yang keras mengenai dadanya dan juga ia kehilangan banyak darah. Teruslah berdoa tuan saat ini kita berharap semoga keajaiban dan mukjizat dari Tuhan mampu menyelamatkan nyawa Martin " penjelasan dokter tersebut.


Andrew hanya memandang kosong dokter didepannya.


" Tuan ? Anda baik - baik saja ?" tanya dokter tersebut. Lucianno yang mengerti kondisi sahabatnya segera menjawab.


" Ahh... Iya terimakasih atas penjelasannya dokter Zach " jawab dokter Lucianno.


" Sama - sama. Kalau begitu saya permisi " ujar dokter Zach pamit undur diri.


" Andrew are you okay ? Aku percaya Martin dan Linzy. Mereka anak yang kuat seperti daddynya" ucap Lucianno.


" Dosa apa yang kulakukan dimasa lalu Luc , kenapa Tuhan menghukumku dengan cara seperti ini ?" tanya Andrew dengan airmata yang menetes.


" Drew , jangan seperti itu anggap saja ini ujian dari Tuhan untuk keluargamu , aku yakin semua akan baik - baik saja Drew" Lucianno berkata dengan nada yang sedikit meninggi.


" Aku akan melihat Martin sejenak " ujar Andrew.


" Baiklah , aku ikut " jawab Lucianno. Merekapun masuk kedalam ruangan ICU dimana Martin dirawat , banyak selang yang menempel ditubuhnya. Hati Andrew merasa sangat hancur melihat kondisi sang putra.


" Aku sudah menyuruh anak buahku , mereka dibantu oleh anak buah Darren , dibawah pengawasan Darren dan Felix " jelasnya.


" Semoga saja segera ditemukan " harap Lucianno.


Saat mereka sedang bicara tiba - tiba pintu ruang ICU terbuka dan nampaklah Vernon dengan wajah lelah seperti menahan amarah.


" Apa yang om katakan ? Linzy hilang ? Tidak mungkin kan om...!! Dimana Linzy sekarang om ? DIMANAAA !!!.... " teriak Vernon sembari menarik kerah Andrew.


Dokter Lucianno yang melihat Vernon mengamuk itupun segera memisahkan Andrew dengan Vernon.


" Vernon , Hey tenanglah Vernon. Andrew sedang banyak masalah saat ini , Martin sedang terbaring lemah dan kritis karena kecelakaan ditambah Linzy menghilang. Kau harus sabar dan tenang " Lucianno menenangkan Vernon.


" Hhh... Aku tahu selama ini kau selalu menjadikan kak Martin sebagai prioritas dan melupakan Linzy , dan sekarang ? Kau memilih berada disini daripada mencari putrimu ?" Vernon menghela nafas.


" Aku kecewa padamu om " ucap Vernon sambil berlalu pergi.


Andrew hanya bersandar pada tembok hatinya sangat hancur saat ini. " Apakah yang kulakukan semua ini , itu salah ?" katanya sembari meneteskan airmata.


Lucianno hanya diam , ia tak tahu harus berbuat apa.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Sementara itu Vernon langsung menghubungi Verren meminta bantuan untuk melacak Linzy.


" Halo Verren , kau sudah dengar berita dari daddy ? Aku rasa daddy sudah mengetahui masalah ini "


" Soal menghilangnya Linzy ? Ya aku sudah mengetahuinya. Glory tadi memberitahuku. Bagaimana keadaan kak Martin disana?"


" Ya , kondisinya masih kritis. Oke , bisa kuminta tolong. Tolong lacak posisi Linzy saat ini. Kau tidak lupa kalung itukan ? Aku sudah memberikannya kemarin saat kami double date kemarin"


" Oh kau sudah memberikannya ? Kerjamu cepat juga. Baiklah aku akan melacaknya. Ngomong - ngomong bagaimana hasil makanannya ?"


" Hasilnya akan jadi besok atau 2 hari kemudian , mulai dari sekarang"


" Hmm... Oke brother aku akan melacak dahulu. Kau juga bisa melacaknya. Dan kau bisa menyusul"


Vernon langsung mematikan sambungannya dengan Verren dan mulai mekacak posisi Linzy.


Ia sudah melacaknya dan sepertinya posisinya berada di tengah hutan. Segera saja ia bergegas pulang ke rumah dan mengganti jas dokternya menjadi pakaian serba hitam. Ia juga membawa senjata untuk berjaga - jaga.


Selepas ia masuk mobil , ia langsung menghubungi daddynya namun ia berpura - pura tak mengetahui masalah tersebut.


" Halo dad , apa benar Linzy menghilang ?"


"......"


" Oh , tidak aku hanya tak sengaja mendengar percakapan antara om Andrew dengan dokter Lucianno "


" ...... "


" Oke baiklah "


Vernon menutup sambungannya dengan sang daddy.


" Ada apa dengan daddy ? Jelas - jelas Linzy sedang menghilang , kenapa dia mengatakan padaku tak terjadi apa - apa ? Apa ia bermaksud menyembunyikannya dan dariku ? Dasar ! " batinnya.

__ADS_1


__ADS_2