Who Am I ( Linzy Story )

Who Am I ( Linzy Story )
40


__ADS_3

Author POV


Hari yang ditunggu - tunggu pun telah tiba. Karena apa ? Ya karena ini adalah hari bahagia para pengantin tersebut. Yaitu hari pernikahan mereka.


Saat ini Glory dan Linzy tengah berada dalam satu ruangan sebelum menghadap di altar.


“ Kau gugup ?" tanya Glory pada sahabatnya.


“ Tentu saja , wanita mana yang tak gugup di hari pernikahan mereka ? Kau juga demikian bukan ?" tanya balik Linzy.


“ Ya , kau benar. Aku tidak menyangka jika aku akan menjadi nyonya muda Richardson " ucap Glory sambil menerawang.


“ Dan aku akan menjadi nyonya muda Stewart. Semua berlalu begitu cepat Glory , aku tak menyangka" ucap Linzy.


“ Kau tahu Linzy ? Dulu aku mengira kakakmu tak suka dengan seorang wanita selain mommy dan adiknya. Ia sangat cuek dan tidak ingin berurusan dengan yang namanya wanita. Walaupun aku sudah menyukainya sejak kita duduk di bangku SMP tapi melihat ekspresi kakakmu membuatku mengurungkan niat untuk menyatakan perasaanku saat itu " kenang Glory.


Linzy hanya tertawa mendengarnya “Kau harus bermain teka - teki dulu dengannya. Kak Martin memang berbeda dengan laki - laki lain , mungkin ia menyadari jika ia tampan dan banyak yang menyukainya. Baginya itu sungguh merepotkan " terang Linzy.


Glory hanya mengangguk menyetujui.


Sementara di tempat lain....


“ Kau baik - baik saja ?" tanya Martin pada calon adik iparnya.


“ Aku sedikit gugup. Bagaimana denganmu kak ?" tanya Vernon balik.


“ Aku... Entahlah dibilang gugup tidak juga sebenarnya. Vernon bolehkah aku bicara padamu ? Anggap saja ini pesanku terakhir sebelum Linzy berpindah tanggung jawab " ucap Martin serius.


“ Tentu " jawab Vernon tegas.


“ Kau tahu bukan jika Linzy adalah adikku satu - satunya? " Martin mulai pembicaraan.


“ Tentu aku tahu kak " jawab Vernon.


“ Dengar , Linzy itu sangat manja karena dia sangat rapuh. Selama ini kami selalu menjaganya bak sebuah berlian yang berharga. Tanggung jawabku untuk melindungi Linzy akan berakhir sebentar lagi. Karena nanti itu akan menjadi tanggung jawabmu. Untuk itu jaga ia dengan sepenuh hatimu. Jangan membuat ia menangis atau terluka karenamu. Jangan pernah kau berlaku kasar padanya. Jika kau melanggar janji ini , kau tahu bukan akan berurusan dengan siapa?" ujar Martin dengan seringai bak psikopat seolah ingin memutilasi tubuhnya hidup - hidup.


Vernon yang mendengar suara deep voice Martin merasa bergidik ngeri. Menikahi nona muda Richardson sama saja artinya ia menyerahkan dan bertaruh nyawa di kandang singa buas.


“ Tentu kak. Kakak bisa pegang janjiku ini " ucap Vernon.


“ Jika melanggar apa jaminannya?" tanya Martin.


“ Apapun. Termasuk itu nyawaku sekalipun. Aku akan menyerahkan diri kepadamu kak , untuk menerima hukumanku " jawab Vernon. Martin yang mendengarnya menyeringai puas.


“ Good boy " ucap Martin bangga.


Vernon menghela nafas panjang. Martin bukanlah tipe orang yang bisa diajak bercanda sesekali saja. Hidupnya selalu serius dan ucapannya tak pernah main - main. Maka dari itu ia harus berhati - hati.


Saat mereka sedang bicara berdua ada seseorang yang masuk secara tiba - tiba memberitahukan bahwa waktunya mereka bersiap menuju gereja.


Siang ini menjadi hari yang bersejarah dalam hidup kedua pasangan tersebut. Ya... Diujung pintu gereja sana sudah ada Andrew yang sedang menggandeng putrinya berjalan menuju altar , begitu juga dengan Felix yang menggandeng Glory. Sedangkan di depan altar sudah ada dua pria tampan nan gagah dan seorang pastur yang memimpin jalannya acara pemberkatan mereka.


Saat Andrew dan Linzy sudah sampai depan altar. Andrew mengatakan nasehat terakhir untuk menantunya.


“ Aku serahkan putriku padamu. Jaga dan sayangi ia sebagaimana  kami menjaga dan menyayangi Linzy sedari kecil. Jangan sampai membuatnya terluka ataupun airmatanya mengalir , kecuali jika itu airmata kebahagiaan. Jika kau melanggarnya kau tahu bukan apa yang terjadi?" nasehat Andrew.


“ Tentu papi. Vernon akan selalu menjaga dan menyayangi Linzy dengan segenap hati dan nyawa Vernon" jawab Vernon sungguh - sungguh. Andrew tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


Kini giliran Felix yang memberi nasehat untuk Martin.


“ Martin , papa tahu jika kau adalah laki - laki yang bertanggung jawab. Maka kuserahkan tanggung jawab padamu untuk menjaga dan menyayangi Glory dengan sepenuh hati seperti kami menyayangi Glory dan menjaganya. Jangan biarkan airnata duka menetes dari mata indah Glory " ucap Felix.


“ Aku tidak berjanji namun aku akan berusaha dengan sepenuh hati jiwa dan ragaku. Namun jikalau seandainya aku melanggar kau boleh menghukumku papa " jawab Martin. Felix tersenyum bangga dengan menantunya.


Saat ini kedua pasangan tersebut sudah berada di depan altar dan dihadapan pastur mengucapkan janji suci pernikahan mereka. Hingga pada akhirnya mereka sah menjadi suami istri.


Acara pemberkatan selesai. Selama prosesi tersebut menangis haru , sedangkan para ayah tersenyum bangga pada putra dan putrinya.


Saat para orangtua serta sanak saudara dan mendekat hendak memberikan ucapan selamat.


“ Linzy , putri daddy sudah besar sekarang. Padahal rasanya baru kemarin menggendongmu saat kau lahir ke dunia. Mulai hari ini kau akan tinggal bersama suamimu. Jadilah istri yang baik untuk suamimu hormatilah dan sayangilah ia. Dewasalah dalam bersikap. Begitu juga sebaliknya. Kalian mengerti" ucap Andrew.


“ Mengerti Pi / Dad " jawab Linzy dan Vernon.


“ Untuk Martin , jadilah nahkoda yang baik untuk keluargamu kelak. Jagalah istri dan anakmu. Jadilah suami yang bertanggung jawab" nasehat Andrew.


“ Tentu dad " jawab Martin.


Hari sudah mulai malam dan acara resepsi pernikahan mereka sedang berlangsung tema yang mereka usung adalah princess disney.


Saat ini kedua pasangan pengantin tersebut sedang berada di pelaminan menyalami para tamu yang jumlahnya sangat banyak. Sesungguhnya mereka merasa kelelahan apalagi Linzy dan Glory.


“ Kak , apa ini masih lama ?" tanya Glory pada suaminya. Iya sekarang Martin adalah suaminya. Glory yang pada dasarnya memang tomboy dan jarang memakai heels atau bahkan tidak pernah , tentu saja ia merasa pegal dan tidak betah.


“ Kau lelah ?" tanya Martin yang melihat istrinya seperti origami yang ditekuk 12 kali.


“ Iya. Sepertinya kakiku lecet kak " keluh Glory.


Martin permisi sebentar.... Tak lama kemudian ia membawa sepatu kets untuk Glory.


“ Lepas heels mu dan pakai ini supaya kakimu nyaman. Sebentar lagi kita akan berdansa" ucap Martin sembari melepaskan heels Glory dan memakaikannya sepatu. Hal itu membuat Glory merona.


Para tamu yang melihat kejadian tersebut dibuat histeris.


Saat ini sedang sesi berfoto bersama sebelum pesta dansa dimulai.


Banyak para keluarga dan sahabat yang ingin berfoto bersama raja dan ratu semalam ini.


Kini pesta dansa sedang berlangsung.


“ Dance with me my queen ? " tanya Martin pada istrinya sembari mengulurkan tangannya , dan disambut hangat oleh Glory.


Lain lagi dengan pasangan Vernon dan Linzy , mereka sudah berdansa sedari tadi. Vernon dan Linzy mengikuti irama musik yang mengalun dan mereka menyatukan dahi mereka.


“ Kau terlihat sangat cantik saat ini istriku "


“ Kau juga terlihat sangat tampan dan gagah suamiku "


“ Apa kau pernah mengira kisah hidupmu berada dititik ini ?"


“ Tak pernah. Bahkan aku merasa ini sebuah mimpi "


Vernon menatap teduh sang istri.


“ Sayangnya kali ini bukanlah mimpi sayang , ini nyata " balas Vernon.

__ADS_1


Di ruangan Vernon - Linzy....


Mereka sedang berada di kamar pengantin. Kamar pengantin ? Tentu saja , karena pesta telah usai.


Linzy sedang berusaha membuka gaunnya saat ini , namun ia merasa sedikit kesulitan saat membuka resletingnya.


“ Susah sekali sih... Ugh " keluh Linzy. Vernon yang baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya kesulitan hanya terkekeh.


“ Perlu bantuan ?" tawar Vernon.


“ Tentu saja " Linzy menjawabnya.


Vernon bergerak menuju istrinya dan menurunkan resleting gaun sang istri. Terpampanglah punggung putih mulus milik Linzy. Seketika Vernon meneguk ludah , hey lelaki normal mana yang tak tergoda jika disuguhkan pemandangan indah di malam hari seperti ini?


“ Zy ? " panggil Vernon dengan deep voicenya membuat bulu kuduk Linzy merinding seketika.


“ Iya kak ?" jawab Linzy takut.


“ Bolehkah aku meminta hak ku sekarang ?" tanya Vernon.


Linzy yang mendengar itu merasa malu tapi tak lama kemudian ia mengangguk kecil. Vernon tersenyum dibuatnya.


“ Tapi pelan - pelan " pinta Linzy.


“ Tentu sayang "


Dan malam itu adalah malam yang membahagiakan bagi pasangan Vernon - Linzy. Vernon terutama.


Di ruangan Glory - Martin....


Martin yang sedang duduk di kasur dengan keadaan topless sedang menunggu istrinya tengah mandi sembari bermain ponsel.


Ceklek....


Pintu kamar mandi terbuka menampakkan Glory yang keluar dari kamar mandi berbalut bathrobe.


“ Astaga.... Sejak kapan kau seperti itu kak ? Bukankah tadi kau masih pakai baju ?" kaget Glory.


“ Kenapa kau terkejut ? Kita sudah suami - istri sekarang. Bukankah itu wajar hmm?" jawab Martin sambil mendekat kearah istrinya dan langsung menarik tali bathrobe sang istri. Mendapat perlakuan secara tiba - tiba membuat Glory terkejut dan berteriak namun suaranya teredam akibat bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Martin.


“ Mmmh... Eungh kakh " lenguh Glory saat Martin memberikan french kiss dengan intens sembari meremas pipi pantat sang istri. Mendengar lenguhan istrinya Martin menyeringai kemudian menggendong istrinya menuju kasur dan membantingnya dengan kasar.


Bar - bar sekali tuan muda Richardson ini....


“ May I ?" tanya Martin dengan deep voice.


“ T - tunggu kak. Lakukan secara perlahan ya ? Aku takut " pinta Glory.


Martin nampak berpikir.


“ Hmm okay.... Tapi aku tidak janji. Akan kubuat kau mendesahkan namaku baby... Dan aku juga akan membuatmu tak mampu berjalan beberapa hari kedepan , atau mungkin minggu " jawab Martin enteng.


Glory yang mendengar jawaban sang suami hanya membolakan matanya tak percaya.


“ Apa ..... ? Tidaaaak..... "


Ya malam itu adalah malam pertama juga bagi Martin dan Glory berdoalah semoga Glory baik - baik saja.

__ADS_1


Author POV End


__ADS_2