
Halo ketemu lagi cerita Linzy sudah sampai Extra Part aja ya. Happy Reading , oh Don't forget please vote & comment. So enjoyed. Thank you !
7 tahun kemudian........
“ MOMMY........ "
Brugh......
Brugh.....
Brak....
Selalu seperti ini kejadian setiap pagi huh , untungnya aku sudah terbiasa.
“ Hati - hati , sayang nanti ja— "
Brukk.....
“ Tuh "
“ HUWEEE.... MOMMY "
“ Ahh... Carla cengeng seperti itu saja menangis. Lihat nih Lio ga nangis " ejek saudaranya.
“ Diam kamu " sentak yang satunya.
Ya mereka anak - anakku Lionel dan Carla. Keduanya memang sudah memasuki usia sekolah dasar. Buah cintaku dengan kak Vernon.
“ Astaga , sayangku mommy sudah bilang bukan tak perlu lari - lari nanti terjatuh , dan Lionel jangan jahili adukmu " huh aku sudah beberapa kali mengingatkan mereka hingga aku terkadang merasa jengkel sendiri.
“ I'm sorry Mom. Lio tidak akan menjahili Lala lagi " ujar anakku penuh rasa penyesalan.
“ Minta maaf pada adikmu Lio " ujarku dengan lembut.
“ Maafin kakak ya La. Kakak janji tidak akan mengulanginya lagi " ucap anak lelakiku. Sang adik yang mendengar permintaan maaf dari kakaknya pun lantas memeluk kakaknya.
“ Hello , jagoan dan princess daddy. Ada apa ini ? Apakah daddy melewatkan sesuatu ?" tanya kak Vernon yang sudah keluar dari kamar dengan pakaian santai. Hari ini ia di rumah karena semalam dinas.
“ Hanya masalah kecil dad tapi semua sudah teratasi " jelasku.
“ Really?"
“ Yes dad " ucap Carla.
Kak Vernon tersenyum sembari menatap anak - anaknya. 7 tahun adalah waktu yang cepat bagi kami. Tak terasa anak - anak kami sudah masuk bangku sekolah dasar saja. Padahal rasanya baru kemarin melahirkan mereka.
“ Ayo anak - anak habiskan sarapan kalian hari ini daddy akan mengantar kalian sekolah , atau kalian ingin dijemput oleh Uncle Martin ?"
“ Kita akan berangkat dengan uncle Martin ?" tanya anakku Lio.
“ Jika kalian mau. Daddy akan telponkan "
“ Hari ini kita diantar uncle Martin saja tapi nanti daddy yang jemput kami "
“ Baiklah. Nanti akan daddy jemput kalian "
Aku sudah menelepon CEO yang super sibuk , tapi sayangnya dia kakakku.
Tak lama kemudian.....
Tin.... Tin.....
Oke ternyata kakakku sudah sampai dengan mobil pajero sport nya. Dasar orang kaya.
Anak - anakku sudah menanti di depan. Mereka sangat antusias dengan kakakku. Ya walaupun wajahnya minim ekspresi tetapi jika berhadapan dengan anak kecil ia menjadi pribadi yang berbeda.
“ Good Morning kids, are you ready go to school for today ? " tanya kak Martin.
“ Yes sure uncle " jawab keduanya.
__ADS_1
“ Good morning Mr CEO how are you today ?" tanyaku.
“ Oh. I 'm fine little girl. Thank you , how about you my sister ? You look stress. Are you okay ?" tanya kak Martin.
“ Namanya juga seorang ibu kak. Selalu ada hal baru di pagi hari tapi aku menikmatinya " jawabku.
“ Hmm... Baiklah kau harus jadi istri dan ibu yang baik untuk anak dan suamimu serta jadi CEO yang baik untuk daddy "
Ya dalam 7 tahun ini sudah banyak berubah aku menjadi penulis dan menjadi CEO di perusahaan daddy.
Sedangkan kak Martin dia sudah menjadi CEO di perusahaannya sendiri.
“ Terkadang aku mulai lelah dan bosan saat melihat tumpukan berkas - berkas yang menggunung , belum lagi jika lembur. Semua terasa mencekikku " aku bersungut.
“ Itu sebabnya aku enggan meneruskan daddy menjadi CEO darling , aku lebih memilih menjadi seorang dokter " timpal suamiku.
“ Sebenarnya itu sama saja. Membaca grafik kondisi pasien huh yang benar saja itu membuatku gila Vernon " balas kak Martin.
“ Karena kau tak kuliah jurusan kedokteran kakak ipar "
“ Sudahlah jangan berdebat. Kalian bergegas nanti anak - anak terlambat " leraiku.
Mereka semua termasuk aku sudah bergegas untuk bekerja dan anak - anak bersekolah.
“ Kids , jangan nakal di sekolah bertemanlah tanpa pandang bulu. Dengarkan kata guru dan jangan nakal pada uncle oke ?" nasehat suamiku.
“ Baik dad " jawab mereka. Dan yah kak Martin berpamitan dengan keempat kurcaci haha.
Sementara itu aku diantar oleh kak Vernon.
Karena aku tak sempat sarapan jadi aku makan sarapanku di mobil. Yah aku lebih mengutamakan suami dan anakku daripada diriku sendiri. Itulah sebabnya suamiku sedikit cerewet dan selalu mengingatkan aku pada kondisiku supaya aku lebih memperhatikan kondisiku sendiri.
Sesampainya di kantor aku menyalami suamiku.
“ Ingat jangan lupa istirahat dan makan siang , jangan terlalu memforsir tenagamu. Beritahu aku jika sudah selesai. Aku akan menjemputmu sayang "
“ Terimakasih kak. Akan kuhubungi kau nanti " jawabku lalu keluar dari mobil.
Aku memasuki kantor daddy ku. Beberapa karyawan membungkuk padaku. Aku tidak terbiasa diperlakukan seperti itu sebenarnya.
“ Selamat pagi nona. Anda selalu datang pagi seperti biasanya " ucap sekretaris ku.
“ Seorang atasan harus memberikan contoh yang baik bagi karyawannya Jolie" ucapku dingin.
Jangan tanya kenapa aku bersikap dingin dan tegas , darah daddy mengalir dalam diriku. Seorang Richardson.
“ Jolie , apa jadwalku hari ini ?" tanyaku lagi.
“ Hari ini ada meeting dengan pemilik Stewart corp terkait kerjasama pembangunan mall sekaligus makan siang bersama "
Astaga bertemu dengan ipar sendiri yang terkadang membuatku sedikit merasa dongkol.
“ Jam berapa ?" tanyaku.
“ Pukul 10.00 - 12.00 siang nona" jelasnya.
“ Sebelum itu ?"
“ Hanya menandatangani berkas - berkas nona "
“ Baiklah terimakasih untuk jadwal hari ini Jolie. Silahkan kembali ke tempat kerjamu " titahku. Jolie segera pamit undur diri.
Semoga saja tidak semelelahkan biasanya.
Tepat pukul 10.00 Verren sudah menungguku di ruang rapat. Meskipun kami saudara ipar tapi jika dalam dunia kerja kami sangat profesional.
Rapat berlangsung sangat serius tapi tidak ada perdebatan alot. Untungnya.
Rasanya tubuhku terasa kaku dengan suasana melelahkan akibat rapat ini.
__ADS_1
Tak terasa sekarang sudah menunjukkan pukul 12.00 akhirnya selesai juga. Haleluya.
Verren menghampiriku.
“ Selamat siang kakak ipar , mau makan siang bersama ? By the way kau menjadi pribadi yang berbeda saat jam kerja. Sangat tegas dan profesional " ucapnya.
“ Terimakasih itu tuntutan pekerjaan " jawabku.
Kami berjalan bersama menuju kantin.
“ Bagaimana kabar keponakanku tercinta , Carla dan Kaizel ?"
“ Mereka sangat aktif Verren "
“ Mirip denganku sangat aktif "
“ Kau tahu ? Sesungguhnya aku agak menyesal anakku mirip denganmu "
“ Itu terdengar jahat "
Aku hanya tersenyum.
“ So , bagaimana dengan Irene dan Brian ?"
“ Brian sangat mirip kakakku. Tenang , dingin , tegas dan irit bicara. Sedangkan Irene kau bisa menebaknya "
Verren terkekeh mendengar penjelasanku.
“ Ia sangat mirip dengan ibunya yang sangat cerewet. Semoga Brian dan kak Martin betah dengan perilaku Irene"
Aku mengangguk membenarkan ya memang begitu keluarga kami. Penuh dengan perbedaan yang mencolok.
Saat di kantin kami dibuat terkejut dengan kedatangan daddy dan papa mertuaku. Mereka sudah menunggu di salah satu meja kantin.
“ Wow tuan - tuan , aku tak tahu jika kalian kemari bersamaan. Ada urusan apa ? Apa kalian berniat menjodohkan kami. Maaf saja aku tidak mau menjadi perebut istri orang " seloroh Verren.
“ Diamlah anak nakal. Bicara lagi kupotong tubuhmu " balas mertuaku.
“ Psikopat " balas Verren.
“ Bagaimana pekerjaanmu princess ?"
“ Lancar - lancar saja. Tidak ada masalah dad " jawabku.
“ Jangan terlalu lelah daddy masih khawatir dengan kondisimu. Pun begitu dengan mertuamu "
“ Oh astaga , kalian tak mengkhawatirkan aku ?" protes Verren.
“ Untuk apa mengkhawatirkanmu. Kurang kerjaan saja "
“ Sudahlah mari kita makan siang "
Kami pun makan siang dengan tenang.
Malam hari telah datang. Aku berubah peran menjadi ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak. Saat ini sudah menunjukkan pukul 21.00 anak - anak sudah mulai tidur sehabis belajar.
Sedangkan kami menikmati waktu berdua. Walaupun tidak sebanyak dulu namun kami tetap mengusahakan waktu untuk berdua.
“ Kau lelah ? " tanya kak Vernon.
“ Ya hari ini memang lelah namun tak seperti biasanya "
“ Ingin kupijat ?"
“ Tak perlu kak kau pasti juga lelah dan butuh istirahat"
“ Kak terimakasih kau sudah mau bertahan dan menjalani bahtera rumah tangga bersamaku"
“ Kau ini bicara apa ? Kau tak perlu berterimakasih. Karena kau adalah takdirku yang dikirim oleh Tuhan , Zy"
__ADS_1
“ Aku mencintaimu suamiku "
“ Aku juga mencintaimu istriku. Sekarang tidurlah"