
Hari - hari kehamilanku saat ini tengah kulewati. Tak kusangka sudah hampir memasuki 3 bulan.
Jika ditanya bagaimana rasanya tentu saja jawabannya adalah bahagia. Siapa yang tidak bahagia saat akan menjadi seorang ibu?
Pasti jawabannya tidak ada.
Saat masa kehamilan aku tetap bekerja kok. Hanya saja walaupun itu dari rumah. Kak Vernon memang sudah minta izin dengan atasanku agar aku bisa bekerja dari rumah.
Selama aku hamil kak Vernon selalu menjadi suami siaga dan juga perhatian. Sebagai contoh ia membuatkanku susu , kadang memasakkanku dan masih banyak hal lain lagi yang ia lakukan untukku.
Benar - benar suami idaman.
Seperti siang ini. Suamiku belum bekerja dinas sore katanya , jadi saat ini kami tengah bersantai di taman belakang rumah , ya aku memiliki kebun bunga sendiri. Ada mawar merah , putih , ada tulip , anggrek dan masih banyak lagi.
Selain itu di rumah kami juga memiliki robot asisten. Itu hadiah dari Verren untuk menyambut kehamilanku. Robot itu seperti asistenku yang selalu membantuku ketika kak Vernon tak ada di rumah. Ya ampun dia perhatian sekali.
Selama kehamilan aku tidak mengalami morning sickness. Ya itu benar , tapi suamiku yang mengalaminya beberapa hari lalu. Ia merasa lemas sekali badannya. Aku sampai kasihan namun juga terharu. Tapi saat ini suamiku sudah baik - baik saja.
“ Kak " panggilku tiba - tiba.
“ Kenapa sweetie ?" jawabnya.
“ Aku ingin mengunjungi Lionel. Semenjak kematiannya kita belum sekalipun mengunjunginya " pintaku padanya.
Aku melihat dia terkejut.
“ Untuk apa kamu kesana ? Dia kan da— " ucapnya belum selesai karena aku memotongnya.
“ Aku tahu. Dia dulu jahat dan berniat membunuhku. Tapi kakak juga tidak lupa kan jika tak ada jantung Lionel mungkin sekarang aku tak berada disini ? Aku hanya ingin menjenguknya. Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih dan aku juga ingin memberitahu padanya bahwa beberapa bulan lagi ia memiliki keponakan yang lucu" jelasku membuat kak Vernon terdiam.
“ Tolong kak semua itu hanya masa lalu. Semuanya sudah selesai , aku hanya ingin Lionel tenang disana tanpa dihantui rasa bersalah " mohonku.
Kak Vernon menghela nafas panjang.
” Baiklah kita bersiap. Kita akan kesana sekarang " ujarnya. Aku yang mendengarnya pun memekik girang dan langsung memeluk kak Vernon. “ Terimakasih kak " ucapku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Disinilah kami sekarang di sebuah pemakaman umum yang keadaannya sepi. Kak Vernon menuntunku untuk mencari batu nisan Lionel. Akhirnya kami menemukannya setelah melakukan penelusuran.
...LIONEL ANGELO SANDERS ...
...LAHIR : 1 JULI 2005...
...WAFAT : 1 SEPTEMBER 2021...
Aku mengelus batu nisan tersebut dan mulai menyapanya.
“ Hai Lionel , maaf kami baru bisa mengunjungimu setelah kau pergi meninggalkan kami. Lio , aku kesini ingin mengucapkan terimakasih atas pengorbananmu untukku beberapa tahun yang lalu. Berkat jantungmu yang berdetak di dalam tubuhku , aku dapat hidup dengan layak dan meraih cita - citaku. Kau tahu aku sekarang sudah bekerja menjadi editor surat kabar dan juga menjadi novelis. Kalau Glory sudah menjadi dokter saat ini spesialis anak. Oh iya. Aku dan dokter Vernon sudah menikah dan hidup bahagia. Begitupun dengan Glory yang sudah menikah dengan kak Martin"
“ Kau tahu Lio ? Sebentar lagi ah tidak tepatnya beberapa bulan lagi mungkin kau akan menjadi seorang paman. Aku dan Glory tengah mengandung saat ini. Kau akan mempunyai keponakan - keponakan lucu tidak lama lagi"
“ Lio , semenjak kejadian itu tanpa kau meminta maaf pun aku sudah memaafkanmu. Kak Martin pun juga demikian , begitu pula daddy dan mommy ku "
“ Sudah dulu ya. Cukup sampai disini. Aku akan pulang jaga dirimu baik - baik Lionel. Semoga kau tenang disana "
Aku dan kak Vernon pergi meninggalkan area pemakaman.
.
.
.
.
.
.
.
.
Author POV
Tanpa mereka sadari ada yang tersenyum teduh hingga berurai airmata ketika melihat Linzy dan Vernon mengunjungi nisan nya.
“ Terimakasih atas maaf yang kau berikan Zy. Aku senang jika kau dan kalian semua bahagia. Semoga keluarga kecil kalian baik - baik saja dan selalu bahagia cantik. Aku akan selalu melindungimu" ucapnya dengan senyum dan kemudian menghilang seiring dengan angin yang berhembus.
Sejenak Vernon menengok kebelakang dan betapa terkejutnya dia ketika melihat - nya duduk di batu nisan tersebut sembari tersenyum dan menberikan isyarat kepada Vernon. Vernon pun membalas dengan senyum kemudian angin berhembus dan dia menghilang.
“ Sudah lega?" tanya Vernon pada sang istri.
“ Tentu. Aku seperti ada seseorang sedang melihat dan mengawasi kita kak " ucap Linzy.
“ Hmm... Jangan terlalu berat memikirkannya. Ingatlah adik bayi yang ada di perutmu " ucap Vernon. Linzy mengangguk.
“ Kak aku ingin bertemu daddy , aku ingin dipeluk daddy " pintanya.
“ Hmm... Baiklah kita ke rumah daddy sekarang ya " ucap Vernon sembari mengelus kepala Linzy dengan sayang .
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Sampailah Vernon - Linzy di kediaman Richardson. Keduanya disambut oleh beberapa maid disana.
Linzy memandang ke seluruh penjuru rumah mencari keberadaan daddynya.
“ DAD " teriaknya dari bawah. Bawaan hamil memang beda.
“ Sayang tak perlu berteriak " peringat Vernon.
Tak lama Andrew datang dan memeluk anak dan menantunya.
“ Apa yang kau inginkan gadis kecil? " tanya sang daddy pada putrinya.
“ Ehehehe... Daddy tahu saja jika aku ingin sesuatu. Sebenarnya sederhana , aku hanya ingin bermanja dengan daddy hari ini , apa boleh ?"
Andrew sudah menduganya. Bagaimana tidak hal ini terjadi hampir setiap minggu. Mungkin bawaan bayi.
“ Apa baby nakal ?" tanya Andrew.
“ Masih tiga bulan dad " jawab Linzy.
Andrew terkekeh melihat putrinya mempoutkan bibirnya.
“ Kau lelah Vernon ? Kalau iya maka beristirahatlah. Aku merasa bersyukur kau tidak dibuat lelah oleh bayimu , namun sepertinya ia akan membuat lelah grandpa nya" jelas Andrew.
“ Jika itu benar. Aku justru merasa bersalah dan tidak enak dengan papi " balas Vernon.
“ Tak apa. Aku menikmatinya" ujar Andrew.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Namun agaknya Tasya dibuat lelah dengan tingkah anaknya. Pasalnya sedari tadi sang anak menangis sambil menanyakan pada sang mama kapan suaminya pulang dan itu sungguh membuat Tasya sakit kepala.
“ Glory , Martin masih pulang sore nanti , baru juga ditinggal sebentar. Masa kau sudah menangis ?" desah Tasya mulai lelah.
“ Tapi itu sangat lama mam , aku bahkan libur hari ini. Kenapa dia tidak libur juga? Huweee...." Glory mulai menangis.
“ Astaga anak ini. Tentu saja dokter dan CEO kan berbeda sayang. Kau itu sedang cuti hamil karena merasa tak enak badan. Jika Martin libur siapa yang akan memimpin dan menjalankan perusahaan ? Linzy begitu ?" tanya Tasya mulai heran.
“ Ahh.. Tentu saja itu ide bagus mama. Kalau begitu aku akan memyuruh Linzy menggantikan kak Martin " ujar Glory semangat kemudian ia menelepon Linzy. Tasya yang mendengarnya hanya menepuk jidatnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Linzy membelalakan matanya tak percaya. Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan kakak iparnya saat ini ? Menyuruhnya bekerja menjadi CEO sementara agar kak Martin bisa di rumah.
“ YAAAKK.... KAU INGIN MELEDEKKU ATAU INGIN MEMBUNUHKU , BEGITU?"
“......."
“ DENGAR YA GLORY AKU JUGA MEMILIKI PEKERJAAN. BAGAIMANA KAU BISA MENYURUHKU MENJADI CEO , SEMENTARA KAU BERMANJA DENGAN KAK MARTIN? "
“........."
“ Hey , maafkan aku. Aku tak bermaksud membentakmu kak. Baiklah - baiklah jika itu keinginan bayi " ucap Linzy sembari mematikan sambungannya.
“ Ada apa princess , kenapa kau berteriak ?" tanya Andrew lembut.
“ Dad , Kak Glo ingin aku menggantikan kak Martin memimpin perusahaan sementara , agar kak Martin bisa pulang dan menemani Glory. Ini keinginan dedek bayi katanya. Hufft dasar ibu hamil merepotkan " gerutunya.
“ Kau juga sedang hamil princess " timpal daddynya.
“ Bagaimana ini dad ?" Linzy mulai resah.
“ Itu semua terserahmu ingin menurutinya atau tidak ? Tapi setahu daddy hari ini akan ada rapat. Apa tidak apa? Apa kau bisa , kau pun tidak tertarik dengan memimpin perusahaan meskipun kau juga berada di perusahaan juga" khawatir daddynya.
“ Aku juga pernah belajar tentang perusahaan daddy. Dan aku juga pernah memeriksa seluk - beluk perusahaan daddy mulai dari keuangan dan lainnya. Jadi aku tahu "
__ADS_1
Andrew hanya mengangguk “ Itu terserahmu sayang "
“ Baiklah , aku akan kesana untuk menggantikan kak Martin " ucap Linzy kemudian.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Disinilah Linzy sekarang , berada di perusahaan bersama sang suami dan daddy nya. Ia menuju ruangan CEO menggunakan lift khusus. Tatapan matanya yang tajam dan terkesan datar nan angkuh membuat para karyawan menunduk hormat sekaligus takut.
Perlu kalian ketahui jika Linzy yang manis ini akan berubah menyesuaikan kondisi aura seorang Andrew Richardson sangat melekat pada dirinya. Bahkan ada yang menyebut bahwa Linzy sebenarnya lebih menakutkan daripada Martin.
“ Kalian datang ?" sambut Martin begitu mereka sampai.
“ Yah , seperti yang kakak lihat " jawab Linzy.
“ Aku kesini karena Glory ingin aku menggantikanmu untuk hari ini. Kau tahu dia sedang menangis di rumah karena kau pergi bekerja , dan sebenarnya dia juga mengidam aku untuk menggantikanmu hari ini" jelas Linzy.
“ Maaf jika merepotkan Zy. Hari ini kebetulan ada rapat sekitar 30 menit lagi " ujar Martin.
“ Yeah , i know. Aku bisa meng-handle semuanya. Berikan berkasnya untuk kupelajari. Ah.. Sebelum itu aku ingin uncle Felix mendampingiku rapat kali ini "
“ H - hah ? Tapikan papa " kata Martin terkejut.
“ Kenapa ?" tanya Linzy.
“ Honey. Sudah ada sekretaris yang mendampingimu nanti " ucap Martin.
“ Man or woman ?" tanya Linzy.
“ Eh ? Woman ?" jawab Martin ragu.
“ Oke. Kalau begitu aku ingin uncle Felix saja. Aku lebih percaya padanya daripada sekretarismu. Tidak ada bantahan dan tidak menerima penolakan. Oh satu lagi. Bukankah dulu sekretaris mu laki - laki ? Kenapa sekarang jadi perempuan ?" tanya Linzy.
“ Eh... Itu.. "
“ Ahh.. Itu tidak penting. Sekarang silahkan pulang tuan muda. Selamat bersenang - senang... Dahhh "
“ Hhhh... Yaampun "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Saat ini rapat sedang berlangsung Linzy tengah memimpin jalannya rapat perusahaan didampingi oleh Felix dan rapat ini juga dihadiri oleh Andrew. Rapat mengenai kerjasama pembangunan resort di daerah Nusa Tenggara Timur bersama dengan perusahaan Wijaya corp.
Ya keluarga Richardson sudah memaafkan dan bersedia membantu perusahaan mereka untuk bangkit. Kabar mengenai Aletta gadis itu akan bebas 2 tahun lagi.
Linzy sangat piawai , tegas dan sangat berpengalaman dalam memimpin rapat hari ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“ Dad bangga padamu sweetie " ujar daddynya.
“ Thank's dad. Ini cukup melelahkan" jawab Linzy.
“ Linzy , daddy ingin bicara padamu"
“ Apa itu dad ?"
“ Begini. Martin saat ini sedang berencana membangun perusahaan dia sendiri. Kemungkinan akan selesai dan beroperasi beberapa tahun lagi. Nah alasan kenapa daddy membicarakannya padamu supaya kau bersiap menggantikan posisi kakakmu di perusahaan daddy"
“ Maksud daddy menjadi CEO disini begitu ?" Linzy memastikan dan daddynya pun mengangguk.
“ Selama ini daddy lihat , dirimu itu mampu dan berkompeten dalam memimpin perusahaan. Maka dari itu daddy berharap besar padamu sayang " jelas Andrew.
__ADS_1
“ Baiklah akan kupikirkan itu dad "
Author POV End