Who Am I ( Linzy Story )

Who Am I ( Linzy Story )
38


__ADS_3

Author POV


“ APAAA?" ucap Martin dengan mata membola.


“ Benar dia masih hidup Martin. Dan saat daddy hendak memberi pelajaran dan balasan untuk Lionel dia hendak menusuk daddy , namun... Namun " ucap Andrew seraya sesenggukan seperti tak sanggup bercerita.


“ Lanjutkan dad " ucap Martin dengan nada perintah.


“ Namun disaat yang bersamaan Linzy berlari kearahku dan mencoba menghalangi Aina dan semuanya terjadi begitu saja"


“ Apa yang terjadi ? Katakan jangan berbelit - belit " ucap Martin lagi.


“ Linzy tertusuk pisau Aina demi melindungi daddy Martin. Maafkan daddy nak. Maafkan daddy telah menyeretmu dan Linzy kedalam masalah daddy " ucap Andrew seraya menangis.


Martin terdiam kaku entah harus memberi tanggapan seperti apa , tiba - tiba pikirannya mendadak kosong dan hatinya terasa sakit.


“ Martin " panggil Andrew.


“ Keluar.... "


“ Ta — "  ucapan Andrew terpotong.


“ KELUAR SAYA BILANG " bentak Martin pada sang daddy.


“ Martin daddy minta maaf nak " Andrew memohon seraya menangis.


“ KAU... KAU TIDAK PANTAS DISEBUT SEBAGAI SEORANG AYAH , KAU TAK DAPAT MELINDUNGI ANAKMU SENDIRI. SELAMA INI KAU HANYA MEMBENTAK DAN MENGACUHKAN ADIKKU , KAU TIDAK PERNAH MENYAYANGINYA , KAU TAK PERNAH MENGANGGAPNYA SEBAGAI ANAK DAN TAK PERNAH MENGANGGAP DIA ADA. LANTAS SEKARANG DIA BERKORBAN UNTUK AYAH HINA SEPERTI DIRIMU , MESKI NYAWA TARUHANNYA. SEKARANG KONDISINYA SEDANG KRITIS DAN DIA SEDANG BERJUANG ANTARA HIDUP DAN MATINYA. APA DENGAN KEJADIAN SEPERTI INI KAU PANTAS DISEBUT SEBAGAI AYAH ???? HUH ???? " bentak Martin pada daddynya sendiri seraya menangis.


Andrew merasa tertohok atas kata - kata yang dilontarkan oleh sang putra , ia menyesali perilaku yang ia perbuat terhadap sang putri. Kemudian ia berjalan keluar dari ruang rawat putranya.


Di dalam ruang rawat Martin masih menangis. “ Linzy maafkan kakak , kakak tidak bisa melindungimu "


Ternyata saat Martin membentak daddynya tanpa mereka sadari ada Glory , Vernon , Verren serta Lucianno yang mendengar semuanya. Glory yang mendengar Martin berteriak pun tak kuasa menahan airmatanya.


Glory segera masuk kedalam kamar rawat inap Martin dan memeluk sang kekasih. Vernon dan Verren serta Lucianno lantas menyusul masuk kedalam ruang rawat inap Martin.


“ Glo.... " panggil Martin pada kekasihnya dengan mata yang berkaca - kaca.


“ Hmm... " jawab Glory berdeham menahan isakkannya keluar.


“ Apa aku salah , jika aku tidak menolong Linzy ?" tanya Martin masih menangis.


“ Tidak. Kau tidak salah. Ini murni kecelakaan sayang. Aku yakin Linzy pasti akan mengerti. Tolong jangan menyalahkan dirimu lagi , Linzy pasti bersedih jika melihatmu dirundung rasa bersalah seperti ini" ucap Glory menenangkan.


“ Benar kak apa yang dikatakan Glory. Ini semua sudah takdir dari Tuhan. Kakak tak perlu menyalahkan diri sendiri. Karena dirimu tak bersalah disini " ucap Vernon.


“ Lebih baik kau fokus pada terapi penyembuhanmu Martin. Jangan terpuruk seperti ini " ujar Lucianno..


“ Dokter , bagaimana kondisi adikku ? Apa aku boleh menemuinya?"


“ Kondisi adikmu masih jauh dari kata baik. Kau bisa menemuinya tapi tidak untuk sekarang. Maafkan aku ya ?" ucap Lucianno sendu. Martin yang mendengar penjelasan dari dokter Lucianno amat sangat terpukul dibuatnya.


Sementara itu hasil pemeriksaan Lionel telah keluar.


“ Bagaimana dengan hasilnya dokter , apakah cocok ?" tanya Lionel.


“ Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan memang benar terbukti bahwa jantung anda cocok dengan jantung pasien , untuk itu kami bisa mengambil tindakan operasi " jelas dokter tersebut.


“ Sungguh ? Benarkah dok? " tanya Lionel dengan mata berbinar.


“ Benar , tapi saya ingin meyakinkan anda sekali lagi. Apakah anda yakin akan mendonorkan jantung anda?"


“ Saya yakin dokter "


“ Baiklah kalau begitu 2 hari lagi kami akan segera melakukan operasi. Jadi persiapkan diri anda"


“ Baik dok. Terimakasih "


Dua hari kemudian...

__ADS_1


Tak terasa hari yang ditunggu pun tiba. Ya hari ini adalah hari dimana Lionel akan mendonorkan jantungnya untuk Linzy.


Sebelum operasi dimulai Lionel berpesan pada dokter.


“ Dok , jika saya telah tiada maukah kau memberikan surat ini untuk Linzy? " tanyanya sembari menyerahkan amplop berisi surat pada dokter.


“ Baiklah " jawab sang dokter sambil menerimanya. Lionel tersenyum kecil. “ Terimakasih"


“ Apa ada permintaan lagi? " tanya dokter.


“ Jika dokter ditanya oleh keluarga pasien siapa yang mendonorkan jantung , jawab saja pendonor tak ingin memberitahukan namanya karena saya sudah menjelaskan dalam surat itu " ujar Lionel.


“ Tentu. Mari kita mulai operasinya. Sudah siap ?" tanya dokter. Lionel hanya membalas dengan senyuman tanda ia sudah siap. Kemudian operasi pun dimulai.


“ Waktu kematian Lionel Angelo Sanders Rabu 1 September 2021 pukul 01.00 WIB " ucap dokter tersebut.


Kondisi Linzy semakin menurun Andrew semakin khawatir melihat putrinya. Saat Andrew sedang merasa kalut dokter datang dan memberitahukan jika sudah ada donor jantung untuk Linzy.


Andrew yang mendengar kabar tersebut merasa bersyukur , tentu saja ia segera menyetujui bila operasi tersebut dilakukan secepatnya.


Andrew segera mengabarkan hal ini pada keluarga dan sahabatnya serta orang - orang terdekatnya.


Sebulan kemudian...


Kondisi Linzy berangsur membaik pasca operasi tersebut , ya meski sempat koma namun dia berhasil melewatinya. Saat ini ia masih belum tersadar.


Kondisi Martin semakin lama semakin membaik meski ia masih duduk di kursi roda. Saat ini ia dalam tahap penyembuhan akibat patah tulang.


Saat ini ia berada di kamar inap Linzy ditemani oleh Glory , Vernon dan Verren.


“ Zy , bagaimana dengan kabarmu hari ini sayang ? Kau masih saja betah seperti ini. Apa yang kau mimpikan di sana sampai - sampai kau masih enggan membuka matamu ? Bangunlah Zy. Kakak sangat merindukanmu. Tak hanya ada kakak saja disini tapi juga Glory , Verren dan terlebih Vernon , mereka semua merindukanmu juga , apalagi Vernon. Apa kau tak merindukannya juga Zy ?" Martin bicara pada Linzy meski ia tahu Linzy belum sadar namun ia yakin Linzy pasti mendengarnya.


“ Benar Zy , aku setuju dengan Martin oppa. Kau tahu selama dirimu koma. Vernon seperti robot saja ia hanya bekerja dan bekerja , makan saja tidak teratur dan kerjanya hanya melamun jika berada di rumah. Itu sungguh membuatku gila. Kau seperti menonton zombie secara live " cerocos Verren.


“ Zy , kau mau tahu tidak saat ini dokter Vernon terlihat lebih kurus dan sangat memprihatinkan. Ia memiliki mata panda , kulitnya pucat dan ya yang jelas kadar ketampanannya sedikit berkurang " Glory menambahkan. Mendengar semua penuturan mereka membuat Vernon membolakan matanya , selalu saja ia yang menjadi korban kejahilan mereka bertiga apa - apaan mereka ini. Meski yang dikatakan mereka semua ada benarnya tapi hei... Tetap saja Vernon merasa malu bukan ?


Disaat mereka sedang sibuk menceritakan apa saja yang terjadi selama beberapa minggu ke belakang tiba - tiba jari Linzy bergerak dan matanya terbuka secara perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina.


“ Eungh... " lenguhnya.


Martin yang mendengar suara lenguhan sontak menolehkan kepalanya dan terkejut melihat Linzy yang sudah siuman.


“ Linzy , kau sudah sadar sayang ? Hei... Ini kakak sayang , kau bisa mendengar kakak kan ?" tanya Martin bertubi - tubi segera saja Martin memencet tombol untuk memanggil dokter , dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Linzy.


“ Bagaimana keadaan adikku dokter ?" tanya Martin.


“ Syukurlah tidak ada apa - apa , kondisinya juga semakin lama semakin membaik. Ia hanya butuh istirahat untuk pemulihan " jelas dokter tersebut.


“ Ah..  Syukurlah terimakasih dokter" ucap Martin.


“ Sama - sama. Kalau begitu saya permisi dulu " ucap sang dokter kemudian undur diri dari hadapan mereka.


“ Zy , sayang " ucap Martin seraya memeluk adiknya. Linzy yang mendapat perlakuan seperti itu dari kakaknya hanya tersenyum kecil lalu mengusap surai sang kakak.


“ Kakak baik - baik saja? Aku dengar kau mengalami kecelakaan" tanya Linzy.


“ Kau ini. Lihatlah kondisimu masih lemah dan kau masih bisa menanyakan kabarku pasca kecelakaan itu ? Dasar " ucap Martin dengan bibir mengerucut sehingga membuat ia terlihat sangat imut dan membuat orang - orang yang ada disana memekik gemas.


“ Memangnya aku salah jika menanyakan kabarmu ? Kau kan habis kecelakaan " sentak Linzy.


“ Lalu bagaimana denganmu ? Kau kan habis menjadi korban penculikan dan penganiayaan. Hampir saja kau mati terbunuh , untung saja uncle Felix dan Vernon datang tepat waktu " ujar Martin ketus.


“ Hey hentikan perdebatan kalian yang tidak penting itu. Kau tidak merindukanku ? Kau tidak merindukan kami ?" sindir Glory.


“ Glory " panggil Linzy seraya merentangkan kedua tangannya.


“ Ahh... Linzy Sayaaaaangkuuuh" pekik Glory lalu berlari memeluk Linzy.


Ketiga pria yang melihat peristiwa itu sontak menghela nafas panjang.

__ADS_1


“ Kelas sepi tanpamu dan kau tahu dokter Vernon jarang menebar senyum di sekolah " adu Glory pada Linzy.


Linzy yang mendengarnya tersenyum dibuatnya.


Saat mereka sedang bercengkrama tiba - tiba terdengar suara pintu diketuk saat pintu kamar terbuka ternyata Helena dan Gladys datang membesuk.


“ Martin... Linzy..." panggil Gladys dengan mata berkaca - kaca.


“ Mommy / Mom " ucap Martin dan Linzy bersamaan.


Kemudian Gladys memeluk Linzy dan Martin secara bergantian. Mereka bertiga menangis. Sehingga membuat yang melihatnya merasa terharu.


Bagaimana Gladys tahu ?


Ya karena Vernon menghubungi mommy nya untuk membesuk Linzy dan Martin sekalian.


“ Syukurlah jika kalian baik - baik saja. Mommy sangat khawatir " ucap Gladys sambil sesenggukan.


“Mom sudahlah tak perlu khawatir lagi , kami baik - baik saja. Kami kan anak yang kuat " ucap Martin berusaha menenangkan. Linzy mengangguk menyetujui ucapan kakaknya.


Setelah acara yang sangat mengharu biru saat ini Gladys sedang menyuapi buah kedua anaknya. Gladys meminta pada pihak rumah sakit agar kamar Linzy dan Martin dijadikan satu supaya ia mudah dalam merawat anak - anaknya.


Dan seperti saat ini mereka sedang meniknati buah apel yang disuapkan sang mommy.


“ Kenapa mommy terlihat lebih kurus ? Mommy makan dengan teratur kan ?" tanya Linzy.


“ Mommy makan dengan teratur kok sayang. Hanya saja mommy mengurangi porsi makan mommy"


“ Mommy diet ?" ucap Martin tiba - tiba.


“ Heung...? Apa benar yang dikatakan kakak mom ? Kenapa mommy harus diet ? Badan mommy kan sudah ideal "


Gladys tidak tahu harus menjawab apa jika dicecar pertanyaan seperti ini oleh kedua anaknya.


“ Ah.. Sudahlah kalian makan saja tidak perlu mengkhawatirkan mommy " Gladys mencoba mengalihkan pembicaraan.


Linzy kembali melanjutkan makannya namun saat ia mengunyah apel tiba - tiba terhenti seolah menyadari sesuatu.


“ Dimana daddy , mom ?" tanya Linzy.


“ Untuk apa kau menanyakan seseorang yang bahkan tak pernah menganggapmu " ketus Martin pada adiknya.


“ Kak... Jangan seperti — " ucapan Linzy terpotong.


“ Kenapa memang benar kan? Kau pikir kakak tidak tahu siapa yang menyebabkanmu masuk rumah sakit ? "


“ Itu... Karena.... " ucap Linzy gugup.


“ Itu karena Lionel dan ia hanya menuntut pengakuan sebagai anak daddy. Itu artinya daddy yang menyeret kita kedalam masalahnya" putus Martin.


“ Tapi daddy mencoba menyelamatkanku " elak Linzy.


“ Kau diurus oleh Vernon , Zy aku tahu itu dan kau jangan berbohong pada kakakmu " ujar Martin agak sedikit meninggikan suaranya.


Linzy terdiam tak membalas ucapan kakaknya.


Sementara itu Andrew , Felix , Darren dan beberapa anak buah serta beberapa polisi sedang berada di ruang rawat inap Aina. Ya mereka masih menggali informasi yang mereka selidiki. Aina tengah membaca hasil tes DNA Lionel - Andrew serta hasil tes DNA Lionel - Sanders dan ia menjadi gugup setelah membaca hasil tes DNA keduanya karena sama - sama negatif. Serta ia membaca informasi tentang kehamilannya sampai ia melahirkan di rumah sakit tempat ia dirawat sekarang.


“ Jadi Aina... Setelah kau membaca hasil tes DNA tersebut. Bolehkah aku bertanya. Sebenarnya siapakah ayah dari Lionel. Tidak mungkin aku kan ? Sedangkan Sanders juga demikian " tanya Andrew.


“ An - Andrew aku minta maaf. Aku melakukan itu semua karena aku mencintaimu , se - selain itu a-ayah dari Lionel tak mau bertanggung jawab begitu mengetahui aku mengandung. Dan so - soal Sanders aku sengaja merencanakan kecelakaan untuknya karena telah mempergoki ku berselingkuh dan mengetahui rencanaku mengusik dan menghancurkan keluargamu. Ma - maka da- dari itu sebelum semuanya ketahuan aku sengaja merencanakan kecelakaan itu dan membuat Sanders tewas. Kemudian aku melarikan diri dan memalsukan kematianku supaya aku tak tertangkap dan menghilangkan jejak" jelas Aina.


“ Kau benar - benar jahat Aina. Kau wanita ular. Aku tidak sudi mengenal orang sepertimu " tegas Andrew.


“ Maafkan aku Andrew kumohon "


Andrew hanya diam saja dan pergi meninggalkan ruangan tersebut. Membuat Aina menangis dan tak lama kemudian pernafasannya menjadi tak teratur hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.


“Waktu kematian Nyonya Aina Dewantari Selasa 5 Oktober 2021 pukul 10.00 WIB" ucap dokter.

__ADS_1


“Semoga kau tenang di alam sana Aina dan semoga Tuhan mengampuni semua dosa - dosamu" ucap Felix dan Darren.


Author POV End


__ADS_2