WIND WINDERS PACK

WIND WINDERS PACK
PART 10


__ADS_3

Aaron Zwang menyambut Alex dengan hangat. Keduanya saling berpelukan seolah sahabat lama yang baru berjumpa


"Tumben bro, main ke wilayah sini." Kata Aaron sambil mempersilahkan Alex untuk duduk


"Ada sedikit urusan di wilayah mu. Bagaimana Schy Land?" Tanya Alex sambil menebar pandangannya ke sekeliling.


Rumah Aaron terlihat sama besar dengan rumahnya. Aaron adalah Alpha dari Schy Land Pack, Pack terbesar di Selatan Vadre Land


Pack di Vadre Land dijaga oleh beberapa Elder dan para Gamma. Sedangkan Alpha tiap pack menempati dua dunia, di dunia serigala dan dunia manusia.


Alpha setiap pack memang sebagian besar waktunya tinggal di dunia manusia untuk melakukan transaksi perdagangan dan membeli kebutuhan untuk pack nya yang hanya bisa didapatkan di dunia manusia. Kebutuhan itu akan diantarkan oleh Beta atau Gamma yang terpilih dari tiap pack melalui portal penghubung dunia serigala dan manusia. Merekapun bertugas melaporkan rutin kejadian yang terjadi di dalam pack mereka pada Alpha mereka.


"Kemarin sempat terjadi penyerangan dari Rouge di perbatasan, tetapi sudah bisa di tangani." Kata Aaron sambil menuangkan minuman dingin ke gelas Alex.


Alex mendecih. Para Rogue memang selalu menjadi momok menakutkan dalam pack. Mereka adalah serigala-serigala pemberontak yang sering menyerang dan menghancurkan pack-pack kecil. Merekapun sering menyusup ke pack besar untuk membuat kekacauan. Biasanya Rogue seperti ini adalah Rogue suruhan dari Pack lain


Alex mencicipi sedikit minuman dari Aaron "Rasanya mirip Trivium.."


Trivium adalah salah satu minuman yang terkenal di Vadre Land. Biasanya di keluarkan untuk jamuan-jamuan penting


"Yap, cuma efek memabukkan nya lebih ringan. Hanya sepersepuluh dari Trivium." Kata Aaron sambil mengangkat gelas minumannya


Keduanya bersulang lalu meneguk habis minuman yang di suguhkan Aaron


"Katanya kau butuh bantuanku, apa yang bisa kulakukan?" Tanya Aaron.


"Aku minta ijin menaruh satu atau dua anggotaku di kawasanmu untuk menjaga seseorang." Alex memutar-mutar telunjuknya di bibir gelas miliknya


"Menjaga? Apa dia termasuk seorang Watcher?" tanya Aaron


"Mm.. lebih istimewa."


Aaron menyeringai. Sepertinya sahabatnya ini mulai menaruh perhatian pada seseorang


"Seseorang spesial yang bisa mencairkan kekakuan seorang Alexander Ulrich ya? Tentu saja boleh. Nanti akan kuminta Beta Tom untuk mengurus semuanya." Ujar Aaron ringan


Keduanya kembali meneguk Trivium untuk menghangatkan tubuh. Cuaca di Kingston malam ini terasa lebih dingin


"Kau tahu, cerita tentang tongkat sakti milik Queen Reign?" tanya Aaron


"Tentu saja. Konon yang mendapatkannya akan menjadi penguasa Vadre Land." Kata Alex sambil meneguk Triviumnya


"Yeah, dan sepertinya tongkat sakti Queen Reign sudah mulai terlihat petunjuknya." Aaron bersuara sedikit pelan


Alex menoleh ke arah Aaron yang memandang serius ke arahnya. Tampaknya sahabatnya ini sedang tidak bergurau

__ADS_1


"Kau tidak sedang mabuk kan?" Tanya Alex memastikan


Aaron berdecak kesal. Pria itu mengisyaratkan para penjaga untuk meninggalkan dirinya dan Alex. Semuanya mematuhi perintah dari Alpha Schy Land ini


"Seorang Elder dari Novexa menemukan gulungan berisi tulisan Queen Reign yang menuliskan tentang sebuah tempat kecil yang masuk menuju perut bumi dan dikelilingi oleh air yang berlimpah. Kurasa di situ tempatnya." bisik Aaron


Alex mengenyitkan keningnya, berfikir. "Kau yakin begitu kalimatnya?"


Aaron terlihat berfikir, kemudian mengangguk.


"Apakah itu terowongan? Air berlimpah.. danau di Schy Land? Atau sungai beku di Novexa?" Tebak Alex


"Kupikir juga danau di Schy Land. Tetapi saat kuperiksa di sana, tidak ada tempat yang seperti terowongan." Ujar Aaron


"Atau mungkin memang di sungai beku Novexa.."


"Daripada kita menebak-nebak, bagaimana kalau kita melihat langsung tulisan di gulungan itu?" Kata Aaron sambil tersenyum memandang Alex


"Kau gila?! Kau mau mencuri dari perpustakaan Elder Novexa? Penjagaan mereka terkenal ketat, apa kau bisa menyelinap tanpa ketahuan?" Alex melotot. Sahabatnya ini terkadang memiliki ide-ide yang tidak masuk akal


Aaron berdecak kesal "Aku memang tidak bisa."


Lalu menatap ke arah Alex "Tetapi kau bisa."


Alex masih teringat pengkhianatan Joey yang diam-diam menjalin kerjasama dengan pack Novexa


"C'mon Alex. Klan Wind Winders terkenal dengan kecepatannya. Lagipula hanya melihat, foto dengan alat canggih ini, lalu pergi. Tidak akan ada yang tahu.." Kata Aaron sambil menggoyangkan telepon selulernya


Alex menggeleng-gelengkan kepalanya "Nanti akan kupikirkan."


Alex kembali menuangkan minumannya dan menenggaknya sampai habis. Aaron menghela nafas. Sepertinya akan sulit membujuk Alex untuk mengintip gulungan di perpustakaan Novexa.


***


Reina menutup pintu dengan cepat. Gadis itu berbalik dan bersandar di pintu sambil memegangi dadanya. Seakan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Kejadian hari ini tidak pernah sedikitpun terbayang di benaknya


Siapa sangka, orang yang kemarin ditabraknya adalah CEO Wind-Corp. Bahan gosip di divisinya, dan juga di divisi lain. Hampir semua wanita membicarakan tentang CEO Wind-Corp yang berada di kantor pusat


Bagi yang sudah pernah melihatnya, akan mengakui pesona seorang Alexander Ulrich. Tetapi sepertinya tidak ada yang tahu kalau Alexander Ulrich juga adalah seorang Werewolf


Werewolf yang sangat mempesona..


"Eh?"


"Reina mengetuk-ngetuk kepalanya sembari bergumam"Mikir apa sih kamu Reinaaa!!"

__ADS_1


"Baru pulang, Rein?"


Reina terlonjak mendengar seseorang memanggilnya. Penny, ibu Reina juga ikut terkejut


"Mom! Kau mengejutkan aku." Kata Reina sambil mengelus dadanya


"Ish, kau yang mengejutkan aku. Kemana saja baru pulang jam segini? Kenapa kau mengetuk-ngetuk kepala?" Tanya Penny sambil melihat ke arah jam. Memang belum terlalu malam, tetapi sudah diluar kebiasaan Reina.


"Aku.. pergi dengan temanku.."


"Pria atau wanita?" Penny terdengar menyelidik


Wajah Reina merona seketika. Ingatannya kembali saat Alex mencumbunya. Ciuman pertamanya diambil oleh orang yang tidak disangka-sangka


"Ng, aku mau bersih-bersih dulu. Sepertinya aku langsung tidur saja ya, mom. Aku lelah sekali.." kata Reina mencoba mengalihkan pembicaraan.


Gadis itu segera mencium pipi Penny dan bergegas pergi. Penny memperhatikan Reina yang tergesa menaiki tangga menuju kamarnya. Mata Penny sedikit memicing


Di kamarnya, Reina segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur. Saat menyisir rambut, Reina teringat Alex yang tadi menyisir rambutnya. Tanpa sadar Reina menyentuh bibirnya sembari memejamkan matanya. Terbayang saat Alex menciumnya tadi


Reina tidak habis pikir. Selama ini Reina selalu berada di urutan paling belakang dalam menarik pria. Bukan tanpa sebab, dengan dandanan seperti seorang kutu buku menjadikan beberapa pria memandangnya dengan sebelah mata. Dengan bermodalkan kecerdasannya, Reina yang baru lulus dari kuliahnya langsung diterima magang di perusahaan anak cabang Wind-Corp dan diangkat menjadi pegawai setahun setelahnya. Hanya beberapa orang teman pria yang dimiliki Reina, itupun teman satu divisinya.


Yang tidak disangka-sangka, justru CEO Wind-Corp seperti tergila-gila padanya dan meng-klaim dirinya sebagai mate-nya.


Reina langsung teringat kalau dirinya akan menyelidiki tentang Werewolf. Segera dibuka laptop nya dan menuliskan kata pencarian di mesin pencari. Beberapa artikel pun keluar, tetapi tetap tidak memuaskan Reina. Werewolf yang di gambarkan di artikel lebih menyerupai Werewolf yang ada di film sedangkan Alex berbeda.


Alex seperti seseorang yang terpelajar, Alex tidak makan daging mentah, Alex begitu wangi dan tampan..


"Eh.."


Reina menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. Sepertinya pertemuannya dengan Alex hari ini sedikit banyak mempengaruhinya. Reina kembali menatap laptop di depannya


"Mungkin aku harus meminjam buku di perpustakaan nasional tentang legenda Werewolf.." bathin Reina sambil menghela nafasnya.


Gadis itu segera mematikan laptopnya dan beranjak ke arah jendela kamar. Angin malam lembut membelai kulit dan rambutnya. Malam ini terasa begitu indah, atau mungkin karena suasana hati Reina yang tengah berbunga-bunga.


Sreet..


Reina merasa seseorang sedang memperhatikannya. Reina memicingkan mata melihat ke arah jalanan. Tidak ada siapapun di sana.


"Pfft.. Mungkin aku terlalu lelah. Sebaiknya aku tidur saja." Gumam Reina


Gadis itu segera menutup jendela dan gordyn kamarnya. Tanpa Reina sadari, seseorang tengah berdiri di seberang jalan tengah mengamati kamar Reina. Lampu kamar Reina telah padam. Orang itu keluar dari tempat persembunyiannya sembari tetap mengamati kamar Reina yang terletak di lantai dua


"Apa hubungan gadis itu dengan dirimu, Alpha.." kata orang itu pelan.

__ADS_1


__ADS_2