
Reina membuka mata perlahan. Terlihat hamparan langit malam yang bertabur bintang. Reina memandang sekeliling, sepertinya Reina tengah berada di sebuah hutan
Perlahan Reina menapaki jalan setapak yang kian menanjak. Terlihat cahaya di ujung sana. Reina makin mempercepat langkahnya menuju cahaya. Makin dekat, terdengar riuh rendah suara orang-orang
Cahaya yang dilihat Reina adalah sebuah api unggun besar yang menyala. Suara riuh yang didengarnya adalah suara orang-orang yang mengelilingi api tersebut. Reina menyibak beberapa orang agar dirinya bisa lebih mendekat ke tengah kerumunan
Reina menyipitkan matanya melihat sosok yang berada di tengah-tengah kerumunan orang. Seorang pria yang bersimpuh seorang diri dengan keadaan terikat. Di badan pria itu terlihat beberapa luka, tanda dirinya disiksa sedemikian parah.
Seseorang dengan belati perak berdiri di belakang pria itu. Ia mengitari pria itu, lalu menyuruh beberapa orang untuk mengangkat pria yang terikat itu. Pria itu terpaksa berdiri, nafasnya tersengal
Orang yang membawa belati itu tertawa kejam melihat lawannya yang tidak berdaya. Lalu secepat kilat orang itu menusukkan belati itu ke bagian jantung pria yang terikat itu sehingga pria itu terkejut. Serta merta pria terikat itu mendongakkan kepalanya dan menatap tajam ke arah orang yang menusuk nya
Reina terbelalak sambil menjerit saat mengetahui siapa pria yang di tusuk tadi
"ALEEX!!" Jerit Reina. Air mata Reina seketika membanjir
Mata Alex menatap tajam kemudian melemah seiring dengan hilangnya kesadarannya. Sorak sorai dan lolongan serigala terdengar lebih keras
"Tidak..tidak..Alex.." Reina jatuh terduduk melihat Alex yang sudah memejamkan matanya
Reina tersentak saat melihat pergerakan orang-orang mendekatinya dan orang yang membawa belati perak itu tersenyum kejam pada dirinya. Belati di tangannya nampak berkilat-kilat
"J-jangan.." Reina beringsut mundur.
Tiba-tiba pria yang memegang belati itu menarik tangan Reina dan hendak menusuk Reina
"TIDAK!"
***
Reina tersentak dan membuka mata lebar-lebar. Nafasnya tersengal-sengal. Mimpi, mimpi buruk..
Perlahan Reina mengatur nafasnya. Gadis itu menyadari kalau dirinya tengah terikat di sebuah tiang kayu. Pikiran Reina mulai mengingat kejadian tadi saat dirinya dibawa dari sebuah rumah
Dirinya memberontak dan sempat lolos. Namun larinya tidak secepat lari serigala. Reina kembali tertangkap dengan mudah . Seseorang memukul tengkuknya membuat gadis itu kembali kehilangan kesadaran,dan saat ini dirinya sudah bangun dengan posisi sudah terikat
Tubuh Reina membeku saat melihat sosok seorang pria yang duduk bersimpuh berada tidak jauh di depannya. Terlihat darah mengalir di pelipis dan banyak luka tusukan di tubuhnya. Tangan pria itu terikat ke belakang
Sosok pria yang sama dengan mimpi Reina..
Alex...
__ADS_1
***
Setengah jam sebelumnya
Alex, Evan dan para warrior berlari cepat menembus hutan menuju ke bukit Holly. Dari kejauhan terlihat asap membumbung tinggi di puncak bukit Holly
Suasana terlihat jelas saat mereka mendekat. Alex menggeram melihat kerumunan orang yang mengitari api unggun dan ditengah mereka terlihat Reina yang pingsan dalam kondisi terikat
"Alexander Ulrich!" teriak seseorang saat melihat Alex dan pasukannya mendekat.
Sontak semuanya melihat ke arah Alex sambil menggeram keras. Diantara berpuluh-puluh orang itu terdapat beberapa orang bermata merah yang Alex tahu mereka adalah para Alpha dari pack-pack kecil.
"Selamat datang, Alexander." kata Drey. Matanya memicing melihat pasukan Wind Winders yang bersiaga di belakang Alex
"Lepaskan Reina, dan aku akan mengampuni kalian!" Teriak Alex yang disambut gemuruh tawa orang-orang
"Hahaha, kau lucu juga. Kelucuan mu itu setidaknya bisa menutupi fakta bahwa kau tidak bisa melakukan shift!" Teriak Gofie
Alex mengepalkan tangannya. Ia paling benci saat orang mengatakan tentang kelemahannya itu. Alex biasanya langsung menghajar orang yang mengejeknya, namun kali ini Alex harus menahan emosinya karena Reina masih ditawan oleh mereka
"Kau mau mate mu? Kemari dan jemputlah sendiri!" Teriak salah seorang Alpha
"Kami bilang SENDIRI, Tuan Ulrich!" Kata Vhla sambil menodongkan belati ke arah Reina
Alex langsung mengangkat tangannya, mengkode pasukannya untuk diam di tempat
"Jangan ada yang bergerak sampai kuperintahkan!" Teriak Alex
"Kakak! Kau gila!" Desis Evan sambil melotot ke arah Alex
"Tenang saja, E..Aku tidak akan mati semudah itu." kata Alex tenang
Alex berbalik memandang Evan sambil tersenyum kecil.
"Ingat-ingatlah orang yang menbunuhku. Jangan lupa segera bunuh dia untuk kembali mengambil alih pack kita."
Setelah itu Alex berjalan menuju kerumunan orang-orang yang menantinya dengan tatapan ingin membunuh
"Kau berani sekali. Buka bajunya dan lepaskan mantel pelindungnya!" Perintah Drey
Beberapa orang maju dan langsung membuka mantel dan baju Alex sehingga pria itu hanya bertelanjang dada. Alex hanya terdiam sembari melihat ke arah Reina. Nafas gadis itu terlihat teratur. Dalam hati Alex lega, setidaknya Reina baik-baik saja
__ADS_1
Evan dan para warrior Wind Winders Pack geram melihat Alpha mereka diperlakukan dengan tidak hormat. Tetapi mereka terikat perintah untuk tidak melakukan apapun
Vhla mendengkus melihat Anggi tidak berkedip memandangi tubuh Alex. Dengan cepat Vhla meninju Alex, membuat wajah Alex tertoleh kesamping
Suara geraman terdengar keras dari prajurit Alex. Alex segera mengangkat tangannya agar tidak ada yang memulai penyerangan. Hal ini membuat Vhla semakin geram karena Alex terlihat kuat dan gagah
"Kita lihat seberapa kuat tubuhmu. Ikat dia!" perintah Vhla sambil mengeluarkan belatinya dan menodongkan ke leher Alex
"Masih ada waktu bersenang-senang hingga bulan purnama tepat berada di atas kepala. Saat itu tiba, kau akan mati mengenaskan dan Wind Winders Pack akan menjadi milik kami." Vhla menyeringai kejam
***
Walau penglihatannya kabur karena tertutup airmata, Reina masih dapat melihat ke sekeliling dan mendapati suasana yang sama persis seperti mimpinya tadi.
"Tuhan.. apa aku masih bermimpi.." Bisik Reina gemetar saat melihat Alex tidak berdaya.
Rasanya sangat sakit saat melihat beberapa orang memukuli Alex dan Alex hanya terdiam. Reina sedikit kesal mengapa Alex tidak balik melawan
"Hentikan!" Jerit Reina saat melihat seseorang menendang Alex dengan keras sehingga membuat pria itu terjungkal
Mata Alex terbuka mendengar suara Reina. Dengan susah payah Alex bangun dan menatap lurus ke arah Reina. Gadis kesayangannya sedang menangis. Alex menarik ujung bibirnya saat melihat tatapan khawatir Reina. Hatinya menghangat
"Ah, tepat waktu. Sebentar lagi mate mu akan melihat kau mati, tuan Ulrich." Kata Gofie sambil tertawa saat melihat Reina sudah sadar dari pingsannya
"Tunggu sampai purnama tepat berada di atas kita dan kita habisi dia!" Jawab Drey
Reina langsung tersentak saat mengingat akhir mimpinya. Mereka semua benar-benar akan membunuh Alex
"Tidak kusangka Alexander Ulrich begitu mencintai mate manusianya sehingga rela menukarkan nyawanya." kata Anggi dengan nada suara iri
"Benarkah..?" Bathin Reina
Terlihat Alex tersenyum samar ke arah Reina. Hal itu membuat Reina semakin merasa bersalah. Trixie benar, dirinya hanya menjadi beban Alex
"Tubuhnya terus memperbaiki diri. Kita harus terus melukainya agar dia terus lemah tidak berdaya seperti ini." Kata Drey
"Serahkan padaku."
Terlihat Vhla tampak mengayunkan belati ke arah Alex. Seketika Reina menjerit keras
"Tidaaak!!"
__ADS_1