WIND WINDERS PACK

WIND WINDERS PACK
PART 16


__ADS_3

Alex tertidur sangat nyenyak malam itu. Mungkin karena lelah dengan acara kemarin atau karena adanya Reina di sampingnya


Tangan Alex meraba-raba samping tempat tidurnya. Keningnya berkenyit karena tidak menemukan sosok yang di carinya. Hal itu memaksa Alex untuk membuka matanya


Tempat di samping tempat tidurnya kosong.


"Reina.." panggil Alex


Tidak ada jawaban


Seketika Alex panik. Pria itu berteriak dengan raungan yang bisa di dengar oleh semua Werewolf di rumah besar itu


"Nona ada di dapur, tuan." Mind-link dari Willy


Bergegas Alex membersihkan dirinya di kamar mandi dan segera turun. Wangi masakan menguar memanjakan indera penciumannya saat Alex mendekati dapur. Beberapa pelayan terlihat terkejut melihat kedatangan Alex. Mereka langsung menunduk hormat ke arah Alex


"Tuan, maafkan saya..Tetapi nona memaksa.."


Alex mengangkat tangannya sambil mengangguk saat juru masaknya meminta maaf dengan sedikit ketakutan, khawatir Alex menyangka dirinya yang menyuruh Reina untuk memasak


Alex tersenyum melihat Reina dengan cekatan mengaduk pan di depannya dan sesekali memeriksa oven yang ada di bawah. Terdengar senandung merdu dari gadis itu. Tangan Alex melingkar di pinggang Reina, membuat gadis itu terpekik. Namun Reina langsung tersenyum saat tahu Alex lah yang memeluknya


"Kau mengejutkanku." kata Reina sambil memukul pelan lengan Alex


"Memang siapa lagi yang berani memelukmu di sini selain aku?" kata Alex sambil menunduk dan menciumi leher Reina membuat gadis itu kegelian


"Ck, pergilah ke kamar. Jangan mengotori pandangan para pelayan di sini."


Alex dan Reina berbalik melihat Trixie menyandarkan tubuhnya di dinding sambil melipat kedua tangannya di dada. Reina ingat, itu wanita yang pernah ditemuinya saat pertama berkunjung ke kantor pusat Wind-Corp


"Hai Trix, kemana kau kemarin?" sambut Alex


"Maafkan aku, Alex. Aku ada urusan di Vadre Land, biasalah beberapa warrior perlu diajarkan sedikit sopan santun." Ucap Trixie sambil menarik kursi


"Ck sebegitu sibuknya sampai kau tidak bisa datang ke pernikahan sahabatmu sendiri." kata Alex sambil duduk di hadapan Trixie


"Yeah, maafkan aku. Siapa suruh kau bikin acara dadakan?" Trixie tertawa. Wanita itu memperhatikan Reina yang dengan cekatan menghidangkan sepiring casserole berisi bayam dan daging cincang dengan mozarella, bagel wijen dan secangkir americano untuk Alex


"Trix, kenalkan ini Reina istriku. Rein, ini Trixie sahabatku."


Reina tersenyum sambil mengulurkan tangannya. Trixie terdiam sejenak sambil memandangi Reina, lalu ikut mengulurkan tangannya


"Senang berkenalan denganmu. Kau mau ikut sarapan?" Tawar Reina


Trixie menarik ujung bibirnya "Boleh."

__ADS_1


Beberapa pelayan datang hendak membantu Reina, namun Reina menggeleng. Dengan cekatan gadis itu memberikan piringnya dan mengambil piring untuk dirinya sendiri


"Ah ya, Reina. Aku boleh minta segelas Latte kayu manis? Aku biasa minum itu saat sarapan di sini." kata Trixie sambil mengunyah roti bagel nya


Kening Alex berkerut tidak senang mendengar ucapan Trixie. Reina adalah istrinya, bukan pelayan di rumahnya. Namun Reina dengan ramah menanggapi Trixie


"Oh tentu saja, sebentar.."


"Duduk Reina. Temani aku makan. Kau, buatkan minuman untuk Trixie." Ujar Alex menyuruh seorang pelayan yang berdiri di dekat pintu


Pelayan itu bergegas mengerjakan perintah Alex, sementara Reina mau tak mau juga menuruti perintah Alex


Trixie memutar bola matanya. Usahanya untuk mengerjai Reina sepertinya terbaca oleh Alex. Ketiganya mulai sarapan dengan tenang. Sesekali Trixie melirik cara Reina melayani Alex


"Kau pasti report bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan seperti ini." Ujar Trixie sambil menyuapkan casserole daging ke mulutnya. Trixie akui, masakan Reina cukup enak


"Tidak juga. Aku biasa bangun pagi di rumahku karena aku harus masuk kerja." Jawab Reina


"Masakanmu enak. Terima kasih ya sudah membuatkan sarapan pagi ini." Ucap Alex sambil mengecup tangan Reina.


Pipi Reina sedikit memerah, terlebih saat melihat senyuman beberapa pelayan yang menyaksikan sisi romantis seorang Alexander Ulrich pada istrinya. Sebuah pemandangan yang langka. Sementara Trixie menyibukkan diri dengan piringnya. Hari ini sarapannya seperti sulit tertelan dalam kerongkongannya


***


Hari ini Alex harus pergi ke Wind-Corp karena ada beberapa Alpha dari klan kecil yang mencarinya di dunia manusia. Sepertinya mereka sedang membutuhkan bantuan Wind Winders Pack karena mereka tidak akan mungkin repot-repot datang ke dunia manusia jika bukan menyangkut urusan penting


Trixie dengan tenang duduk di samping Alex sambil melihat-lihat handphone miliknya. Mereka sengaja berangkat bersama ke kantor untuk menemui para Alpha dari pack-pack kecil


"Kenapa kau berbohong, Trix?"


Trixie menoleh ke arah Alex sekilas, lalu kembali melayangkan pandangannya ke depan


"Kapan aku berbohong?"


"Sebetulnya kemarin kau tidak ke Vadre Land, kan? Aku tahu karena Gamma Lyxor mengatakan semua latihan diliburkan untuk menghormati pernikahan Alpha." kata Alex dengan nada datar


Trixie hanya menarik ujung bibirnya "Lalu?"


"Lalu?! Trix, kemarin pernikahanku dan kau tidak datang."


Trixie menghembuskan nafas kasar sambil memasukkan handphonenya ke dalam tas "Apa kau sama sekali tidak tahu kenapa aku tidak datang?!"


Alex menoleh sesekali ke arah Trixie. Gadis itu terlihat sangat kesal


"Kau iri karena aku menikah terlebih dahulu?"

__ADS_1


Sontak Trixie tertawa mendengar tebakan Alex, namun terdengar kesedihan dalam tawa wanita itu


"Dasar bodoh!" Maki Trixie


"Trix!!"


"Kau tahu aku menyukaimu sejak lama, kau tahu aku selalu menantimu. Lalu kau tiba-tiba menikah dengan orang lain dan kau ingin aku datang? Terbuat dari apa hatimu, Alexander Ulrich?!" kata Trixie keras


Alex terdiam. Pria itu tahu sejak lama kalau Trixie menyukainya, tetapi Alex tidak menyangka perasaan Trixie sedalam ini. Alex hanya berfikir karena Trixie belum bertemu dengan mate nya sehingga semua perasaan Trixie tercurah pada Alex. Sayangnya Alex tidak bisa membalas perasaan Trixie, Alex tidak merasakan getaran seperti halnya pada Reina saat Alex bersama Trixie


Trixie menghapus air matanya dengan kasar dan melemparkan pandangannya keluar mobil. Keduanya saling diam selama perjalanan


"Kalau kau masih merasa tidak enak, aku akan menyuruh Evan menggantikanmu untuk menemaniku dalam pertemuan para Alpha." kata Alex memecah keheningan


"Tidak perlu, tugas tetaplah tugas. Aku akan tetap menemanimu. Jangan khawatir, aku tidak akan mempermalukanmu." Ucap Trixie tanpa melihat ke arah Alex


Keduanya kembali terdiam selama perjalanan menuju ke kantor Wind-Corp


***


Pertemuan dengan para Alpha cukup menguras pikiran Alex. Mereka, para Alpha meminta perlindungan dari Wind Winders Pack karena adanya serangan Rogue di daerah mereka beberapa minggu belakangan ini


Sebetulnya Alex bisa saja langsung menerima mereka bergabung dengan Wind Winders Pack karena mereka sendiri yang secara sukarela datang tanpa paksaan, masalahnya daerah para Alpha sebagian besar berada di wilayah Novexa.


Alex tidak mungkin langsung menerima mereka karena memikirkan hubungan dengan Novexa ke depannya. Alex meminta untuk membicarakan hal ini dengan Reddo, alpha Novexa. Para Alpha itupun pulang dengan kecewa. Hal ini sedikit membebani Alex karena belum dapat memberikan bantuan apapun


"Jangan terlalu memikirkan mereka. Toh mereka juga datang untuk kepentingan klan mereka sendiri. Jangan terlalu berbaik hati!"


Ucapan Trixie tadi kembali terngiang saat Alex mengutarakan perasaan bersalahnya karena tidak bisa memberikan bantuan


"Hufft.. Sepertinya aku harus segera memunculkan jiwa serigalaku." Gumam Alex sembari melangkah memasuki rumahnya


Alex tersenyum saat melihat Reina menyambut kedatangannya. Seketika lelah yang di rasakan Alex sedikit berkurang. Rasanya sangat menyenangkan saat Alex memeluk tubuh mungil Reina dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh gadis itu.


Baru sehari tidak bertemu, Alex merasakan rindu yang teramat sangat. Mata Alex menangkap pergerakan bibir Reina yang menanyakan keadaannya. Alex tidak terlalu fokus dengan ucapan Reina karena bibir Reina lebih menarik perhatiannya. Segera Alex menunduk dan menyerbu bibir merah alami milik Reina


"Alex, hentikan. Nanti dilihat pelayan.." kata Reina lirih sambil mencoba menjauh dari Alex


"Tidak akan ada yang berani menggangguku.." Bisik Alex di sela-sela ciumannya. Dengan lembut, Alex membaringkan Reina di sofa sementara tangannya terus mengeksplorasi tubuh istrinya tanpa memutuskan ciumannya


"Ngh..aku masih datang bulan.."


Ucapan Reina langsung memadamkan gairah Alex. Pria itu langsung menghela nafas berat dan menyandarkan kepalanya di bahu Reina. Reina tersenyum geli melihat tingkah Alex


Drrt..drrt.. handphone Reina bergetar. Sebuah nama terlihat di layar

__ADS_1


Mom.


***


__ADS_2