WIND WINDERS PACK

WIND WINDERS PACK
PART 1


__ADS_3

Vadre Land, 100 tahun yang lalu..


"Exploda Strike!!"


Sebuah cahaya biru melesat cepat dari tongkat yang diacungkan oleh seorang wanita bertudung merah ke arah ular besar berkepala tiga yang siap memangsa seorang manusia serigala berbulu perak keemasan


BOOM!! Ular berkepala tiga itu langsung meledak berkeping-keping. Manusia serigala itu menoleh ke arah wanita bertudung merah dengan nafas tersengal. Gemeretak tulang terdengar menandakan manusia serigala itu kembali ke wujud manusianya, seorang pria.


"Reign, kenapa kau kemari?! Kau harus segera pergi bersama ayahmu!"


Wanita bertudung merah bernama Reign itu menatap marah sambil menyibak tudung yang menutupi kepalanya "Kau gila, Arge! Kau pikir kau bisa melawan Mystiques Beast sendirian?!"


Arge -pria itu- menghela nafas. Belum sempat Arge membuka mulut, instingnya menangkap adanya bahaya. Pria itu dengan cepat melompat salto ke belakang bertepatan dengan suara berdebum di hadapannya


"Arge!!" teriak Reign frustasi saat melihat monster kera raksasa melompat kehadapan Arge


"Rebelon Ape.." desis Arge. Mata Arge berubah menjadi silver.


Rebelon Ape menyunggingkan senyuman yang memamerkan taring-taring panjangnya sembari menatap Arge


"Argeronz.. Akhirnya aku bertemu dengan pemimpin Vadre Land."


"Kau! Kau melanggar peraturan para leluhur masuk ke Vadre Land!" Ucap Arge lantang sambil menunjuk tanpa takut ke arah Rebelon Ape yang besarnya tiga kali lipat besar dirinya


"Hahaha..Aku diundang, Arge. Tidak ada yang bisa membuka portal dunia Beast dengan Werewolf kecuali orang-orang dari Vadre Land." Ujar Rebelon Ape terbahak sambil menunjuk ke arah samping


Mata Arge membola saat mengikuti arah tangan Rebelon Ape. Raut kekecewaan dan kecemasan tergambar jelas di wajahnya


"Reign..."


***


Today… Dunia manusia


Wind-Corp, Perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan minyak bumi dan hasil alam. Memiliki beberapa anak cabang yang tersebar di penjuru negeri. Di pusat kota Toronto, Kanada, gedung Wind-Corp pusat nampak menjulang megah

__ADS_1


Di lantai 35 gedung Wind-Corp, tepatnya di balik pintu besar yang dijaga oleh beberapa orang berpakaian hitam-hitam adalah Ruangan CEO Wind-Corp. Wangi Citrus dan Wood menguar saat pintu terbuka, memasuki ruangan yang bernuansa maskulin. Terlihat seorang pria yang sedang berdiri memandangi padatnya kota di balik jendela kacanya


Dia adalah Alexander Ulrich atau biasa di sapa Alex, CEO terpilih untuk Wind-Corp. Menggantikan ayahnya, Robert Ulrich yang lebih memilih untuk menghabiskan masa tuanya dengan hobi memancing atau berburu di hutan bersama dengan Alicia Ulrich, istrinya.


"Kakak.."


Alex berbalik dan melihat Evander Ulrich, adiknya, yang masuk membawa laptop di tangannya. Kalau dilihat sekilas, keduanya tidak tampak seperti keluarga. Perawakan Alex tinggi besar sedangkan Evan lebih kecil dan kurus. Alex lebih irit senyuman dibandingkan Evan yang selalu memamerkan barisan giginya yang rapi. Rambut Evan pun lebih terang dibandingkan rambut Alex. Satu-satunya persamaan dari dua kakak beradik ini adalah sorot mata yang tajam


"Ini kubawakan pesananmu. Daftar pegawai baru yang ada di Wind-Corp pusat dan cabang Wind-Corp di beberapa kota. Hampir separuhnya adalah manusia. Tidak ada penyusup." Kata Evan sambil menghempaskan bokongnya ke sofa empuk berbahan kulit sintetis. Pria itu segera membuka dan mengutak-atik laptopnya, sementara Alex kembali melihat keramaian kota dari balik jendela beningnya


"Ohya, paman Nick bilang kalau besok adalah ulang tahun Wind-Corp cabang Kingston yang ke 5. Kakak harus datang ke sana dan.."


"Kenapa bukan ayah yang datang?" Alex memotong ucapan Evan. Evan menghentikan gerakan tangannya di keyboard laptop dan menatap kakak semata wayangnya


"Karena kau sekarang adalah CEO Wind-Corp, maka dari itu kau harus datang kakak." Jawab Evan hati-hati.


Alex mendengkus keras. Sejak kecil, Alex sudah diberikan tanggung jawab yang besar dan sudah dipersiapkan sebagai seorang pemimpin, lengkap dengan kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Entah itu adalah anugerah atau kutukan, yang pasti mau tidak mau Alex harus menjalaninya


Sebetulnya jawaban Evan adalah jawaban basa-basi. Evan tahu kalau Alex sebenarnya masih enggan untuk menghadiri acara-acara perusahaan seperti ini


Alex menatap tajam ke arah Evan "Semua orang di Pack mendukungku? Jangan lupakan peristiwa di bukit Holly dua tahun yang lalu."


Evan memasang wajah tidak enak saat Alex menyinggung sebuah peristiwa yang cukup membekas, khususnya untuk Alex


"Aku tahu.. Mereka memang pengkhianat. Mereka melakukan transaksi ilegal dengan pack lain dan diduga merencanakan pemberontakan. Tetapi itu semua sudah teratasi kan? Kau sudah membuang Beta Joey dan para keponakannya dari Pack."


"Walau aku lebih setuju kalau kau menghabisi mereka.." lanjut Evan dengan suara lirih


"Aku masih mendengarnya." Ujar Alex datar sambil mengerling ke arah Evan. Pria itu kini ikut duduk di sofa bersama Evan


"Aku tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka. Tidak semua anggota yang bisa menerima kalau Alpha mereka tidak bisa melakukan shift." Alex menghembuskan nafas keras sambil menyandarkan punggungnya di sofa


Alexander dan Evander Ulrich adalah manusia serigala dari Wind Winders Pack, satu dari empat pack terbesar. Dalam pemilihan seorang Alpha sebuah pack, tidak serta merta langsung menunjuk seorang pengganti. Ada sebuah proses yang harus dilakukan dan diikuti oleh beberapa pemuda terpilih dalam range usia yang diperbolehkan. Mulai dari cara memimpin, menyelesaikan permasalahan klan, bernegosiasi hingga jaya di ring pertarungan. Hal ini juga terpantau oleh para tetua klan yang biasa disebut The Elders


Setelah melakukan proses panjang dan melelahkan, Alexander Ulrich terpilih menjadi Alpha untuk Wind Winders Pack, menggantikan ayahnya Robert Ulrich. Alex memenangkan semua pertandingan yang di gelar untuk memperoleh posisi Alpha klannya

__ADS_1


Hanya satu kelemahan seorang Alexander Ulrich adalah tidak bisa melakukan shift, yakni bertransformasi menjadi wujud serigala. Tidak ada jiwa serigala di dalam diri Alex, entah mengapa hal itu bisa terjadi padahal Alex merupakan keturunan murni dari manusia serigala.


Walau begitu, terbukti Alex mampu mengalahkan para pesaingnya dalam arena pertarungan saat pesaingnya menggunakan mode manusia serigala sedangkan dirinya menggunakan mode manusia biasa. Hal ini lah yang menjadi keputusan The Elders untuk menyerahkan posisi Alpha pada Alex


Alex memijit keningnya untuk merilekskan pikirannya. Tiba-tiba pria itu menoleh ke arah Evan sambil memicingkan matanya


"Aku tahu, kau berfikir kalau hatiku terlalu lemah kan?!" Kata Alex sambil menatap Evan yang terlihat gelagapan. Evan lupa kalau Alex mampu membaca pikiran seseorang selama ia menginginkannya.


"Aku mengkhawatirkan dirimu, kakak. Kau terlalu baik hati. Aku khawatir kau mengasihani musuh saat kita sedang berperang." Ucap Evan lugas


Alex berdiri dan memandangi luar jendela. Tampak jalanan kota Toronto yang mulai mengular karena kemacetan yang biasa terjadi di jam-jam sibuk seperti saat ini. Keduanya saling diam untuk beberapa saat


Evan menghela nafas panjang "Aku tahu kedekatanmu dengan paman Joey, tetapi hal itu harusnya tidak menghalangimu untuk menghukumnya."


"Dia sudah menerima hukumannya di pengasingan, Ev!" Ucap Alex sedikit keras


"Dia memohon agar kau tidak menghabisi dirinya dan keluarganya. Menurutku itu hanya alasan agar dirinya tetap hidup dan menyusun pembalasan di tempat pengasingannya." Kata Evan mencoba berargumen


"Diam!!" Alex meraung marah. Mata Alex berubah menjadi merah dan menatap tajam ke arah Evan.


Evan langsung terdiam saat melihat Alex emosi. Walau Alex tidak bisa melakukan shift, tetap saja Alex adalah seorang Alpha yang kekuatannya tidak bisa diremehkan


Keduanya saling diam. Hanya terdengar deru nafas Alex yang kian teratur


"Kau tidak perlu khawatir. Aku akan melindungi Pack kita sampai titik darah penghabisan. Lagipula tidak semua harus diselesaikan dengan kekerasan." Kata Alex memecahkan keheningan


Alex mengakui kalau hatinya sedikit lemah. Mungkin karena tidak ada jiwa serigala di dalam tubuhnya. Terbayang sorot mata menghiba dari Joey agar Alex tidak membunuhnya saat itu.


"Maafkan aku.." Ucap Evan menyesal. Alex hanya terdiam sambil kembali memandangi kemacetan lalu lintas yang mulai terurai


"Satu-satunya cara adalah kau harus segera menemukan Mate mu, kakak." Kata Evan sambil berdiri dan keluar dari ruangan Alex


Alex mendecih. Selama 30 tahun hidupnya, tidak pernah sekalipun Alex merasakan suatu sensasi yang sering di dengar dari teman-teman atau saudaranya saat bertemu dengan pasangannya masing-masing. Beberapa sepupunya sudah menemukan mate nya, begitupun halnya dengan Evan


Menurut cerita yang didengarnya, seorang Werewolf dapat mengenali Soulmate nya hanya dengan sekali pandangan atau mencium bau pasangannya yang membuatnya mabuk kepayang walau dari jarak beberapa meter jauhnya, dan Alex belum pernah merasakan semuanya

__ADS_1


Alex menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berbisik perlahan "Sepertinya Mate ku belum dilahirkan ke dunia.."


__ADS_2