
Joey menatap Penny yang berada di depannya dengan tatapan waspada. Sementara dengan tenang Penny menuangkan kopi ke cangkir Joey. dan cangkirnya. Mereka sedang berada di rumah Penny, tepatnya di ruang tamu
Penny sedikit heran, mengapa Joey kini terkesan dingin dan menatapnya dengan tatapan curiga. Tetapi Penny berpura-pura semuanya seperti biasa saja
"Kau tidak minum kopimu?" tanya Penny sambil menyesap kopinya perlahan
Joey masih menatap Penny dengan tatapan waspada, tetapi tangannya mengambil cangkir kopinya dan mulai mengendusnya. Penny mengerutkan kening, sejujurnya Penny sedikit tersinggung dengan sikap Joey
"Selain kau tidak bertanggung jawab, kau juga tidak sopan ya."
"Kalian penyihir, kalian bisa meracik ramuan racun apapun. Aku harus waspada." Ucap Joey. Penny tergelak mendengar ucapan Joey
"Kau takut aku meracunimu, Joey Falzkov?" kata Penny dengan nada mengejek
Joey hanya terdiam sambil terus mengendus. Tidak ada bau aneh dari cangkirnya, Joey melanjutkan menyesap sedikit kopinya.
Sesaat Joey tertegun, rasa kopi ini sungguh enak seperti kopi yang biasa dinikmatinya di Vadre Land dulu. Kembali pria itu meminum lebih banyak
Penny menarik ujung bibirnya sambil berbisik "Kau tahu, selain arsenik, racun wolfsbane juga tidak bisa terdeteksi oleh penciuman.."
PRUUUT!!
Joey langsung menyemburkan kopi di mulutnya. Penny terbahak melihat tingkah Joey yang langsung mengelap mulutnya dan menatap Penny tajam
"Jangan main-main, Penny Sterling!"
"Aku hanya bercanda, Joey." Kata Penny sambil terus tertawa.
Wanita itu kembali hendak menuangkan kopi di cangkir Joey namun Joey menolaknya. Penny hanya mengangkat bahunya lalu kembali menikmati kopinya.
"Jadi.."
Sreet! Joey langsung berdiri dan memasang aksi waspada saat Penny secara mendadak bersuara. Penny hanya menatap Joey heran
"Ada apa denganmu?!" Bentak Penny
"Jangan mengejutkanku Penny!"
Penny membelalakkan matanya lalu berkata dengan nada tinggi "Bagian mana aku mengejutkanmu?! Kenapa kau jadi aneh sekali setelah tahu kalau aku adalah seorang penyihir? Aku biasa saja saat tahu dirimu adalah seorang Werewolf!"
Joey menghela nafas. Pria itu kembali duduk di kursinya. Joey sengaja menuangkan kopi ke cangkirnya dan mulai meminum kopi yang dibuat Penny. Masa bodoh ada racunnya atau tidakm Tiba-tiba pria itu teringat sesuatu
"Sebelumnya aku mau bertanya, apa kau memantraiku saat kita pertama bertemu dulu?" Tanya Joey sambil memperbaiki duduknya
__ADS_1
Penny langsung memutar bola matanya. Wanita itu balik menatap Joey tajam
"Cih, percaya diri sekali kau. Kau yang terlebih dahulu mendekatiku dan melakukan cara licik!"
Penny menarik ujung bibirnya saat melihat keterkejutan di wajah Joey
"Aku tahu kalau kau menjebakku dulu, bukan?!" Bentak Penny sambil mendecih
"Dan aku berpura-pura tidak tahu.. Ck, itu kebodohan kedua yang kulakukan.." kata Penny lagi, kali ini lebih pelan
Joey terdiam. Teringat dahulu saat pertama kali bertemu di festival pasar rempah yang diadakan oleh Wind-Corp. Joey memang merasakan sensasi saat seorang Werewolf bertemu mate nya ketika melihat Penny. Joey merasa mabuk dan ingin memiliki Penny seutuhnya
Pria itu langsung membawa Penny menuju catatan sipil untuk melakukan pernikahan, lebih tepatnya memaksa karena Joey menaruh sebuah rempah-rempah langka kedalam tas Penny dan membuat wanita itu hampir berurusan dengan pihak berwajib. Joey lalu tampil sebagai pahlawan dan bertindak sebagai penjamin untuk Penny, dengan syarat Penny harus menikah dengannya
Joey menghela nafas berat
"Hey, kau mendengarku Joey Falzkov?" Tegur Penny saat melihat Joey sedikit melamun.
Joey memandangi Penny sambil membathin "Dia penyihir, Joey. Jangan luluhkan hatimu!"
"Maaf, bisa kau ulangi?" Joey kembali bersikap waspada
Penny mendengkus kesal, dari dulu Joey memang tidak pernah berubah
"Dia putriku, dia pasti mewarisi darahku. Dia akan jauh lebih pintar darimu." Cibir Joey, membuat Penny melotot galak, tetapi Penny tidak mengatakan apa-apa
"Apa yang mau kau bicarakan?" tanya Joey saat melihat Penny terdiam sambil memandangi dirinya
"Aku mau memberitahukan siapa diriku, dan ini akan sangat berkaitan erat dengan Reina.." Ucap Penny serius
"Apa ucapanmu bisa dipercaya?" Joey balik bertanya
"Memangnya kenapa? Kau seakan-akan berubah seratus delapan puluh derajat saat tahu kalau aku penyihir." Ucap Penny tersinggung. Keduanya terdiam cukup lama
"Joey, aku adalah.."
"Aku sudah tahu, kau adalah wanita dari klan penyihir. Klan yang sudah membuat rusuh di Vadre Land." kata Joey cepat memotong ucapan Penny
Kening Penny berkerut mendengar ucapan Joey. Dirinya memang sudah lama sekali tidak ke Vadre Land, tetapi dirinya masih ingat kalau bukan klan penyihir yang membuat Vadre Land rusuh.
"Jangan sembarangan bicara. Kau tidak tahu fakta sebenarnya."
"Aku tahu semuanya dari buku kuno yang dituliskan leluhur kami." Joey kembali membalas ucapan Penny
__ADS_1
Pria itu melipat tangannya di dada dan memandang Penny dengan sedikit angkuh
"Legenda Klan penyihir.. Disitu tertulis dengan jelas kalau putri penyihir bernama Reign Gyrezyn memikat dua Werewolf tangguh. Raja Argeronz dan temannya, Elder Ranggon."
"Haah?" Penny membulatkan matanya
Joey kembali melanjutkan ceritanya
"Reign Gyrezyn menghancurkan persahabatan Argeronz dan Ranggon lalu membunuh keduanya. Setelah itu ia menyegel Vadre Land dan memecah belah Vadre Land!"
Penny tidak bisa berkata apa-apa. Semua yang dibeberkan Joey tidak sesuai dengan apa yang diketahuinya dan diingatnya selama ini
"Lalu pengasuh Reign yang bernama Peony juga membuang jiwa Raja Argeronz agar tidak bisa kembali ber reinkarnasi." Kata Joey lagi
BRAAK!!
Kali ini Penny sudah tidak tahan. Dengan cepat wanita itu menggebrak meja di depannya membuat Joey melompat terkejut
"Jangan sembarangan bicara..Siapa yang menulis karangan murahan seperti itu! Bukan itu cerita sebenarnya, tahu?!" Penny berteriak sambil menggeretakkan giginya. Wanita itu terlihat sangat kesal
"Hey, aku belum lahir saat itu. Aku hanya menyampaikan apa yang kutahu dari tulisan leluhurku." Ucap Joey sambil memasang kuda-kuda
"Justru itu kau berbicara sembarangan. Raja Argeronz dan Putri Reign saling mencintai. Mereka justru tewas saat melindungi Vadre Land dari serangan Mystiques Beast yang dibawa oleh Ranggon!"
Kini ganti kening Joey yang berkerut mendengar ucapan Penny. Semuanya berbanding terbalik dengan buku kuno yang pernah dibacanya
"Dan Peony.. dia tidak membuang jiwa raja Argeronz. Dia memang ceroboh karena mempercayai orang yang salah. Dia diserang saat menbawa jiwa Raja Arge, sehingga cawan yang berisi jiwa raja Arge terlepas dari tangannya..." Kata Penny dengan suara bergetar
"Darimana kau tahu semua itu Penny? Karena kalau itu adalah karangan, kau mungkin bisa menjadi author favorit." Ledek Joey
Penny menghembuskan nafasnya pelan
"Aku tahu Joey. Aku tahu lebih banyak dari yang kau pikirkan.."
Penny menatap Joey "Karena, akulah Peony.."
"Yeaah, lucu sekali Penny." Joey tertawa sambil melihat ke arah Penny. Tawa Joey memudar saat melihat Penny menatap dirinya dengan serius
Mata Joey membulat tidak percaya "K-Kau benar Peony?"
Penny mengangguk. Joey langsung terduduk lemas sambil menyugar rambutnya. Pria itu terlihat syok. Reaksi Joey terlihat sangat berlebihan menurut Penny
"Ada apa denganmu?" tanya Penny. Joey memandangi Penny tidak percaya
__ADS_1
"Ternyata... Ternyata aku menikahi seorang nenek-nenek..."