
Reina mengelap embun yang menutupi cermin wastafel dan terhenyak. Wajahnya terlihat sangat mirip dengan wajah wanita yang berada dalam mimpinya tadi. Warna bola mata yang sama dan warna rambut yang sama membuat Reina merasakan adanya kemiripan diantara mereka berdua. Reina mengucek-ngucek matanya dan kembali memandang cermin.
"Hufft, hanya perasaanku ternyata." Gumam Reina sambil memegang cermin wastafel
Mungkin karena lapar sehingga gadis itu sedikit berhalusinasi. Reina segera keluar dari kamar mandi dan berpakaian.
Kamar Alex termasuk kamar yang nyaman karena letaknya ada di lantai 2 dan dipasangi peredam suara sehingga suara-suara dari luar tidak terlalu mengganggu, sebab itulah Reina tidak terlalu menyadari apa yang terjadi di bawah
Gadis itu memilih baju pilihan Alex yang memang disiapkan untuknya. Maxi dress berbahan lembut yang menutup seluruh kaki jenjangnya. Untunglah pilihan Alex tepat, sehingga tidak menampakkan cara jalan Reina yang sedikit aneh akibat perlakuan Alex
BUUGH.. BRAAK
Reina mengenyitkan kening saat membuka pintu kamar. Terdengar kegaduhan di bawah, seperti orang-orang yang berkelahi. Reina bergegas menuruni tangga dan berusaha melihat keluar, namun Alicia mencegahnya
"Reina, di sini saja. Jangan keluar." pinta Alicia
Reina menatap tidak mengerti namun gadis itu menuruti Alicia. Toh dari tempatnya berdiri, Reina dapat mendengar dan melihat dengan jelas kejadian di luar sana
Mata Reina membulat saat melihat ke luar. Tampak Alex sedang berduel dengan seseorang. Bukan, tapi Alex berduel dengan Werewolf berbulu abu-abu pucat dengan tanda di keningnya. Terlihat para penjaga dan beberapa orang berdiri mengelilingi mereka. Orang-orang yang sama yang pernah menyerang Alex dan dirinya
"Rogue.." desis Reina. Serta merta Reina bergerak akan ke luar namun Alicia mencegahnya
"Reina, jangan!"
"Ibu, Alex membutuhkan bantuan!" kata Reina sedikit memberontak. Alicia mengeratkan pelukannya
"Kau tahu siapa mereka?" tanya Alicia sambil melihat ke arah Reina tanpa melonggarkan pelukannya
Reina mengangguk "Mereka yang menyerang saat di taman dan saat aku pulang kemarin."
"Baiklah, kau sudah tahu berbahayanya mereka. Jadi jangan keluar ya. Alex bisa menanganinya." pinta Alicia
Reina akhirnya berhenti memberontak. Alicia kemudian melepaskan Reina. Keduanya kembali melihat ke luar
***
BRUUGH
Serigala berbulu abu-abu pucat itu terjerembab dengan luka di punggungnya akibat cakaran dari cakar logam milik Alex
Serigala itu bangkit dan menggeram marah ke arah Alex. Taring-taring nya yang panjang terlihat menakuti musuhnya, tetapi tidak dengan Alex. Pria itu kembali bersiap dengan kuda-kuda nya
__ADS_1
"Jangan bilang hanya itu kemampuanmu, Ozen." Ejek Alex membangkitkan amarah Ozen
Serta merta Ozen melompat menyerang Alex, namun Alex terlebih dahulu melompat salto menghindari Ozen. Ozen dengan cepat mengayunkan cakarnya, namun Alex menangkisnya dan sebagai gantinya pria itu melakukan tendangan putar untuk menendang moncong Ozen
Dalam wujud manusia, tendangan Alex tergolong kuat, membuat Ozen terhuyung dan jatuh. Alex tidak menyia-nyiakan kesempatan. Segera pria itu melompat dan mengayunkan cakar logamnya. Ozen hanya bisa pasrah sambil memejamkan matanya. Namun sebelum menggores wajah Ozen,. Alex menghentikan gerakannya
"Tidak ada gunanya membunuhmu. Aku tidak punya dendam apapun denganmu." Kata Alex sambil menurunkan cakar logamnya
Ozen beringsut ke belakang dan melakukan shift menjadi manusia. Terlihat darah mengalir di hidung dan sela bibirnya
"Walaupun kau membunuhku, kau tetap tidak bisa mengambil hati anak buahku karena mereka tidak akan mau dipimpin oleh Alpha yang tidak bisa melakukan shift!" Ujar Ozen sambil menyeka darah di bibirnya
Alex mengepalkan tangannya karena tidak terima selalu diingatkan tentang kekurangannya. Namun akal sehatnya menyuruhnya agar tidak bertindak gegabah
"Walau aku tidak bisa melakukan shift, kau tetap tidak bisa mengalahkan aku." Balas Alex menbuat Ozen menggeram yang diikuti oleh pengikutnya.
Penjaga-penjaga Alex juga ikut menggeram, bersiap dalam mode tempur. Ozen melihat cakar logam milik Alex. Ozen memiringkan bibirnya sambil mendecih
"Cih! Berarti benar kau yang menghabisi anak buahku!"
"Mereka yang terlebih dahulu menyerang. Aku hanya mempertahankan diriku!" Jawab Alex
"Ayo semua pergi!" kata Ozen cepat
Beberapa pengikut Ozen pun pergi mengikuti pemimpinnya. Setelah semua Rogue pergi, Reina melihat beberapa orang datang mendekat ke arah Alex
"Kami akan pergi ke Novexa untuk bergabung dengan Reddo." kata salah seorang dari tiga pria itu, yang ternyata adalah para Alpha dari klan kecil yang pernah meminta untuk bergabung dengan Wind Winders Pack
"Mengapa kalian berubah pikiran? Apa karena tahu aku tidak bisa melakukan shift?" Tanya Alex. Terdengar nada sedih di dalam ucapannya
Ketiga pria itu menunduk. Alex menghela nafas panjang
"Pergilah dan jangan pernah datang di Wind Winders Pack!" Geram Alex
Para Alpha itu segera pergi dari rumah besar Alex. Terlihat wajah Alex memerah marah seperti ingin meledak.
"Sialan!!" Teriak Alex kencang
Pria itu terlihat berdiam diri, seperti hendak mencoba sesuatu. Pria itu terlihat menahan nafas kemudian dihembuskannya kasar
"Sial! Aku tidak bisa!" Teriak Alex
__ADS_1
"Teruslah mencoba, kak! Pusatkan pikiranmu dan rasakan darahmu menggelegak!" Terdengar suara Evan
"Mereka sedang apa?" pikir Reina sambil melihat ke arah luar
Terlihat Alex berjalan mondar-mandir, lalu kembali berhenti seolah memusatkan pikirannya pada sesuatu hal
"Nggh..Aku tidak bisa!! Berkali-kali kucoba tetap tidak bisa!" terdengar suara Alex seperti suara orang putus asa
"Fokus Alex! Fokus!" terdengar seperti suara Robert. Reina melihat ayah mertuanya ternyata juga berada di luar
"Kau harus bisa kak!"
"Aku..Aku tidak bisa.."
"Coba terus! Berita itu akan cepat menyebar dan kau pun akan memiliki banyak musuh baik dari dalam maupun luar pack!" Kata Evan keras
"Nggh..Aku..Aku tidak bisa!! AARGH!!"
BRAAK!!
PRAANG!!
Reina terkejut saat Alex menghancurkan bangku dan ayunan taman. Semua pot bunga pun dilemparnya seolah menyalurkan amarahnya. Para penjaga hanya melihat tanpa berani menghentikan. Terlihat Alex ngos-ngosan dan jatuh terduduk
"Tidak apa-apa Alex. Kau mungkin kelelahan.." Suara Robert terdengar memecahkan keheningan. Pria itu mendekati Alex dan menepuk pundak putra sulungnya
"Aku tidak berguna, ayah.."
Suara Alex terdengar sedih. Reina semakin penasaran apa yang tengah terjadi
"Harusnya kau bisa melakukan shift, kau sudah melakukan penyatuan dengan kakak ipar kan?"
"Eh? Mengapa mereka berbicara vulgar begitu di depan banyak orang?" Bathin Reina dengan wajah memerah
"Bukan penyatuan, tetapi rasa cinta yang akan menuntun jiwa serigalaku datang.." Kata Alex pelan
Reina tahu, tidak baik menguping pembicaraan orang lain. Tetapi karena namanya dibawa-bawa akhirnya Reina mendekat dan makin mempertajam pendengarannya
"Elder Eqwin bilang harus ada cinta diantara kami, sedangkan menurutku untuk melakukan penyatuan tidak perlu melibatkan perasaan cinta."
"Apa?!" Reina membelalak.
__ADS_1