WIND WINDERS PACK

WIND WINDERS PACK
PART 2


__ADS_3

Vadre Land, 100 tahun lalu...


"Reign.." Desis Arge cemas saat melihat istrinya tengah berada dalam ancaman pisau di leher jenjangnya


"Jangan pedulikan aku Arge! Usir Rebelon Ape dari sini uugh.." Reign meringis saat ujung pisau tajam menyentuh kulit lehernya dan memberikan luka kecil di sana


"Hentikan! Elder Ranggon, kenapa ?!" teriak Arge panik saat melihat darah mengalir di leher Reign.


Selain Arge, hanya beberapa Elder yang tahu kunci membuka portal dunia serigala dengan Mystiques Beast, salah satunya adalah Ranggon. Namun sangat tidak disangka karena Ranggon merupakan teman terdekat Arge


Ranggon tersenyum licik ke arah Arge "Kau sudah terlalu lama menjadi pemimpin di Vadre Land, Alpha. Sudah saatnya seseorang menggantikan posisimu."


Reign mengeratkan genggaman pada tongkat sihirnya, menunggu kelengahan dari Ranggon . Reign mengetahui kalau Ranggon sangat labil emosinya sehingga membuatnya sering tidak fokus. Hal itu juga yang membuatnya kalah dari Arge saat perebutan gelar Alpha di Vadre Land


"Arge akan menyerahkan posisi Alpha pada yang berhak. Yang jelas bukan pada dirimu, seorang pecundang.. aaagh.." Reign menjerit saat Ranggon menjambak rambutnya, membuatnya terpaksa mendongak sehingga kulit lehernya kembali terkena gesekan pedang


"Reign!" Arge berusaha mendekati Reign dan Ranggon. Tiba-tiba tubuhnya terhempas dan membentur bebatuan akibat serangan mendadak dari Rebelon Ape


Sekujur tubuh Arge terasa ngilu, namun pria itu berusaha bangkit dan tidak menunjukkan kelemahan di hadapan musuhnya


Ranggon tertawa menyaksikan keadaan Arge yang tidak berdaya. "Dengan bantuan dari Mystiques Beast, aku dengan mudah akan menguasai Vadre Land. Para serigala akan tunduk di bawah perintahku!"


Reign menatap Arge seolah sedang berbicara secara rahasia. Arge segera faham dan melakukan apa yang Reign rencanakan


"Apa yang kau janjikan pada mereka, Ranggon.." Tanya Arge sembari berusaha menegakkan tubuhnya.


"Tidak banyak, hanya tiga serigala setiap bulannya untuk santapan Mystiques Beast. Aku mendapat kekuasaan, mereka mendapatkan makanan." kata Ranggon tertawa


"Kau kejam! Kau mengorbankan bangsamu sendiri demi kepentingan mu!" Teriak Arge marah


Ranggon hanya mendecih. Pria itu menatap Reign dengan tatapan seduktif. Tangannya membelai leher Reign yang terluka. Rahang Arge mengeras melihat hal itu, namun tatapan Reign mengatakan agar Arge menahan diri


"Kau penyihir yang cantik. Kau akan kuampuni asalkan kau mau menjadi pendampingku." Desis Ranggon di telinga Reign


Reign memejamkan mata untuk menguatkan hatinya. Wanita itu lalu perlahan menoleh ke belakang, menatap Ranggon dengan tatapan sayu


"Bisakah kupegang kata-katamu, sementara saat ini kau menyakiti diriku, Ranggon.." kata Reign dengan suara mendesah


Ranggon terkesima. Dengan cepat pria itu menurunkan pisaunya dan menjilat leher Reign yang terluka membuat Reign melenguh. Ranggon lalu menyusuri leher Reign dan berhenti di telinga wanita itu


"Kau bisa pegang kata-kataku. Aku akan menuruti semua keinginanmu." Desis Ranggon


Tangan Arge terkepal kuat. Dirinya seorang Alpha yang memiliki tingkat posesif di atas rata-rata. Tidak ada yang boleh menyentuh miliknya, terlebih menyentuh istrinya. Hanya karena Reign yang meminta Arge untuk menahan diri, kalau tidak Arge sudah menggigit leher Ranggon hingga putus


Reign tersenyum sambil menatap Ranggon. Pria itu sudah kehilangan konsentrasinya. Reign mendekati wajah Ranggon yang terlihat memerah. Bibir Reign berhenti tepat di depan bibir Ranggon


"Begitu? Kalau begitu, dengarkan aku ya.." Bisik Reign


Dengan gerakan cepat Reign mendorong Ranggon lalu memukul pria itu dengan tongkatnya. Ranggon yang tidak waspada terjerembab


Rebelon Ape meraung keras sambil bergerak ke arah Reign. Melihat itu, Arge segera melakukan shift menjadi wujud serigala dan menyerang Rebelon Ape


Arge mengarahkan tendangannya ke pangkal tenggorokan Rebelon Ape, membuat Mystique Beast itu melotot dan tidak bisa bernafas. Rebelon Ape roboh sembari megap-megap. Serangan ini bukanlah serangan mematikan, hanya mengulur waktu agar Arge dapat membuat perhitungan dengan Ranggon


Dengan meraung keras, Arge melompat ke arah Ranggon dan menginjak dada pria itu dengan kaki besarnya. Ranggon menatap ketakutan saat Arge mendekatkan wajahnya sambil menggeram keras


"A-ampuni aku Alpha.." Kata Ranggon terbata.


Tatapan Arge melunak saat mengingat pertemanan mereka. Namun Ranggon justru memanfaatkan situasi, dengan cepat Ranggon menusukkan pisau yang dipegangnya ke perut Arge

__ADS_1


Arge meraung keras. Ranggon segera menghempaskan tubuh Arge dan segera melakukan shift menjadi serigala berbulu abu-abu


"Matilah kau!!" Jerit Ranggon sambil menerkam Arge


Arge segera berkelit dan mengayunkan tangannya ke arah Ranggon.


CRAAT! Kuku tajam Arge menggores dalam leher Ranggon. Ranggon terhempas ke arah Rebelon Ape yang terlihat sudah pulih dan hendak menyerang


"Slaverey!!" Reign mengarahkan tongkat ke arah Ranggon dan Rebelon Ape sehingga muncul sinar biru yang membuat Ranggon dan Rebelon Ape seakan terikat di udara


Arge segera menyatukan kedua tangannya dan membuat beberapa simbol dengan mengucapkan beberapa mantra untuk membuka portal


"Arge, cepat!" Jerit Reign saat tenaganya hampir habis karena menahan mantra sihir dengan tenaga dalamnya. Kekuatan Rebelon Ape terlalu besar untuk Reign yang sedang terluka. Hidungnya sudah mengeluarkan darah


Kaki Rebelon Ape sudah keluar dari sinar biru yang mengungkungnya. Tatapannya marah ke arah Reign. Raungan Rebelon Ape terdengar hingga menggetarkan pepohonan di sekitarnya


"Arge.."Panggil Reign lagi. Arge membuka matanya lalu mengarahkan tangannya ke arah Rebelon Ape dan Ranggon


"Open Portal!"


Seketika portal dunia Mystiques Beast terbuka dan menyedot Ranggon dan Rebelon Ape. Gemuruh teriakan Rebelon Ape masih terdengar hingga portal tertutup


"Slay!!" Reign mengayunkan tongkatnya dan menggunakan tenaganya yang tersisa untuk mengunci portal tersebut


Wanita itu seketika roboh. Arge pun roboh karena membuka portal menyedot energinya. Arge menoleh perlahan ke arah Reign dan merangkak mendekati istrinya. Wujud Arge sudah kembali ke wujud manusia seperti semula


"Reign.." Bisik Arge saat berada di dekat Reign. Wanita itu membuka matanya perlahan


"Arge, bantu aku menyembunyikan tongkat ini. Aku sudah menggunakan seluruh tenagaku untuk membuat tongkat ini sebagai kunci portal. Tidak ada yang boleh menemukannya untuk kembali mengundang Mystiques Beast masuk ke Vadre Land.." Bisik Reign pelan


Arge mengangguk. Rasa sesak mulai menjalari tubuhnya. Sepertinya pisau yang ditusukkan Ranggon sudah dilumuri cairan dari wolfsbane


Reign hanya tersenyum sementara hatinya berbisik sedih


"Aku adalah mate mu. Aku hidup denganmu, dan akan mati bersamamu..."


***


Sepuluh tahun kemudian


Gyrezyn menatap dua botol kristal di hadapannya. Warna dua botol itu sudah kembali terang setelah sebelumnya berwarna pucat. Gyrezyn tersenyum


"Tuan, anda memanggil saya?" seorang wanita berdiri di pintu sambil menunduk


"Ah iya, segeralah berkemas Peony. Kita akan pergi ke hutan penyihir." Ujar Gyrezyn


Mata Peony membola. Senyumnya terbit saat mendengar ucapan Gyrezyn


"Apakah jiwa tuan muda Arge dan nona Reign sudaj pulih?" Tanya Peony senang


Gyrezyn mengangguk "Jiwa mereka sudah pulih 90%. Saatnya membawa ke hutan penyihir. "


Pandangan Gyrezyn menerawang mengenang peristiwa sepuluh tahun lalu saat dirinya mendapat bisikan dari Moon Goddess untuk menyelamatkan jiwa Arge dan Reign agar bisa kembali ber reinkarnasi dan menyatukan kembali Vadre Land. Dengan kekuatan sihirnya dan berkah dari Moon Goddess, jiwa Arge dan Reign dapat terselamatkan


Di Vadre Land, suasana sudah tidak kondusif untuk melahirkan dan membesarkan keduanya karena semua pack saling berperang untuk menambah daerah kekuasaan mereka. Saat ini sudah berhembus kabar kalau jiwa Arge akan terlahir kembali. Beberapa pihak ada yang menantikan kembalinya sang pemimpin, namun beberapa juga ada yang tidak menginginkan Arge kembali karena ingin menguasai Vadre Land utuh untuk Pack nya. Karena itulah Gyrezyn sangat menjaga kedua jiwa ini. Hal ini juga merupakan amanah dari Moon Goddess yang harus diembannya


Hutan penyihir menjadi pilihan yang tepat karena di sana, kekuatan serigala tidak dapat berguna. Akan aman menyembunyikan Arge dan Reign di sana


Saat ini Vadre Land dikuasai oleh 4 Klan besar yakni Eonosthera di wilayah Timur, Novexa di Utara, Schy Land di Selatan dan Win Winders di Barat

__ADS_1


"Kau sudah menemukan satu wanita serigala untuk melahirkan Arge?" tanya Gyrezyn


"Ya tuan, dia wanita yang cocok untuk melahirkan Alpha. Dia seorang wanita penyayang, dia temanku Sarah." Ucap Peony


Gyrezyn mengangguk. "Kita akan berangkat esok hari."


***


Keesokan paginya, tampak tiga ekor kuda melintas cepat melewati pepohonan di hutan. Kuda-kuda penyihir, tidak ada yang bisa menandingi kecepatannya


Tiba-tiba sesuatu menghadang laju kuda-kuda tersebut. Kuda-kuda penyihir itu meringkik sambil mengangkat kedua kaki depannya membuat Gyrezyn terhempas jatuh. Belum hilang keterkejutan Gyrezyn, sebuah panah melesat cepat menembus jantung Gyrezyn


"Tuan!" Jerit Peony.


Wanita itu dengan cekatan menghindari panah-panah yang beterbangan sembari merangkul Sarah. Peony lompat ke arah Gyrezyn dan segera membuat mantra perlindungan untuk mereka bertiga


Serangan panah berhenti


Tampak tiga serigala bersar berbulu hitam mendekati Peony dan Sarah. Peony memeluk Sarah erat


"Tuan Gyrezyn, penyihir terakhir dari klan penyihir. Kau pasti membawa jiwa Arge dan Reign bersamamu kan? Cepat serahkan pada kami dan kami akan mengampuni kalian." Tegur seorang manusia serigala mendekati Gyrezyn yang tersengal


"Peony, serahkan jiwa Arge padaku. Kita pegang satu-satu." bisik.Sarah


Peony mengangguk. Dengan cepat wanita itu mengambil botol kristal berisi jiwa Reign dan menyerahkan botol kristal berisi jiwa Arge ke tangan Sarah


"Sarah, jaga botol ini ya. Aku akan memanggil sapu terbang untuk.."


Ucapan Peony terhenti saat Sarah berdiri dan keluar dari mantra perlindungan dan mendekati salah satu dari tiga serigala itu


"Sarah, kau.."


"Maafkan aku, Peony. Ini Gabe, mate ku. Aku berjanji membantunya untuk mendapatkan jiwa Arge.." Ucap Sarah


Peony amat marah mengetahui kebenaran yang ada. Terlebih saat Sarah dan Gabe beranjak pergi sementara dua serigala yang lain bersiap menyerang Peony dan Gyrezyn


"Exploda Strike!" Teriak Peony sambil mengeluarkan mantra sihirnya.


Dua serigala di depannya langsung terjatuh dengan luka menganga di tubuhnya


Gabe menatap Peony marah "Kau membunuh dua saudaraku!"


"Dan kalian mengkhianatiku! Puzeron X!!" Peony mengerahkan kekuatannya untuk mendorong Sarah dan Gabe. Keduanya terhempas keras ke arah pepohonan


Botol berisi jiwa Arge terlepas dari tangan Sarah. Peony segera melompat mengambilnya. Dengan cepat Peony menaikkan tubuh Gyrezyn ke atas kuda dan dirinya dengan cepat memacu kuda penyihir untuk segera pergi. Didepan ada jurang, Peony berusaha melompatinya


"GRAAOO!" Gabe melompat dan menggigit tubuh belakang kuda penyihir itu saat melompati jurang. Kuda itu meringkik dan kehilangan keseimbangan dan hendak terjatuh kedalam jurang


Peony dengan cepat mengerahkan sihirnya untuk menahan agar kuda tunggangannya tidak terjatuh. Namun Gabe juga ikut masuk sehingga mencakar tangan Peony yang memegang botol berisi jiwa Arge


"Tidaak!!" Peony terkejut, botol berisi jiwa Arge terlepas dari genggamannya dan meluncur jatuh ke jurang


Peony menatap Gabe yang menyeringai. Peony harus segera melarikan diri, setidaknya jiwa Reign aman terlebih dahulu


"Maafkan aku, tuan muda Arge.." Bisik Peony


"Shyalazam!" Teriak Peony.


Asap biru berhembus menghalangi pandangan Gabe. Saat Gabe sadar, Peony dan Gyrezyn sudah tidak ada. Mantra penahan pun ikut menghilang. Pria itu panik saat dirinya dan kuda penyihir meluncur deras jatuh ke dalam jurang

__ADS_1


"Tidaaak!!"


__ADS_2