WIND WINDERS PACK

WIND WINDERS PACK
PART 14


__ADS_3

"Jika dua orang ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi mana pun mereka berasal pasti akan bertemu."


***


Menurut buku yang Reina baca semalam, bagi bangsa Werewolf, pernikahan bukanlah suatu hal yang harus di selenggarakan secara besar-besaran. Saat seorang Werewolf bertemu dengan mate nya, ia bisa langsung mengklaim mate nya sebagai miliknya dan bisa meminta haknya untuk melakukan penyatuan. Mereka pun bisa dikatakan telah menikah karena telah saling menandai satu sama lain.


Namun beberapa Pack masih mengharuskan para pasangan Werewolf untuk menikah sebelum mereka melakukan penyatuan. Hal itu bukan hanya sekedar tradisi, tetapi juga sebagai tanda ucapan syukur kepada Moon Goddess. Wind Winders Pack termasuk pack yang masih memegang tradisi ini


***


"Anda bercanda kan pak?" Ucap Reina saat mendengar kata-kata Robert.


Ingin sekali Reina melihat Robert tiba-tiba tertawa dan mengatakan "praank!" pada dirinya. Tetapi hal itu tidak menjadi kenyataan. Robert justru memandang heran ke arah Alex


"Kau bilang gadis itu setuju menikah denganmu."


"Ya ayah. Kami akan menikah hari ini. Aku sudah meminta Willy menyiapkan kebun belakang sebagai tempat upacara dan meminta paman Nick memanggil Elder Eqwin untuk memimpin upacara pernikahan." Ucap Alex datar sambil menggigit sandwich nya


Mata Reina membelalak mendengar keputusan sepihak dari Alex


"Kapan aku menyetujui untuk menikah?"


Alex menaikkan satu alisnya sambil memandang Reina "Jangan bilang kau lupa kejadian tadi pagi. Tindakanmu tadi pagi cukup menjadi pernyataan untuk setuju menikah denganku."


Reina menganga. Dalam hati dirinya merutuki kejadian pagi tadi. Robert dan Alicia tersenyum lebar


"Kalau begitu kalian harus segera bersiap. Pernikahan akan digelar di kebun belakang.."


"Maaf pak, tetapi anda tidak bisa memutuskan begitu saja. Ini pernikahan." ucap Reina mencoba bernegosiasi


"Kau menolakku?"


Reina memandang ke arah Alex. Pandangan pria itu terlihat terluka. Entah mengapa Reina tidak tega melihat Alex seperti itu


"Bukan begitu, tapi.."


"Kalau begitu tidak ada masalah kan? Kita akan menikah dua jam lagi." kata Alex sambil mengkode beberapa pelayan untuk membawa Reina bersiap-siap


Reina merasa sangat kesal dan marah. Gadis itu menepis tangan pelayan yang hendak membawanya. Mata Reina menatap tajam ke arah Alex sambil berdiri


"Dengar tuan Ulrich, tidak ada pernikahan hari ini. Kalau kau masih memaksa, maka kupastikan aku tidak akan pernah menikah denganmu!"


Alex menatap tajam ke arah Reina dan menggeram keras. Wajahnya tampak marah, baru kali ini ada perempuan yang berani membentak sambil menunjuk ke arah dirinya


Reina tetap mempertahankan sikapnya walau dalam hati gadis itu sedikit ciut karena Reina sadar, lawan bicaranya bukanlah manusia biasa


Alicia memperhatikan keduanya lalu tertawa sambil bertepuk tangan "Hebat, Reina. Begitulah seharusnya sikap seorang Luna."


Alicia berdiri dan menghampiri Reina. Dengan lembut Alicia mengusap bahu Reina, mencoba meredakan emosi gadis itu


"Boleh ibu berbicara denganmu sayang?"

__ADS_1


Reina menatap ke arah Alicia. Senyum Alicia mengingatkan Reina pada Penny. Setelah menimbang-nimbang, Reina yakin kalau Alicia tidak akan menyakitinya.


"Baiklah.." ucap Reina melunak


Alicia tersenyum lalu menggandeng Reina pergi dari ruang makan. Alex memperhatikan kedua wanita itu sampai keluar dari ruang makan.


"Kau egois, kakak. Setidaknya tanyakan pendapatnya, apalagi dalam acara sepenting ini." Ucap Evan


"Aku akan egois, E.. Kalau untuk kepentingan Pack, aku akan egois." Kata Alex yang masih memandangi pintu ruang makan


Evan hendak kembali berbicara, tetapi remasan tangan Faye menghentikannya. Wanita itu mengkode untuk tidak berdebat dengan Alex. Evan menghela nafas panjang


"Kalau kau begini terus, kau tidak akan menemukan cinta dan menumbuhkan cinta di hati mate mu, kakak."


***


Upacara Pernikahan antara Alex dan Reina digelar secara sakral dan sederhana dan dihadiri oleh keluarga, kerabat dekat dan teman akrab


Entah apa yang di sampaikan Alicia, namun Alex berterima kasih karena Reina menyanggupi untuk mengadakan upacara pernikahan


Dalam tradisi Wind Winders Pack, upacara pernikahan Alpha memang digelar secara sakral dan tertutup. Biasanya, mereka akan mengadakan pesta pernikahan besar-besaran saat terjadi Wolf Moon di bulan Januari


Alex tersenyum saat membuka tudung pengantin dan melihat Reina berdiri di hadapannya. Entah karena riasan yang digunakan, Alex merasa Reina terlihat jauh lebih cantik.


"Kau boleh mencium pengantinmu, Alexander."


Suara Elder Eqwin membuat Alex tersadar dari keterpesonaannya. Segera Alex menangkup wajah Reina dan menyentuh bibir Reina dengan bibirnya. Terdengar semua orang yang hadir bertepuk tangan saat Alex merasakan Reina membalas ciumannya. Alex melingkarkan tangannya di pinggang Reina dan menarik wanita itu agar lebih dekat dengan dirinya


***


"Dear Reina, maaf tidak mengangkat teleponmu tadi. Mom ada urusan ke luar kota untuk beberapa hari. Mungkin mom akan jarang menghubungimu karena keterbatasan sinyal. Baik-baik di rumah ya. Love you, mom."


Reina menghela nafas saat melihat balasan pesan dari Penny di handphone nya. Sepertinya berhubungan dengan pekerjaan Penny sebagai florist. Penny memang beberapa kali ke luar kota bahkan ke luar negeri untuk mengumpulkan beberapa bibit bunga dan mengembangkannya di tempat yang sering di sebutnya 'rumah kaca'. Penny belum pernah sekalipun mengajak Reina ke rumah kaca, dan Reina tidak terlalu mempermasalahkannya


Yang akan jadi permasalahan, kemungkinan besar Penny akan mengamuk saat mengetahui Reina memutuskan untuk menikah tanpa melibatkan dirinya. Bukan salah Reina, toh Penny sendiri yang tidak dapat dihubungi


"Kau melamun."


Reina terhenyak saat merasakan tepukan lembut di bahunya. Alex duduk di sebelah Reina. Keduanya sedang berada di balkon kamar Alex. Suasana terlihat begitu tenang walau terdengar alunan musik dan suara-suara orang bercakap-cakap di taman.


Walau upacara pernikahan dilakukan tertutup, tetap saja pernikahan Alex dengan cepat tersebar. Beberapa anggota Wind Winders Pack yang berada di dunia manusia menyempatkan datang dan memberi ucapan selamat. Begitu juga dengan Alpha dari pack lain


Seharian Alex dan Reina menerima ucapan selamat. Alex juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mengenalkan Reina pada tamu-tamunya yang kebanyakan berasal dari bangsanya sendiri, bangsa manusia serigala.


Hari menjelang senja saat tamu-tamu mulai berkurang. Alicia pun menyuruh Alex dan Reina beristirahat di kamar Alex yang sudah di siapkan sedemikian rupa layaknya kamar pengantin


"Sebenarnya aku penasaran, apa yang ibuku katakan padamu sampai kau setuju dengan pernikahan ini?" tanya Alex memandangi gadis di sebelahnya


Reina tertawa kecil sambil balik menatap Alex "Kenapa? Apa kau menyesal telah menikah, tuan Ulrich?"


"Iya, aku menyesal.."

__ADS_1


Reina terdiam mendengar jawaban Alex yang menatapnya dengan serius. Pria itu perlahan tersenyum lembut


"Aku menyesal, harusnya aku segera menikah saat kita pertama bertemu."


Mata Reina melotot. Refleks gadis itu memukul pelan lengan Alex "Dasar gila. Siapa yang mau seperti itu."


Alex terkekeh. Pria itu membelai kepala Reina dan menarik gadis itu duduk lebih dekat dengannya


Reina membiarkan kepalanya bersandar di bahu kokoh Alex. Seumur hidup, baru kali ini Reina bersandar pada bahu seorang pria, dan rasanya cukup menyenangkan. Rasanya saat berdekatan dengan Alex, Reina seakan tersihir


"Alex, boleh aku bertanya?"


"Tentu.."


"Semalam, saat kau menghadapi tiga Werewolf.. Mengapa kau tidak bertransformasi?" Tanya Reina sambil menegakkan kepalanya, menatap ke arah Alex


Terlihat wajah Alex sedikit murung. Pria itu mengangkat tubuh Reina naik ke pangkuannya. Reina merasakan efek kupu-kupu di perutnya saat Alex menyusupkan kepalanya di leher Reina dan menghirup dalam-dalam aroma wangi dari tubuh gadis itu


"Apa kau tahu arti dari Alpha?" Tanya Alex sambil mengecupi leher dan bahu Reina, membuat Reina tidak bisa berkonsentrasi penuh


"Mmh aku tahu.. Apa kau seorang Alpha?"


Alex menganggukkan kepalanya.


"Ck, pantas saja kau keras kepala, posesif dan bertindak sekenanya.." Bathin Reina


Alex mendongakkan kepalanya sambil tertawa "Aku tahu apa yang kau pikirkan, sayang."


Reina refleks cemberut. Sepertinya dirinya tidak aman walau dalam pikirannya sendiri. Alex kembali menyusupkan kepalanya di bahu dan leher Reina


"Apakah seorang Alpha tidak boleh berubah wujud saat menghadapi Werewolf biasa?" Tanya Reina lagi. Gadis itu sedikit menggelinjing geli karena bulu-bulu halus di rahang Alex bergesekan dengan lehernya


Gerakan Alex terhenti "Bukan tidak boleh..Aku yang tidak bisa."


Suara Alex terdengar sedih. Reina menjauhkan tubuhnya untuk menatap ke arah Alex. Mata coklat yang biasanya menyorot tajam itu kini menunjukkan kesedihan.


"Maksudnya?" Tanya Reina


Alex kembali memeluk Reina dan menyusupkan kepalanya ke leher Reina. Pria itu kembali mengecupi leher Reina sampai ke bahu. Gadis itu sedikit menengadah agar gerakan Alex lebih leluasa di lehernya. Ciuman Alex terhenti di atas perban leher Reina. Pria itu memejamkan matanya sambil menghirup aroma tubuh Reina seolah bisa memberikan kekuatan


"Itulah kelemahanku, Reina. Aku tidak bisa bertransformasi." Bisik Alex serak.


Reina kembali menjauhkan tubuhnya dan mengangkat dagu Alex untuk menatapnya. Mata Alex tidak berbohong.


"Werewolf terkenal dengan kekuatan dan kecepatannya dalam bergerak. Aku memiliki semua itu, bahkan kekuatan dan kecepatanku di atas rata-rata Werewolf lainnya. Hanya saja, tidak ada jiwa serigala dalam diriku yang menyebabkan aku tidak bisa berubah wujud." Jawab Alex sambil membelai pipi Reina


"Apa itu penting? Maksudku, kau unggul dalam pertarungan kan?" Reina ikut-ikutan membelai rahang Alex yang ditumbuhi bulu-bulu halus


"Tetap saja, aku kalah dalam soal ukuran. Beberapa Werewolf juga tidak akan menerima Alpha yang tidak bisa melakukan shift, karena saat terjadi pertempuran, aku yang bertanggung jawab atas keselamatan diriku dan klan ku."


Alex tersenyum sedih. Membuat hati Reina sedikit terenyuh. Reina berinisiatif memeluk kepala Alex dan membelai rambut lebat pria itu

__ADS_1


Ucapan Alicia kembali terngiang di telinga Reina...


__ADS_2