WIND WINDERS PACK

WIND WINDERS PACK
PART 30


__ADS_3

"Aku mencintai Reina.."


Alex merasa sangat lega saat mengucapkan kalimat itu. Kini Alex tahu perasaannya. Hal yang dirasakannya pada Reina bukan sekedar in heat belaka, tetapi benar-benar perasaan yang tulus mencintai gadis itu


"Haah! Kalau kau mati, wanita itu akan mencari pria baru dan segera menggantikanmu. Kau masih ingin menyelamatkannya?" Trixie masih mencoba mempengaruhi Alex


Alex terdiam. Trixie menarik ujung bibirnya, tampaknya ucapannya bisa membuat Alex berfikir ulang


Alex menunduk sejenak lalu mengangkat kepalanya "Tidak apa-apa, kalau itu membuat Reina bahagia.."


Semua yang berada di ruangan tercengang mendengar ucapan Alex. Tidak ada yang menyangka Alex bisa mengucapkan hal seperti itu. Tiba-tiba mata Alex menajam melihat ke arah pintu


"Semuanya, aku sudah mendapatkan info.."


"Grrrrh!!"


Nick yang baru saja masuk ke dalam ruangan tiba-tiba mendapatkan pukulan mendadak dari Alex sehingga tubuhnya terjungkal ke belakang


Alex menggeram keras sambil menatap tajam ke arah Nick "Kau! Kau tidak menjaganya dengan baik!!"


Nick langsung berlutut di hadapan Alex tanpa menyeka darah yang mengalir di sela bibirnya


"Maafkan aku, Alpha. Aku memang pantas dihukum. Ini murni kelalaianku." Kata Nick sambil menunduk


"Alex, dia pamanmu!" kata Alicia sambil menarik Nick untuk berdiri, namun Nick tidak mau berdiri


"Dia Nicholas Adams, Beta Wind Winders Pack, ibu. Dia bertanggung jawab atas keselamatan Luna Wind Winders Pack!" Kata Alex menekankan kalimatnya


Alicia terdiam. Yang diucapkan Alex benar, walaupun Nick adalah sepupunya namun dalam tingkatan Pack, posisi Nick adalah Beta yang bertanggung jawab atas keselamatan Alpha dan Luna


"Maafkan aku, Alpha." kata Nick lirih


Alex menghembuskan nafas kasar. Alex sering melihat Aaron, Reddo atau Timothy bersikap keras dan tegas pada anggota Packnya, walaupun mereka masih memiliki hubungan saudara. Tetapi Alex berbeda


Sekeras apapun dirinya mencoba, ia tetap tidak tega pada Nick yang notabene adalah pamannya, sepupu ibunya. Mungkin benar, jiwa serigala yang hilang mempengaruhi ketegasannya


"Berdiri paman Nick." Perintah Alex.


Nada suara Alex terdengar lebih lembut. Nick langsung berdiri dengan masih menunduk


"Berita apa yang kau bawa?" tanya Alex sembari mengangsurkan sapu tangan yang berisikan es batu untuk Nick


Nick menatap Alex lalu menerima sapu tangan itu sambil tersenyum kecil. Perlahan Nick mengusap rahang dan bibirnya yang terkena tinju Alex


"Aku menemukan fakta kalau sepertinya Luna dijebak." kata Nick


"Siapa yang berani menjebak menantuku?" ucap Alicia keras. Wanita itu tampak marah

__ADS_1


"Dia.."


***


CKREEK


Sontak Reina menoleh ke arah pintu yang terbuka. Bibirnya tersenyum lebar karena melihat seseorang yang amat dikenalnya. Gadis itu dengan cepat turun dari tempat tidur dan menghampiri


"Oh syukurlah, aku sudah takut kalau.."


Ucapan Reina terhenti saat orang itu langsung menyatukan tangan Reina dan mengikatnya kuat-kuat sehingga Reina sedikit meringis saat tali temali itu bergesekan dengan kulit pergelangan tangannya


"Apa yang anda lakukan.. Aaah.." Reina memekik kesakitan saat tangannya ditarik dengan kasar untuk keluar


Mau tidak mau, Reina terus berjalan mengikutinya. Merekapun menuju ke sebuah ruangan dimana banyak orang berkumpul. Reina ingat tiga diantaranya adalah mereka yang pernah berbicara dengan Alex


Orang yang membawa Reina menarik Reina dan mendorong gadis itu kuat-kuat sehingga Reina jatuh terjerembab di tengah-tengah ruangan


"Aduuh.." Reina menahan sakit saat pundaknya terbentur kursi kayu yang kokoh


Sambil meringis, Reina melihat ke sekeliling. Ketakutan mulai menjalari hatinya saat mata orang-orang yang mengelilinginya berubah menjadi merah


Reina dengan cepat melihat ke arah orang yang menariknya tadi


"Apa maksud semua ini, bu Anggi?!"


***


"Ya, Alpha. Anggi, ketua divisi Reina." kata Nick sambil menunjukkan rekaman CCTV saat Reina memasuki gudang stok sementara Anggi terlihat mengendap-endap di belakang Reina dengan membawa tongkat kayu


Dari rekaman itu, terlihat beberapa saat setelah Reina dan Anggi memasuki gedung, tampak Anggi mengatur seseorang yang memanggul Reina dan membawanya masuk kedalam mobil


"Apa dia juga manusia serigala?" tanya Robert sambil melihat rekaman CCTV yang dibawa Nick


"Ya, sebagian besar staff Wind-Corp adalah manusia serigala yang bekerja di dunia manusia. Anggi adalah salah satunya." jelas Nick


"Atas dasar apa dia menjebak Reina?" Tanya Alicia geram


***


Anggi tertawa kecil lalu menghampiri Reina. Wanita itu berjongkok sambil mencengkram pipi Reina.


"Aduuh.." Reina sedikit meringis. Saat menatap mata Anggi, Reina sadar kalau Anggi juga seorang Werewolf


"Aku tidak menyangka, pegawai juniorku ternyata Luna Wind Winders Pack. Begini rasanya sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui." Anggi tersenyum lalu menghempaskan pipi Reina. Wanita itu segera berdiri


"Aku Anggi, alias Angela Merkel. Aku mate Vhla Merkel dari Pack Merkel.."

__ADS_1


"Aku tidak peduli! Aku bertanya kenapa kau berbuat begini, bu Anggi?!" kata Reina emosi. Anggi adalah kepala divisi yang selalu dihormatinya


Anggi menoleh ke arah Reina sambil menarik ujung bibirnya


"Aku membencimu!" kata Anggi membuat Reina tercekat


"Ya, aku membencimu karena kau yang manusia biasa bisa berdekatan dengan jajaran penting klan besar. Tapi, tidak jadi soal sekarang karena ternyata kau adalah Luna dari Alpha yang tidak bisa melakukan shift." kata Anggi sambil tertawa


"Apa buruknya? Toh Alex dengan mudah akan mengalahkan kalian walau tanpa bertransformasi!" Kata Reina tajam. Dirinya tidak terima seseorang menjelek-jelekkan Alex


Anggi menggeram keras sambil menarik kerah baju Reina


"Mulutmu tajam sekali. Kita lihat, apakah masih setajam ini saat kami membunuh Alex dan dirimu?!"


Reina tersentak mendengar ucapan Anggi "Kau menculikku untuk mencelakakan Alex?"


Anggi tertawa sambil melepaskan cengkeramannya dari kerah baju Reina


"Sebetulnya kami tidak ada masalah denganmu, hanya kebetulan kau Luna Wind Winders Pack dan kami membutuhkan dirimu untuk memancing tuan muda Ulrich datang."


"Alex tidak akan datang menyelamatkan aku. Kalian hanya buang-buang waktu!" Jawab Reina


Anggi tertawa sambil menggoyangkan tangannya "Kita lihat saja. Ayo kita bawa gadis ini ke bukit Holly!"


Beberapa orang menarik paksa Reina untuk berdiri dan membawanya keluar. Reina tidak bisa melawan. Dirinya harus menghemat tenaga karena saat ada kesempatan kabur, Reina harus mengeluarkan energi besar


Kening Reina berkenyit saat melihat suasana dam pemandangan di luar. Sesaat Reina tersadar, dirinya berada di tempat asing dan bukan di dunia manusia


***


"Dia mate Vhla Merkel dan Pack Merkel, satu dari tiga orang yang meminta perlindungan pada Wind Winders Pack dari serangan Rogue." Kata Nick


"Jangan-jangan dia sakit hati karena kau tidak menyambut mereka bergabung, kakak?" tanya Evan sambil berdiri di sebelah Alicia


"Mereka sendiri yang mau bergabung dengan Novexa ketika tahu aku tidak bisa bertransformasi." Alex mendengkus. Sejujurnya ego Alex sedikit terluka akibat penolakan tiga Alpha dari Pack kecil itu


"Sepertinya ada yang mengompori mereka untuk menyerang Wind Winders Pack karena mereka berfikir akan mengalahkan kita dengan mudah." Kata Nick


"Mereka pikir aku lemah karena aku tidak bisa melakukan shift. Mereka bermain-main dengan orang yang salah.." Desis Alex.


Mata Alex berubah menjadi merah. Dengan cepat pria itu berdiri dan menyambar mantelnya


"Beta Evan, kau ikut denganku. Bawa sebagian warrior ke bukit Holly!" Perintah Alex


Alex berbalik menatap Nick lalu memegang bahu Nick


"Beta Nicholas, jaga ayah dan ibuku di kastil Wind Winders. Semua Gamma dan Warior yang tinggal harus berjaga-jaga. Aku akan segera kembali menjemput Reina."

__ADS_1


Nick mengangguk sambil memegang tangan Alex seolah mengatakan "Jangan khawatir." Akex tersenyum sambil mengangguk kecil


"Ayo berangkat!"


__ADS_2