WIND WINDERS PACK

WIND WINDERS PACK
PART 28


__ADS_3

Penny melihat ke arah Reina yang masih terduduk lesu memandangi luar jendela. Sejak pulang dari tugas luar kota, putrinya terlihat murung dan tidak bersemangat. Penny sempat menanyakan apa yang terjadi, namun Reina hanya mengatakan dirinya lelah karena tugas yang dibebankan padanya


Penny menghela nafas. Dirinya tidak pernah bekerja di kantor sehingga tidak tahu beban pekerjaan seperti apa yang dihadapi Reina


"Bibi Penny, ini kubawakan beberapa rempah dari Indonesia. Kupikir engkau akan menyukainya."


Penny terhenyak dari lamunannya saat Kirk menyodorkan sebuah paperbag berbau wangi rempah-rempah. Penny tersenyum ke arah Kirk. Mereka bertetangga sudah lama, Reina dan Kirk tumbuh besar bersama. Penny tahu sejak lama Kirk menaruh hati pada putrinya. Kalau saja Reina bukan milik 'orang itu', tentulah Penny sangat menyetujui hubungan Kirk dan Reina


"Terima kasih, Kirk. Kau baik sekali." Kata Penny sambil tersenyum


"Ng, Reina ada? Kalau boleh, aku ingin mengajaknya jalan-jalan." tanya Kirk. Pemuda itu melirik ke arah dalam rumah


"Ada. Sebentar kupanggilkan ya." kata Penny sambil masuk ke dalam


Kirk tersenyum senang. Hari minggu yang cukup cerah, pas sekali untuk berjalan-jalan. Lagipula Kirk sudah lama tidak melihat Reina sejak pertemuan terakhir mereka di gudang stok milik Wind-Corp.


***


Alex duduk bersedekap sambil melihat dua orang yang sedang berjalan beriringan. Matanya terus mengawasi seperti mata Serigala yang mengawasi buruannya. Melihat Reina tersenyum pada pria di sebelahnya membuat denyut perih di dada Alex, Alex belum pernah merasakan perasaan seperti ini


"Alpha, ini sudah dua minggu. Apa tidak sebaiknya anda menjemput Luna pulang?" tanya Willy yang dengan setia selalu menemani Alex


"Dia membenciku,Willy. Dia sudah mengatakannya satu kali dan dadaku terasa sakit sekali. Aku takut kalau dia mengatakannya lagi." Ujar Alex masih melihat ke arah Reina dan Kirk. Terlihat dua orang itu duduk di depan toko eskrim memesan dua cone es krim


"Maafkan aku, Alpha. Tetapi apa tidak sebaiknya anda datang pada Luna dan mengakui perasaan anda sebelum kesalahan pahaman ini makin menyebar luas?"


Alex melirik ke arah Willy dari cermin spion "Maksudnya? Kesalah pahaman apa?"


"Mm..Gosip di rumah sudah menyebar hingga ke Vadre Land tentang Luna yang meninggalkan Alpha karena tidak dicintai oleh Alpha."


"Apaa?!" Alex berteriak keras sambil memajukan badannya ke arah Willy. Untunglah di dalam mobil dipasangi kedap suara sehingga raungan Alex tidak terdengar keluar


"M-maafkan aku.." Willy sedikit ketakutan karena mata Alex sudah berubah warna menjadi merah


"Apa saja yang mereka katakan?!" Alex menarik kerah belakang kemeja Willy sehingga pria itu sedikit tercekik


"K-kabarnya, Alpha hanya memanfaatkan mate nya. A-Alpha hanya menikahi mate nya untuk menarik jiwa serigala yang bersembunyi di dalam tubuhnya tetapi gagal.." Ujar Willy terbata-bata


"Lalu?"


"H-hanya itu.."

__ADS_1


Alex mendengkus keras lalu melepaskan cengkeramannya dari kerah belakang kemeja Willy sehingga pria itu terbatuk-batuk. Berita itu separuh benar. Alex memang menikahi Reina untuk membantu menarik jiwa serigala dalam dirinya, tetapi kalau ditanya apakah Alex mencintai Reina atau tidak, Alex pun tidak tahu.


Alex belum pernah jatuh cinta sebelumnya, ia hanya mengacu perkataan Elder Eqwin yang mengatakan perasaannya dengan Reina hanyalah sebuah in heat saat Werewolf bertemu dengan mate nya.


Alex hanya tahu kalau dirinya nyaman saat didekat Reina. Alex tersenyum saat gadis itu tersenyum, bersedih saat Reina menangis dan kali ini dadanya terasa panas saat melihat Reina bersama pria lain. Hal yang tidak pernah dirasakan Alex saat bersama teman kencannya, bahkan dengan Trixie sekalipun


Willy melirik Alex dari balik spion depan. Alex adalah sosok yang cerdas, tetapi mengapa saat urusan seperti ini Alpha nya seakan menjadi bodoh


"Kau mengejekku?" Lirik Alex tajam


"T-tidak. Maafkan aku, Alpha." Willy lupa kalau Alex bisa membaca pikiran orang-orang yang dia kehendaki


Alex kembali memperhatikan dua orang yang saling tertawa. Tangan Alex mengepal kuat melihat ada orang lain yang tertawa bersama istrinya. Dadanya terasa panas terbakar


Tiba-tiba Alex melesat keluar dari mobil


***


Kirk memesan es krim cone coklat vanilla untuk dirinya dan Reina. Sepanjang ingatan Kirk, gadis itu sangat menyukai es krim coklat vanilla


"Ini es krimnya. Makan dan tertawalah terus." kata Kirk sambil menyerahkan es krim pada Reina


"Wah bahaya kalau tertawa terus. Bisa dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa." Gurau Reina


"Kata bibi Penny kau jadi pendiam sejak pulang dari tugas luar kota. Ada apa?" tanya Kirk memandangi Reina


Reina menggeleng pelan "Tidak apa-apa."


"Apa ini ada hubungannya dengan pria yang memukulku minggu kemarin?" tanya Kirk lagi.


Reina menoleh memandang Kirk. Pria itu tersenyum lembut sambil mendekati wajah Reina. Jempol Kirk mengusap bibir bawah Reina


"Ada eskrim di sini." kata Kirk pelan sambil menghisap jempolnya tanpa memutuskan kontak mata, membuat wajah Reina terlihat memerah


"Manis.." Bisik Kirk sambil terus mendekat hendak mencium Reina.


Reina refleks memundurkan kepalanya namun tangan Kirk menahan tengkuknya. Tiba-tiba Kirk merasa tubuhnya melayang dan membentur aspal. Rasa sakit langsung mendera tubuhnya.


Kejadiannya begitu cepat. Reina melotot melihat Kirk melayang dan dibanting begitu mudahnya ke aspal oleh seseorang..


Alex?

__ADS_1


Reina segera berdiri, tepat saat Alex menarik kerah baju Kirk untuk berdiri dan melayangkan tinjunya ke wajah Kirk sambil berteriak


"Beraninya kau menyentuh Reina!"


Kirk kembali tersungkur ke aspal. Reina memekik dan segera berlari menghampiri Kirk. Terlihat wajah lebam dan darah yang mengalir dari hidung. Reina meringis melihatnya. Beberapa orang mulai melihat kejadian itu, seolah mendapat tontonan gratis


"Maafkan aku, Kirk." Bisik Reina sambil membantu Kirk berdiri. Pria itu tersenyum seolah mengatakan dirinya tidak apa-apa


Reina memandang ke arah Alex yang memandangi Reina dan Kirk dengan pandangan yang sulit diartikan. Tatapan Alex tajam, matanya sekelam malam


"Apa yang kau lakukan!" Kata Reina marah. Sejujurnya gadis itu takut melihat Alex karena tahu pria itu sedang marah besar


Alex berjalan mendekati Reina. Refleks Kirk menarik Reina untuk berdiri di belakangnya seolah hendak melindungi gadis itu dari Alex. Hati Alex semakin berdenyut perih saat melihat Reina berpegangan pada lengan Kirk


"Aku hanya menjaga milikku." Kata Alex dalam


Beberapa orang melihat pertengkaran ketiganya, membuat Reina merasa tidak nyaman


"Kirk, kita pulang." Ajak Reina, namun Alex terlebih dahulu menarik tangan Reina


"Tidak, kau pulang bersamaku Rein."


Reina menampik tangan Alex dan memandang marah ke arah pria itu


"Kau! Kau selalu berbuat seenaknya! Siapa juga yang mau ikut pulang denganmu?! Toh kau tidak mencariku selama dua minggu ini kan?!" kata Reina sinis, membuat Alex mematung mendengar kata-kata Reina.


Tidak mencarinya katanya? Padahal setiap hari Alex mengawasi Reina dari kejauhan


"Aku belum mau bertemu denganmu, Alex. Jadi pergilah." Usir Reina


Hati Alex makin terasa sedih, seolah-olah Reina tengah menolaknya. Dadanya panas melihat tangan Kirk menggenggam erat tangan Reina


"Baiklah, lakukan sesukamu! Aku tidak peduli lagi!" kata Alex sambil berbalik pergi


Alex dengan cepat masuk ke dalam mobil miliknya. Tak lama Willy menjalankan mobilnya membelah padatnya kota Kingston


Reina memperhatikan mobil Alex yang meninggalkannya, tiba-tiba..


Dziing..


Reina memegang dadanya yang terasa sakit seolah tertusuk panah. Sikap Alex barusan seolah-olah Alex tengah me-reject dirinya.

__ADS_1


Benarkah? Setelah apa yang sudah diberikannya?


Kaki Reina terasa lemas seolah tidak bertenaga. Gadis itu terduduk di trotoar dan mulai menangis.


__ADS_2